BerandaBisnisMenkeu Suahasil Dorong Investasi SDM untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Menkeu Suahasil Dorong Investasi SDM untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Binomedia.id, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengoptimalkan bonus demografi dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Langkah tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus mengantisipasi dampak penuaan penduduk (aging population).

Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam forum World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable bertema “Transforming Demographic Transition into Human Capital Gains and Job Creation” di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

Dalam forum tersebut, Suahasil menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 284 juta penduduk dan jumlahnya diproyeksikan mencapai 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang. Namun, besarnya populasi tidak otomatis menjadi keunggulan ekonomi apabila tidak disertai peningkatan kualitas SDM.

“Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya. Kita harus berinvestasi untuk meningkatkannya,” ujar Suahasil.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pertumbuhan jumlah penduduk dapat diikuti peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Penuaan Penduduk Jadi Tantangan Ekonomi

Suahasil mengatakan, tantangan demografi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, tetapi juga perubahan struktur usia penduduk.

Saat ini, sekitar 12 persen penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas, sedangkan hampir 8 persen berusia 65 tahun ke atas. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan pembangunan SDM yang berkelanjutan.

Penuaan penduduk berpotensi memengaruhi produktivitas tenaga kerja, kebutuhan layanan kesehatan, serta belanja perlindungan sosial. Apabila tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas, perubahan demografi juga dapat memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal negara.

Dari sisi ekonomi, pemerintah perlu memastikan penduduk usia produktif memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pada saat yang sama, penduduk lanjut usia perlu memperoleh dukungan agar tetap sehat dan, jika memungkinkan, terus berkontribusi dalam kegiatan ekonomi.

Investasi SDM Dimulai Sejak Dini

Suahasil menekankan bahwa investasi SDM tidak dapat dilakukan hanya ketika seseorang memasuki usia kerja. Pengembangan kualitas manusia perlu dimulai sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja.

Pendekatan sepanjang siklus kehidupan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan produktivitas masyarakat.

“Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Konsep silver dividend merujuk pada potensi manfaat ekonomi dari penduduk lanjut usia yang tetap sehat, produktif, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk memanfaatkan pengalaman dan kemampuan mereka.

Produktivitas SDM Berkaitan dengan Ketahanan Fiskal

Dari perspektif keuangan negara, investasi SDM memiliki implikasi jangka panjang terhadap penerimaan dan belanja pemerintah.

Suahasil mengingatkan bahwa penuaan penduduk yang tidak diikuti produktivitas memadai berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja negara, sekaligus menekan penerimaan negara akibat terbatasnya aktivitas ekonomi.

Karena itu, kebijakan investasi SDM perlu memperhitungkan manfaat jangka panjang, meskipun hasilnya tidak selalu dapat dirasakan secara langsung.

Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan tenaga kerja diharapkan dapat memperkuat produktivitas nasional, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pertumbuhan basis penerimaan negara.

Melalui investasi SDM yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan transisi demografi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan fiskal dan mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan struktur usia penduduk pada masa mendatang. (ris)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular