Jumat, Maret 13, 2026
BerandaKesehatanLifestylePendekatan Baru untuk Kesehatan Perempuan: Aesthetic Gynecology Center Terintegrasi Hadir di Indonesia

Pendekatan Baru untuk Kesehatan Perempuan: Aesthetic Gynecology Center Terintegrasi Hadir di Indonesia

binomedia.idJakarta. Permasalahan kesehatan perempuan sering kali bersifat kompleks dan multidimensional, tidak hanya berkaitan dengan fungsi organ reproduksi, tetapi juga menyentuh aspek fisik, psikologis, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Sepanjang siklus kehidupannya, banyak perempuan mengalami berbagai perubahan tubuh, mulai dari pascapersalinan, gangguan fungsi intim, nyeri kronis pada area panggul, hingga perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta kepercayaan diri. Sayangnya, banyak dari kondisi tersebut masih belum tertangani secara optimal karena keterbatasan layanan kesehatan yang terintegrasi, serta adanya stigma dan rasa tabu yang membuat perempuan enggan membicarakan keluhan yang bersifat personal.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Health360 Indonesia berkolaborasi dengan YPK Mandiri meresmikan Aesthetic Gynecology Center, sebagai tonggak baru dalam layanan kesehatan perempuan di Indonesia. Center ini menjadi pusat layanan pertama di Indonesia yang secara khusus mengintegrasikan estetika ginekologi dengan berbagai disiplin kesehatan lainnya, termasuk dermatologi, brain wellness, dan pain management, dalam satu ekosistem kesehatan holistik yang dirancang untuk membantu perempuan Indonesia mendapatkan kembali kesehatan, kenyamanan, serta kualitas hidup yang lebih baik.

8b71da15 f3ff 47d8 9145 486ef8f1f99c , perempuan, Binomedia

Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, MM, MARS, Founder Health360 Indonesia x YPK Mandiri AestheticGynecology Center sekaligus Dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Utama,menjelaskan, “Kami dengan bangga memperkenalkan klinik estetika ginekologi pertama di Indonesia yang mengusung konsep integrasi menyeluruh. Pendirian center ini dilatarbelakangi oleh visi untuk menghadirkan paradigma baru dalam layanan kesehatan perempuan di Indonesia. Kesehatan perempuan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara aspek medis, estetika, maupun psikologis. Karena itu, pusat layanan ini dibangun untuk menghadirkan standar baru pelayanan yang lebih komprehensif, personal, dan berfokus pada kebutuhan perempuan sepanjang fase kehidupannya.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, tambahnya, center ini mengusung konsep kesehatan dan kecantikan holistik dengan menghadirkan ekosistem wellness yang terintegrasi. Layanan yang tersedia tidak hanya mencakup estetika ginekologi sebagai layanan utama, tetapi juga perawatan skin care dan plastic surgery yang mendukung kepercayaan diri secara visual. “Selain itu, kami juga memiliki layanan di bidang urology, pain management untuk membantu pasien mengatasi keluhan nyeri kronis, serta rehabilitasi medis guna menunjang pemulihan fungsi tubuh. Sebagai pelengkap, layanan brain wellness juga dihadirkan untuk mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif, sehingga perempuan dapat merasakan manfaat kesehatan secara menyeluruh,” jelas dr. Yeni.

“Kesehatan dan estetika ginekologi menjadi fokus penting karena masih banyak perempuan yang mengalami perubahan fisik maupun fungsi tubuh setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia, namun tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rasa nyaman terhadap tubuh, hubungan personal dengan pasangan, hingga kesejahteraan emosional. Oleh karena itu, center ini mengintegrasikan konsep body beauty, brain beauty, dan mental beauty, yang tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental, fungsi kognitif, serta keseimbangan emosional perempuan,” katanya.

Peresmian center ini juga bertepatan dengan momentum ulang tahun Health360 Indonesia dan ulang tahun YPK Mandiri, serta peringatan International Women’s Day yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan. Dalam konteks ini, dr. Yeni menilai bahwa layanan estetika ginekologi memiliki peran penting dalam membantu perempuan mendapatkan kembali rasa nyaman terhadap tubuhnya, memulihkan kepercayaan diri, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Ia menjelaskan, melalui pendekatan medis yang aman, privat, dan berbasis kebutuhan perempuan, Aesthetic Gynecology Center ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan Indonesia untuk merawat kesehatan, memulihkan jati diri, dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri. “Kami di sini bukan hanya untuk memberikan perawatan medis, kami di sini untuk merawat harapan,” tutur dr. Yeni.

512233c5 83a4 4e17 8015 567fc357b3e4 , perempuan, Binomedia

Dalam kesempatan yang sama, dr. Maria Clarissa Wiraputranto, Sp.D.V.E, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika YPK Mandiri menyoroti hubungan erat antara kesehatan kulit dan perubahan hormonal pada perempuan. “Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang sangat responsif terhadap perubahan fisiologis dan hormonal sepanjang kehidupan perempuan. Kulit memiliki banyak reseptor hormon seperti estrogen, progesteron, dan androgen, sehingga fluktuasi hormon dapat langsung memengaruhi kondisi kulit, rambut, serta jaringan di sekitarnya. Karena itu, kondisi kulit sering kali menjadi cerminan dari keadaan internal tubuh, termasuk kesehatan hormonal dan reproduksi perempuan,” jelasnya.

Menurut dr. Maria, perubahan hormonal yang terjadi pada berbagai fase kehidupan perempuan dapat memunculkan berbagai kondisi kulit yang khas. Menjelang menstruasi, misalnya, peningkatan hormon progesteron dan androgen dapat memicu produksi minyak berlebih sehingga kulit menjadi lebih berminyak atau muncul jerawat. Selama kehamilan, peningkatan hormon dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma atau garis gelap pada perut (linea nigra). Sementara pada kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), kadar androgen yang lebih tinggi dapat memicu jerawat persisten, kulit berminyak, hingga pertumbuhan rambut berlebih.

“Perubahan juga terjadi setelah persalinan maupun saat perempuan memasuki fase penuaan dan menopause. Setelah melahirkan, penurunan hormon dapat menyebabkan rambut rontok sementara, kulit lebih sensitif, atau munculnya jerawat hormonal. Sementara menjelang menopause, berkurangnya hormon estrogen dapat menurunkan produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kering, tipis, dan lebih mudah muncul kerutan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pada kulit tidak selalu disebabkan oleh faktor eksternal seperti skincare atau lingkungan, tetapi juga oleh kondisi hormonal di dalam tubuh,” kata dr. Maria.

Ia menekankan pentingnya pendekatan perawatan yang mengintegrasikan dermatologi dengan layanan kesehatan perempuan lainnya, termasuk ginekologi, sehingga perempuan tidak hanya berfokus pada perawatan kulit dari luar, tetapi juga memahami kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Di Aesthetic Gynecology Center, pendekatan ini didukung oleh berbagai inovasi teknologi dan metode perawatan modern untuk merangsang regenerasi jaringan, meningkatkan produksi kolagen, serta memperbaiki struktur dan elastisitas kulit. Selain itu, tersedia pula teknologi perawatan kewanitaan seperti vaginal rejuvenation dan tightening dengan prosedur minimal invasif, privat, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah BTL Exion dari BTL Aesthetic, sistem perawatan estetika non-invasif yang menggabungkan Fractional Radiofrequency (RF), microneedling, serta teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). “Teknologi ini membantu merangsang produksi kolagen dan hyaluronic acid sehingga dapat mengencangkan kulit, memperbaiki tekstur, serta membantu mengurangi lemak pada area tertentu. BTL Exion dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari peremajaan wajah, body contouring pada area seperti perut, lengan, dan bokong, hingga prosedur vaginal tightening dengan metode minimal invasif, minim rasa nyeri, dan hampir tanpa downtime. Untuk hasil optimal, perawatan ini umumnya direkomendasikan sekitar 4 sesi,” jelasnya.

Di bulan Ramadan, dr. Maria mengingatkan bahwa perubahan pola makan, hidrasi, dan jam tidur selama puasa dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur, mengonsumsi makanan bergizi seperti yang kaya antioksidan dan protein, serta menjaga rutinitas perawatan kulit yang sederhana namun konsisten. Selain itu, kualitas tidur dan pengelolaan stres juga perlu diperhatikan karena berperan penting dalam proses regenerasi sel kulit. “Dengan menjaga hidrasi, nutrisi, dan pola hidup yang seimbang, kesehatan kulit tetap dapat terjaga selama menjalani puasa,” tutup dr. Maria.

Menyoroti pentingnya kesehatan otak dalam kesejahteraan perempuan modern, dr. Alifa Dimanti, Sp.N, F.MIN, MARS, Dokter Spesialis Neurologi YPK Mandiri, menjelaskan bahwa konsep brain wellness menjadi bagian penting dalam pendekatan kesehatan perempuan yang lebih holistik. “Wellness merupakan proses aktif dan sadar untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, emosional, hingga spiritual, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup. Dalam konteks kesehatan otak, brain wellness tidak hanya berkaitan dengan kondisi organ otak secara biologis, tetapi juga fungsi otak yang mengatur hampir seluruh aktivitas manusia.

“Otak merupakan pusat dari berbagai fungsi penting tubuh manusia, mulai dari kesadaran, pergerakan (motorik), hingga kemampuan merasakan (sensorik). Namun lebih dari itu, otak juga mengatur fungsi- fungsi yang lebih kompleks seperti kemampuan berpikir, memori, atensi, emosi, perilaku, hingga siklus tidur dan bangun. Seluruh fungsi ini saling terhubung, sehingga gangguan pada satu sistem dapat berdampak pada sistem lainnya. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak perempuan menghadapi tantangan seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, serta beban peran yang kompleks, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan otak, stabilitas emosi, serta kepercayaan diri,” jelas dr. Alifa.

Selain kesehatan otak, dr. Alifa juga menekankan pentingnya penanganan nyeri secara komprehensif melalui pendekatan pain management. Ia menjelaskan bahwa nyeri sering kali dianggap sebagai keluhan yang “normal”, misalnya pada nyeri panggul, nyeri pascapersalinan, atau nyeri akibat perubahan hormonal pada perempuan. “Padahal secara medis, nyeri merupakan sinyal atau alarm tubuh yang menandakan adanya gangguan pada otot (musculoskeletal), fascia, saraf, tulang atau bahkan organ internal. Karena itu, penanganan nyeri sebaiknya dilakukan sejak fase awal agar tidak berkembang menjadi nyeri kronis yang lebih kompleks. Selain penggunaan obat pereda nyeri yang disesuaikan dengan sumber keluhan, penanganan juga dapat dilakukan melalui tindakan intervensi yang lebih terarah dengan bantuan teknologi seperti USG atau Carm, sehingga terapi dapat diberikan secara lebih presisi dan optimal. Karena itu, penanganan nyeri perlu dilakukan secara holistik, mulai dari memahami penyebab nyeri hingga proses pemulihan agar hasil terapi dapat lebih optimal,” jelas dr. Alifa.

Lebih lanjut, dr. Alifa menjelaskan bahwa integrasi layanan neurologi, khususnya brain wellness dan pain management, dengan layanan ginekologi dan estetika memungkinkan pasien mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Prosesnya dimulai melalui tahap skrining awal untuk menilai skala nyeri, kualitas tidur, hingga fungsi kognitif seperti konsentrasi dan memori. Jika ditemukan gangguan yang signifikan, pasien akan mendapatkan rencana perawatan yang bersifat personal dan terintegrasi dengan layanan medis lainnya.

Alifa menjelaskan, “Di Aesthetic Gynecology Center, terdapat layanan BTL Exomind yang bekerja dengan menstimulasi proses memperbaiki dan memperkuat brain networking neuron di otak, terutama pada area yang berperan dalam pengaturanemosi. Melalui mekanismeini, terapi Exomind membantu meningkatkan keseimbangan aktivitas saraf sehingga fungsi otak dapat bekerja lebih optimal. Hasil yang diharapkan dari terapi ini antara lain emosi yang lebih stabil, peningkatan kemampuan fokus dan atensi, serta perbaikan siklus tidur. Berbagai faktor tersebut memiliki peran penting dalam mendukung tercapainya brain wellness, yaitu kondisi kesehatan otak yang optimal yang tidak hanya memengaruhi fungsi kognitif, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.”

“Kesehatan mental dan keseimbangan emosi juga memiliki pengaruh besar terhadap kecantikan perempuan secara menyeluruh. Kecantikan sejati tidak hanya berasal dari penampilan fisik, tetapi juga dari pikiran dan mental yang sehat serta seimbang. Ketika seorang perempuan merasa sehat secara mental dan emosional, rasa percaya diri akan meningkat, dan hal tersebut secara alami akan memancarkan kecantikan yang lebih utuh,” tutupnya. (rls/sh)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular