BerandaPendidikanBINUS Startup Vaganza 2026 Catat 1.200 Pendaftar, Juri Tekankan Pentingnya Validasi Ide...

BINUS Startup Vaganza 2026 Catat 1.200 Pendaftar, Juri Tekankan Pentingnya Validasi Ide Bisnis

Binomedia.id, JAKARTA – BINUS Incubator dan BINUS Entrepreneurship Center menggelar BINUS Startup Vaganza 2026 pada 23–24 Oktober 2026 di Jakarta untuk mendorong mahasiswa mengembangkan usaha melalui pengujian ide, penyusunan model bisnis, dan evaluasi dari para profesional. Ajang yang mencatat sekitar 1.200 pendaftar ini mengantarkan 30 tim terpilih ke babak final melalui tiga kategori kompetisi, yakni Business Idea Competition, Business Plan Competition, dan Business Competition.

Salah satu dewan juri, Direktur Surya Fajar Urun Dana (SFUND) Adi Putera Widjaja, menilai kompetisi tersebut menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis sebelum membawa bisnis mereka ke pasar yang lebih luas. Menurutnya, calon pengusaha perlu menguji gagasan sejak tahap awal agar dapat memahami kebutuhan konsumen sekaligus meminimalkan risiko kerugian.

“Menjadi pengusaha itu bukan karena bakat atau keturunan. Itu bisa dipelajari,” ujar Adi saat ditemui dalam rangkaian BINUS Startup Vaganza 2026 di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Adi menjelaskan, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan calon pengusaha adalah mengeluarkan modal besar sebelum memastikan produk atau layanan yang ditawarkan memiliki pasar. Ia mencontohkan usaha kuliner yang dapat dimulai dari skala kecil untuk mengukur respons konsumen sebelum berkembang menjadi bisnis dengan investasi lebih besar.

“Kalau gerobakan kan langsung bisa ganti. Tapi kalau sudah buka ruko, bagaimana cara gantinya?” kata Adi.

Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan pada bisnis berbasis teknologi maupun media digital. Calon pengusaha dapat memulai dengan memanfaatkan media sosial untuk menguji konsep, membangun audiens, dan memahami kebutuhan pasar sebelum berinvestasi dalam pengembangan situs web atau aplikasi.

Uji Pasar dan Branding Jadi Fondasi Bisnis

Selain validasi pasar, Adi menekankan pentingnya membangun branding sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Identitas merek yang kuat perlu didukung konsistensi kualitas produk, strategi pemasaran, serta rekam jejak yang dapat dilihat calon konsumen.

Ia menilai, ide bisnis yang menarik tetap membutuhkan proses penyempurnaan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, masukan dari dewan juri seharusnya dimanfaatkan peserta untuk memperbaiki model bisnis, memahami target konsumen, dan menentukan strategi pengembangan yang lebih tepat.

Adi mengibaratkan peran dewan juri seperti pelatih yang membantu atlet meningkatkan kemampuan. Dalam kompetisi kewirausahaan, juri tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan melalui pendampingan.

“Kita itu mengamati talent spot,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan kompetisi bukan semata-mata menentukan pemenang, melainkan memberikan pengalaman dan masukan yang bermanfaat bagi keberlanjutan usaha peserta.

“Bukan mencari siapa yang menang atau kalah, tetapi mereka mendapatkan sesuatu,” kata Adi.

Final Pitching Pertemukan Mahasiswa dengan Praktisi Industri

BINUS Startup Vaganza 2026 menghadirkan peserta dari beragam sektor usaha, mulai dari kuliner, jasa, dan suvenir hingga teknologi virtual reality. Keberagaman tersebut memperlihatkan peluang pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui berbagai model bisnis, baik berbasis produk fisik maupun teknologi.

Rangkaian final berlangsung pada 23–24 Oktober 2026, diawali dengan Demoday berupa pameran ide, prototipe, produk, dan bisnis para finalis, kemudian dilanjutkan dengan Final Pitching. Pada sesi tersebut, peserta mempresentasikan sekaligus mempertahankan gagasan dan strategi pengembangan bisnis di hadapan dewan juri.

Dewan juri yang berasal dari kalangan praktisi, asosiasi, dan venture capital memberikan perspektif profesional serta industri untuk mengevaluasi potensi bisnis para peserta.

Melalui tiga kategori kompetisi, BINUS Startup Vaganza 2026 memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji inovasi, mendapatkan evaluasi, dan menyempurnakan strategi usaha. Ajang ini diharapkan dapat membantu melahirkan wirausaha muda yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar dan membangun bisnis yang berdaya saing.(why)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular