binomedia.id – Jakarta. Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa pada Kamis (9/4) dini hari, yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah di Pulau Adonara. Berdasarkan data sementara, sebanyak 79 unit rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
Bupati Flores Timur, Anton Doni, menyampaikan bahwa laporan kerusakan yang masuk hingga pukul 08.30 WITA menunjukkan kondisi terparah terjadi di Desa Terong dan Desa Lamahala.
“Sementara ini kami mendapat laporan, kondisi terparah ada di Desa Terong dan Desa Lamahala,” ujar Anton Doni.
Kerusakan rumah ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera ditangani, terutama bagi warga yang terdampak dan membutuhkan bantuan darurat.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama BPBD setempat telah melakukan pemetaan dampak gempa dan menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat. Evakuasi warga dari rumah yang rusak berat serta distribusi bantuan logistik menjadi prioritas utama.
Meskipun gempa tercatat dengan magnitudo 4,7, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pihak berwenang terus memantau kondisi dan memberikan informasi terbaru kepada warga melalui media lokal dan posko tanggap darurat.
Warga diimbau untuk tetap berada di tempat aman, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta mengikuti arahan petugas terkait keselamatan. Pemerintah juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari mitigasi risiko di wilayah rawan gempa seperti Flores Timur.(dhil)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id