Binomedia.id, JAKARTA – Iran mengambil langkah strategis di tengah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Washington serta Israel. Teheran mengumumkan rencana untuk segera resmi menjadi anggota New Development Bank (NDB), lembaga pembiayaan pembangunan yang didirikan oleh negara-negara BRICS.
Pengumuman tersebut disampaikan Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menjelang agenda pertemuannya dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota BRICS di India.
“Hasil terpenting dari kerja sama di antara negara-negara anggota BRICS adalah pembentukan New Development Bank, dan negara kita akan segera menjadi anggota bank ini,” ujar Hemmati seperti dikutip dari media pemerintah Iran.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi Teheran untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara berkembang di luar sistem keuangan yang didominasi dolar AS.
Iran hingga kini menghadapi berbagai sanksi ekonomi AS yang membatasi akses negara tersebut terhadap sistem keuangan internasional berbasis dolar.
Kondisi tersebut mendorong Teheran mencari alternatif dalam pembiayaan pembangunan, perdagangan, serta kerja sama ekonomi dengan negara lain.
Keanggotaan di NDB berpotensi memberikan Iran akses terhadap jaringan pembiayaan pembangunan yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara utama BRICS, seperti China, Rusia, India, dan Brasil.
Iran sendiri telah resmi bergabung dengan kelompok BRICS pada 2024.
Bagi Teheran, keterlibatan lebih jauh dalam institusi keuangan yang terkait dengan BRICS dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang berada di bawah pengaruh negara-negara Barat.
New Development Bank didirikan pada 2015 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Lembaga tersebut dibentuk untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Keanggotaan NDB terbuka bagi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelum Iran, Uzbekistan ditetapkan sebagai anggota ke-10 NDB pada 5 Juni.
Dalam perkembangannya, NDB kerap dipandang sebagai salah satu institusi yang dapat memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara berkembang sekaligus menawarkan alternatif terhadap lembaga keuangan internasional yang selama ini didominasi negara-negara Barat.
Salah satu agenda yang terus didorong negara-negara BRICS adalah mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional atau yang dikenal sebagai dedolarisasi.
Hemmati menilai keterlibatan Iran di NDB dapat membuka ruang lebih besar bagi pengembangan kerja sama moneter bilateral maupun trilateral dengan menggunakan mata uang lokal negara-negara anggota.
Jika keanggotaan Iran di NDB terealisasi, langkah tersebut dapat memperkuat keterikatan ekonomi Teheran dengan negara-negara BRICS sekaligus memberikan alternatif pembiayaan di tengah tekanan sanksi AS.
Namun, hingga saat ini divisi komunikasi korporat NDB belum memberikan konfirmasi resmi mengenai detail keanggotaan Iran.
Karena itu, realisasi keanggotaan Iran serta bentuk manfaat finansial yang akan diperoleh Teheran masih menjadi perhatian pasar dan pelaku ekonomi internasional.
Di sisi lain, langkah Iran menunjukkan semakin kuatnya upaya sejumlah negara berkembang untuk membangun jaringan ekonomi dan keuangan yang lebih beragam.
Bagi BRICS, perluasan kerja sama melalui institusi seperti NDB dapat menjadi bagian dari proses pembentukan sistem ekonomi global yang lebih multipolar. Sementara bagi Iran, keterlibatan tersebut dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses pembiayaan dan perdagangan di tengah keterbatasan yang ditimbulkan oleh sanksi AS.
Perkembangan ini pada akhirnya kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan sistem keuangan global: apakah penguatan institusi dan transaksi berbasis BRICS mampu secara bertahap mengurangi dominasi dolar AS, ataukah mata uang Negeri Paman Sam tetap menjadi pusat utama perdagangan dan keuangan internasional dalam jangka panjang? (ris)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id