BerandaKesehatanLifestyleBukan Lagi Semprotan Pertama, Konsumen Indonesia Kini Menilai Kualitas Parfum Setelah 8–10...

Bukan Lagi Semprotan Pertama, Konsumen Indonesia Kini Menilai Kualitas Parfum Setelah 8–10 Jam Pemakaian

binomedia.id – Jakarta. Cara masyarakat Indonesia memilih parfum mulai mengalami perubahan. Jika dahulu keputusan membeli parfum lebih banyak ditentukan oleh aroma yang langsung tercium saat pertama kali disemprotkan, kini semakin banyak konsumen yang justru memperhatikan bagaimana parfum bertahan dan berkembang setelah digunakan selama berjam-jam.

Perubahan perilaku ini didorong oleh meningkatnya pemahaman bahwa kesan pertama bukanlah penentu utama kualitas sebuah parfum. Bagi banyak pecinta wewangian, performa parfum baru benar-benar dapat dinilai setelah digunakan sekitar delapan hingga sepuluh jam, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Kondisi cuaca yang hangat, tingkat kelembapan yang tinggi, serta aktivitas yang berpindah antara ruang terbuka dan ruangan berpendingin udara membuat aroma parfum bereaksi secara berbeda di kulit. Wewangian yang terasa segar pada awal pemakaian belum tentu mempertahankan karakter yang sama beberapa jam kemudian.

Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, mengatakan bahwa perubahan pola pikir tersebut semakin sering ia temui dari pelanggan. “Komentar yang paling sering kami dengar adalah, ‘Saya suka aromanya saat mencobanya di toko, tetapi ternyata wanginya tidak bertahan seperti yang saya bayangkan.’ Padahal, semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil dari karakter sebuah parfum,” ujarnya.

Menurut Josh, banyak konsumen masih melakukan kesalahan yang sama, yaitu menilai kualitas parfum terlalu cepat. “Di iklim tropis seperti Indonesia, kualitas sebuah parfum justru mulai terlihat setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian. Pada fase itulah kita bisa melihat apakah formulasi, konsentrasi fragrance, dan kualitas bahan bakunya benar-benar mampu mempertahankan karakter aromanya. Sebagai perfumer, justru itulah bagian yang paling kami perhatikan.”

Dalam dunia parfum, fase tersebut dikenal sebagai dry-down, yaitu tahap ketika aroma pembuka mulai memudar dan karakter utama parfum berkembang sepenuhnya di kulit. Meski merupakan fase yang paling lama menemani pengguna sepanjang hari, banyak orang masih mengambil keputusan membeli parfum sebelum benar-benar merasakan pengalaman tersebut.

Seiring meningkatnya kesadaran konsumen, pertimbangan dalam memilih parfum pun menjadi lebih kompleks. Tidak hanya mencari aroma yang disukai, masyarakat kini mulai memperhatikan kualitas formulasi, konsentrasi fragrance, daya tahan aroma, hingga kesesuaiannya dengan aktivitas sehari-hari dan kondisi iklim tempat mereka tinggal.

Melihat perubahan preferensi tersebut, Best Perfume Store mengembangkan koleksi parfum yang dirancang khusus untuk karakter iklim Asia Tenggara. Berawal dari Singapura, perusahaan kini telah hadir di Filipina, Indonesia, dan Malaysia dengan menghadirkan formulasi yang dikembangkan agar mampu mempertahankan karakter aroma di tengah suhu hangat dan kelembapan tinggi.

Setiap parfum yang diproduksi menggunakan konsentrasi fragrance hingga 50 persen untuk menghasilkan aroma yang lebih kaya, proyeksi yang optimal, serta ketahanan yang lebih lama. Namun, menurut Josh, daya tahan bukanlah satu-satunya indikator kualitas parfum. “Parfum terbaik bukan selalu yang paling mahal atau yang sedang populer. Parfum terbaik adalah parfum yang tetap terasa seperti diri Anda ketika hari hampir selesai. Ketika aromanya masih berkembang dengan baik setelah berbagai aktivitas, saat itulah sebuah parfum benar-benar menunjukkan kualitasnya.”

Untuk membantu konsumen menemukan parfum yang paling sesuai, Best Perfume Store juga menghadirkan pendekatan guided fragrance discovery. Pendekatan ini membantu pelanggan memilih parfum berdasarkan preferensi aroma, gaya hidup, serta momen penggunaan, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar utama perusahaan di Asia Tenggara. Selain menghadirkan produk yang dirancang untuk iklim tropis, Best Perfume Store juga menyediakan layanan pelanggan lokal di Bekasi serta program Lifetime Guarantee, termasuk fasilitas penukaran produk yang memenuhi syarat apabila parfum yang dipilih belum sesuai dengan preferensi atau diterima dalam kondisi rusak.

Perubahan cara pandang konsumen ini menunjukkan bahwa kualitas parfum kini tidak lagi diukur hanya dari kesan pertama. Di tengah mobilitas yang semakin tinggi dan tantangan iklim tropis, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa performa parfum sesungguhnya baru terlihat setelah menemani berbagai aktivitas sepanjang hari.

Karena itu, pertanyaan yang kini semakin relevan bukan lagi, “Apakah parfum ini harum saat pertama kali disemprotkan?” melainkan, “Apakah parfum ini masih mempertahankan kualitas aromanya setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian?” (rls)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular