BerandaNasionalKemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi untuk Pendidikan Berkelanjutan

Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi untuk Pendidikan Berkelanjutan

binomedia.idJakarta. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi budaya kerja dan penguatan gerakan hemat energi sebagai bagian dari strategi nasional dalam membangun sektor pendidikan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap optimal bagi seluruh masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi tersebut tidak hanya menyasar perubahan pola kerja birokrasi, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Ia menekankan bahwa efisiensi tidak berarti pengurangan layanan, melainkan optimalisasi melalui cara kerja yang lebih cerdas dan inovatif.

“Transformasi ini bukan mengurangi layanan, tetapi justru memastikan layanan tetap hadir secara maksimal dengan cara kerja yang lebih cerdas dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).

Transformasi yang diusung Kemendikdasmen dibangun di atas tiga pilar utama:

  1. Pemerataan akses dan keadilan layanan
    Seluruh program pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan dengan memanfaatkan berbagai kanal layanan, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
  2. Relevansi masa depan
    Digitalisasi dan budaya kerja adaptif menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
  3. Partisipasi semesta
    Keterlibatan aktif aparatur sipil negara (ASN), satuan pendidikan, dan masyarakat menjadi fondasi dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

Sebagai bagian dari implementasi transformasi budaya kerja, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat, mulai 1 April 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi secara menyeluruh setelah dua bulan pelaksanaan.

Menurut Abdul Mu’ti, kebijakan ini tidak mengurangi tanggung jawab aparatur dalam memberikan layanan publik. ASN tetap wajib menjalankan tugasnya secara profesional meskipun bekerja dari lokasi yang berbeda.

“WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dari lokasi berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.

Layanan publik tetap dioptimalkan melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) yang beroperasi secara responsif melalui berbagai kanal, seperti layanan tatap muka, posel, WhatsApp, dan telepon. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal dengan kehadiran guru yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Selain transformasi budaya kerja, Kemendikdasmen juga memperkuat Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari praktik hemat energi di lingkungan pendidikan.

Melalui gerakan ini, Abdul Mu’ti mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti menggunakan transportasi publik, bersepeda, berjalan kaki, serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya dalam aktivitas ke sekolah.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur pendukung, seperti jalur sepeda dan ruang publik ramah lingkungan, guna menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Ini momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik—hemat energi, peduli lingkungan, dan tetap produktif,” ujarnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Dengan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, proses pendidikan dapat berlangsung secara lebih optimal.

Melalui sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat, Kemendikdasmen optimistis bahwa transformasi ini akan memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju masa depan yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing tinggi.(dhil)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular