binomedia.id – Tangerang. Selama tiga dekade, tas FRAKTA telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, menemani berbagai aktivitas mulai dari membawa belanjaan hingga membantu kebutuhan rumah tangga. Identik dengan warna biru khas dan desainnya yang sederhana, tas ini terus digunakan karena kepraktisan, daya tahan, serta fleksibilitasnya dalam berbagai situasi.
Memasuki usia ke-30, IKEA menghadirkan pembaruan pada FRAKTA melalui penggunaan material daur ulang yang lebih tinggi. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya IKEA untuk terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, sekaligus menggunakan sumber daya secara lebih bijak tanpa meninggalkan karakter yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.
Saat ini, lebih dari 44 juta tas FRAKTA terjual setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya produk perlengkapan rumah IKEA dengan penjualan tertinggi. Di balik desainnya yang sederhana, tas ini menyimpan perjalanan panjang dalam menghadirkan solusi praktis yang dapat digunakan untuk beragam kebutuhan.
“FRAKTA adalah salah satu produk IKEA yang paling ikonis dan dicintai. Karena itu, memperbaruinya berarti memastikan bahwa hal-hal yang membuatnya istimewa tetap terjaga. Kami ingin meningkatkan penggunaan material daur ulang tanpa mengorbankan fungsi, kesederhanaan, desain khas, maupun harga yang terjangkau. Dari luar, tas ini tetap terlihat familier, tetapi ada banyak perubahan penting di baliknya,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Menghadirkan Material Daur Ulang Tanpa Mengubah Karakter Khas FRAKTA
Pada versi terbarunya, tas FRAKTA berukuran 36 liter dan 71 liter kini menggunakan setidaknya 90% material daur ulang. Menariknya, sekitar 70% material tersebut berasal dari plastik yang sebelumnya digunakan dalam industri kemasan makanan, seperti kantong berukuran besar untuk susu bubuk dan wadah makanan.
Untuk mempertahankan warna biru yang menjadi ciri khasnya, FRAKTA tetap menggunakan sejumlah kecil pigmen biru. Sementara itu, polipropilena (PP) baru digunakan dalam jumlah minimal untuk membantu menjaga kekuatan tas agar tetap mampu membawa beban hingga 25 kilogram.
Pembaruan ini menunjukkan bagaimana produk yang telah lama menjadi bagian dari keseharian dapat terus berkembang melalui pendekatan material yang lebih bijak. Dari luar, FRAKTA tetap tampil sederhana dan mudah dikenali, sementara perubahan pada materialnya menghadirkan langkah baru dalam perjalanan produk ikonis tersebut.

Proses Produksi yang Lebih Efisien
Selain memperbarui material, IKEA juga melakukan penyesuaian pada proses desain dan produksi FRAKTA. Kini, badan tas dan tali pegangannya menggunakan satu jenis material, yaitu polipropilena daur ulang. Pendekatan ini membantu menyederhanakan komposisi material sekaligus mendukung proses produksi yang lebih efisien.
Produksi FRAKTA terbaru dilakukan melalui proses yang sepenuhnya otomatis untuk membantu menjaga konsistensi kualitas, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi limbah. Tali pegangan juga kini menyatu langsung dengan material tas, menggantikan metode sebelumnya yang menggunakan jahitan manual.
Perubahan tersebut turut mengurangi kebutuhan benang dalam jumlah besar. Jika dikumpulkan selama satu tahun, benang yang dapat dihemat mencapai sekitar 89.000 kilometer, atau hampir dua kali keliling Bumi.
Sisa material dari proses produksi pun dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan tas baru. Dengan demikian, upaya mengurangi limbah tidak hanya dilakukan melalui pemilihan material, tetapi juga melalui pengelolaan proses produksi.
Berbagai penyesuaian ini membantu IKEA mengimbangi biaya tambahan yang muncul dalam pemrosesan, penyortiran, dan pengendalian kualitas material daur ulang. FRAKTA pun tetap dapat ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sejalan dengan prinsip IKEA untuk menghadirkan produk fungsional bagi banyak orang.
Perjalanan Panjang di Balik Pembaruan FRAKTA
Meningkatkan penggunaan material daur ulang pada produk yang telah dikenal luas tentu membutuhkan proses pengembangan yang tidak singkat. Sejak 2017, pengembang produk, insinyur, dan pemasok IKEA telah bekerja sama untuk meningkatkan kandungan material daur ulang FRAKTA, sembari menjaga kualitas, kekuatan, dan daya tahannya.
Pada 2020, kandungan material daur ulang dalam FRAKTA telah mencapai 60%. Kini, angka tersebut meningkat menjadi minimal 90%, melalui serangkaian pengujian dan penyempurnaan yang dilakukan selama bertahun-tahun.
“Meningkatkan kandungan material daur ulang hingga mencapai angka ini menghadirkan tantangan teknis tersendiri. Material PP daur ulang membutuhkan proses dan pengendalian mutu tambahan. Di saat yang sama, kami perlu merancang ulang sejumlah bagian tas agar menggunakan satu jenis material, tanpa mengurangi kekuatan maupun keterjangkauannya. Melalui pengujian selama bertahun-tahun dan kolaborasi erat dengan pemasok, tim berhasil mengubah cara FRAKTA dibuat sambil mempertahankan ciri khasnya,” tambah Ririn.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi tidak selalu harus mengubah sesuatu secara drastis. Terkadang, pembaruan justru hadir melalui langkah-langkah kecil di balik sebuah produk, yang memungkinkan fungsi dan karakter lamanya tetap terjaga sambil membuka peluang untuk penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab.
Lebih dari Sekadar Tas Belanja
Diperkenalkan pada 1996, FRAKTA awalnya dirancang untuk membantu pelanggan membawa barang belanjaan dengan lebih mudah. Namun, seiring waktu, tas berwarna biru ini menemukan tempatnya dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
FRAKTA kini kerap digunakan untuk membawa cucian, menyimpan barang, memilah sampah daur ulang, membantu proses pindahan rumah, hingga membawa berbagai kebutuhan saat bepergian. Kemampuannya beradaptasi dengan beragam kebutuhan menjadikan tas ini sebagai salah satu produk sederhana yang tetap relevan dari waktu ke waktu.
Memasuki usia ke-30, FRAKTA tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya sebagai tas ikonis IKEA, tetapi juga membawa pembaruan yang berfokus pada penggunaan material secara lebih bijak. Peningkatan kandungan material daur ulang menjadi bagian dari upaya IKEA untuk mengurangi ketergantungan pada plastik baru berbasis fosil.
Melalui inovasi ini, IKEA menunjukkan bahwa produk yang dekat dengan keseharian tetap memiliki ruang untuk berkembang. Sebuah tas yang telah menemani berbagai aktivitas selama tiga dekade kini melanjutkan perjalanannya dengan pendekatan material yang lebih memperhatikan penggunaan sumber daya, tanpa meninggalkan kepraktisan dan keterjangkauan yang membuatnya begitu dikenal.
Tas FRAKTA terbaru kini tersedia di toko IKEA, baik secara daring maupun langsung. Informasi lebih lanjut mengenai produk dapat ditemukan melalui situs resmi IKEA Indonesia atau kanal media sosial Instagram @IKEA_id. (rls)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id