binomedia.id – Jakarta. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis yang mampu mengubah arah pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat transformasi sektor pangan dan peternakan Indonesia.
Menurut Menteri PPN, pemerintah kini tidak lagi sekadar berfokus pada ketahanan pangan, melainkan telah bergerak menuju kedaulatan pangan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Program MBG dinilai memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi, khususnya dalam menciptakan permintaan pasar yang besar dan stabil. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di sektor peternakan dalam negeri.
Dengan adanya program ini, kebutuhan pangan diproyeksikan meningkat secara signifikan. Hingga tahun 2029, tambahan kebutuhan diperkirakan mencapai 1,5 juta liter susu dan 47.000 ton daging sapi. Angka ini menjadi sinyal positif bagi investor untuk masuk dan mengembangkan sektor peternakan nasional.
Pemerintah menargetkan peningkatan kemandirian produksi susu dari 21 persen menjadi 96 persen, serta produksi daging sapi hingga 70 persen. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah membuka peluang investasi besar, termasuk memfasilitasi masuknya sekitar 1 juta sapi perah ke dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Meski memiliki potensi besar, Menteri PPN mengakui bahwa sektor peternakan masih menghadapi berbagai tantangan. Lebih dari 90 persen peternakan di Indonesia dikelola oleh peternak kecil dengan produktivitas yang relatif rendah.
Selain itu, terdapat kesenjangan dalam sistem pembibitan yang menyebabkan ketergantungan terhadap impor masih tinggi. Tantangan lain mencakup mahalnya biaya pakan, keterbatasan sumber daya, serta ancaman penyakit hewan yang dapat mengganggu produksi.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kualitas dan skala produksi melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah program Sapi Merah Putih berbasis teknologi genomik. Inovasi ini bertujuan menghasilkan ternak dengan produktivitas tinggi serta daya tahan yang lebih kuat terhadap penyakit.
Selain itu, sektor swasta nasional juga didorong untuk tidak hanya berperan sebagai pelaku bisnis, tetapi turut berinvestasi dalam riset dan pengembangan di bidang peternakan.
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, investasi swasta, dan inovasi teknologi, Indonesia berpeluang besar untuk mencapai kedaulatan pangan sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan di masa depan.(dhil)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id