BerandaBisnisDDMF Bidik Investasi Strategis untuk Perkuat Industri Nasional

DDMF Bidik Investasi Strategis untuk Perkuat Industri Nasional

Binomedia.id, JAKARTA – Danantara Development Management Fund (DDMF) membidik investasi jangka panjang yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan nasional. Investasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta, serta mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah tinggi.

CEO Danantara Development Management Fund, Sigit Puji Santosa, mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk mempercepat transformasi ekonomi, mulai dari kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, hingga basis manufaktur yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan industri nasional.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui Trade in Value Added (TiVA) 2025, sekitar 82% nilai ekspor manufaktur Indonesia berasal dari nilai tambah domestik. Angka tersebut setara dengan China yang mencapai 81% dan lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, serta Vietnam.

Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3%. Menurut Sigit, kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang untuk meningkatkan skala produksi, kompleksitas industri, dan daya saing produk nasional di pasar internasional.

“Indonesia memiliki fondasi kuat, tetapi yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengembangkan industri dengan kompleksitas dan nilai tambah yang lebih tinggi agar mampu bersaing secara global,” ujar Sigit, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Ia menilai, tahap industrialisasi Indonesia perlu diarahkan pada penguatan pemasok domestik, peningkatan kapabilitas teknologi, pengembangan inovasi, serta perluasan keterhubungan industri nasional dengan pasar global.

Sektor semikonduktor, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan manufaktur berbasis teknologi dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan sektor tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas.

Meski demikian, transformasi industri membutuhkan dukungan pembiayaan jangka panjang. Sementara itu, sejumlah proyek strategis masih menghadapi tantangan untuk memenuhi persyaratan kelayakan pembiayaan atau bankable.

Sigit menjelaskan, hambatan tersebut dapat berupa struktur komersial yang belum memadai, risiko permintaan, persoalan pengadaan lahan, ketidakpastian kebijakan, koordinasi lintas lembaga, hingga ketidaksesuaian tenor pembiayaan.

DDMF Jembatani Kesenjangan Investasi
Untuk mengatasi tantangan tersebut, DDMF dibentuk guna menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang layak secara ekonomi, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai kelayakan finansial.

Sebagai holding investasi yang berfokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik, DDMF menjalankan peran katalitik melalui penyiapan proyek, penyusunan struktur investasi yang layak dibiayai, mobilisasi modal jangka panjang, serta pengawalan pelaksanaan proyek hingga menghasilkan dampak ekonomi dan sosial.

Dalam forum Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, Sigit menekankan pentingnya dukungan publik dan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan mandat tersebut.

“Kami hadir untuk memediasi kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang secara ekonomi viable, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai hasilnya. Karena itu, kami menjalankan peran catalytic investment agar dampak strategis dan ekonomi proyek dapat dikapitalisasi,” papar Sigit.

Dalam menentukan investasi, DDMF mempertimbangkan tiga dimensi utama secara bersamaan, yakni nilai dan dampak strategis, kelayakan ekonomi, serta kelayakan finansial.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan investasi tidak hanya diukur berdasarkan besarnya imbal hasil. Investasi juga dinilai dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta meningkatkan kapabilitas industri dan teknologi nasional.

Gandeng Investor Swasta dan Internasional
DDMF juga merancang peran katalitik untuk menarik keterlibatan investor swasta dan internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai skema, termasuk penyediaan modal jangkar, kepastian pembelian, dan mekanisme pembagian risiko.

Melalui struktur pembiayaan yang tepat, modal DDMF diharapkan dapat menarik investasi tambahan dengan nilai lebih besar. Pendekatan ini sekaligus ditujukan untuk menjaga tata kelola dan memastikan profil risiko proyek tetap terukur.

Sigit mengajak perbankan, investor, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam pembiayaan proyek-proyek strategis nasional.

“Kami mengundang bank, investor, dan pelaku industri untuk bersama-sama melakukan leveraging. Melalui kolaborasi yang tepat, investasi dapat menciptakan peluang pembiayaan sekaligus dampak ekonomi yang lebih besar,” tandasnya.

Adapun sektor prioritas DDMF mencakup bidang-bidang yang menjadi fondasi kebutuhan nasional, antara lain ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, serta kesehatan.

Prioritas lainnya meliputi hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur dan ketahanan bencana, pengembangan ekonomi rakyat dan desa, serta pengentasan kemiskinan.

Melalui investasi pembangunan yang terukur dan kolaboratif, DDMF berharap proyek strategis nasional tidak berhenti pada pembangunan aset fisik. Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem industri yang berkelanjutan, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memberikan manfaat sosial-ekonomi dalam jangka panjang.

Dengan demikian, investasi diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global. (ris)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular