Beranda blog Halaman 24

Fadli Zon Tegaskan Komitmen Perlindungan Hak Cipta di Kongres Nasional AKSI

0
Fadli Zon hadiri kongres nasional

binomedia.idJakarta. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Kongres Nasional Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) yang digelar sebagai bentuk konsolidasi para pencipta lagu dalam memperjuangkan hak-haknya di industri musik nasional.

Kehadiran Fadli Zon menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap upaya para komposer dalam mempertegas perlindungan hak cipta di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penyelesaian berbagai polemik terkait perlindungan hak antara pencipta lagu, penyanyi, dan pelaku industri musik lainnya melalui mekanisme yang proporsional serta sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita berharap persoalan-persoalan yang ada, terutama terkait perlindungan hak pencipta dan pelaku industri musik lainnya, bisa diselesaikan secara proporsional melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan siap memfasilitasi berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kongres tersebut untuk diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk dalam pembahasan legislasi di tingkat nasional. Menurutnya, tujuan utama pemerintah adalah menciptakan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkeadilan sehingga mampu menghadirkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Yang ingin kita perkuat adalah ekosistem musik yang sehat dan berkeadilan agar musik Indonesia bisa berkelanjutan dan terus berkembang,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah musisi dan komposer ternama seperti Fariz RM, Ahmad Dhani, dan Indra Lesmana yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan posisi pencipta lagu dalam industri musik nasional.

Perwakilan AKSI membacakan maklumat yang memuat tiga poin utama perjuangan para komposer.

Pertama, mendeklarasikan kedaulatan pencipta lagu sebagai pemilik hak privat atas karya-karyanya. Mereka menegaskan bahwa karya cipta tidak boleh diambil alih, direduksi, atau digunakan secara sewenang-wenang oleh pihak mana pun tanpa izin dari penciptanya.

Kedua, mendorong pengamalan mandat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta secara konsisten. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap penggunaan karya wajib mendapatkan izin dari pencipta. Ketentuan ini berlaku tidak hanya bagi pencipta lagu, tetapi juga bagi penulis, perupa, pembuat film, serta pencipta karya seni lainnya.

Ketiga, mendorong pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) khusus pertunjukan musik guna memastikan konser dan pertunjukan musik benar-benar melindungi hak cipta komposer, termasuk dalam aspek perizinan dan pembayaran royalti yang wajar serta transparan.

Para komposer menegaskan bahwa mereka tidak pernah lelah memperjuangkan hak-haknya, terutama dalam praktik pertunjukan musik yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan pencipta lagu.

Kongres Nasional AKSI ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi komposer dalam industri musik nasional, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri dalam menegakkan hak cipta secara adil, proporsional, dan berkelanjutan.(dhil)

Bella Fawzi Bangun Strategi Gerakan Musik untuk Jaga Isu Palestina Tetap Relevan

0
Bella Fawzi saat jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan (Foto. Akula)

Binomedia.id, Jakarta – Pendekatan Bella Fawzi dalam menyuarakan solidaritas untuk Palestina tidak ditempatkan sebagai respons musiman. Dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat menghadiri Iftar Bersama Friends of Palestine (FoP) ke-3 di Jakarta Selatan pada Rabu (4/3/2026), Bella menegaskan bahwa gerakan yang ia bangun bersifat jangka panjang dan terstruktur.

Bella memandang, setelah gencatan senjata diumumkan, tantangan terbesar justru menjaga isu kemanusiaan agar tidak meredup dari perhatian publik. Ia memilih menggunakan basis profesinya sebagai musisi untuk membangun strategi komunikasi yang konsisten melalui karya.

Gerakan tersebut diwujudkan dalam “Tanah Para Nabi Movement”, sebuah inisiatif lintas seniman yang dirintisnya sejak 2024. Menurut Bella, awal pembentukan gerakan ini berangkat dari diskusi sederhana mengenai peran apa yang dapat dilakukan musisi di tengah konflik berkepanjangan.

“Oke, jadi sebenarnya Tanah Para Nabi Movement ini adalah satu gerakan ya, yang isinya tuh adalah campuran musisi, influencer, para seniman yang peduli terhadap isu Palestina. Sebenarnya tuh Tanah Para Nabi Movement itu isinya banyak. Jadi waktu itu kita pada tahun 2024 ya, sama Kak Fia sama Kak Anisa Theresia, jadi kita bertiga tuh kayak rembukan bikin lagu judulnya ‘Tanah Para Nabi’,” ujar Bella.

Lagu tersebut kemudian diproduksi dan didistribusikan melalui berbagai platform digital. Bella menjelaskan bahwa langkah itu diambil agar pesan solidaritas dapat menjangkau generasi muda yang aktif mengakses musik secara daring.

Ia juga memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada satu karya. Sejumlah musisi dengan latar genre berbeda diajak bergabung untuk memperluas spektrum audiens sekaligus memperkuat legitimasi gerakan di industri musik.

IMG 20260304 WA0049 , Bella fawzi, Binomedia
Bella Fawzi saat jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan (Foto. Akula)

“Jadi ada Chiki, ada Kak Lala Karmela, ada Rebecca Reijman, ada Dira Sugandi, ada Mas Fadly Padi, terus ada Teh Melly Goeslaw, Eka Deli, Endah Widiastuti, Sandhy Sondoro, Kojek Rap Betawi, sampai Nada Sikkah. Dari berbagai macam genre kita berhasil mengadakan kolaborasi itu,” tuturnya.

Bella menilai keberagaman tersebut penting agar isu Palestina tidak terasosiasi dengan satu kelompok tertentu. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan bersifat universal dan dapat disuarakan oleh siapa pun tanpa melihat latar belakang musikal.

Selain memperluas jejaring musisi, Bella juga menekankan pentingnya kesinambungan produksi karya. Ia menyebut tengah menyiapkan konsep kolaborasi lanjutan agar pesan yang sama tetap hadir dalam format yang relevan.

“Ke depannya kita kepengen bisa bikin kolaborasi yang lebih berdampak dan lebih masif lagi. Karena selama Palestina itu masih dijajah, selama itu juga kita harus terus bersuara. Karena dulu Indonesia juga nggak bisa merdeka kalau nggak didukung oleh Palestina,” katanya.

Bagi Bella, pilihan untuk terus bersuara melalui musik adalah bentuk tanggung jawab profesional. Ia menyadari kontribusinya mungkin berbeda dari jalur diplomasi atau bantuan logistik, namun tetap memiliki fungsi dalam membangun kesadaran publik.

“Kita sebenarnya sih pengen terus menyebarkan awareness ya, dan juga terus menyuarakan melalui karya. Karena kami sebagai musisi, yang kami bisa lakukan adalah ya melalui karya kami bersuara,” ucap Bella.

Sementara itu, Pimpinan Eksekutif Friends of Palestine, Rayyan Abdallah, menilai keterlibatan para musisi dan influencer memberi dampak signifikan pada kampanye advokasi. “First of all, the main important thing is the unity of the influencers and celebrities. Friends of Palestine is focusing on the advocacy and awareness about Palestine through the influencers, celebrities, and musicians,” kata Rayyan, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas profesi dalam menjaga isu kemanusiaan tetap menjadi perhatian publik.(Kul)

Adaptasi “Children of Heaven” Hadir dengan Perspektif Indonesia, Hanung Bramantyo : Ini Soal Martabat Keluarga

0
Para pemain, produser dan sutradara saat jumpa pers di Epicentrum, Kuningan (Foto. Akula)

Binomedia.id, Jakarta – Rumah produksi MD Pictures resmi memperkenalkan proyek adaptasi film Iran, Children of Heaven, ke dalam konteks Indonesia. Film yang pertama kali dirilis pada 1997 itu ditulis dan disutradarai oleh Majid Majidi dan dikenal luas sebagai salah satu karya sinema humanis paling berpengaruh di dunia.

Versi aslinya mencatat sejarah dengan masuk nominasi Best Foreign Language Restricted at the Academy Awards akhir 1990-an, selain memenangkan sejumlah penghargaan festival internasional. Ceritanya juga telah diadaptasi di berbagai negara Asia, menandakan kuatnya daya hidup narasi tentang keluarga dan keterbatasan ekonomi.

Di Indonesia, proyek ini digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo, dengan skenario ditulis Oka Aurora dan Hanan Novianti. Film dijadwalkan tayang pada 27 Mei dan kini berada dalam tahap pascaproduksi.

Berbeda dari sekadar mengulang kisah, versi Indonesia berupaya menempatkan cerita dalam lanskap sosial yang lebih dekat dengan realitas masyarakat lokal. Latar keluarga kelas pekerja disesuaikan dengan dinamika perkotaan Indonesia, termasuk tekanan ekonomi dan akses pendidikan anak.

Kisahnya tetap berangkat dari peristiwa sederhana: hilangnya sepatu sang adik yang membuat kakak-beradik tersebut harus berbagi alas kaki untuk sekolah. Konflik berkembang dari keputusan mereka merahasiakan masalah itu agar tidak menambah beban orang tua.

Produser sekaligus CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengungkapkan proses memperoleh hak adaptasi tidak berlangsung singkat.

“Cerita ini kami sudah kejar tujuh sampai delapan tahun, bahkan hampir sepuluh tahun. Coba terus, belum dapat. Akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Jadi saya bersyukur,” ujar Manoj saat ditemui di Jakarta.

Menurut Manoj, alasan utama ia bersikeras menghadirkan film ini karena kedekatan personal dengan cerita aslinya.

“Salah satu film paling menyentuh yang pernah saya tonton. Sekarang waktunya menghidupkannya kembali untuk generasi baru. Children of Heaven, coming soon,” katanya.

IMG 20260304 WA0061 , Bella fawzi, Binomedia
Para pemain, produser dan sutradara saat jumpa pers di Epicentrum, Kuningan (Foto. Akula)

Ia mengakui, mengadaptasi karya dengan reputasi global memiliki risiko tersendiri. Publik kerap membandingkan dengan versi orisinal. Namun ia optimistis pendekatan yang diambil timnya akan menghadirkan pengalaman berbeda.

“Jarang kalau kita adaptasi film yang sudah ada benchmark-nya. Biasanya orang bilang original lebih bagus. Tapi saya bisa bilang, Anda semua tidak akan kecewa,” ujarnya.

Bagi Hanung Bramantyo, proyek ini memiliki dimensi personal sekaligus profesional. Ia mengenal film karya Majid Majidi tersebut sejak masa kuliah di Institut Kesenian Jakarta, ketika dipelajari dalam konteks pengadeganan realis.

“Film ini punya posisi penting banget buat saya sebagai mahasiswa film dulu. Waktu pertama kali saya nonton, itu jadi bahan kuliah saya di Institut Kesenian Jakarta,” kata Hanung.

Kedekatan tersebut justru menghadirkan beban. Ia menyadari film aslinya merupakan nominasi Oscar dengan standar artistik yang tinggi.

“Iya, benar-benar saya antara senang sama juga beban yang sangat besar. Karena ini film nominasi Oscar. Apa yang harus saya lakukan supaya bisa menyamai ruh aslinya?” ujarnya.

Hanung juga menekankan bahwa adaptasi ini tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi kesedihan atau kemiskinan. Fokusnya adalah pada nilai martabat keluarga di tengah keterbatasan.

“Ini bukan eksploitasi kemiskinan. Justru di tengah situasi yang terbatas, kita harus menunjukkan martabat kita sebagai manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan penyutradaraan diarahkan untuk menghadirkan realitas apa adanya tanpa manipulasi dramatik berlebihan.

“Saya tidak punya niat membuat kalian menangis. Saya hanya menunjukkan bahwa hidup itu seperti ini,” kata Hanung.

Dua pemeran utama anak, Jared Ali dan Humayra Jara, terpilih melalui proses audisi terbuka. Keduanya memerankan kakak-adik yang menjadi inti cerita.

Sejumlah adegan fisik, termasuk lomba lari yang menjadi momen penting, dikerjakan dengan pengawasan khusus untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pemain.

Aktor Andri Mashadi yang memerankan sosok ayah mengaku terhubung secara emosional dengan kisah ini sejak pertama kali menonton versi aslinya.

“Hubungan kakak-adik yang begitu tulus, tanpa ego, membuat kesulitan hidup tetap bisa dihadapi bersama sebagai keluarga,” ujarnya.

Sementara Faradina Mufti menilai kekuatan utama film ini terletak pada dinamika dua karakter anak.

“Core-nya atau nyawa dari film ini memang di anak-anak mereka berdua ini. Film ini bisa hidup karena mereka,” katanya.

Penulis skenario Hanan Novianti menegaskan esensi cerita tetap dipertahankan, yakni tentang daya tahan dan solidaritas dalam keluarga kecil yang menghadapi tekanan hidup.

“Kita sudah tahu esensi ceritanya, tentang resiliensi kakak-adik. Bagaimana mereka bertahan dan berdaya di tengah kehidupan yang menekan,” ujarnya.

Melalui adaptasi ini, tim produksi berharap nilai solidaritas dan tanggung jawab keluarga dapat kembali mendapat ruang di layar lebar Indonesia. Dengan latar sosial yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, versi Indonesia “Children of Heaven” diarahkan menjadi refleksi tentang martabat dan ikatan darah dalam realitas yang sederhana. (Kul)

The Beauty of Ramadhan di Mal Ciputra Jakarta, Hadirkan Bazaar Lebaran hingga Spin & Win Berhadiah Logam Mulia

0
mal ciputra jakarta

binomedia.id – Jakarta. Mengisi momen Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mal Ciputra Jakarta menghadirkan ‘The Beauty of Ramadhan’ mulai 25 Februari – 22 Maret 2026. Momen spesial ini menghadirkan Bazaar Kebutuhan Lebaran, Dekorasi Ramadhan Instagramable, serta program belanja berhadiah Ramadhan Spin & Win dengan hadiah Logam Mulia untuk menambah pengalaman berbelanja yang seru dan berkesan bagi para pengunjung.

Rasakan keseruan belanja di Mal Ciputra Jakarta selama Ramadhan dengan program Ramadhan Spin & Win! Para pengunjung yang berbelanja minimal Rp 500.000 pada periode 2 – 22 Maret 2026 berkesempatan memutar roda keberuntungan untuk mendapatkan hadiah menarik, mulai dari elektronik, produk rumah tangga, hingga voucher belanja. Tak hanya itu, di akhir periode, tiga orang yang beruntung akan membawa pulang Logam Mulia @1 Gram sebagai kejutan special.

Silaturahmi dan sekaligus Buka Puasa Bersama Media dilaksanakan pada 3 Maret 2026 dengan agenda Sambutan General Manager Mal Ciputra Jakarta, Bpk. Ferry Irianto, Darbuka Performance, permainan alat musik perkusi tradisional Timur Tengah, Fashion Show Ramadhan, bersama Matahari Dept. Store ditutup dengan Buka Puasa Bersama.

mal ciputra jakarta

Suasana Ramadhan semakin hangat dengan dekorasi dan spot foto instagramable yang siap memikat mata, baik di outdoor maupun indoor mal sebagai bagian dari tema The Beauty of Ramadhan.

Sebagai wujud perhatian bagi para pelanggan yang menjalankan ibadah puasa, Mal Ciputra Jakarta menghadirkan Free Takjil yang sudah berlangsung setiap hari sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 nanti di Upper Ground Utara. Takjil ini disediakan untuk menemani momen berbuka, menghadirkan kebahagiaan kecil bagi pengunjung yang ingin menunaikan ibadah puasa dengan nyaman sambil menikmati suasana Ramadhan di Mal Ciputra Jakarta.

“Bulan Ramadhan selalu menghadirkan momen yang istimewa untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi. Di Mal Ciputra Jakarta, kami ingin memberikan pengalaman yang hangat dan berkesan bagi setiap pengunjung, mulai dari pengalaman berbelanja yang menyenangkan, dekorasi yang memikat, spot foto instagramable, hingga program belanja berhadiah Ramadhan Spin & Win yang seru. Semoga setiap langkah dan senyum yang tercipta di sini dapat menjadi bagian dari kebahagiaan Ramadhan yang penuh berkah. Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh pengunjung Mal Ciputra Jakarta dan seluruh umat muslim, semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan dan kebahagiaan, serta selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh sukacita,” ujar Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta. (rik)

IEE Series 2026 Ekspansi ke Balikpapan, Perkuat Akses Industri ke Pusat Energi dan Rekayasa

0
IEE Series 2026 Ekspansi ke Balikpapan, Perkuat Akses Industri ke Pusat Energi dan Rekayasa Balikpapan – Perkembangan industri energi dan (WAHYU)

binomedia.idJakarta. Perkembangan industri energi dan rekayasa teknik yang semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia mendorong Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Series) melakukan langkah ekspansi strategis pada 2026. Untuk pertama kalinya, pameran industri berskala besar ini tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga hadir di Balikpapan, Kalimantan Timur.

IEE Series Balikpapan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak Indonesia Energy & Engineering Series 2026 yang akan digelar pada September mendatang di JIExpo Kemayoran.

Pemilihan Balikpapan dinilai sangat strategis. Kalimantan berkontribusi sekitar 82 persen terhadap total produksi batu bara nasional yang mencapai 688 juta ton pada 2024. Selain itu, wilayah ini juga menjadi tujuan investasi sektor smelter dan pengolahan mineral senilai Rp36,5 triliun.

Keberadaan pelabuhan utama menjadikan Balikpapan sebagai simpul logistik penting untuk distribusi batu bara, material berat, serta operasional kapal tongkang dan kapal tunda yang menopang rantai pasok industri tambang dan energi.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan persetujuan anggaran hingga Rp488 triliun turut mempercepat pertumbuhan infrastruktur dan kebutuhan industri pendukung di kawasan tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai gerbang logistik dan pusat aktivitas industri di Indonesia bagian Timur.

Dalam edisi perdananya di Balikpapan, IEE Series akan menghadirkan tiga pameran unggulan, yakni:

  • Mining Indonesia

  • Construction Indonesia

  • Oil & Gas Indonesia

Ketiganya dikenal sebagai platform industri terkemuka di Asia Tenggara pada sektor masing-masing.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menyampaikan bahwa capaian positif penyelenggaraan 2025 menjadi landasan kuat ekspansi tahun ini. Pada September 2025 lalu, rangkaian IEE Series mencatat lebih dari 74.704 trade visitors, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total area pameran lebih dari 143.000 meter persegi serta melibatkan 10 pameran lintas sektor.

“Di 2026 kami ingin memperbesar cakupan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga hadir langsung di pusat-pusat industri utama Indonesia, salah satunya Balikpapan,” ujar Hanung.

IEE Series Balikpapan 2026 akan menempati area seluas 8.500 meter persegi dengan partisipasi sekitar 60 exhibitor dari sektor pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas. Konsep yang diusung adalah unified industrial marketplace, yakni ruang temu lintas sektor untuk mendorong diskusi teknis, penjajakan peluang bisnis, serta kolaborasi yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.

Sejumlah perusahaan nasional yang rutin berpartisipasi di IEE Series Jakarta juga menyatakan komitmennya hadir di Balikpapan, di antaranya Somagede Indonesia, Berkat Safety, Kurnia Safety Supplies, Ekatama Group, Nagamas Ban, dan Mitra Cipta Hardi.

Marketing Somagede Indonesia, Tyas Puji Sushanti, menilai ekspansi ini selaras dengan arah pertumbuhan bisnis perusahaan. Somagede yang telah berdiri selama 37 tahun bahkan telah membuka cabang di Balikpapan untuk memperkuat kedekatan dengan pengguna di sektor tambang dan migas.

“Balikpapan memiliki karakter industri yang sangat variatif, mulai dari pertambangan hingga minyak dan gas, dengan banyak pemain berskala internasional beroperasi di sana. Kehadiran IEE Series di Balikpapan menjadi kesempatan untuk berdialog lebih dekat dengan pasar yang menjadi fokus pertumbuhan kami,” kata Tyas.

Dengan ekspansi regional ini, IEE Series diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan platform strategis yang mempertemukan kebutuhan proyek dengan penyedia solusi secara langsung. Balikpapan pun diproyeksikan menjadi penghubung awal antara kebutuhan industri di daerah dan platform berskala nasional yang akan mencapai puncaknya pada Indonesia Energy & Engineering Week 2026 di Jakarta.(why)

Kintan Rilis Debut Single “Let’s Dance”, Dari Lomba Karaoke ke Panggung Musik Profesional

0
Kintan Rilis Debut Single “Let’s Dance”, Dari Lomba Karaoke ke Panggung Musik Profesional ( WAHYU)

binomedia.id Jakarta. Berawal dari keisengan mengikuti lomba karaoke antar jurnalis, langkah Kintan justru berlabuh di industri musik profesional. Keberanian mencoba hal baru itu kini membuahkan hasil lewat perilisan single debut bertajuk “Let’s Dance”, sebuah lagu upbeat penuh energi yang siap menghidupkan suasana.

Nama Kintan sebelumnya dikenal sebagai sosok multi-talenta di dunia jurnalistik. Ia aktif sebagai jurnalis, penyiar radio, host, sekaligus MC. Namun kecintaannya pada musik menemukan momentum setelah ia meraih juara dua dalam ajang karaoke antar jurnalis. Dari situlah perkenalannya dengan Fransiscus Eko membuka pintu baru dalam perjalanan karier bermusiknya.

“Awalnya hanya iseng. Setelah lomba, Mas Eko menawarkan aku membawakan lagunya. Dari situ aku mulai serius mencoba,” ujar Kintan.

Menariknya, Kintan yang selama ini identik dengan lagu-lagu ballad justru mendapat tantangan menyanyikan lagu bertempo cepat. “Let’s Dance” hadir dengan nuansa ceria, energik, dan penuh semangat—keluar dari zona nyaman yang biasa ia jelajahi.

Menurut Fransiscus Eko, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat potensi Kintan sebagai performer yang luwes dan enerjik. Lagu ini merupakan karya Yanda Bebeh, yang juga bertindak sebagai produser musik sekaligus penata aransemen.

Proses kreatif “Let’s Dance” terbilang singkat namun intens. Penulisan lagu rampung dalam satu hari, sementara aransemen musik diselesaikan dalam dua hingga tiga hari demi mendapatkan warna yang maksimal. Yanda menghadirkan sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, serta beat elektronik yang kuat. Inspirasi utamanya datang dari fenomena musik K-pop yang tengah mendominasi dan digemari di Indonesia.

Hasilnya adalah lagu dengan karakter catchy, easy listening, dan sarat vibe positif. “Let’s Dance” mengusung pesan sederhana namun kuat: keberanian mengekspresikan kebahagiaan melalui gerak tubuh.

“Lagu ini tentang semangat. Jangan ragu mengekspresikan kebahagiaan lewat gerakan badan. Sekaku apa pun, dance itu bikin happy,” kata Kintan.

Dari sisi produksi, single ini terasa matang dengan energi yang konsisten dari awal hingga akhir. Beat elektronik yang dominan berpadu dengan vokal Kintan yang terdengar segar dan penuh antusiasme. Lagu ini berpotensi menjadi anthem pesta maupun teman pelepas penat setelah rutinitas harian.

Tak hanya berhenti di perilisan digital, Fransiscus Eko mengungkapkan rencana penggarapan video musik agar publik dapat melihat sisi performatif Kintan secara lebih utuh. Single “Let’s Dance” kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform.

Meski debutnya bernuansa dance, Kintan tak menutup kemungkinan kembali ke akar musikalitasnya di jalur ballad. Ia bahkan tengah menyiapkan konsep lagu bertema “melepaskan” yang lebih emosional untuk karya berikutnya.

Dengan semangat belajar dan keberanian keluar dari zona nyaman, Kintan membuktikan bahwa perjalanan musik bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari sebuah lomba karaoke yang awalnya hanya untuk bersenang-senang. Kini, langkahnya resmi menapaki industri musik dengan penuh percaya diri lewat “Let’s Dance.”(why)

Gema Sholawat Ribuan Anggota BPD Jawa Timur Sambut Prof Reda, Perkuat Sinergi Jaga Desa untuk Indonesia Berdaulat

0
Gema sholawat ribuan Anggota BPD Jawa Timur sambut Prof Reda, perkuat sinergi Jaga Desa untuk Indonesia berdaulat. (Dok. Istimewa)
Gema sholawat ribuan Anggota BPD Jawa Timur sambut Prof Reda, perkuat sinergi Jaga Desa untuk Indonesia berdaulat. (Dok. Istimewa)

BINOMEDIA – Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Adhitya Yusma Perdana menegaskan bahwa optimalisasi Jaga Desa berfungsi sebagai benteng perlindungan bagi legislator desa saat menjalankan tugas pengawasan. Adhitya menilai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani memahami dinamika lapangan secara komprehensif sehingga bimbingan hukum yang digagas mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seperti ia sampaikan kepada awak media pada Senin (2/3/2026).

Adhitya mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menebar kebaikan dan bekerja bersama menjaga desa serta menjaga Indonesia. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang mengutamakan pencegahan dibanding penindakan sangat dibutuhkan guna mengawal keberhasilan Asta Cita Presiden Prabowo dan mewujudkan pemerintahan desa yang mandiri, produktif, serta berwibawa di seluruh pelosok Nusantara.

Adhitya menyampaikan hal tersebut terkait dengan momen ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tergabung dalam Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Jawa Timur memadati Aula Graha Samudra Bumi Moro Angkatan Laut Surabaya pada Selasa (24/2/2026) dalam pertemuan akbar penuh semangat kolaborasi. Seluruh peserta menyambut kedatangan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, dengan lantunan sholawat nabi yang menggema khidmat dan menghadirkan suasana religius sekaligus penuh optimisme.

Panitia menggelar agenda tersebut untuk mengoptimalkan program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sekaligus mengukuhkan pengurus DPC ABPEDNAS Jawa Timur oleh jajaran pimpinan DPP ABPEDNAS. Para pimpinan juga menandatangani kerja sama antara BPD ABPEDNAS Jawa Timur dan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebagai langkah konkret memperkuat pengawasan dan pendampingan hukum di tingkat desa.

Sejumlah pejabat strategis menghadiri forum tersebut dan menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan tata kelola desa. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H., Direktur II pada Jamintel Subeno, S.H., M.M., serta Asisten Intelijen I Ketut Maha Agung, S.H., M.H., hadir bersama Kepala Dinas PMD Jawa Timur, para Kepala Kejaksaan Negeri dan Kasi Intel se-Jawa Timur, serta Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Timur Badrul Amali, S.H., M.H., yang memimpin jajaran pengurus daerah.

Kejaksaan RI mendorong program Jaga Desa sebagai inisiatif strategis untuk mendampingi dan mengawasi pengelolaan dana desa agar berjalan transparan dan tepat sasaran. Melalui pendekatan preventif serta edukasi hukum, jajaran intelijen menghadirkan peran jaksa sebagai mitra aparat desa guna membangun fondasi pembangunan berbasis zero corruption dan akuntabilitas.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat fungsi pengawasan pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kejaksaan dan BPD agar setiap anggaran desa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan dari bawah demi pemerataan ekonomi.

Perwakilan anggota BPD dari berbagai daerah menyampaikan apresiasi atas capaian Kejaksaan Agung yang kembali meraih predikat sebagai Lembaga Penegak Hukum dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi dalam survei nasional Februari 2026. Mereka meyakini keberhasilan tersebut lahir dari konsistensi reformasi kelembagaan dan penguatan program Jaga Desa yang langsung menyentuh kebutuhan pemerintahan desa.

Di sela rangkaian kegiatan, peserta melantunkan doa dan sholawat seraya menyuarakan harapan besar terhadap kepemimpinan Prof. Reda Manthovani di masa mendatang. Para anggota menilai integritas dan profesionalitas Jamintel teruji melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan desa serta perlindungan terhadap BPD dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Para peserta meyakini bahwa kepemimpinan yang berpijak pada persoalan rakyat kecil menjadi kunci keberhasilan agenda nasional. Mereka menegaskan bahwa penguatan desa akan memperkokoh kedaulatan Indonesia secara menyeluruh dan membutuhkan figur berintegritas untuk mengawal visi besar tersebut.

Penulis: Muhammad Fadhli

Menebar Cahaya Ramadan, MORAZEN Yogyakarta Wujudkan Sudut Baca di SD Negeri Temon

0
MORAZEN Yogyakarta

binomedia.idKulon Progo. Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. Dalam semangat tersebut, MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.

Inisiatif ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap keterbatasan fasilitas literasi dan koleksi buku yang masih ditemui di sejumlah sekolah dasar di wilayah Temon. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya kesempatan siswa untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini—sebuah fondasi penting dalam proses tumbuh kembang dan pembentukan karakter.

Sebagai langkah awal, MORAZEN Yogyakarta melakukan peningkatan fasilitas perpustakaan melalui pengecatan dinding dan penataan visual ruang agar lebih nyaman, cerah, serta ramah anak. Suasana baru ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa betah dan semangat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan.

Tak hanya pembenahan ruang, sebanyak 90 buku literasi dan edukasi untuk usia sekolah dasar turut didistribusikan. Koleksi yang terdiri dari buku fiksi dan nonfiksi ini dirancang untuk memperkuat kemampuan membaca sekaligus memperluas wawasan siswa. Seluruh buku kemudian diintegrasikan dalam aktivitas literasi harian di Perpustakaan Cakap Karya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

b38eb812 0e0e 4957 b55a 49bdfa7870e9 1 , Bella fawzi, Binomedia

PLT. Kepala Sekolah SD Negeri Temon, Ibu Titi Agustinah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia berharap kehadiran Sudut Baca ini dapat semakin meningkatkan kegiatan literasi siswa serta mendorong lahirnya generasi yang berprestasi dan terus berkarya. Doa pun disampaikan agar setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal yang membawa keberkahan.

General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, menambahkan bahwa Sudut Baca ini bukanlah yang pertama. Program serupa telah diterapkan di beberapa sekolah di wilayah Kulon Progo dan akan terus dipantau secara berkala guna memastikan implementasinya berjalan optimal. Hal ini menjadi bagian dari visi manajemen untuk senantiasa membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui program MORA Impact, MORAZEN Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan sekaligus mendukung tercapainya SDG 4: Quality Education. Di bulan yang penuh makna ini, setiap upaya kecil diharapkan menjadi cahaya yang menerangi langkah generasi masa depan menuju pendidikan yang lebih baik. (rls/rik)

WINGS Care Jawab Tren Fragrance di Indonesia Lewat SoKlin Eau de Parfum

0
WINGS GROUP

binomedia.id Jakarta. WINGS Group Indonesia melalui lini bisnis WINGS Care kembali menghadirkan terobosan di kategori perawatan pakaian dengan meluncurkan SoKlin Eau de Parfum. Inovasi ini menjadi rangkaian produk perawatan pakaian berparfum konsentrat pertama di Indonesia yang diformulasikan dengan World-Class Luxury Perfume karya Master Perfumer, menghadirkan sensasi wangi mewah sejak proses mencuci hingga saat pakaian dikenakan.

SoKlin Eau de Parfum hadir sebagai rangkaian lengkap yang mencakup detergen bubuk (concentrated perfume powder detergent), detergen cair (concentrated perfume liquid detergent), serta pelicin pakaian (concentrated perfume ironing aid). Seluruh varian dilengkapi teknologi Perfume Lock yang mampu menjaga keharuman parfum hingga 33 hari, memastikan pakaian tetap wangi tahan lama dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

e3669e1e 0427 40fe 8d1f e3a18f770c8e , Bella fawzi, Binomedia

Peluncuran ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tren penggunaan parfum di Indonesia. Data pencarian dan laporan industri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan minat terhadap produk wewangian. Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi industri parfum, ditandai dengan dominasi brand lokal, preferensi generasi muda yang semakin adaptif terhadap tren global, serta maraknya berbagai event bertema fragrance.

Menurut Karina Mandala, Fine Fragrance Perfumer, meningkatnya minat terhadap parfum mencerminkan perubahan cara masyarakat memaknai wewangian. Parfum kini bukan sekadar penunjang aroma, tetapi telah menjadi simbol identitas dan bagian dari ritual keseharian yang mendukung rasa percaya diri. Semakin banyak konsumen mencari karakter wangi mewah dengan kualitas kelas dunia untuk melengkapi penampilan mereka.

Menjawab kebutuhan tersebut, SoKlin Eau de Parfum memadukan performa kebersihan optimal dengan sentuhan parfum premium. Inovasi ini tidak hanya fokus pada daya bersih, tetapi juga menghadirkan pengalaman sensorial yang lebih personal melalui wangi yang elegan dan tahan lama.

Dari sisi industri, pasar detergen nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif. Joanna Elizabeth Samuel, Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, menjelaskan bahwa preferensi konsumen kini mengarah pada produk yang praktis dengan nilai tambah. Selain daya bersih, konsumen mempertimbangkan manfaat seperti formula 3 in 1, keharuman tahan lama, serta harga yang tetap terjangkau. Melihat dinamika tersebut, SoKlin mengintegrasikan kekuatan kategori detergen dan tren parfum dalam satu inovasi yang relevan.

Antusiasme terhadap SoKlin Eau de Parfum turut disampaikan oleh Caitlin Halderman, aktris dan penyanyi yang dipercaya sebagai Brand Ambassador pada momen peluncuran. Ia menilai bahwa wangi telah menjadi bagian penting dari ekspresi diri. Baginya, parfum bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan cara membangun kepercayaan diri. Kehadiran SoKlin Eau de Parfum menghadirkan akses yang lebih luas terhadap sensasi World-Class Luxury Perfume, tidak hanya melalui produk perawatan tubuh, tetapi juga dari pakaian yang digunakan setiap hari.

Melalui peluncuran ini, WINGS Group Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berkualitas tinggi yang dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. SoKlin Eau de Parfum menjadi bukti bahwa pengalaman wangi berkelas dunia kini dapat dimulai dari proses mencuci, menghadirkan semangat bahwa Life Keeps Getting Better with WINGS. (renz)

Kolaborasi ABPEDNAS-Kejaksaan Perkuat Pengawasan Desa Berbasis Zero Corruption di Jawa Timur

0
Kolaborasi ABPEDNAS-Kejaksaan perkuat pengawasan desa berbasis zero corruption di Jawa Timur. (Dok. Istimewa)
Kolaborasi ABPEDNAS-Kejaksaan perkuat pengawasan desa berbasis zero corruption di Jawa Timur. (Dok. Istimewa)

Binomedia– Aula Graha Samudra Bumi Moro menjadi panggung konsolidasi besar penguatan tata kelola desa pada Selasa, 24 Februari 2026. Pengukuhan pengurus DPD ABPEDNAS Jawa Timur dirangkai dengan sosialisasi program Jaga Desa yang menegaskan arah baru pengawasan berbasis kolaborasi dan pencegahan.

Sejumlah pimpinan nasional hadir memberikan dukungan strategis terhadap agenda tersebut. Jamintel Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, berdampingan dengan Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. Indra Utama, Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat intelijen dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur.

Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan bahwa program Jaga Desa merupakan strategi negara dalam memastikan tata kelola desa berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Kejaksaan mengedepankan pendekatan preventif melalui fungsi intelijen, dengan memperkuat manajemen pemerintahan desa serta membangun sistem pengawasan yang terstruktur.

Pendekatan tersebut menempatkan jaksa sebagai mitra strategis bagi BPD, bukan sekadar aparat penindakan. Melalui edukasi hukum dan pendampingan sejak tahap perencanaan anggaran, potensi penyimpangan dapat ditekan dan pembangunan desa dapat bergerak di jalur zero corruption.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. Indra Utama menyatakan bahwa pengukuhan pengurus daerah menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Organisasi mendorong BPD agar mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan memastikan dana desa memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme BPD dalam mengawal setiap proses perencanaan dan pelaksanaan program desa. Transparansi anggaran dan akuntabilitas kinerja menjadi prasyarat mutlak untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana menambahkan bahwa visi preventif Jamintel selaras dengan misi organisasi dalam menghadirkan kepastian hukum bagi legislator desa. Program Jaga Desa memberi rasa aman bagi BPD untuk bertindak tegas dan objektif selama seluruh langkah berada dalam koridor regulasi.

Dorongan tersebut membuka ruang keberanian baru bagi BPD untuk bersikap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pemerintahan desa. Pengawasan yang tajam dan berbasis aturan akan memperkuat kualitas pembangunan serta mendorong kemajuan wilayah secara berkelanjutan.

Pengurus DPD ABPEDNAS Jawa Timur yang baru dilantik menyatakan komitmen untuk segera mengimplementasikan program Jaga Desa di seluruh kabupaten dan kota. Kolaborasi antara Kejaksaan dan BPD menghadirkan standar baru pengawalan pembangunan di tingkat desa dengan fondasi hukum yang semakin kokoh.

Sinergi strategis yang terbangun di Surabaya mempertegas arah transformasi desa menuju kemandirian dan integritas. Pengawasan profesional dan berbasis pencegahan menjadi kunci menghadirkan masa depan nusantara yang bersih, produktif, dan berwibawa.

Penulis: Muhammad Fadhli