RALUB 2026 AAJI Tetapkan Albertus Wiroyo Karsono sebagai Ketua Dewan Pengurus hingga 2028 (WAHYU)
binomedia.id – Jakarta. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat tata kelola industri asuransi jiwa. Rapat yang digelar sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tersebut dihadiri oleh 59 perusahaan anggota dan dinyatakan memenuhi kuorum.
Dalam forum tersebut, para anggota membahas serta memutuskan sejumlah agenda strategis, mulai dari persetujuan pemberhentian pimpinan hingga pemilihan dan penetapan Ketua Dewan Pengurus serta Anggota Dewan Pengawas untuk sisa masa jabatan hingga tahun 2028.
Melalui mekanisme pemungutan suara tertutup, RALUB menetapkan Albertus Wiroyo Karsono sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI untuk periode kepengurusan sampai dengan 2028. Penetapan dilakukan setelah para calon menyampaikan visi dan pandangan strategis terkait arah organisasi serta penguatan peran industri asuransi jiwa ke depan.
Dalam sambutannya, Albertus menegaskan bahwa kepemimpinan AAJI akan berfokus pada penguatan tata kelola, konsolidasi organisasi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa. Ia juga menyampaikan komitmen untuk segera mempercepat pembentukan susunan Dewan Pengurus agar organisasi dapat bekerja secara efektif dan solid.
Saat sesi tanya jawab, Albertus menyebut satu kata yang menjadi arah kepemimpinannya, yakni “Reliable”. Menurutnya, AAJI harus menjadi organisasi yang dapat diandalkan oleh seluruh perusahaan anggota, regulator, dan masyarakat. Nilai tersebut menjadi landasan dalam memastikan kebijakan dijalankan secara konsisten serta memperkuat kepercayaan terhadap industri asuransi jiwa.
Ia memaparkan sejumlah fokus utama kepengurusan ke depan. Pertama, penguatan sales conduct guna memastikan praktik pemasaran asuransi jiwa berjalan secara etis dan bertanggung jawab. Kedua, pelaksanaan roadmap industri yang telah disusun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi untuk memperluas inklusi asuransi melalui kolaborasi dengan seluruh perusahaan anggota. Ketiga, peningkatan transparansi dalam tata kelola organisasi serta komunikasi industri kepada publik.
Selain menetapkan Ketua Dewan Pengurus, RALUB AAJI 2026 juga memutuskan penetapan Windawati Tjahjadi sebagai Anggota Dewan Pengawas AAJI untuk sisa masa jabatan hingga 2028, menggantikan Randy Lianggara. Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Pengawas AAJI periode 2025–2028 kini terdiri dari Firdaus Djaelani, Ricardo Simanjuntak, dan Windawati Tjahjadi.
Melalui RALUB ini, AAJI menegaskan komitmennya untuk menjalankan organisasi dengan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”. Tagline tersebut mencerminkan tekad industri asuransi jiwa untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui praktik usaha yang transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perlindungan pemegang polis.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat peran strategis industri asuransi jiwa sebagai mitra jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Ke depan, AAJI akan melanjutkan berbagai agenda strategis bersama para pemangku kepentingan, termasuk penguatan tata kelola industri, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan literasi dan inklusi asuransi jiwa di Indonesia.(why)
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Dukung Literasi OJK di UNEJ ( WAHYU)
binomedia.id– Jakarta. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kegiatan kuliah umum dan diskusi panel di Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur.
Kegiatan bertema “Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri” ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, civitas academica, serta pemangku kepentingan daerah. Turut hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, pimpinan UNEJ, Dewan Asuransi Indonesia (DAI), serta perwakilan asosiasi industri asuransi.
Ogi Prastomiyono menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini agar generasi muda mampu memahami pengelolaan risiko dan mengambil keputusan finansial yang sehat.
“Risiko merupakan bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah kesiapan dalam mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi tercatat sebesar 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi berada pada 28,50 persen. Kesenjangan ini dinilai perlu dipersempit melalui edukasi berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.
Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyebut kegiatan tersebut sangat strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Menurutnya, sektor keuangan berperan vital dalam mendorong pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko ekonomi.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi industri asuransi jiwa.
“AAJI memandang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai langkah strategis. Masa depan industri asuransi jiwa sangat ditentukan oleh generasi muda, baik sebagai pengguna layanan maupun sebagai talenta profesional yang akan menggerakkan industri ke depan,” kata Albertus.
Ia juga memaparkan bahwa hingga Januari–September 2025, total aset industri asuransi jiwa mencapai Rp646,58 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp571,40 triliun merupakan aset investasi yang ditempatkan pada instrumen jangka panjang seperti Surat Berharga Negara (SBN), sehingga turut mendukung pembiayaan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, AAJI dan Universitas Jember menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.
AAJI juga memperkenalkan Program Beasiswa Harry Diah (BHD) bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi terkait industri asuransi jiwa.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, menegaskan bahwa program tersebut menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik industri.
“Melalui Beasiswa Harry Diah, kami ingin mendorong agar riset mahasiswa tidak berhenti sebagai kewajiban akademik semata, tetapi mampu memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat,” ujarnya.
Sejak berjalan pada 2024 hingga Desember 2025, program BHD telah menggandeng 11 perguruan tinggi dan menjangkau 46 penerima beasiswa, terdiri atas 34 mahasiswa S1, 9 mahasiswa S2, dan 3 mahasiswa S3. AAJI menyalurkan insentif riset sebesar Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3 yang dicairkan secara bertahap sesuai progres penyelesaian tugas akhir.
AAJI menilai keterlibatan generasi muda, baik sebagai nasabah maupun profesional, menjadi kunci keberlanjutan industri di masa depan. Melalui dukungan terhadap program literasi OJK, kolaborasi akademik, serta penguatan riset melalui Beasiswa Harry Diah, AAJI menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan serta menghadirkan perlindungan yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.(why)
Vega Hotel Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Media (WAHYU)
binomedia.id– Jakarta. Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Vega Hotel Gading Serpong resmi meluncurkan Paket Iftar Ramadan 2026 melalui kegiatan bertajuk “Buka Puasa Bersama Anak Yatim & Media-Content Creator Gathering” pada Senin, 23 Februari 2026.
Acara yang digelar di Yugo Restaurant, restoran utama hotel, memadukan semangat berbagi dengan penguatan sinergi bersama rekan media dan pegiat konten digital. Kegiatan ini dihadiri puluhan anak yatim, jurnalis, serta influencer yang turut meramaikan suasana buka puasa bersama.
Rangkaian acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain menerima santunan, mereka juga diajak menikmati hidangan berbuka puasa khas hotel berbintang, menghadirkan kebahagiaan tersendiri di bulan yang penuh berkah.
Hotel Manager Vega Hotel Gading Serpong, Asty Kesuma, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga momentum penting untuk berbagi sekaligus memperkenalkan paket Iftar Ramadan kepada masyarakat luas.
“Kami percaya bahwa keberkahan dimulai dari berbagi. Melalui acara ini, kami ingin menyebarkan kebahagiaan sekaligus menunjukkan kesiapan kami dalam menyambut tamu Ramadan dengan pelayanan dan hidangan terbaik. Kami berharap kolaborasi dengan media dan content creator ini menghasilkan output promosi yang efektif sehingga target penjualan Iftar 2026 dapat melampaui pencapaian tahun sebelumnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, manajemen hotel berharap tercipta gaung promosi yang positif dan autentik, khususnya di media sosial. Kehadiran para influencer dinilai mampu memperluas jangkauan informasi mengenai paket buffet Ramadan yang ditawarkan kepada masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
Selain memperkuat publikasi, acara tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan dengan jurnalis dan kreator konten yang selama ini mendukung promosi hotel. Para tamu undangan pun berkesempatan mencicipi langsung ragam menu buffet Ramadan yang disiapkan khusus untuk menyambut bulan suci.
Manajemen optimistis, dengan dukungan pemberitaan media dan konten kreatif yang dihasilkan, okupansi restoran selama Ramadan dapat mencapai target maksimal. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Vega Hotel Gading Serpong sebagai salah satu destinasi kuliner Ramadan unggulan di kawasan Tangerang.
Untuk informasi dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi telepon di +6221 2920 5999, WhatsApp +62811 1901 8999, atau mengunjungi situs resmi parador-hotels.com.(why)
binomedia.id – Jakarta. Menyambut bulan Ramadan, The People’s Cafe, bagian dari ISMAYA Group, menghadirkan lima menu spesial bertema Ramadan Rasa Lokal yang mulai tersedia pada 12 Februari 2026 hingga pertengahan April 2026. Terinspirasi dari ragam kuliner khas daerah di Indonesia, rangkaian menu ini dirancang sebagai pilihan berbuka yang terasa akrab, hangat, dan dekat dengan keseharian mengajak tamu menikmati momen Ramadan lewat cita rasa yang sudah lama dikenal dan dirindukan.
The People’s Cafe dikenal melalui pendekatannya terhadap rasa-rasa lokal Indonesia yang akrab dengan keseharian. Menghadirkan menu yang terinspirasi dari masakan rumahan dan kuliner khas Nusantara, The People’s Cafe menjadi ruang berkumpul yang inklusif untuk berbagai momen dari makan bersama keluarga hingga berbagi cerita dengan sahabat. Di bulan Ramadan, momen kebersamaan ini terasa semakin bermakna, dan melalui Ramadan Rasa Lokal, The People’s Cafe menghadirkan pilihan berbuka yang hangat, dekat, dan relevan untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat.
“Ramadan selalu identik dengan kebersamaan dan momen pulang ke rasa-rasa yang kita kenal sejak lama saat meja makan menjadi tempat berbagi cerita setelah seharian berpuasa. Melalui Ramadan Rasa Lokal, The People’s Cafe ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang terasa dekat dengan memori dan budaya makan masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi ruang berkumpul yang hangat di berbagai kota, di mana kebersamaan, rasa, dan cerita bertemu dalam satu meja,” ujar Cendyarani, President Director ISMAYA Group.
Mengangkat cerita dari berbagai kota di Indonesia, Ramadan Rasa Lokal menghadirkan rangkaian menu yang terasa familiar namun tetap istimewa untuk momen berbuka. Mulai dari Ayam Pop Bukit Tinggi yang lembut dengan kuah khas Minang, Bebek Goreng Sambal Korek dengan rasa gurih dan pedas yang sederhana namun mengena, hingga Empal Gentong Cirebon dengan kuah hangat yang kaya rempah.
Rangkaian ini dilengkapi dengan Pempek Palembang sebagai pilihan berbagi yang ringan dan Pisang Goreng Srikaya Pontianak sebagai penutup manis yang pas dinikmati bersama. Setiap menu membawa karakter rasa khas daerahnya masing-masing, disajikan dengan pendekatan yang relevan untuk dinikmati bersama keluarga maupun sahabat saat berbuka puasa.
Tak hanya melalui menu, The People’s Cafe juga menghadirkan rangkaian in-store activity bertajuk “Hajatan Warlok Ramadan” yang akan berlangsung pada 25 dan 27 Februari 2026 di beberapa kota, yaitu Padang, Pekanbaru, Palembang, dan Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang mempertemukan momen refleksi dan silaturahmi selama Ramadan.
Dalam setiap Hajatan Warlok Ramadan, tamu akan mengikuti sesi kajian yang diisi oleh ustadz terkemuka dari masing-masing daerah, dilanjutkan dengan sesi buka bersama menggunakan menu Ramadan Rasa Lokal. Kegiatan ini akan berlangsung pada 25 Februari 2026 di Makassar (Trans Studio Makassar) dengan Ustadz Icuk Sugiarto Rifai dan Pekanbaru (Living World Pekanbaru) dengan Ustadz H. Asrori, MA, serta pada 27 Februari 2026 di Palembang (Palembang Indah Mall) bersama Ustadz Moh Berry Desfriansyah dan Padang (Basko City Mall) bersama Ustadz Sandri Al Hafidz S.Pd. The People’s Cafe juga mengundang followers terpilih dari tiap kota untuk turut menjadi bagian dari pengalaman ini menjadikan Ramadan terasa lebih personal dan dekat dengan komunitas lokal.
Sebagai bagian dari perayaan Ramadan Rasa Lokal, The People’s Cafe turut menghadirkan promo spesial berupa bundle menu dengan diskon hingga 30%, memberikan pilihan berbuka yang lebih praktis dan bernilai. Promo ini dirancang untuk memudahkan momen berbuka bersama baik bersama keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat sehingga kebersamaan di bulan Ramadan dapat dinikmati dengan lebih hangat, tanpa perlu banyak kompromi dalam memilih hidangan.
Buat yang suka promo dan kejutan seru, jangan lupa cek berbagai penawaran menarik di aplikasi Ismaya+. Mulai dari diskon khusus, free product, hingga daily special reward yang bisa kamu dapat setiap kali berbelanja di outlet Ismaya. Setiap transaksi juga otomatis mengumpulkan coin, yang bisa digunakan kembali sebagai alat pembayaran atau ditukar dengan berbagai voucher menarik. Jadi, selain menikmati makanan dan minuman favorit, kamu juga bisa dapat lebih banyak manfaat setiap harinya.
Bagi yang ingin mengenal lebih dekat suasana outlet, cerita di balik menu, atau sekadar mencari inspirasi tempat makan, silakan kunjungi Instagram The People’s Cafe di thepeoplescafe . Di sana, kami berbagi banyak hal—dari momen hangat pelanggan, kreasi menu terbaru, hingga keseharian tim di balik layar. Informasi lengkap mengenai outlet, menu, dan promo juga bisa diakses melalui website resmi: The People’s Cafe https://www.ismaya.com/eat-drink/the-peoples-cafe. (rls/renz)
ki-ka: Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk; Pradipa Syarif, Marketing Category Head - Health Supplement PT Darya-Varia Laboratoria Tbk; dan Tri Astuti, Corporate Strategic Initiative Operating Director PT Darya-Varia Laboratoria Tbk; melepas para peserta di garis start Enervon Nusantara Run 2026
binomedia.id – Jakarta. Setelah pelaksanaan Enervon Nusantara Run pada 8 Februari 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) memulai penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit kepada keluarga prasejahtera di tujuh daerah Indonesia mulai 16 Februari 2026. Program distribusi ini adalah kelanjutan dari Enervon Nusantara Run yang diikuti oleh 3.000 peserta. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Darya-Varia dalam memperluas dampak kesehatan keluarga secara berkelanjutan dengan memberikan perlindungan imunitas tambahan dalam menyambut bulan Ramadan, sekaligus menjadi bagian dari perayaan 50 tahun perjalanannya di Indonesia. Diselenggarakan di TMII yang merepresentasikan keberagaman dan persatuan Indonesia, Enervon Nusantara Run menjadi ruang kebersamaan yang mengajak masyarakat untuk hidup aktif, sehat, dan berbagi.
“Merayakan usia 50 tahun, kami memaknai kesehatan keluarga sebagai upaya jangka panjang yang perlu didukung secara konsisten, khususnya bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses kesehatan, terlebih dengan datangnya bulan Ramadan yang menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia. Penyaluran Enervon Family Immunity Kit ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas manfaat kesehatan preventif agar dapat dirasakan lebih merata oleh keluarga Indonesia, terutama saat mereka membutuhkan dukungan imunitas ketika berpuasa,” ujar Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.
Melalui Enervon, Darya-Varia terus memperkuat perannya dalam mendukung gaya hidup aktif dan kesehatan keluarga melalui solusi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Komitmen ini diwujudkan melalui Enervon Family Immunity Kit yang berisi rangkaian multivitamin untuk berbagai kelompok usia, mulai dari Enervon Kids, Enervon Active, Enervon Effervescent, Enervon C Tablet, hingga Enervon Gold, sebagai dukungan energi dan daya tahan tubuh seluruh anggota keluarga dalam menjalani aktivitas harian.
Momentum penyaluran ini juga bertepatan dengan periode menjelang Ramadan, ketika kebutuhan menjaga daya tahan tubuh menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Pada masa berpuasa, keseimbangan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka berperan dalam membantu menjaga energi dan kondisi tubuh sepanjang hari (Kemenkes RI). Dalam konteks tersebut, kehadiran Enervon Family Immunity Kit diharapkan dapat menjadi dukungan tambahan bagi keluarga penerima manfaat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, terutama bagi mereka yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap asupan gizi yang optimal.
Penyaluran Enervon Family Immunity Kit, bekerja sama dengan komunitas Volunteernesia, difokuskan ke tujuh wilayah prioritas, yaitu Papua, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Aceh, dan DKI Jakarta. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat setempat, termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan, kondisi gizi, serta risiko penyakit infeksi, dengan mengacu pada data Kementerian Kesehatan RI. Distribusi dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas untuk menjangkau keluarga prasejahtera dan kelompok masyarakat dengan akses terbatas.
Sebagai bagian dari implementasinya, penyaluran menjangkau sejumlah wilayah di dalam provinsi tersebut, antara lain kawasan sekitar Jayapura di Papua, Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat, Ambon dan sekitarnya di Maluku, Majene di Sulawesi Barat, wilayah pinggir kota Pontianak dan Kubu Raya di Kalimantan Barat, sekitar Banda Aceh, serta beberapa kawasan pemukiman prasejahtera dan pada penduduk di Jakarta. Cakupan yang membentang dari timur hingga barat Indonesia ini mencerminkan semangat “Energi Emas Nusantara” yang menjadi filosofi Enervon Nusantara Run.
“Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal dari kegiatan yang berkelanjutan, di mana semangat hidup aktif, kepedulian sosial, dan kesehatan keluarga berjalan beriringan. Ke depannya, Darya-Varia akan terus menghadirkan inisiatif yang tidak hanya merayakan perjalanan Perusahaan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat,” tutup Jenny. (rls/reg)
Waringin Megah Perkuat SDM dan Standar Internasional (WAHYU)
binomedia.id – Jakarta. Di tengah persaingan industri konstruksi yang kian kompetitif, Waringin Megah General Contractor menegaskan komitmennya sebagai kontraktor nasional yang mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan.
Berdiri sejak 1987, perusahaan ini memulai kiprahnya dari proyek-proyek pengembangan internal sebelum berkembang menangani berbagai proyek berskala nasional, khususnya pada sektor bangunan industri dan konstruksi baja. Sejak awal, penguatan SDM ditempatkan sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan.
Direktur Waringin Megah, Hermash Budi, menyatakan bahwa kekuatan perusahaan terletak pada kualitas tim yang solid dan profesional. “Sejak awal kami membangun jalur pengembangan karier yang jelas agar setiap profesional memiliki kesempatan bertumbuh dan menjadi pemimpin yang tangguh,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Komitmen terhadap mutu dan tata kelola diwujudkan melalui penerapan sistem kerja terstruktur yang mengacu pada standar internasional. Perusahaan telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Standar tersebut memastikan proses operasional berjalan konsisten, efisien, dan berorientasi pada kepuasan klien.
Aspek keberlanjutan dan keselamatan juga menjadi perhatian serius. Perusahaan menerapkan pengelolaan dampak lingkungan secara bertanggung jawab serta protokol K3 yang ketat, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi seluruh tenaga kerja di lapangan maupun workshop fabrikasi baja.
Dalam lebih dari satu dekade terakhir, Waringin Megah menggandeng akademisi dan praktisi untuk menyusun serta memperbarui standar operasional prosedur (SOP) agar tetap relevan dengan perkembangan industri. Budaya kerja yang dibangun menekankan profesionalisme, integritas, serta kolaborasi tanpa praktik politik internal, dengan menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari klien, pemasok, subkontraktor, hingga tenaga kerja.
Mengusung nilai “Built to Perfection”, perusahaan berkomitmen menghadirkan hasil kerja optimal dengan harga kompetitif. Fase pascapandemi dimanfaatkan sebagai momentum transformasi melalui regenerasi kepemimpinan dan penguatan tim muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Manajemen juga terus melakukan pembaruan sistem digital untuk pengelolaan internal dan proyek, modernisasi peralatan seperti teknologi laser cutting dan welding dalam fabrikasi baja, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai sertifikasi dan spesialisasi konstruksi.
Untuk memastikan tata kelola berjalan efektif, perusahaan rutin menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama jajaran manajemen serta tim proyek guna memantau progres pekerjaan dan mendorong perbaikan berkelanjutan.
Ke depan, Waringin Megah membuka peluang lebih luas bagi generasi muda, khususnya lulusan SMK dan D3, untuk bergabung dan berkembang melalui sistem jenjang karier yang terstruktur. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan menjadi kontraktor nasional yang mampu menghadirkan layanan konstruksi berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, sekaligus berkontribusi pada pembangunan yang aman dan berkelanjutan di Indonesia.(why)
binomedia.id– Jakarta. Jajaran eksekutif Maxim turun langsung ke lapangan dengan menyamar sebagai pengemudi Maxim Bike guna memantau dinamika operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Development Director Maxim, Dirhamsyah, bersama sejumlah Head of Subdivision dari wilayah Jabodetabek.
Selama dua hari, jajaran manajemen menjalankan peran sebagai pengemudi Maxim Bike dan menerima rata-rata belasan pesanan per hari, mulai pagi hingga malam. Mereka juga mendatangi sejumlah titik strategis untuk mencari penumpang, seperti kawasan Sarinah, Jalan Jenderal Sudirman, dan Tebet.
Dirhamsyah menjelaskan, sebagian besar pengguna tertarik menggunakan layanan Maxim Bike karena tarifnya yang terjangkau, terutama melalui fitur Bike Sangat Hemat. Layanan ini dinilai relevan bagi masyarakat yang memanfaatkan ojek online sebagai penghubung menuju moda transportasi umum seperti commuter line maupun LRT.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung sebagai pengemudi memberikan gambaran nyata mengenai kondisi operasional di lapangan. Selain berinteraksi dengan penumpang dan menerima masukan, manajemen juga menguji aplikasi pengemudi untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan sebagai bahan pengembangan layanan ke depan.
“Dengan turun langsung sebagai pengemudi, kami dapat melihat kondisi sebenarnya di lapangan, mulai dari menerima order, bertemu penumpang, hingga menjalankan aplikasi. Dari situ, Maxim mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan demi kualitas layanan yang lebih baik,” ujar Dirhamsyah.
Hasil pemantauan menunjukkan sistem operasional Maxim berjalan baik, termasuk fitur verifikasi wajah yang diterapkan untuk meningkatkan keamanan. Namun, perusahaan menilai perlu adanya sosialisasi lanjutan guna meningkatkan literasi mitra pengemudi terkait penggunaan fitur tersebut.
Dirhamsyah menambahkan, program turun langsung ke lapangan menjadi langkah penting agar perusahaan memahami tantangan yang dihadapi pengemudi dan penumpang secara menyeluruh. Ke depan, kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala untuk memastikan layanan Maxim terus berkembang sesuai kebutuhan pengguna dan mitra pengemudi.(WHY)
binomedia.id – Tangerang. Saat makan di luar rumah, banyak orang memulai pilihannya dari rasa dan harga. Namun, seiring waktu, kepercayaan terhadap makanan yang dikonsumsi juga menjadi pertimbangan penting. Konsumen ingin merasa yakin bahwa makanan yang mereka pilih aman, berkualitas, dan berasal dari proses yang dapat dipercaya. Di IKEA, pengalaman makan tidak hanya hadir lewat hidangan yang tersaji, tetapi juga melalui cara bahan baku dipilih dan diproses sebelum sampai ke pelanggan.
IKEA menerapkan sertifikasi keberlanjutan (sustainability) pada berbagai bahan baku yang digunakan oleh IKEA Food, mulai dari seafood, kopi dan teh, hingga telur ayam pada beberapa menu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas rasa dan keamanan pangan, sekaligus menghadirkan pilihan makanan yang lebih bertanggung jawab dan relevan dengan keseharian keluarga Indonesia.
“Setiap hidangan yang ada di IKEA Indonesia kami rancang agar pelanggan bisa menikmatinya dengan tenang. Prinsip kami sederhana, yaitu baik untuk Anda, baik untuk sesama, dan baik untuk planet kita. Kami ingin pelanggan yang datang, makan dengan nyaman, dan tahu bahwa makanan yang mereka pilih aman, halal, berkualitas, serta diolah dengan cara yang lebih bertanggung jawab,” ujar Ariane Vinsontia, Commercial Food Manager IKEA Indonesia.
Pendekatan IKEA terhadap sustainability pada IKEA Food tidak berdiri sendiri di dapur atau restoran. Di balik setiap menu, terdapat kerja sama dengan nelayan, petani, dan pemasok yang menjadi bagian dari rantai pasok sehari-hari. Melalui penerapan standar sertifikasi sustainability, IKEA mendorong cara kerja yang lebih jelas, konsisten, dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Untuk hidangan seafood seperti Fish & Chips dan menu berbahan dasar salmon, IKEA menggunakan bahan yang telah tersertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) dan Aquaculture Stewardship Council (ASC). Sertifikasi ini membantu memastikan praktik penangkapan dan budidaya ikan dilakukan secara lebih terkontrol, sehingga kualitas rasa tetap konsisten dan keamanan pangan terjaga. Di saat yang sama, praktik ini mendukung nelayan dan pembudidaya ikan melalui aturan yang lebih jelas terkait musim tangkap, ukuran ikan, dan penggunaan pakan yang lebih bertanggung jawab.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada kopi dan teh yang disajikan di IKEA Café, serta cokelat yang kami jual di IKEA. Melalui bahan baku bersertifikasi Rainforest Alliance, petani mendapatkan panduan dan pelatihan terkait pengelolaan air, perlindungan lingkungan sekitar kebun, serta praktik kerja yang lebih aman. Hubungan kerja yang lebih berkelanjutan ini membantu menjaga kualitas produk dari waktu ke waktu, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pertanian di tingkat lokal.
Tidak hanya itu, telur ayam cage-free bersertifikasi Certified Humane juga sudah mulai digunakan di IKEA Indonesia. Penggunaan bahan baku ini mencerminkan upaya IKEA dalam bekerja sama dengan pemasok serta menerapkan standar yang relevan sesuai dengan jenis menu, sambil tetap menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Sustainability bagi kami dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian, bagaimana kami memilih bahan, bekerja dengan pemasok, dan menjaga standar yang konsisten dari hulu ke meja makan. Dengan menerapkan sertifikasi global dan mematuhi regulasi di Indonesia, kami ingin pilihan IKEA Food tidak hanya enak dan berkualitas, tapi juga memberi kontribusi positif bagi orang-orang dan lingkungan yang terlibat di sepanjang rantai pasok,” tutup Ariane.
Melalui penerapan sertifikasi sustainability ini, manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh pelanggan, tetapi juga oleh nelayan, petani, dan pemasok yang terlibat dalam rantai pasok IKEA Food. Praktik yang lebih bertanggung jawab membantu menjaga sumber daya alam yang menjadi bagian penting dari sistem pangan Indonesia, sekaligus mendukung mata pencaharian yang lebih stabil bagi semua.
IKEA percaya bahwa sustainability tidak perlu terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Dengan menghadirkan makanan yang familiar, aman, halal, dan terjangkau, IKEA ingin membuat pilihan makan yang lebih bertanggung jawab terasa mudah diakses. Anda dapat menikmati berbagai menu IKEA Food yang bertanggung jawab ini di Restoran Swedia, Kafe Swedia, dan Bistro Swedia IKEA di seluruh toko IKEA di Indonesia. (rls/tar)
binomedia.id – Padalarang. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, WINGS Group Indonesia melalui SoSoft kembali mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam langkah sederhana yang berdampak besar bagi bumi. Melalui kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi, SoSoft ingin menghadirkan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah, bahkan dari aktivitas sehari-hari seperti mencuci pakaian.
Sebagai detergen berbahan aktif tumbuhan produksi WINGS Care, SoSoft menghadirkan formulasi yang mudah terurai dan tidak mengandung SLS, sehingga lebih ramah bagi lingkungan. Namun komitmen tersebut tidak berhenti pada produk saja. SoSoft juga mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah serta mendaur ulang kemasan plastik yang masih memiliki nilai guna.
Kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi menjadi wujud nyata kepedulian terhadap tantangan pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik yang sering kali belum terpilah dengan optimal. Padahal, dengan langkah sederhana seperti memisahkan sampah sesuai kategorinya, kita telah membantu memperpanjang siklus hidup material yang masih bisa dimanfaatkan kembali.
Untuk mendukung gerakan ini, SoSoft berkolaborasi dengan Rekosistem, perusahaan rintisan pengelola dan daur ulang sampah berbasis teknologi. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peresmian Rekosistem X SoSoft Waste Station di kompleks Sekolah Al-Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Lokasi ini dipilih karena strategis dan mudah dijangkau warga sekitar, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi secara rutin dalam kegiatan daur ulang.
Melalui dua langkah sederhana “Aksi Untuk Bumi”, SoSoft mengajak masyarakat untuk: Pertama, memilih detergen berbahan aktif tumbuhan yang lebih ramah lingkungan. Kedua, mengenali, memilah, dan menyetorkan kemasan plastik ke fasilitas daur ulang terdekat seperti waste station atau bank sampah.
Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, Anastasia Pamela, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap bumi bisa dimulai dari pilihan-pilihan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan detergen berbahan tumbuhan dan mendaur ulang kemasan adalah langkah sederhana yang, jika dilakukan bersama, mampu membawa perubahan berarti bagi masa depan lingkungan.
Waste station hasil kolaborasi SoSoft dan Rekosistem ini menargetkan pengumpulan hingga 16 ton sampah rumah tangga dalam satu tahun untuk didaur ulang menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini juga dilengkapi dengan sistem insentif berupa Rekopoin bagi pengguna aplikasi Rekosistem. Masyarakat yang menyetorkan kemasan kosong SoSoft akan mendapatkan poin yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan berbagai keuntungan menarik.
Melalui kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi, SoSoft berharap dapat menumbuhkan kebiasaan baik yang berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi serupa akan terus diperluas ke berbagai kota di Indonesia. Semangat ini sejalan dengan komitmen Yayasan WINGS Peduli melalui kampanye #PilahDariSekarang, yang mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Pada akhirnya, menjaga bumi bukanlah tentang langkah besar yang sulit dilakukan, melainkan tentang konsistensi dalam kebiasaan kecil yang dilakukan bersama. Dengan memilah dan menyetorkan sampah, serta memilih produk yang lebih ramah lingkungan, kita turut berkontribusi menghadirkan kehidupan yang lebih baik hari ini dan untuk generasi mendatang. (rls/sh)
Stephen June, kolaborasi dua penyanyi legendaris Indonesia, Stephen Tamadji dan Irma June, rilis single Terima Kasih Jiwa. (Dok. Istimewa)
Binomedia – Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.
Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.
Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan bahwa ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.
Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.
Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.
Stephen menjelaskan bahwa dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.
Sebagai penyanyi yang berakar dari format grup, Stephen mengaku harus menantang dirinya untuk mengeksplorasi wilayah nada tinggi yang sebelumnya jarang ia sentuh. Ia juga berupaya menyesuaikan diri dengan gaya khas Irma yang kaya dengan riff dan runs, sementara Irma sendiri belajar menyeimbangkan kebebasan sebagai solois dengan disiplin harmoni dalam format duet; sebuah proses yang mereka jalani dengan chemistry yang kuat dan penuh sukacita.
Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.
Stephen mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.
Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.
Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.
Irma June mengungkapkan bahwa lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.
Ia menyadari bahwa selama bertahun-tahun ia terlalu fokus memikirkan orang lain hingga lupa mengapresiasi jiwanya sendiri yang terus bertahan. Bagian lirik “dunia tak tahu kau luka” menjadi kalimat yang paling berat untuk ia tulis, karena merepresentasikan realitas banyak orang yang terlihat kuat di luar namun menyimpan perjuangan dalam diam.
Irma menegaskan bahwa komunikasi dan kedekatannya dengan Stephen terbangun tidak hanya dalam konteks profesional, tetapi juga personal. Ia merasa sudah seperti keluarga dengan Stephen dan istrinya, sehingga proses diskusi kreatif mengalir secara natural meskipun tak jarang berlangsung seru layaknya “Tom & Jerry”.
Perbedaan warna suara mereka justru menjadi kekuatan utama duet tersebut. Dengan latar belakang musikalitas Stephen sebagai pianis dan musisi kelas dunia, serta karakter vokal Irma yang kuat dan khas, keduanya berhasil memadukan suara yang meminjam istilah dunia musik “kawin banget”.
Irma menegaskan bahwa ia tetap mempertahankan DNA vokalnya dalam rekaman lagu tersebut, membiarkan semuanya mengalir secara natural sesuai jati dirinya. Bersama Stephen dan Agus, mereka bahkan membentuk grup diskusi khusus demi memastikan setiap detail lagu tersampaikan dengan utuh dan bermakna.
Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.
Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.
Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.
Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.
Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”
Menutup pernyataannya, Irma menyampaikan pesan sederhana namun kuat: jika seseorang telah berjalan sejauh ini dalam hidupnya, itu artinya ia hebat. Karena di balik setiap langkah, ada jiwa yang bertahan dan kuat dan sudah sepantasnya kita berkata, “Terima Kasih, Jiwa.”
Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri.