Binomedia.id, JAKARTA– PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada Semester I 2026 atau periode Januari–Juni 2026. Capaian tersebut melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh keberhasilan transformasi bisnis, efisiensi operasional, dan disiplin pengendalian biaya yang dijalankan perusahaan di bawah program transformasi Danantara.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan peningkatan kinerja keuangan tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi operational excellence dan cost leadership yang dilakukan secara konsisten di seluruh lini bisnis. Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat digitalisasi, tata kelola, serta diversifikasi sumber pendapatan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Transformasi yang diterapkan Pupuk Indonesia mencakup penyederhanaan proses bisnis berbasis digital, optimalisasi aset, penguatan pasokan bahan baku, hingga peningkatan efisiensi biaya operasional. Perseroan juga memperluas kontribusi dari segmen pupuk non-subsidi sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur pendapatan perusahaan.
Di sektor produksi, Pupuk Indonesia terus menjalankan program revitalisasi tujuh pabrik dalam kurun waktu lima tahun guna meningkatkan efisiensi, keandalan operasional, dan kapasitas produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pupuk nasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Sementara itu, pada aspek distribusi, Pupuk Indonesia mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi melalui sistem i-Pubers yang didukung penyederhanaan tata kelola berdasarkan Peraturan Presiden. Kebijakan ini membuat proses distribusi pupuk menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi secara lebih efektif.
Keberhasilan transformasi tersebut turut didukung sinergi dengan pemerintah serta program transformasi BUMN melalui Danantara. Perusahaan menilai langkah-langkah tersebut tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kinerja Semester I 2026 yang diumumkan di Jakarta pada 28 Juli 2026 ini menjadi salah satu indikator bahwa transformasi yang dijalankan Pupuk Indonesia mampu menghasilkan peningkatan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan sektor pertanian nasional.(Dhil)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id