BerandaPendidikanBRIN Kembangkan PLTSa, Ubah Sampah Kota Jadi Energi dengan Konsep “Listrik sebagai...

BRIN Kembangkan PLTSa, Ubah Sampah Kota Jadi Energi dengan Konsep “Listrik sebagai Bonus”

binomedia.idJakarta. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Tenaga Bersih (PR TLTB) terus mengembangkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang telah dirintis sejak 2017 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Teknologi ini dirancang untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, dengan mengubahnya menjadi bahan bakar dalam proses pengolahan energi. Namun, para peneliti menegaskan bahwa fokus utama sistem ini bukan pada produksi listrik, melainkan pada pengelolaan sampah itu sendiri.

Peneliti PR TLTB BRIN, Wiharja, menjelaskan bahwa PLTSa lebih tepat dipahami sebagai solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi, bukan semata-mata pembangkit energi.

“Listrik itu adalah bonus. Jadi kalau image pembangkit listrik itu ending-nya listrik, tetapi sebenarnya bagaimana kita mengolah sampah, dan listrik menjadi bonusnya,” ujarnya dalam acara Media Lounge Discussion (MELODI) bertajuk “Listrik dari Sampah: Di tengah Gejolak Energi Dunia” di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan utama teknologi tersebut adalah mengurangi timbunan sampah yang terus meningkat di kawasan perkotaan, sementara energi listrik yang dihasilkan menjadi nilai tambah dari proses tersebut.

Konsep PLTSa dinilai menjawab dua tantangan sekaligus, yakni krisis pengelolaan sampah dan kebutuhan energi alternatif. Sampah kota yang tidak lagi dapat didaur ulang akan diproses menjadi bahan bakar, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

Dengan pendekatan ini, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi juga sumber daya yang memiliki nilai ekonomi tambahan.

BRIN menyebut bahwa pengembangan teknologi ini telah berjalan sejak 2017 dan terus mengalami penyempurnaan hingga saat ini. Fokus penelitian tidak hanya pada efisiensi pembangkitan energi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan dan efektivitas pengolahan limbah.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa PLTSa tidak dimaksudkan untuk menggantikan sumber energi utama, melainkan menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah terpadu di masa depan.

Pengembangan PLTSa menunjukkan arah baru dalam pengelolaan sampah di Indonesia, di mana pendekatan teknologi mulai diintegrasikan dengan kebutuhan energi. Jika diterapkan secara luas, sistem ini berpotensi membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan kontribusi terhadap bauran energi nasional.

Namun, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada dukungan infrastruktur, kebijakan, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.(dhil)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular