BerandaKesehatanLifestyleMuslim LifeFest 2026 Hadirkan Enam Brand Modest Fashion Lokal, Dorong Inovasi hingga...

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Enam Brand Modest Fashion Lokal, Dorong Inovasi hingga Business Matching

Binomedia.id, TANGERANG — Pameran The 6th Edition Muslim LifeFest 2026 menghadirkan enam brand modest fashion lokal untuk memperkenalkan inovasi, koleksi, dan pengembangan produk terbaru sekaligus membuka peluang perluasan pasar melalui business matching. Kegiatan yang diselenggarakan PT LIMA Event Indonesia tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026, pukul 10.00–21.00 WIB, di Hall 9 dan 10 ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Enam brand yang ambil bagian dalam pameran tersebut yakni Sagenza, KALAZA, Afework, Haynè, Muslimadani, dan Fadkhera. Masing-masing membawa pendekatan berbeda dalam mengembangkan produk modest fashion, mulai dari eksplorasi material, desain, kenyamanan, hingga penggunaan teknologi pada produk.

Direktur Utama PT LIMA Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan pameran tidak lagi sebatas menjadi ruang transaksi antara brand dan konsumen. Menurutnya, kegiatan seperti Muslim LifeFest juga berperan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pameran tidak lagi sekadar ruang transaksi. Kami membuka peluang business matching antarpelaku usaha, baik domestik maupun internasional. Ini menjadi nilai tambah bagi brand untuk memperluas jaringan dan menguji produk di pasar nyata,” ujar Taufik.

Bagi para peserta, keikutsertaan dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus mendapatkan respons langsung dari konsumen. Interaksi tersebut dinilai penting untuk memperkuat positioning brand, membaca kebutuhan pasar, dan membuka peluang pengembangan bisnis.

Sagenza, misalnya, menonjolkan produk abaya dengan perhatian pada detail dan penggunaan material premium. Brand Owner Sagenza, Dhea Annisa, mengatakan proses pengembangan produk dilakukan secara menyeluruh agar kualitas tidak hanya terlihat dari desain.

“Kami tidak sekadar membuat produk yang cantik. Setiap detail benar-benar kami pikirkan, mulai dari pemilihan bahan, detail, proses produksi, hingga finishing,” ujar Dhea.

Sementara itu, KALAZA membawa konsep busana syari yang tetap mempertahankan prinsip syariat Islam dengan pendekatan desain yang lebih modern dan fungsional.

“Kami ingin menghadirkan busana syari yang tetap mengikuti prinsip syariat Islam, namun tetap modern, nyaman, dan mudah dipakai di berbagai kesempatan. Muslim LifeFest menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan perspektif tersebut,” ujar Elma, Designer KALAZA.

Pendekatan berbeda ditawarkan Afework yang menyasar generasi muda melalui produk jubah. Brand tersebut berupaya mengubah persepsi bahwa jubah hanya identik dengan gaya berpakaian tertentu dan kurang relevan bagi anak muda.

“Pastinya yang pertama adalah desain. Kami ingin memastikan desain dan look-nya tetap keren. Kami ingin bagaimana caranya supaya anak muda tetap percaya diri memakai jubah,” ujar Mujahid Bina Al Fikri, Owner Afework.

Adapun Haynè menggabungkan unsur kenyamanan dan elegansi dalam pengembangan koleksinya. Founder Haynè, Hani Winarti, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari pengalaman menemukan pakaian yang hanya memenuhi salah satu aspek, antara nyaman atau menarik secara visual.

“Saya sering menemukan pakaian yang cantik tetapi tidak nyaman, atau pakaian yang nyaman tetapi kurang merepresentasikan diri sendiri. Kemudian saya berpikir, kenapa sesuatu yang nyaman tidak bisa tetap terlihat elegan?” ujar Hani.

Di sisi lain, Fadkhera memanfaatkan momentum Muslim LifeFest untuk memperkenalkan perkembangan terbaru brand sekaligus memperkuat kiprahnya sebagai pelaku UMKM asal Yogyakarta. Brand tersebut juga melakukan rebranding dan menghadirkan produk dengan teknologi Coolfeel.

“Untuk latar belakang Fadkhera sendiri, kami ikut meramaikan acara Muslim Life Fair sejak pertama kali berdiri dan berusaha memajukan UMKM dari Jogja. Namun sekarang produk kami sudah semakin meluas,” ujar Reza, perwakilan Fadkhera.

Sementara Muslimadani mengembangkan koleksi fashion Muslim pria dengan mengedepankan inovasi material. Setiap peluncuran produk baru, brand tersebut berupaya menghadirkan pembaruan dari sisi bahan maupun pengembangan koleksi.

“Setiap mengeluarkan produk baru, ada inovasi yang dihadirkan. Kami terus melakukan inovasi, termasuk dari sisi material,” ujar Elyse Meirisya, Owner Muslimadani.

Kehadiran enam brand tersebut menunjukkan bahwa pengembangan modest fashion lokal tidak hanya berfokus pada aspek estetika. Inovasi material, kenyamanan, karakter desain, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian dari strategi brand untuk mempertahankan daya saing.

Selain menjadi ruang promosi dan transaksi, Muslim LifeFest 2026 juga dipadukan dengan Jakarta Halal Expo & Conference serta PULDAPII Muslim Edufest. Kolaborasi tersebut memperluas cakupan acara ke sektor bisnis dan edukasi sekaligus memperkuat ekosistem industri halal.

Melalui pertemuan langsung antara brand, konsumen, dan mitra usaha, Muslim LifeFest 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku modest fashion untuk menguji respons pasar sekaligus membangun jejaring bisnis. Peluang business matching yang dibuka selama pameran juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses brand lokal ke pasar domestik maupun internasional.(dhil)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular