BerandaOtomotifIndonesia-Chile Dorong Kerja Sama Baterai dan Kendaraan Listrik

Indonesia-Chile Dorong Kerja Sama Baterai dan Kendaraan Listrik

Binomedia.id, JAKARTA — Indonesia dan Chile membuka peluang memperluas kerja sama di sektor baterai dan kendaraan listrik. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga pengembangan ekosistem industri melalui riset, teknologi, pertambangan, dan pengolahan mineral.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno menyampaikan dorongan tersebut dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Chile Francisco Perez Mackenna di sela-sela Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC-BM) 2026 di Santiago, Chile, Kamis (1/10/2026).

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kerja sama di sektor baterai. Kedua negara sepakat mengoptimalkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA), khususnya untuk sektor baterai dan vaksin.

Kerja sama baterai dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kendaraan listrik. Sebagai salah satu komponen utama kendaraan listrik, baterai membutuhkan dukungan rantai pasok mineral yang kuat sekaligus pengembangan teknologi agar industri otomotif elektrifikasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Libatkan Codelco, Freeport, dan INALUM

Dalam pertemuan tersebut, Havas mendorong pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang melibatkan perusahaan pertambangan dan pengolahan mineral dari kedua negara.

Sejumlah perusahaan yang didorong terlibat antara lain Corporación Nacional del Cobre (Codelco) dari Chile, PT Freeport Indonesia, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).

Codelco merupakan perusahaan milik pemerintah Chile yang bergerak di sektor pertambangan tembaga. Perusahaan tersebut menyatakan terbuka untuk menjajaki kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam bidang riset dan teknologi.

Keterlibatan Codelco dinilai strategis karena tembaga merupakan salah satu material penting dalam ekosistem elektrifikasi kendaraan. Material tersebut digunakan dalam berbagai komponen kendaraan listrik dan sistem kelistrikan, termasuk motor listrik, kabel, hingga infrastruktur pendukung pengisian daya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempertemukan kekuatan Indonesia dalam pengolahan mineral dan pengembangan industri dengan keunggulan Chile dalam sektor pertambangan tembaga serta teknologi terkait.

Usulkan Indonesia-Chile Industrial Bridge

Selain kerja sama antarkorporasi, pemerintah Indonesia juga mengusulkan pembentukan Indonesia-Chile Industrial Bridge di sektor pertambangan.

Inisiatif tersebut akan melibatkan INALUM, Freeport, Codelco, serta Elecmetal dari Chile.

Kerja sama tidak hanya diarahkan pada produksi dan pengolahan mineral, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah sisa pengolahan bijih mineral atau tailing dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan lebih lanjut terhadap hasil pengolahan mineral juga menjadi bagian dari peluang kerja sama yang tengah didorong kedua negara.

Langkah tersebut dinilai penting karena pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi kendaraan, tetapi juga kepastian pasokan bahan baku serta efisiensi pengolahan mineral dari hulu hingga hilir.

Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Indonesia saat ini terus mengembangkan industri kendaraan listrik sekaligus membangun ekosistem baterai di dalam negeri. Dalam proses tersebut, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan industri.

Kerja sama dengan Chile berpotensi membuka akses lebih luas terhadap sumber daya mineral, teknologi, serta kegiatan riset yang dapat mendukung pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

Kolaborasi kedua negara juga berpotensi memperkuat rantai pasok industri otomotif, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, produksi material, pengembangan baterai hingga kendaraan listrik.

Dengan demikian, hubungan Indonesia-Chile tidak hanya berpotensi berkembang melalui perdagangan kendaraan jadi, tetapi juga masuk lebih dalam ke rantai nilai industri otomotif.

Perdagangan Indonesia-Chile Tumbuh

Kerja sama tersebut memiliki landasan perdagangan melalui IC-CEPA yang ditandatangani pada 14 Desember 2017 dan mulai berlaku pada 10 Agustus 2019.

Melalui perjanjian tersebut, sebanyak 6.704 produk Indonesia memperoleh tarif bea masuk nol persen untuk masuk ke pasar Chile, termasuk produk manufaktur dan pertambangan.

Sektor otomotif juga menjadi salah satu produk Indonesia yang semakin kompetitif di pasar Chile. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi peningkatan hubungan industri otomotif kedua negara, terutama seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Chile pada 2025 mencapai US$535,51 juta. Angka tersebut meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan perdagangan tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara ke sektor bernilai tambah lebih tinggi.

Berpeluang Masuk Rantai Industri EV

Dorongan kerja sama baterai dan kendaraan listrik menunjukkan peluang hubungan ekonomi Indonesia-Chile untuk berkembang dari sekadar perdagangan produk menjadi kemitraan industri.

Kolaborasi antara perusahaan pertambangan, pengolahan mineral, produsen material, serta lembaga riset dan teknologi dapat menjadi fondasi bagi pengembangan rantai pasok kendaraan listrik kedua negara.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut dapat mendukung agenda penguatan industri baterai dan kendaraan listrik nasional. Sementara bagi Chile, kolaborasi dengan Indonesia membuka peluang perluasan pemanfaatan sumber daya mineral serta pengembangan teknologi dan industri turunannya.

Jika dapat direalisasikan secara konkret, kemitraan tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia dan Chile dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas mineral kedua negara. (ris)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular