Beranda blog Halaman 79

TemanHebat Records Resmi Buka Pendaftaran Audisi “Dyslexia Festival”

0
TemanHebat Records buka audisi Dyslexia Festival, kesempatan bagi anak disleksia di seluruh Indonesia untuk jadi penyanyi. (Dok. Istimewa)
TemanHebat Records buka audisi Dyslexia Festival, kesempatan bagi anak disleksia di seluruh Indonesia untuk jadi penyanyi. (Dok. Istimewa)

Binomedia — Disleksia bukan lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk menyalurkan bakat di dunia musik. Sebuah label musik di Kota Bandung, TemanHebat Records, pada Sabtu, 8 November 2025 resmi membuka pendaftaran gratis untuk mengikuti “Dyslexia Festival”, program pencarian penyanyi khusus bagi anak-anak dengan disleksia di seluruh Indonesia.

Salah satu pemilik TemanHebat Records, Moms Yuly, mengatakan bahwa Dyslexia Festival menjadi langkah nyata untuk menciptakan ruang inklusif di industri musik Tanah Air. Program tersebut menjadi tempat di mana perbedaan justru menjadi kekuatan untuk berkarya. TemanHebat Records ingin menunjukkan bahwa disleksia bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan bagian dari perjalanan unik menuju penemuan potensi diri yang luar biasa.

“Dyslexia Festival berawal dari keinginan tulus untuk memberi ruang ekspresi bagi anak-anak dengan disleksia. Ia dan timnya ingin membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi, asalkan diberi kesempatan dan dukungan yang tepat,” ujar Moms Yuly.

Menurutnya, perjalanan anak-anak disleksia tidaklah mudah karena setiap individu memiliki tingkat kondisi yang berbeda-beda. Ada yang berada pada derajat ringan, sedang, bahkan berat, dan masing-masing menghadapi tantangan besar dalam memahami diri mereka sendiri. Banyak dari mereka yang kerap disalahartikan, dianggap tidak mampu, atau bahkan diremehkan, padahal di balik perjuangan mereka terdapat kekuatan luar biasa yang belum tersentuh.

Moms Yuly menegaskan bahwa menemukan potensi anak disleksia bukanlah proses singkat. Mereka harus melewati banyak hal, menata perilaku, mengatur emosi, dan melawan rasa tidak percaya diri sebelum akhirnya potensi itu bisa muncul ke permukaan. Proses tersebut panjang, penuh tantangan, dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Bahkan ketika potensi itu sudah mulai terlihat dan kami bantu kelola, bukan berarti jalan mereka jadi lebih mudah. Dyslexia itu bukan sekadar gangguan belajar biasa. Ini adalah very complex neurodevelopmental disorder, dan karena itulah kami merasa penting memberi apresiasi atas perjuangan mereka. Mereka layak untuk didengar, dihargai, dan dirayakan,” ujar Moms Yuly.

Program Dyslexia Festival bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi juga ruang terapi kreatif bagi anak-anak dengan disleksia. Melalui musik dan bernyanyi, anak-anak diajak mengenali kekuatan diri mereka sekaligus mengasah berbagai kemampuan penting.

“Setiap anak disleksia punya cara unik untuk belajar dan berkomunikasi. Kami ingin mengubah cerita hidup mereka, dari rasa tidak percaya diri menjadi kebanggaan karena bisa berkarya,” jelas Moms Yuly.

Dalam prosesnya, bernyanyi membantu anak-anak melatih fokus, daya ingat, ritme, emosi, hingga koordinasi tubuh. Mereka juga belajar bekerja dalam tim, berinteraksi secara positif, serta memahami bahwa hasil yang sempurna bukanlah tujuan utama, yang penting adalah proses yang mereka jalani. Melalui panggung dan karya, mereka diharapkan tumbuh lebih percaya diri karena tahu bahwa suara mereka berarti.

Melalui Dyslexia Festival, TemanHebat Records ingin mengirim pesan kuat kepada masyarakat luas. Bahwa setiap anak, apapun kondisinya, berhak untuk dipercaya, diberi ruang, dan dicintai tanpa syarat. Program tersebut menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat untuk melihat anak-anak disleksia bukan hanya dari kesulitannya, tetapi juga dari potensi luar biasa yang mereka miliki.

“Ya, benar bahwa kesulitan mereka tetap harus dibantu agar bisa berkembang lebih baik. Namun di balik itu, ada talenta yang sering tidak terlihat. Kalau kita tidak memberi kesempatan, kita bisa kehilangan generasi hebat yang sebenarnya punya banyak hal untuk dibagikan lewat karya mereka,” ungkap Moms Yuly.

Moms Yuly berharap masyarakat dapat memberikan “ruang kecil” di hati mereka untuk mengapresiasi anak-anak disleksia dengan cara yang sama seperti anak-anak lainnya. Melalui apresiasi tersebutlah kepercayaan diri mereka tumbuh, dan dari sanalah lahir keberanian untuk terus berkarya.

Program Dyslexia Festival tidak berhenti di tahun 2025. TemanHebat Records memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan program tersebut sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, festival tersebut diharapkan dapat menjadi wadah permanen bagi anak-anak disleksia untuk terus mengembangkan diri dan menginspirasi banyak orang.

“Tentu kami ingin festival ini terus berjalan, bukan hanya satu kali. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi antara orang tua, pendidik, profesional, komunitas, dan pihak-pihak yang peduli, Dyslexia Festival akan menjadi gerakan yang membawa perubahan nyata. Karena setiap anak, meski berbeda, tetap berhak untuk bersinar,” kata Moms Yuly.

TemanHebat Records juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam keberhasilan anak-anak disleksia. Menurut Moms Yuly, perjalanan anak dengan disleksia adalah perjalanan keluarga, bukan perjuangan satu orang saja.

“Di program ini, kami ingin orang tua ikut terlibat, bukan sekadar penonton. Ketika anak-anak tahu bahwa keluarganya mendukung dan bangga pada setiap langkah mereka, mereka akan tumbuh jauh lebih percaya diri. Kami ingin festival ini menjadi rumah kedua bagi mereka untuk terus belajar, berproses, dan berkarya,” jelasnya.

Dalam wawancara terpisah, Rulli Aryanto, yang juga merupakan pemilik TemanHebat Records, menjelaskan mekanisme seleksi peserta. Prosesnya sederhana namun selektif. Peserta cukup mengirimkan video bernyanyi melalui WhatsApp ke 0815-3275-0907 dengan lagu pilihan bebas. Tim juri akan menilai dari karakter vokal dan kekuatan ekspresi yang sesuai dengan lagu yang disiapkan oleh label.

“Kalau ada anak yang punya warna vokal kuat dan khas, kami bahkan siap menciptakan lagu baru khusus untuk mereka. Setelah proses seleksi, 10 penyanyi terpilih akan diumumkan dan video mereka akan diunggah ke akun Instagram resmi @dyslexiafestival dan @temanhebatrecords,” kata Rulli.

Rulli menambahkan bahwa proses rekaman akan dilakukan di studio TemanHebat Records yang berlokasi di Bandung dan Jakarta. Namun, bagi peserta dari luar kota, proses rekaman bisa dilakukan secara daring dengan bimbingan langsung dari tim produksi. Sebelum rekaman dimulai, peserta juga akan mendapat sesi pengarahan dan latihan vokal yang didukung oleh BELAJARMUSIKS by Senada Digital Records.

TemanHebat Records telah menyiapkan jadwal rilis yang terstruktur. Pengumuman 10 peserta terpilih akan dilakukan pada 31 Desember 2025. Proses produksi akan dimulai pada Februari 2026, dan hasil karya mereka dijadwalkan untuk dirilis pada Maret 2026.

Peluncuran hasil rekaman akan digelar di dua kota besar, yaitu Jakarta dan Bandung, sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah berjuang. Rulli menegaskan bahwa launching tersebut bukan sekadar acara musik, tetapi juga perayaan semangat, keberanian, dan keunikan setiap anak yang berpartisipasi.

Lebih lanjut Rulli mengatakan, TemanHebat Records adalah label musik berbasis di Bandung yang berfokus pada pengembangan talenta muda dan program inklusif di bidang musik. Dengan semangat untuk membuka peluang bagi semua kalangan, TemanHebat Records terus menciptakan wadah kreatif yang memberdayakan anak-anak dan komunitas dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus seperti disleksia.

Penulis: Muhammad Fadhli

Kolaborasi Medis Korea–Indonesia 2025: Inovasi Ortopedi 3D Printing dan Bedah Saraf Minim Invasif

0
Kolaborasi Medis Korea–Indonesia 2025 Inovasi Ortopedi 3D Printing dan Bedah Saraf Minim Invasif

Binomedia.id – Lonjakan kasus nyeri punggung kronis dan cedera tulang belakang menjadi tantangan besar di dunia kesehatan, termasuk di Indonesia. Menjawab hal ini, Gyeonggi International Medical Association (GIMA) bersama Korea Medical Devices Association (KMDA) menggandeng mitra Indonesia untuk memperkuat kolaborasi medis melalui seminar internasional bertajuk “KOREA–INDONESIA 2025 Medical Collaboration: Neurosurgery & Orthopedic Care.”

Acara yang digelar secara hybrid di Klinik Artikulaar, Jakarta Selatan, ini dihadiri ratusan profesional kesehatan lintas bidang — mulai dari dokter ortopedi, ahli bedah saraf, rehabilitasi medik, hingga manajemen rumah sakit. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis mempercepat transfer ilmu, teknologi medis, dan standar praktik klinis terkini di bidang muskuloskeletal dan neurologi.

Kasus Nyeri Punggung Meningkat, Indonesia Perlu Solusi Modern

Menurut Global Burden of Disease Study 2021, nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan penyebab utama disabilitas di seluruh dunia.
Di Indonesia, jumlah penderita meningkat signifikan akibat gaya hidup sedentari, kurangnya aktivitas fisik, serta peningkatan usia harapan hidup.

“Melalui forum ini, kami ingin membangun jembatan kolaborasi berkelanjutan antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan. Tujuannya agar layanan kesehatan kita semakin berkualitas dan berbasis teknologi modern,” ujar dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT, Komisaris Klinik Artikulaar Orthopedic.

Inovasi 3D-Printed Titanium Cage: Era Baru Pengobatan Personalisasi

Salah satu fokus utama seminar ini adalah inovasi Epiphyseal Supporting Customized 3D-Printed Titanium (3DP-Ti) Cage for TLIF — teknologi implan ortopedi berbasis 3D printing yang dirancang sesuai anatomi pasien.
Teknologi ini membuka jalan menuju pengobatan personalisasi (personalized treatment) di dunia ortopedi.

Selain itu, turut diperkenalkan prosedur Lumbar Epideuroneurolysis, metode terapi minimal invasif untuk menangani stenosis kanal lumbal tanpa operasi terbuka.
Pendekatan ini menurunkan risiko komplikasi, mempercepat pemulihan, dan mengurangi rasa nyeri pasca-tindakan.

“Inovasi seperti personalisasi implan 3D dan teknik minimal invasif memberikan manfaat nyata bagi pasien — nyeri lebih ringan, risiko lebih kecil, dan pemulihan lebih cepat,” jelas dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS, dari Primaya Hospital Bekasi Timur.

Pakar Korea dan Indonesia Bahas Masa Depan Bedah Saraf

Acara ini turut menghadirkan para pakar dari kedua negara, di antaranya:

Dr. Na Hwa Yeop, MD, PhD – Direktur Bedah Ortopedi, Bundang Jaesaeng Hospital, Korea Selatan

Prof. Im Soo Bin, MD, PhD – Departemen Neurosurgery, Soonchunhyang University Bucheon Hospital

Seo Kyeong Jin – Perwakilan Pemerintah Provinsi Gyeonggi

dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT – Klinik Artikulaar Orthopedic

dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS – RISEandSPINE Primaya Hospital Bekasi Timur

“Pertukaran keahlian ini memungkinkan kami membawa teknik bedah saraf terkini ke Indonesia. Banyak pasien yang sebelumnya tidak cocok untuk operasi besar kini bisa ditangani dengan metode lebih ringan dan efektif,” tutur dr. Aulia yang pernah mengikuti medical course di Provinsi Gyeonggi.

Arah Baru Dunia Ortopedi: Dari Perbaikan Tulang ke Restorasi Fungsi Tubuh

Menurut dr. Alif, arah ortopedi modern kini tak sekadar memperbaiki struktur tulang, tetapi juga mengembalikan fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien.
“Teknologi Customized 3D-Printed Titanium Cage for TLIF adalah masa depan pengobatan personalisasi. Kolaborasi seperti ini penting agar Indonesia mampu mengimbangi kemajuan global di bidang ortopedi dan bedah saraf,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Im Soo Bin menegaskan kesiapan Korea Selatan membuka peluang kerja sama lebih luas.
“Kami siap berbagi teknologi dan pengalaman klinis. Biaya layanan kesehatan di Korea juga relatif terjangkau dibandingkan negara lain di Asia,” ujarnya.

Langkah Menuju Kemitraan Medis Berkelanjutan

Selain tenaga medis, seminar ini juga melibatkan akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan berkembang menjadi kerja sama Government-to-Government (G-to-G) antara Provinsi Gyeonggi dan Pemerintah Indonesia, meliputi riset medis, pelatihan tenaga ahli, serta pengembangan teknologi kesehatan.

Dengan semangat berbagi ilmu dan inovasi, kolaborasi Korea–Indonesia ini diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan ortopedi dan bedah saraf nasional menuju era personalisasi, efisiensi, dan kemanusiaan yang lebih tinggi.

Menuju Indonesia Emas 2045, Sampoerna University Bahas Strategi Cetak Pemimpin Unggul di Tengah Digitalisasi Bisnis

0
Sampoerna University
Ki-ka: Pananda Pasaribu selaku Head of MBA Program Sampoerna University, Susanto Samsudin selaku Senior Director Business Unit Indonesia & South East Asia+ untuk Orbia Building and Infrastructure, Wavin, Tiffany Adriani selaku Recruitment Director, Monroe Consulting Group pada Acara Future Leaders Dialogue Jum’at 7/11/25 di Jakarta

binomedia.id – Jakarta. Sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045, Sampoerna University kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global melalui kegiatan Future Leaders Dialogue. Membawa tema “Developing Leaders for Indonesia Vision 2045”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi industri, serta pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pengembangan kepemimpinan berkelanjutan dan berorientasi masa depan.

Menurut proyeksi berbagai lembaga internasional seperti OECD dan World Bank, Indonesia berpotensi menempati posisi sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Sejalan dengan hal tersebut, Visi Indonesia Emas 2045 yang disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) turut menegaskan cita-cita besar bangsa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Akan tetapi, transformasi digital, pergeseran lanskap industri, dan ketidakpastian ekonomi global menuntut generasi pemimpin unggul yang adaptif, berwawasan global, dan berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Melihat hal tersebut, investasi dalam pengembangan kepemimpinan dan talenta masa depan merupakan kebutuhan strategis yang mendesak, karena keberhasilan Indonesia dalam mencapai Visi Tahun 2045 akan sangat bergantung pada kemampuan generasi mudanya untuk memimpin transformasi di berbagai sektor secara adaptif, inovatif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat tersebut, Sampoerna University menggagas kegiatan Future Leaders Dialogue bertema “Developing Leaders for Indonesia Vision 2045”, sebagai wadah kolaboratif bagi akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pengembangan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Pananda Pasaribu selaku Head of MBA Program Sampoerna University mengatakan, “Kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju tahun 2045 sebagai peluang besar sekaligus tantangan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar siap bersaing secara global. Sebagai institusi pendidikan, Sampoerna University berperan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management, Arizona State University, kami menghadirkan program Magister yang dirancang bagi para profesional agar siap menavigasi tantangan global dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.”

Sejalan dengan hal tersebut, pola pikir pembelajar seumur hidup dan komitmen terhadap pengembangan diri yang berkelanjutan menjadi kunci penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan. Nilai inilah yang juga ditekankan oleh para profesional di dunia industri untuk bisa terus beradaptasi dengan perubahan, memperluas wawasan lintas disiplin, dan membangun kompetensi baru yang selaras dengan dinamika bisnis global.

Susanto Samsudin selaku Senior Director Business Unit Indonesia & South East Asia+ untuk Orbia Building and Infrastructure, Wavin menekankan bahwa di tengah laju disrupsi teknologi yang pesat, sikap terbuka dan komitmen untuk terus belajar adalah kunci bagi setiap profesional. “Sebagai alumni Thunderbird School of Global Management, pengalaman dan pola pikir global mengajarkan saya satu hal mendasar bahwa kepemimpinan yang efektif lahir dari kemampuan untuk membangun jembatan, baik antar disiplin ilmu maupun antar budaya. Hal ini memampukan kita untuk merangkul perspektif baru, menghormati perbedaan, dan pada akhirnya, mengambil keputusan yang lebih cerdas dan inklusif. Selain itu, beberapa kompetensi yang menjadi fondasi utama adalah komunikasi yang persuasif, kemampuan untuk berbicara dengan data yang akurat, serta kerendahan hati untuk aktif mencari pengalaman baru dan belajar dari siapa pun. Karena pada dasarnya, kepemimpinan sejati adalah tentang mempersiapkan dan memberdayakan orang lain untuk menghadapi masa depan.”

Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya investasi pada pengembangan diri dan peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pendidikan lanjutan sebagai langkah strategis untuk tetap kompetitif di tengah perlambatan ekonomi global saat ini. Bahkan, berkontribusi dalam membuka potensi ekonomi Indonesia menuju tahun 2045.

Tiffany Adriani selaku Recruitment Director, Monroe Consulting Group menjelaskan, bahwa seorang pemimpin harus memiliki kesadaran di mana sekitar 39 persen dari keterampilan inti pekerja akan berubah sebelum tahun 2030, di mana lebih bergeser pada kecerdasan (agility), keberlanjutan (sustainability), dan literasi teknologi. “Tugas utama yang harus dimiliki seorang pemimpin masa depan adalah memimpin organisasi melewati perubahan berkelanjutan dan melakukan reskilling terhadap lebih dari separuh tenaga kerja global. Termasuk di dalamnya, menggunakan teknologi sebagai alat pendukung dan manusia tetap menjadi pengambil keputusan utama. Sehingga, mereka dapat mengubah tantangan pergeseran fungsi dan peran kerja menjadi sebuah peluang besar,” jelas Tiffany.

Tiffany juga menyampaikan beberapa tips bagi pelaku profesional untuk upskilling maupun reskilling di tengah kebutuhan yang sangat cepat sekaligus menyesuaikan zaman. Di antaranya:

  1. Memprioritaskan Soft Skill

Lebih berfokus pada keterampilan antarmanusia (empati, kolaborasi, komunikasi), termasuk keterampilan kepemimpinan yang bisa mengambil keputusan secara strategis dan etis. Keterampilan ini tidak bisa diotomatisasi dan menjadi pembeda utama untuk naik ke jenjang karier yang lebih tinggi.

  1. Mewajibkan Pemikiran Secara Sistemik dan Berkelanjutan

Selain menguasai teknologi digital, mencari program yang fokus pada pemahaman dampak bisnis secara holistik (ekonomi, sosial, dan lingkungan) juga tidak kalah penting. Ini krusial bagi profesional yang ingin mengambil peran strategis dan manajerial.

  1. Menerapkan Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset)

Pola pikir ini dapat mendorong profesional untuk memiliki semangat belajar berkelanjutan (lifelong learning). Profesional bisa mendapatkannya dengan mengambil kursus yang relevan di bidangnya atau proyek baru, bahkan mengikuti program-program yang telah disediakan oleh perusahaan.

  1. Memberikan dan Mendapatkan Bimbingan

Profesional juga bisa membagikan ilmu-ilmu yang didapatkannya kepada rekan-rekan kerja yang berada di level junior. Bahkan, bisa mendapatkan ilmu-ilmu dari seorang profesional muda yang ahli di bidangnya. Sehingga, memastikan keselarasan kompetensi di seluruh jenjang karier.

  1. Menempuh Pendidikan Lanjutan

Meski banyak profesional yang mengikuti program Magister (S2), sudah banyak perusahaan di level manajerial dan strategis yang tidak lagi memandang gelar Magister sebagai prasyarat untuk mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, gelar ini dilihat sebagai bukti bahwa profesional tersebut memiliki ambisi dan kesiapan untuk membangun karier menuju posisi kepemimpinan yang lebih tinggi dan kompleks. Bahkan, menjadi sebuah investasi yang menunjukkan bahwa profesional siap mengambil tanggung jawab strategis yang lebih besar di masa depan, serta mampu berpikir kritis dan sistematis di luar fungsi teknis harian. Ditambah, program Magister memberikan kompetensi yang sulit didapatkan dari pengalaman kerja saja, yakni kerangka berpikir strategis, kemampuan scaling dan transformasi, serta jaringan profesional (network).

Kegiatan Future Leaders Dialogue diikuti oleh puluhan partisipan yang berasal dari berbagai perusahaan nasional hingga multinasional. Selain menjadi ajang pertukaran gagasan lintas sektor, acara ini juga menjadi momentum bagi Sampoerna University untuk memperkenalkan lebih jauh program unggulannya, termasuk penawaran khusus bagi pendaftar program Magister tahun ajaran 2026/2027. Penawaran ini mencakup berbagai kemudahan, mulai dari potongan biaya pendaftaran hingga Rp50 juta hingga bunga 0% untuk pembayaran setiap bulan, sehingga para profesional yang ingin melanjutkan studi tanpa harus mengorbankan fleksibilitas waktu.

Melalui kolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management, Sampoerna University menghadirkan program dual-degree yang unik, di mana mahasiswa berkesempatan meraih dua gelar sekaligus, yaitu Master of Business Administration (MBA) dari Sampoerna University dan Master of Leadership and Management (MLM) dari Thunderbird, Arizona State University. Program ini menggabungkan standar pendidikan terbaik dari Amerika Serikat dan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, digitalisasi bisnis, serta penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk mencetak profesional yang unggul secara akademik, adaptif, dan berdaya saing global.

Pendekatan ini mencerminkan bagaimana Sampoerna University tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan pola pikir kepemimpinan yang beretika dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri, mahasiswa diajak untuk memahami keterkaitan antara inovasi teknologi, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan bisnis secara menyeluruh.

Hal ini sejalan dengan pandangan Ariwan Panigoro selaku President Commissioner PT. Starway Engineering Indonesia, yang saat ini tengah menempuh program Magister di Sampoerna University. “Di tengah dinamika bisnis global yang bergerak sangat cepat, saya merasa perlu ‘mengisi ulang’ tangki intelektual agar mendapatkan perspektif segar. Saya memilih program Magister di Sampoerna University karena sangat relevan untuk jenjang karier saya sekarang serta bisa menjadi inspirasi bagi keluarga dan banyak orang untuk bisa menerapkan pembelajaran sepanjang hayat. Apalagi, proses belajarnya menerapkan kerangka berpikir yang terstruktur untuk mengasah kemampuan strategis dan analitis, yang dapat langsung saya aplikasikan dalam pengambilan keputusan di tingkat komisaris.”

Hal ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan dalam menyiapkan pemimpin yang siap menghadapi kompleksitas tantangan masa depan. Melalui sinergi tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan nyata dunia kerja yang terus berubah, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang berorientasi pada masa depan.

“Kami berharap, acara ini dapat memperkuat pemahaman tentang pentingnya kolaborasi pendidikan internasional dalam membentuk pemimpin masa depan yang kompeten, adaptif, dan mampu mengintegrasikan prinsip ESG serta digitalisasi dalam strategi bisnis. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, profesional, serta pemangku kepentingan untuk terus mendorong inovasi pendidikan demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” tutup Pananda. (renz)

OPPO Find X9 Series Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Kamera Hasselblad 200MP dan Baterai 7500mAh

0
OPPO Find X9

binomedia.id – Jakarta. OPPO resmi meluncurkan flagship terbarunya, Find X9 dan Find X9 Pro, yang dirancang sebagai “content studio” profesional di genggaman pengguna. Seri terbaru ini menggabungkan sistem kamera hasil kolaborasi dengan Hasselblad, baterai berdaya tahan revolusioner, performa tinggi, serta sistem operasi terbaru ColorOS 16 yang lebih halus dan intuitif.

“Find X9 Series bukan sekadar penerus lini flagship OPPO, melainkan sebuah terobosan yang menghadirkan kekuatan, keindahan, dan ketahanan dalam satu perangkat. Melalui Kamera Telefoto Hasselblad 200MP dan baterai 7500mAh yang tahan hingga lima tahun penggunaan, kami ingin menunjukkan bahwa setiap pengguna kini bisa memiliki studio profesional mereka sendiri, langsung dari smartphone,” ujar Patrick Owen, Vice President OPPO Indonesia.

Kamera Hasselblad Generasi Baru: Presisi di Setiap Piksel

Find X9 Series membawa inovasi besar dalam dunia fotografi mobile dengan Hasselblad Master Camera System generasi terbaru.

Find X9 dilengkapi kamera utama 50MP sensor Sony LYT-808, kamera ultra-wide 50MP dengan autofocus makro, serta kamera telefoto periskop 50MP Sony LYT-600. Keunikannya, OPPO menyematkan True Color Camera pertama di industri, menggunakan sensor spektral khusus yang memastikan akurasi warna lebih tinggi di berbagai kondisi pencahayaan.

Sementara itu, Find X9 Pro hadir dengan Ultra XDR Main Camera sensor Sony LYT-828 (1/1.28 inci) dan teknologi Real-Time Triple Exposure untuk hasil foto menakjubkan di area terang maupun bayangan.
Kamera Telefoto Hasselblad 200MP beresolusi tinggi juga menghadirkan kemampuan zoom hingga 13,2x tanpa kehilangan detail, serta macro focus hingga 10cm.

73304c97 820c 43e2 bd5e db27f5d92f8d , , Binomedia

Teknologi baru LUMO Image Engine turut meningkatkan kejernihan, warna, dan dynamic range* secara signifikan, dengan efisiensi daya yang lebih hemat hingga 50%.

Didesain untuk Konser dan Perekaman Profesional

Find X9 Series menjadi teman ideal bagi penggemar konser dan pembuat konten live.
Dengan algoritma Super Zoom, Find X9 Pro mampu mencapai zoom lossless hingga 13.2x dan zoom digital hingga 120x, lengkap dengan mode khusus Stage Mode yang menghadirkan tone warna lebih dramatis.

Untuk video, keduanya mendukung perekaman Dolby Vision HDR 4K 120fps, bahkan Find X9 Pro memungkinkan fitur ini juga pada kamera telefoto 200MP-nya. Pengguna profesional dapat pula merekam dalam format LOG bersertifikasi ACES, ideal untuk kebutuhan color grading.

Sebagai pelengkap, OPPO memperkenalkan Hasselblad Teleconverter, aksesori optik eksklusif yang mendukung zoom optik hingga 10x dan digital hingga 200x (foto) atau 50x (video).

Baterai 7500mAh, Tahan Hingga Lima Tahun

Find X9 membawa baterai 7025mAh dalam bodi ramping setebal 7,99mm, sedangkan Find X9 Pro mengusung 7500mAh—kapasitas terbesar di lini flagship OPPO.
Baterai silikon-karbon generasi ketiga dengan kandungan silikon 15% ini diklaim mampu mempertahankan lebih dari 80% kapasitas aslinya setelah lima tahun penggunaan normal.

Keduanya juga mendukung teknologi pengisian cepat 80W SUPERVOOC, pengisian nirkabel 50W AIRVOOC, serta 0W reverse charging.

Desain Premium dan Tahan Ekstrem

Find X9 Series tampil elegan dengan bingkai datar dan kaca belakang tahan sidik jari. Layarnya memiliki refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3600 nits, dan PWM dimming frekuensi tinggi untuk kenyamanan mata.
Tersedia dalam warna:

* Find X9: Titanium Grey, Space Black, Velvet Red
* Find X9 Pro: Silk White, Titanium Charcoal

Dengan sertifikasi IP66, IP68, dan IP69, perangkat ini siap menghadapi debu, air, dan suhu ekstrem.

Performa Super dengan MediaTek Dimensity 9500

Kedua model ditenagai MediaTek Dimensity 9500 (3nm TSMC Gen 3), dengan peningkatan performa CPU hingga 32% dan efisiensi daya 55% lebih baik. GPU Arm G1-Ultra menawarkan peningkatan grafis 33%, sementara NPU 990 memberikan performa AI dua kali lipat.

Teknologi Trinity Engine hasil kolaborasi OPPO–MediaTek mengoptimalkan performa berkelanjutan lewat fitur Dynamic Frame Sync, Unified Computing Power Model, dan Sensor Offload.

ColorOS 16: Lebih Cerdas dan Terhubung

Sistem operasi terbaru ColorOS 16 menghadirkan animasi lebih halus dan responsif melalui Luminous Rendering Engine.
Fitur AI seperti AI Mind Space, AI Recorder, dan AI Portrait Glow membantu meningkatkan produktivitas dan kreativitas pengguna.
Selain itu, fitur O+ Connect kini mendukung perangkat Mac dan Windows, memungkinkan kontrol lintas perangkat secara langsung.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

* Find X9 (12GB+256GB) – Rp 14.999.000
* Find X9 (16GB+512GB) – Rp 16.999.000
* Find X9 Pro (16GB+512GB) – Rp 19.999.000
* Aksesori Hasselblad Teleconverter – Rp 3.699.000
* OPPO Enco X3s – Rp 1.799.000

Periode Early Pre-Order berlangsung hingga 10 November 2025, dengan total penawaran eksklusif hingga Rp 8 juta, termasuk cashback, cicilan 0%, dan layanan premium 2 tahun.

Konsumen dapat memesan melalui OPPO Store, OPPO Online Store, e-commerce, serta toko ritel resmi OPPO di seluruh Indonesia.
Informasi lengkap tersedia di situs resmi [www.oppo.com/id](https://www.oppo.com/id) dan kanal media sosial OPPO Indonesia. (why)

Maxim Perkuat Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Kesejahteraan Mitra Pengemudi

0
MAXIM

binomedia.id – Jakarta. Perusahaan transportasi online terkemuka, Maxim, resmi memperkuat kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan mitra pengemudi di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak yang berlangsung di kantor pusat Maxim, Ragunan Pasar Minggu, Jakarta selatan, pada Kamis(6/11).

Bersamaan dengan penandatanganan MoU tersebut, Maxim dan BPJS Ketenagakerjaan juga menggelar Seminar dan Sosialisasi Program Peningkatan Keselamatan dan Kesejahteraan Mitra dengan tema “Bersama Wujudkan Perlindungan Nyata untuk Pengemudi Indonesia.”

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Maxim untuk memperluas akses mitra pengemudi terhadap program jaminan sosial. Sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan perlindungan ketenagakerjaan kepada lebih dari 3.000 pengemudi di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Maxim untuk memastikan mitra pengemudi memiliki perlindungan dan pengetahuan yang cukup dalam menghadapi risiko pekerjaan di lapangan,” ujar Dirhamsyah, perwakilan Maxim. “Kami percaya bahwa kesejahteraan mitra adalah fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan ekosistem transportasi daring,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Plaza Jamsostek, Ramdani, menekankan pentingnya jaminan sosial bagi para pengemudi transportasi daring, terutama melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi langkah Maxim yang secara proaktif melibatkan mitra dalam program perlindungan ketenagakerjaan. Setiap pekerja, termasuk pengemudi transportasi daring, berhak atas jaminan keselamatan dan kesejahteraan,” tutur Ramdani.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Maxim memfasilitasi pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp16.800 per bulan melalui dua metode yang mudah diakses:

1. Pemotongan otomatis saldo mitra pengemudi setiap bulan melalui sistem Maxim.
2. Pembayaran mandiri, baik secara online melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan atau aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), maupun secara offline di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Salah satu mitra pengemudi, Rio, mengaku antusias dengan adanya kolaborasi ini.

“Jaminan sosial itu penting bagi kami yang setiap hari bekerja di jalan. Dengan dukungan Maxim, kami merasa lebih aman dan terlindungi,” ujarnya.

Melalui inisiatif ini, Maxim berharap semakin banyak mitra pengemudi yang terlindungi oleh program jaminan sosial, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap keselamatan berkendara dan literasi keuangan. (why)

Melalui IKEA Play, IKEA Ajak Orang Tua Wujudkan Kamar Anak yang Fungsional dan Penuh Kreativitas

0
IKEA

binomedia.id – Jakarta. IKEA Indonesia kembali menghadirkan solusi praktis bagi keluarga untuk menciptakan kamar anak yang aman, nyaman, serta mendukung eksplorasi dan kemandirian. Melalui kampanye bertajuk “IKEA Play: Eksplorasi, Imajinasi, Inspirasi”, IKEA mengajak para orang tua untuk melihat kamar tidur anak sebagai ruang penting yang berperan besar dalam tumbuh kembang dan kreativitas mereka.

“Bagi IKEA, kamar tidur anak bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ini adalah ruang belajar pertama bagi anak untuk mengembangkan kemandirian dan menumbuhkan kreativitas. Melalui kampanye ini, kami ingin menunjukkan bahwa menciptakan kamar impian anak tidak harus mahal atau rumit. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan mereka dan memilih solusi yang tepat,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

Komitmen IKEA: Kehidupan Sehari-hari yang Lebih Baik Dimulai dari Kamar Anak

Visi IKEA adalah menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang dan hal ini dimulai dari rumah. Meski seringkali kurang mendapat perhatian dibanding ruang tamu atau dapur, kamar tidur anak justru merupakan salah satu ruang terpenting karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di sana.

“Penataan kamar tidur yang rapi dan sesuai kebutuhan membuat anak merasa lebih aman dan mandiri. Oleh karena itu, IKEA menyediakan berbagai solusi kamar anak yang terjangkau, adaptif, dan mudah diterapkan, bahkan di hunian dengan ruang terbatas,” tambah Ririn.

image 1 , , Binomedia

Kamar Anak dan Dampaknya bagi Perkembangan Psikologis

Tak hanya dari sisi fungsional, kamar anak juga berdampak langsung terhadap kondisi psikologis mereka. Menurut Fabiola Priscila, M.Psi., psikolog anak, kamar tidur merupakan ruang pribadi pertama bagi anak, dan lingkungan di dalamnya sangat memengaruhi emosi serta kualitas tumbuh kembang mereka.

“Lingkungan yang terstruktur dan rapi membantu anak merasa tenang. Ini sangat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi saat belajar, hingga kemampuan mengatur emosi,” jelas Fabiola.

Fabiola juga menekankan pentingnya pembagian zona dalam kamar anak agar setiap area memiliki fungsi yang jelas dan mendukung kebutuhan mereka:

·         Zona tidur harus tenang dan minim distraksi untuk memastikan kualitas istirahat anak.

·         Zona bermain sebaiknya menyenangkan dan menstimulasi kreativitas anak dengan warna cerah, mainan edukatif, atau ruang bebas untuk bergerak.

·         Zona belajar perlu dirancang untuk mendukung fokus, seperti menyediakan meja ergonomis, pencahayaan yang baik, dan tempat penyimpanan alat tulis yang tertata.

“Dengan pembagian zona yang tepat, anak belajar memahami fungsi tiap area dalam kamar,  yang secara tidak langsung membentuk kebiasaan positif sejak dini,” ungkap Fabiola.

Tips Praktis IKEA untuk Mendesain Kamar Anak yang Nyaman

Menurut Alfinda Kristiana Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, kamar anak yang nyaman dan aman berperan penting dalam mendukung tidur berkualitas, kemandirian, dan kreativitas. “Ketika anak memiliki ruang yang sesuai dengan kebutuhannya, mereka lebih semangat mengeksplorasi diri dan belajar mandiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan anak berdasarkan usia dan minat, serta melibatkan mereka dalam memilih warna, tata letak, atau dekorasi agar kamar terasa personal dan mencerminkan karakter anak,” jelas Alfinda.

Untuk menata kamar anak menjadi lebih nyaman, IKEA membagikan lima tips berikut:

1.        Gunakan perabot aman dan sesuai usia anak

2.       Pilih furnitur multifungsi seperti tempat tidur dengan penyimpanan atau yang dapat dipanjangkan

3.       Terapkan pencahayaan yang baik dan meja belajar ergonomis untuk mendukung fokus

4.       Sediakan solusi penyimpanan yang mudah dijangkau (rak, kotak, label) agar anak belajar merapikan barang sendiri

5.       Tambahkan dekorasi sesuai kepribadian anak untuk meningkatkan rasa kepemilikan.

Selain fungsionalitas dan estetika, aspek keselamatan juga tidak boleh diabaikan. Sudut furnitur tumpul, material yang ramah anak, dan tata ruang yang memberi ruang gerak membantu anak bebas bereksplorasi dengan aman setiap hari. “Tujuan kami adalah membantu orang tua menciptakan kamar yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional, aman, sehingga dapat mendukung potensi anak,” ujar Alfinda.

“IKEA selalu peduli terhadap kehidupan di rumah, karena bagi kami rumah adalah tempat keluarga bertumbuh. Oleh karena itu, IKEA terus menyediakan inspirasi dan solusi untuk segala kebutuhan di rumah, termasuk kamar anak sebagai ruang penting untuk belajar, bermain, dan berkembang,” tutup Ririn.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kampanye IKEA Play dan inspirasi desain kamar anak, kunjungi situs resmi IKEA.co.id atau ikuti kanal media sosial resmi IKEA di @ikea_id. (tar)

Prof Reda Mantovani dan Aditya Yusma Perkuat Peran dan Tupoksi Anggota Badan Permusyawaratan Desa

0
Prof Reda Mantovani dan Aditya Yusma perkuat peran dan tupoksi anggota Badan Permusyawaratan Desa. (Dok. Istimewa)
Prof Reda Mantovani dan Aditya Yusma perkuat peran dan tupoksi anggota Badan Permusyawaratan Desa. (Dok. Istimewa)

Binomedia – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) resmi menetapkan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthoni, sebagai Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS, Aditya Yusma sebagai Sekretaris Jenderal, dan Ayi Paryana sebagai Bendahara Umum. Penetapan tersebut menjadi momentum penting dalam reformasi internal ABPEDNAS untuk memperkuat fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia, seperti disampaikan oleh Prof Reda kepada awak media pada Kamis (6/11/2025) di Jakarta.

Prof Reda menegaskan bahwa Jamintel akan berperan aktif dalam mendorong penguatan peran dan tupoksi BPD, seiring dengan meningkatnya atensi Pemerintah terhadap desa. Program-program prioritas Presiden Prabowo, seperti Dana Desa, kedaulatan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), akan berjalan masif dan membutuhkan pengawasan yang sesuai dengan tupoksi BPD.

“Program-program nasional saat ini mengalir besar ke desa dan semuanya butuh pengawasan yang sesuai ketentuan. BPD harus semakin kuat menjalankan tupoksinya, dan Jamintel siap mengawal penguatan ini melalui ABPEDNAS,” tegas Prof Reda.

Penetapan Ketua Pengawas yang baru juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi. Ketua Pengawas sebelumnya, Ella Nurlaela, kini mengisi posisi sebagai Anggota Pengawas. Sekretaris Jenderal dijabat oleh Aditya Yusma, menggantikan Deden Syamsuddin, yang kini mengisi posisi Anggota Pengawas. Aditya Yusma juga merupakan Ketua Umum Perisai Syarikat Islam yang telah terbukti mampu menjadi motor penggerak organisasi.

Untuk Bendahara Umum dijabat oleh Ayi Paryana, menggantikan Afrinal Dharmawan yang kini mengisi posisi Bendahara II. Sejumlah tokoh penting, termasuk dari KPK, juga ikut memperkuat jajaran pengurus baru DPP ABPEDNAS Indonesia, yang diharapkan dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Ir. Indra Utama, M.PWK, IPU, menyambut baik penyegaran tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran BPD. “Mutasi dan penyegaran ini diperlukan agar BPD tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penjaga tata kelola desa yang kuat dalam pengawasan bersama Kejaksaan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan hubungan kelembagaan, posisi Ketua Dewan Pembina ABPEDNAS akan dijabat secara ex officio oleh Jaksa Agung Republik Indonesia. Dengan struktur pengawasan yang diperkuat oleh Jamintel dan hubungan formal kelembagaan dengan Kejaksaan, ABPEDNAS menegaskan optimisme dalam mendukung program Presiden Prabowo terkait Koperasi Desa Merah Putih, Dana Desa, dan Asta Cita.

Dengan sinergi antara ABPEDNAS dan Kejaksaan Agung, serta dukungan dari tokoh muda Aditya Yusma, penguatan fungsi pengawasan BPD kini menjadi fokus utama. Era baru tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat peran BPD dalam tata kelola desa di seluruh Indonesia.

Penulis: Muhammad Fadhli

MEraba NAdi SendiRI (MENARI): kenali irama jantungmu sebelum terlambat

0
PENYAKIT JANTUNG

binomedia.id – Jakarta.  Aritmia masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kardiovaskular yang sering luput dari perhatian masyarakat. Aritmia atau penyakit gangguan irama jantung masih kalah populer dibandingkan dengan penyakit jantung koroner atau penyakit jantung bawaan, padahal dengan melakukan deteksi dini secara sederhana saja dapat menyelamatkan banyak nyawa. Langkah sederhana seperti memeriksa denyut nadi sendiri sebagai deteksi dini sudah dapat mendeteksi aritmia. Hal inilah yang menjadi dasar dari kampanye “MEraba NAdi SendiRI (MENARI)”, sebagai bagian dari gerakan global Pulse Day 2026, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap irama jantung mereka sebelum terlambat dan berakibat fatal.

Dalam sambutanya, Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menyatakan, “APHRS merupakan organisasi yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan bagi pasien dengan gangguan irama jantung di kawasan Asia-Pasifik. Dengan visi “To promote the excellence and advancement in the study and care of the patients with cardiac rhythm disorders in the Asia-Pacific region,” APHRS menjadi wadah kolaborasi lintas negara bagi para tenaga medis, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, memperkuat inovasi ilmiah, serta memperluas akses terhadap layanan kardiologi yang berkualitas.”

7fe0b1a6 432d 44b1 baed 92b74c87aa73 , , Binomedia

Pulse Day adalah inisiatif kesadaran global tahunan yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman tentang aritmia jantung. Hari ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat di seluruh dunia agar mengambil langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam melindungi kesehatan jantung mereka, seperti memahami irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan mencari nasihat medis jika ditemukan ketidakteraturan. “Cara mengecek denyut jantung yaitu dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, hitung denyutnya selama 30 detik dan kalikan 2 untuk mendapatkan denyut per menit. Denyut normal biasanya berada di kisaran 60 hingga 100 detak per menit,” jelas dr. Dicky.

Pulse Day sendiri merupakan inisiatif global yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Aritmia. Hari ini jadi momentum untuk menginspirasi masyarakat di seluruh dunia agar mengambil langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam melindungi kesehatan jantung, seperti memahami irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan mencari nasihat medis jika ditemukan ketidakteraturan.

Pulse Day diperingati setiap 1 Maret (1/3), sebagai pengingat bahwa 1 dari 3 orang di dunia berisiko mengalami Aritmia serius sepanjang hidupnya. Tahun ini, APHRS memimpin pelaksanaan Pulse Day di bawah bimbingan dan kolaborasi dengan sister societies, yaitu EHRA, HRS, dan LAHRS, juga didukung oleh Arrhythmia Alliance (UK) dan World Heart Federation.

Dickymenekankan, kolaborasi lintas negara ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran global terhadap aritmia. “Pulse Day bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi sebuah gerakan bersama yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengenal irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan segera berkonsultasi bila terdapat kelainan,” katanya.

“Salah satu fokus utama Pulse Day adalah deteksi dini Atrial Fibrillation (AF), salah satu jenis Aritmia yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama Stroke yang sebenarnya dapat dicegah. AF sering kali tidak menimbulkan gejala khas, sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko. Melalui kampanye MENARI, kami ingin mengingatkan bahwa langkah kecil seperti memeriksa nadi bisa berdampak besar, bahkan menyelamatkan hidup,” jelas dr. Dicky.

Terkait AF, dr. Dicky menambahkan bahwa ini adalah kondisi ketika irama jantung menjadi tidak teratur dan sering kali sangat cepat. “Irama jantung yang tidak teratur ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di jantung, yang berpotensi memicu Stroke, Gagal jantung, maupun berbagai komplikasi lain yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Gejala AF dapat berbeda-beda pada setiap orang, namun umumnya meliputi detak jantung yang cepat atau berdebar kuat (palpitasi), nyeri dada, pusing, kelelahan, kelemahan tubuh, sesak napas, hingga menurunnya kemampuan berolahraga. Pada beberapa kasus, gejala tersebut dapat muncul dan menghilang secara tiba-tiba, tetapi pada sebagian lainnya dapat berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tentu saja akan sangat mengurangi kualitas hidup penderitanya, sehingga ini membuat kami semakin giat untuk menyuarakan deteksi dini Aritmia, salah satunya AF,” dr. Dicky menerangkan.

Menjelang puncak Pulse Day 2026, Indonesia bersama APHRS akan menggelar berbagai kegiatan, baik secara online maupun ofline. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kampanye media sosial @pulseday2026 dengan pesan edukatif, APHRS Fun Run Yokohama 2025 sebagai soft launch Pulse Day di tingkat internasional, serta berbagai kegiatan lapangan seperti pulse check events, fun run, dan seminar publik yang mengedepankan pendekatan budaya lokal. Selain itu, kampanye ini juga akan diperkuat dengan promosi lintas media melalui kolaborasi bersama media massa, influencer, dan figur publik untuk memperluas jangkauan pesan edukatif.

c53385d6 ff7d 4758 8cbb 6644231705bb , , Binomedia

Pada kesempatan yang sama, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA, Sekretaris Jenderal PERITMI/Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) juga menyoroti fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak sebagai salah satu masalah kardiovaskular serius. “SCD menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen dari seluruh kematian global setiap tahunnya. Ini artinya, jutaan nyawa hilang secara tiba-tiba akibat gangguan irama jantung yang sering tidak terdeteksi sebelumnya. Secara global, insiden SCD pada populasi umum diperkirakan mencapai 40–100 kasus per 100.000 orang per tahun. Meskipun angka kematian sempat menurun antara tahun 1999 hingga 2018, data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2018, menandakan bahwa tantangan ini masih jauh dari selesai. Laki-laki tercatat memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan, dengan perbandingan angka mortalitas 5,23 berbanding 2,71,” ujar dr. Agung.

“Di Indonesia, data mengenai SCD atau henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-hospital cardiac arrest/OHCA) belum terdokumentasi secara nasional, namun beban penyakit kardiovaskular yang terus meningkat mengindikasikan potensi kasus yang tinggi. Berdasarkan jaringan Pan-Asian Resuscitation Outcome Study (PAROS), tingkat kelangsungan hidup setelah OHCA di kawasan Asia rata- rata hanya sekitar 4–6 persen, jauh di bawah angka di negara-negara Barat. Ini menunjukkan pentingnya sistem tanggap darurat yang kuat dan edukasi publik agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami henti jantung,” tambah dr. Agung.

Lebih lanjut, dr. Agung menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi langkah paling efektif. Ia menyarankan masyarakat untuk mulai dengan mengenali faktor risiko pribadi dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. “Periksa tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol minimal setahun sekali. Bila ada riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda, jantung berdebar, atau pingsan tanpa sebab jelas, maka orang tersebut harus segera konsultasi ke dokter jantung,” tegasnya.

Agungjuga menambahkan, “Selain itu, mengenali tanda-tanda gangguan irama jantung juga sangat penting seperti nyeri dada, sesak, mudah lelah, atau detak jantung yang tidak teratur. Jika kemudian merasa ada kelainan, maka pemeriksaan lanjutan seperti EKG, ekokardiografi, atau Holter monitoring mungkin perlu juga dilakukan. Gaya hidup sehat tetap menjadi kunci, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengelola stres bisa menurunkan risiko secara signifikan.”

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pentingnya pemahaman masyarakat mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti resusitasi jantung paru (RJP, atau Cardiopulmonary resuscitation (CPR)). “Pada kasus henti jantung di luar rumah sakit/OHCA, setiap menit tanpa CPR menurunkan peluang hidup secara signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CPR oleh bystander CPR (penolong/orang di sekitar pasien) dapat meningkatkan peluang hidup tiga hingga empat kali lipat, sedangkan penggunaan AED (Automated External Defibrillator) oleh masyarakat bisa meningkatkan peluang hidup hingga lima kali lipat,” kata dr. Agung.

“Pelatihan BHD terbukti menyelamatkan nyawa. Semakin banyak masyarakat yang bisa melakukan CPR, semakin besar peluang korban henti jantung untuk bertahan hidup. Beberapa langkah praktis yang bisa diingat Masyarakat seperti: kenali tanda henti jantung yaitu korban tidak responsif dan tidak bernapas normal; segera hubungi 112 atau 119; mulai kompresi dada di bagian tengah, keras dan cepat (100–120 kali per menit, kedalaman 5–6 cm); gunakan AED bila tersedia dan ikuti instruksi alat; lanjutkan sampai petugas medis datang atau korban kembali sadar. Bantuan sederhana yang dilakukan dengan cepat bisa menentukan antara hidup dan mati pasien tersebut,” jelas dr. Agung.

Sebagai lanjutan dari upaya peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya deteksi dini dan penanganan gangguan irama jantung, pembahasan mengenai Aritmia kini juga perlu ditangani dengan lebih strategis, yaitu bagaimana sistem kesehatan nasional dapat merespons tantangan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan. Hal ini yang memunculkan Blueprint Nasional Aritmia (Cetak Biru Rencana Pengembangan Aritmia Nasional), sebuah inisiatif yang dirancang untuk menjadi panduan strategis dalam memperkuat sistem pelayanan untuk Aritmia, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan, hingga integrasi teknologi deteksi dan tata laksana aritmia di seluruh lapisan masyarakat.

af7c7fea b6ea 44f9 a191 15e3a4ed3900 , , Binomedia

Erika Maharani, Sp.JP(K), Ketua PERITMI / Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) memaparkan, Dokumen ini disusun sebagai respons terhadap meningkatnya beban penyakit aritmia di Tanah Air serta masih lebarnya kesenjangan layanan dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Berdasarkan data Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS) White Book 2023, Indonesia hanya mencatat 0,30 implantasi defibrillator kardioverter implan (DKI) dan 0,51 tindakan ablasi fibrilasi atrium (FA) per satu juta penduduk, masing-masing 239 kali dan 1.280 kali lebih rendah dibandingkan Selandia Baru dan Jepang. Kondisi ini menjadi cerminan bahwa akses terhadap layanan diagnosis dan terapi aritmia di Indonesia masih sangat terbatas, dan hal ini berisiko meningkatkan angka kejadian dan kematian akibat gangguan irama jantung yang tidak tertangani dengan baik,” ujar dr. Erika.

Lebih lanjut, dr. Erika menjelaskan bahwa Cetak Biru ini dirancang sebagai panduan strategis nasional untuk memperkuat sistem deteksi dini dan tata laksana aritmia, dengan berfokus pada enam pilar transformasi kesehatan: transfornasi layanan primer, transformasi layanan lanjutan, transformasi, transformasi ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi medis. “Transformasi ini bertujuan agar layanan aritmia di Indonesia dapat lebih merata, mudah diakses, serta didukung dengan teknologi dan tenaga medis yang kompeten di seluruh wilayah. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka kematian akibat aritmia, meningkatkan kualitas hidup pasien, dan menurunkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia.” jelasnya.

Erika juga menyampaikan beberapa usulan konkret kepada pemerintah untuk memastikan implementasi cetak biru ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Pertama, integrasi program pengembangan aritmia ke dalam agenda transformasi kesehatan nasional di bawah Kementerian Kesehatan RI, menjadikannya prioritas dalam layanan kardiovaskular. Kedua, penguatan pembiayaan berkelanjutan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kemitraan industri, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta dukungan dari lembaga kesehatan global. Ketiga, pembentukan registri nasional aritmia sebagai dasar kebijakan berbasis data untuk pengendalian dan evaluasi program secara efektif. Serta keempat, pengembangan kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, akademisi, asosiasi profesi, dan sektor swasta, khususnya dalam edukasi publik, penelitian, serta inovasi layanan digital di bidang aritmia,” kata dr. Erika.

“Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring regional dan global dalam penanganan aritmia, tetapi sekaligus mewujudkan visi besar kita: Bersatu Menjaga Irama Negeri. Cetak Biru Pengembangan Aritmia Nasional merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap layanan terbaik. Harapannya, dengan implementasi yang konsisten, angka kesakitan dan kematian akibat aritmia dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa gangguan irama jantung bukanlah vonis, melainkan kondisi yang dapat dicegah dan dikelola dengan baik. Semangat ini tentunya sejalan dengan kampanye global Pulse Day 2026, yang mengajak seluruh dunia untuk mengenali irama jantungnya sendiri,” tutup dr. Erika. (rls/tar)

“Timur” Resmi Rilis Official Trailer dan Poster, Iko Uwais Bersama Nagita Slavina Siap Pasang Standar Baru Film Laga Indonesia

0
FILM TIMUR

binomedia.id – Jakarta. Babak baru sinema laga Indonesia secara resmi dimulai. Uwais Pictures hari ini menggebrak industri dengan merilis official trailer dan poster film yang paling diantisipasi tahun ini, Timur, dalam press conference di Jakarta, 6 November 2025.

Film yang didukung penuh oleh Bank Negara Indonesia (BNI) ini, tidak hanya menandai produksi perdana dari Uwais Pictures, tetapi juga menjadi tonggak sejarah sebagai debut penyutradaraan Iko Uwais. Timur dipastikan akan mengguncang bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Desember 2025.

Iko Uwais: “Ini Bukan Sekadar Film Laga, Ini Standar Baru”

Iko Uwais, yang memegang kendali penuh sebagai sutradara sekaligus pemeran utama, menegaskan bahwa Timur adalah sebuah pernyataan visi. Dalam acara yang dihadiri para pemain dan kru, Iko mengungkap misinya di balik layar.

“Saya bersyukur bisa mewujudkan Timur bersama kolaborator-kolaborator hebat yang punya semangat dan visi yang sama,” ujar Iko Uwais. “Ini bukan hanya film laga, tapi juga cerminan perjalanan kami untuk membawa standar baru, menghadirkan action berkelas dengan kualitas produksi bertaraf internasional.”

Trailer Brutal Penuh Emosi, Poster Penuh Misteri

Berbeda dari teaser sebelumnya, official trailer Timur langsung memamerkan intensitas aksi yang jauh lebih besar dan kompleks. Iko Uwais berperan sebagai Timur, seorang anggota pasukan khusus yang mengemban misi berisiko tinggi.

Ia ditugaskan menyelamatkan para sandera yang diculik oleh Tobias (Arnold Kobogau) dan tangan kanannya yang brutal, Frans (Macho Hungan).

Dengan koreografi khas Uwais Team yang presisi dan realistis, trailer ini tidak hanya menyajikan adegan laga yang menegangkan, tetapi juga berani mengeksplorasi sisi manusiawi dan emosional dari seorang pejuang yang berjuang menebus masa lalunya.

Sementara itu, official poster-nya menampilkan visual dramatis, di mana Timur (Iko Uwais) yang berada di helikopter mengulurkan tangan kepada Apollo (Aufa Assagaf). Poster ini secara cerdas melempar pertanyaan besar kepada penonton: siapa sebenarnya yang diselamatkan, dan dari apa?

Nagita Slavina Ungkap Alasan Dukung Visi Iko Uwais

Keseriusan proyek ini juga terlihat dari dukungan nama-nama besar di baliknya. Nagita Slavina, yang hadir sebagai executive producer, mengungkapkan keyakinannya pada proyek ini.

“Saya percaya Iko dan tim Uwais Pictures punya visi yang sangat kuat untuk masa depan film laga Indonesia,” ungkap Nagita Slavina. “Timur bukan hanya tontonan seru, tapi juga langkah penting untuk menunjukkan bahwa karya anak bangsa bisa bersaing di level internasional.”

Kolaborasi lintas talenta ini menjadi bukti bahwa Timur dibuat dengan semangat kolektif, memadukan kekuatan teknis, jiwa kemanusiaan, dan visi besar untuk sinema Indonesia.

Era Baru Sinema Laga: “Action Berkelas dan Punya Hati”

Melalui Timur, Uwais Pictures menegaskan komitmennya untuk menghadirkan film laga dengan “action yang berkelas dan punya hati.”

Iko Uwais membuktikan kapasitasnya tidak hanya sebagai aktor laga dunia, tetapi juga sebagai sutradara yang mampu meramu aksi, emosi, dan nilai kemanusiaan dalam satu karya utuh.

Siap-siap untuk menyaksikan film Timur akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Desember 2025.

Untuk informasi lebih lanjut dan konten eksklusif, ikuti akun media sosial resmi @filmtimurofficial dan @uwaispictures. (tar)

ICSF Nasional 2025 Digelar: 250 Aktivis Masyarakat Sipil Deklarasikan Semangat Mencegah Kemunduran Demokrasi

0
ICSF Nasional 2025
(dari kiri ke kanan) Diah Tantri Dwiandani selaku moderator, Ilham Saenong selaku Program Development Manager Civic Rights in Digital Age, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Febrilia Ekawati selaku Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih, Bivitri Susanti selaku pakar hukum tata negara Indonesia, dan Rokhmad Munawir selaku Head of Programme, YAPPIKA menghadiri kegiatan konferensi pers Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Nasional 2025

binomedia.id – Jakarta. Lebih dari 250 perwakilan organisasi  masyarakat sipil bertemu dalam perhelatan Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Nasional 2025 yang diselenggarakan dengan sukses di Jakarta pada 5-6 November. ICSF 2025 merupakan kerja kolaboratif penyelenggara yang terdiri dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis) dan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA), bersama dengan PeaceGeneration Indonesia dan Pamflet Generasi.

Dengan tema  “Membela Demokrasi, Menuntut Keadilan: Menaut Gerak Masyarakat Sipil”, ICSF menjadi forum yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh kelompok masyarakat sipil untuk memperkuat pilar demokrasi di tengah tantangan demokrasi yang semakin kompleks. Berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) 2025, Indonesia ada dalam kategori demokrasi tidak sempurna (flawed democracy) dengan skor 6,44 dari skala tertinggi 10 pada tahun 2024. Freedom House juga menurunkan peringkat Indonesia dari bebas (free) menjadi setengah bebas (partly free) dalam periode 2014-2024. Peringkat Indonesia dalam dua indeks tersebut terus menurun selama satu dekade terakhir, dikarenakan sistem pemerintahan bersifat represif, semakin tidak transparan, dengan penyempitan ruang dialog dan partisipasi masyarakat.

“Melalui wadah seperti ICSF, kita bisa bersama-sama membangun dialog konstruktif dan konsolidasi lintas sektor yang nyata di tengah tantangan demokrasi yang semakin kompleks ini. Sehingga pada akhirnya, meski berasal dari latar belakang yang beragam, kita dapat menemukan solusi inklusif serta tangguh untuk menjawab tantangan ini,” ungkap Rokhmad Munawir selaku Head of Programme, YAPPIKA.

Selain itu, catatan kritis dari ICSF Nasional 2024 serta ICSF 2025 sangat relevan dengan kondisi demokrasi Indonesia saat ini. Diantaranya meliputi penyempitan ruang sipil, kritik terhadap diskriminasi dan represi, serta pemetaan skenario masa depan OMS. “Kami melihat bahwa catatan kritis yang sudah kami rumuskan ini sebagai peringatan yang sehat dan peluang untuk bertransformasi. ICSF merespon hal ini dengan dua cara konkret. Pertama, perlunya mengembangkan narasi alternatif untuk mengatasi polarisasi dan pemburukan citra aktor masyarakat sipil yang dikembangkan oleh negara dan kekuatan anti-perubahan. Teknologi digital dapat membantu reproduksi dan perluasan narasi tersebut. Kedua, perlunya menyambungkan aksi-aksi yang difasilitasi oleh sosial media dengan upaya penyadaran, pengorganisasian, dan pemberdayaan di tingkat basis atau akar rumput sehingga nafas gerakan lebih panjang dan tuntutan perubahan lebih mendasar,” ucap Ilham Saenong selaku Program Development Manager Civic Rights in Digital Age, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial.

Ilham menambahkan, “Melalui tema ICSF yang kami angkat tahun ini, kami berkomitmen memperkuat solidaritas masyarakat sipil, membangun kapasitas kolektif dalam membela ruang sipil, menciptakan platform dialog konstruktif antar gerakan sosial, dan mendorong regenerasi kepemimpinan yang dapat memastikan keberlanjutan perjuangan demokratis. Sehingga, kita bisa bersama-sama membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan demokrasi dan keadilan sosial Indonesia.”

Sebagai pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti menyoroti bahwa penguatan demokrasi berjalan seiring dengan konsistensi penegakan hukum. “Esensi dari supremasi hukum adalah menjamin rasa keadilan dan perlindungan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tanpa penegakan hukum, kepercayaan publik lemah karena tidak adanya penegakan keadilan. Ini lah yang menjadi masalah saat ini, ketika hukum digunakan untuk kepentingan kelompok dan pihak tertentu hal ini yang mencederai demokrasi,” ujar Bivitri.

Sementara itu, Febrilia Ekawati selaku Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih yang merupakan perwakilan organisasi masyarakat dari Sumatera juga menyampaikan bahwa tantangan masyarakat sipil tidak hanya terjadi di tingkat nasional. “Selain akses informasi dan sumber daya sangat terbatas, kami dan kawan-kawan aktivis dari Sumatera hingga tanah Papua kerap merasakan intimidasi dan tekanan langsung dari berbagai pihak, terutama dari aparat maupun kepentingan bisnis yang dapat mengancam lingkungan ataupun hak masyarakat adat. Melalui wadah diskusi seperti ICSF, kami bisa sama-sama belajar lintas isu dan wilayah dengan akar permasalahan sama yaitu penyempitan ruang sipil dan lemahnya perlindungan hak dasar.”

Rangkaian kegiatan ICSF nasional 2025 yang berlangsung di Jakarta  ini  meliputi sesi talk show “Membela Demokrasi dan Menuntut Keadilan di Era Pasca Reformasi”, diskusi kelompok, stand-up comedy, diskusi pleno, hingga pembahasan terkait rencana aksi.

“ICSF bukanlah sebuah acara seremonial belaka, melainkan wadah untuk merajut kembali solidaritas gerakan masyarakat sipil melalui aksi kolektif yang nyata dan berkelanjutan. Kami berharap dari catatan kritis tersebut, bisa terlahir agenda bersama masyarakat sipil yang mampu mendorong terciptanya kebijakan yang lebih adil sekaligus membuka kanal dialog yang setara dengan pemerintah,” tutup Munawir. (tar)