BerandaMegapolitanTragedi Keluarga Seniman Betawi, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Tragedi Keluarga Seniman Betawi, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Binomedia.id, Jakarta – Kasus pembunuhan yang menimpa cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori akhirnya menemui titik terang. Aparat dari Polda Metro Jaya mengungkap bahwa peristiwa tersebut dipicu konflik rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama dan berujung fatal.

Penyidik menyebut hubungan antara korban dan pelaku, yang diketahui berstatus suami siri, sudah tidak harmonis sejak beberapa bulan terakhir. Perselisihan yang kerap terjadi diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban, yang dicurigai menjalin kedekatan dengan pria lain.

Perwakilan kepolisian, AKP Fechy J. Ataupah, menyampaikan bahwa sebelum kejadian, keduanya bahkan sudah tidak lagi tinggal bersama. Kondisi tersebut memperburuk komunikasi di antara mereka dan memicu konflik yang semakin intens.

Menurut hasil penyelidikan, puncak ketegangan terjadi pada 20 Maret 2024. Saat itu, pelaku bertemu korban di sebuah bazar Ramadan dan mendapati korban sedang bersama seorang pria. Interaksi tersebut sempat memicu pertengkaran di lokasi, sebelum keduanya berpisah.

Namun, situasi tidak berhenti di sana. Pada malam harinya, pelaku kembali mendatangi tempat tinggal korban. Di lokasi tersebut, ia kembali menemukan korban bersama pria yang sama. Ketegangan kembali terjadi hingga akhirnya pelaku diminta meninggalkan tempat tersebut.

Polisi mengungkap, setelah kejadian itu pelaku pulang dengan kondisi emosional yang tidak stabil. Alih-alih mereda, amarah justru semakin memuncak. Dalam kondisi tersebut, pelaku memutuskan kembali mendatangi korban dengan membawa senjata tajam dari tempat tinggalnya.

Setibanya di lokasi, pertengkaran kembali terjadi dan berujung pada tindakan kekerasan. Korban sempat melakukan perlawanan, namun situasi berakhir tragis setelah pelaku melakukan penyerangan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut, mengingat pelaku telah membawa senjata sejak awal sebelum kembali menemui korban.

Lebih lanjut, penyidik juga mengungkap bahwa keretakan hubungan keduanya telah terjadi sejak Oktober 2023. Bahkan, pihak keluarga korban sebelumnya telah meminta agar hubungan tersebut diakhiri secara baik-baik.

Namun, pelaku disebut tidak mengindahkan permintaan tersebut dan memilih mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat. Kondisi inilah yang kemudian menjadi latar belakang konflik berkepanjangan hingga berujung pada tindak pidana.

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan akan menindak kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan pribadi tanpa kekerasan. (Kul)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular