Binomedia.id – JAKARTA – Physiorehab resmi memperluas jangkauan layanan fisioterapi dan rehabilitasi dengan membuka cabang baru di Meruya, Jakarta Barat. Kehadiran klinik ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan layanan pemulihan fisik kepada masyarakat melalui pendekatan evidence-based physiotherapy and rehabilitation atau fisioterapi dan rehabilitasi berbasis bukti ilmiah.
Diresmikan pada Oktober 2026, Physiorehab Meruya menjadi cabang ke-13 dalam jaringan klinik tersebut. Ekspansi ini dilakukan di tengah kebutuhan layanan pemulihan cedera dan gangguan gerak yang semakin relevan bagi masyarakat dengan aktivitas fisik yang beragam.
Dalam keterangan tertulis pada Rabu (7/10/2026), Physiorehab menyoroti sebuah riset di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta yang menunjukkan sekitar 25,1% remaja mengalami setidaknya satu cedera selama periode observasi. Temuan tersebut menggambarkan pentingnya upaya pencegahan cedera serta penanganan dan rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi individu.
CEO sekaligus Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan cabang Meruya merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses layanan fisioterapi, khususnya bagi masyarakat Jakarta Barat.
“Kehadiran Physiorehab Meruya merupakan komitmen kami dalam mendukung akses layanan fisioterapi untuk masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Barat. Physiorehab Meruya merupakan cabang ke-13 dan merupakan langkah strategis kami dalam pengembangan layanan fisioterapi di Indonesia,” ujar Adam.
Ia menambahkan, setiap ekspansi tetap diarahkan untuk menjaga kualitas layanan dan pengalaman pasien di seluruh cabang Physiorehab.
Physiorehab menerapkan pendekatan evidence-based physiotherapy and rehabilitation melalui empat tahapan utama, yaitu asesmen, terapi, latihan, dan pemantauan perkembangan pasien.
Program pemulihan disusun berdasarkan hasil asesmen untuk menyesuaikan jenis terapi dan latihan dengan kondisi, kebutuhan, serta tujuan masing-masing pasien. Penanganan dapat mencakup terapi manual berbasis sains, latihan fisik, peregangan, hingga penggunaan modalitas dan teknologi yang relevan.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penanganan keluhan, tetapi juga membantu pasien memahami kondisinya, meningkatkan kemampuan gerak, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih optimal.
Sebuah meta-analisis terhadap 27 uji klinis terkontrol secara acak (randomized controlled trials) dengan total 1.927 peserta, sebagaimana dirujuk dalam materi perusahaan, menemukan bahwa latihan fisik berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup pada individu dengan nyeri muskuloskeletal.
Founder sekaligus Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, menekankan bahwa program rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.
“Setiap pasien memiliki kondisi, aktivitas, dan target yang berbeda. Karena itu, fisioterapi perlu dimulai dengan memahami individu secara menyeluruh. Dari sana, fisioterapis dapat menentukan pendekatan terapi dan latihan yang relevan, kemudian memantau perkembangannya,” kata Simon.
Menurut dia, tujuan proses tersebut adalah membantu pasien memulihkan fungsi gerak, meningkatkan kapasitas fisik, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai kondisi masing-masing.
Physiorehab Meruya menyediakan layanan fisioterapi dan rehabilitasi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari nyeri punggung dan pinggang, nyeri leher (neck pain), hernia nukleus pulposus (HNP), cedera olahraga, nyeri lutut, hingga nyeri bahu.
Layanan lainnya mencakup rehabilitasi pascaoperasi, pemulihan cedera anterior cruciate ligament (ACL), penanganan plantar fasciitis, serta gangguan gerak dan keseimbangan.
Untuk mendukung proses terapi, cabang Meruya dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain:
- Rehabilitation gym, untuk menunjang latihan pemulihan fisik.
- Modern equipment, berupa peralatan pendukung rehabilitasi.
- Ruang perawatan privat, untuk mendukung kenyamanan selama terapi.
- Personalized treatment plan, yaitu program terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
- Progress monitoring, untuk memantau perkembangan selama menjalani rehabilitasi.
Setiap program tetap ditentukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan pasien, sehingga jenis latihan maupun terapi dapat disesuaikan selama proses pemulihan berlangsung.
Selain menambah lokasi pelayanan, Physiorehab menyatakan berupaya menjaga konsistensi standar layanan melalui pengembangan tim dan pertukaran pengetahuan antar-fisioterapis.
Perusahaan juga menyebut telah membangun jejaring profesional kesehatan, termasuk menerima rujukan dari sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang serta kepercayaan dari beberapa dokter spesialis di Indonesia.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses layanan tanpa mengabaikan kualitas penanganan di setiap cabang.
Dengan bertambahnya lokasi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh layanan fisioterapi yang lebih dekat dengan rumah, tempat kerja, maupun lokasi aktivitas sehari-hari.
Physiorehab menyebut telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Perusahaan menargetkan perluasan jaringan hingga mencapai 16 klinik pada akhir 2026.
Cabang Meruya memiliki luas sekitar 340 meter persegi dan dilengkapi 10 tempat tidur perawatan. Sebelum pembukaan resmi, Physiorehab juga mengadakan kegiatan soft opening berupa Fun Run bersama 910 Community pada 3 Oktober 2026.
Pembukaan cabang ini menjadi bagian dari upaya Physiorehab untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan fisioterapi dan rehabilitasi fisik yang profesional.
Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan dan lokasi klinik dapat mengunjungi situs resmi www.physiorehab.id atau mengikuti akun Instagram @physiorehab.id.(Dhil)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id