Binomedia.id, Jakarta — Di tengah tren musisi berlomba merilis karya baru, penyanyi Ady justru memilih menahan langkahnya. Single terbarunya, “Merbabu”, sebenarnya telah rampung lebih awal, namun baru resmi dirilis pada 24 April 2026 di berbagai platform musik digital.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Saat lagu ini siap diluncurkan, Indonesia tengah dilanda bencana alam di Aceh. Ady menilai momen tersebut tidak tepat untuk memperkenalkan lagu yang berbicara tentang keindahan alam.
“Saya merasa harus menunggu. Tidak tepat kalau lagu ini dirilis saat kondisi alam di tempat lain sedang tidak baik,” ujar Ady.
Setelah menunda beberapa waktu, “Merbabu” akhirnya diperkenalkan ke publik. Lagu ini ditulis oleh Dwi Januanto Nugroho dan mengangkat tema hubungan manusia dengan alam, khususnya Gunung Merbabu yang menjadi inspirasi utama.
Berbeda dari pendekatan promosi yang biasanya menonjolkan sisi teknis atau musikal, Ady justru menempatkan pengalaman personal sebagai fondasi utama. Ia mengaku pernah merasakan langsung suasana pegunungan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam karakter vokal dan penghayatan lagu.
Proses kreatif lagu ini juga tidak berjalan singkat. Aransemen “Merbabu” mengalami beberapa kali perubahan sebelum mencapai versi final. Ady menyebut setidaknya empat kali perombakan dilakukan karena hasil sebelumnya dianggap belum mampu menyampaikan pesan yang diinginkan.
“Banyak percobaan yang akhirnya tidak dipakai. Tapi dari situ justru ketemu bentuk yang paling pas,” katanya.
ATidak berhenti sebagai single, “Merbabu” menjadi bagian dari rencana yang lebih besar. Ady bersama Dwi tengah menyiapkan proyek tujuh lagu yang masing-masing terinspirasi dari gunung-gunung di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan alam Nusantara.
Peluncuran lagu ini juga disertai video musik yang digarap langsung di kawasan Gunung Merbabu. Proses syuting dilakukan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk hujan yang kerap turun di lokasi.
Meski menghadapi kendala, produksi tetap berjalan. Visual yang dihasilkan justru memperlihatkan kondisi alam apa adanya, tanpa banyak rekayasa.
Video musik tersebut menampilkan Ady bersama Jodilee Warwick, dengan Tyo Survival yang terlibat dalam proses pengambilan gambar.
Melalui “Merbabu”, Ady tidak hanya menawarkan karya musik, tetapi juga sikap dalam memaknai alam. Bagi Ady, keindahan alam bukan sekadar inspirasi, melainkan sesuatu yang perlu dihargai, termasuk dengan memilih waktu yang tepat untuk menceritakannya kepada publik. (Kul)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id