Beranda blog Halaman 89

Kenali Kanker Empedu: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai

0
Kanker Empedu

binomedia.idJakarta. Kanker empedu merupakan salah satu jenis kanker paling agresif dan berisiko tinggi, namun masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Untuk meningkatkan literasi kesehatan serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini, AstraZeneca Indonesia menyelenggarakan sesi edukasi publik sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memajukan penanganan kanker yang kompleks ini.

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia mengatakan, “Sebagai perusahaan biofarmasi global, AstraZeneca berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam penanganan penyakit tidak menular, termasuk kanker. Salah satu fokus kami adalah edukasi kesehatan mengenai kanker, termasuk kanker saluran empedu, sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kurangnya pemahaman dan kesadaran terhadap kanker empedu masih menjadi tantangan utama dalam penanganannya, sehingga banyak pasien baru terdiagnosis ketika sudah berada pada stadium lanjut.”

Kurangnya Kesadaran, Ancaman yang Nyata

Kanker empedu adalah kondisi di mana terjadi pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali pada organ empedu. Kanker empedu dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker kantong empedu (gallbladder cancer) dan kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma).

Kanker kantong empedu terjadi pada organ kecil yang menyimpan empedu untuk pencernaan dan menyalurkannya ke organ-organ saluran cerna dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Hal ini menyebabkan diagnosis cenderung terlambat, ketika penyakit telah menyebar ke organ lain dan peluang kesembuhan semakin menurun. Sementara itu, kanker saluran empedu terjadi pada saluran empedu, yaitu tabung-tipis yang menghubungkan hati, kantong empedu, dan usus kecil. Kanker saluran empedu dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan lokasinya: perihilar (di dekat persimpangan saluran empedu), distal (di dekat usus kecil), dan intrahepatik (di dalam hati), dimana sebanyak 15-20% penyebab dari kanker hati disebabkan oleh kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) intrahepatik.

Menurut data GLOBOCAN 2022, di seluruh dunia, ditemukan 627 kasus baru kanker kantong empedu setiap tahunnya dengan angka kematian 432 jiwa; sementara itu, diperkirakan sekitar 3.570 kasus baru kanker pada saluran empedu (~15% dari kanker hati) diperkirakan terjadi setiap tahunnya.

Kanker Empedu
Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked., FINASIM, FACP

Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, mengungkapkan bahwa gejala awal kanker empedu kerap disalahartikan atau tidak disadari. Gejala tersebut meliputi nyeri di perut kanan atas, penyakit kuning, urin gelap, tinja pucat, mual, penurunan berat badan tanpa sebab, hingga gatal-gatal.

Adapun faktor risikonya meliputi batu empedu, infeksi parasit, kelainan saluran empedu, penyakit hati kronis seperti sirosis dan hepatitis, usia lanjut, obesitas, riwayat keluarga, serta paparan bahan kimia tertentu. “Penting untuk dipahami bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti pasti terkena kanker, namun kewaspadaan dan pemeriksaan rutin sangat disarankan,” ujar Prof. Ikhwan.

image 2 , , Binomedia

Gejala dan Faktor Risiko Kanker Empedu 

Deteksi Dini dan Penanganan Multidisiplin

Deteksi dini merupakan kunci. Pemeriksaan seperti USG, CT scan, MRI, dan tes fungsi hati dapat membantu mendeteksi secara akurat sebelum kanker berkembang lebih jauh. Penanganannya pun idealnya melibatkan pendekatan multidisiplin—dari hepatolog, onkolog, ahli bedah, patolog, hingga nurse navigator—untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang menyeluruh dan terkoordinasi.

Terobosan Pengobatan dengan Imunoterapi

Terapi kanker kini telah memasuki era inovasi. Di Indonesia, pengobatan berbasis kombinasi imunoterapi dengan kemoterapi telah tersedia dan menunjukkan hasil menjanjikan. Kombinasi ini memperkuat sistem imun sekaligus menyerang sel kanker secara langsung, membuka harapan baru bagi pasien stadium lanjut. “Terapi ini menjadi salah satu opsi yang menjanjikan dalam meningkatkan kelangsungan hidup pasien,” kata Prof. Ikhwan.

Esra Erkomay menambahkan, “Kami percaya setiap pasien berhak atas pengobatan terbaik, termasuk terapi inovatif yang terbukti secara ilmiah. Melalui kemitraan erat dengan tenaga kesehatan, komunitas, dan regulator, kami akan terus mendorong akses yang lebih luas terhadap terapi berkualitas tinggi.”

Dengan kolaborasi lintas sektor, edukasi berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi medis terkini, diharapkan perjalanan pasien kanker empedu di Indonesia menjadi lebih terang. Saatnya masyarakat memahami risikonya dan mengambil tindakan proaktif, karena langkah kecil hari ini dapat menyelamatkan hidup esok hari. (tar)

BINUS @Bandung Kuatkan Posisi sebagai Kampus Creative Technology di Jawa Barat

0
BINUS

binomedia.idBandung. Bandung dikenal sebagai kota dengan semangat kreativitas yang tinggi, tempat lahirnya banyak inovasi, karya seni, dan ide segar dari generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan industri digital dan ekonomi kreatif di Jawa Barat, kebutuhan akan pendidikan tinggi yang memadukan teknologi dan kreativitas menjadi semakin mendesak. BINUS University menjawab tantangan ini dengan menempati peringkat 851–900 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) 2026, sekaligus menegaskan diri sebagai universitas terbaik di Bandung, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Capaian ini memperkuat peran BINUS @Bandung sebagai kampus dengan spesialisasi di bidang Creative Technology yang memadukan seni, desain, dan teknologi digital, untuk mencetak talenta kreatif yang mampu berkarya dan berkontribusi di tingkat global. Kampus ini menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda yang ingin membangun masa depan lewat inovasi dan kreativitas.

public , , Binomedia

“Peningkatan peringkat BINUS di QS WUR 2026 adalah buah dari komitmen kami dalam menyediakan pendidikan berkelas dunia yang relevan dan berdampak,” ujar Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Rektor BINUS University. “BINUS @Bandung adalah bagian dari visi besar kami dalam mendukung lahirnya talenta-talenta kreatif yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam transformasi industri kreatif digital.”

Sebagai kampus Creative Technology, BINUS @Bandung menawarkan program studi unggulan yang relevan dengan masa depan industri, seperti Creativepreneurship, Interior Design, Digital Psychology, Computer Science, dan Desain Komunikasi Visual. Proses pembelajaran menggabungkan teori, praktik, dan kolaborasi lintas bidang, menghasilkan lulusan yang tidak hanya kreatif tapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja. Karena di BINUS @Bandung, kami percaya bahwa “Kreatif Ada Ilmunya.”

Menjawab kebutuhan generasi muda untuk masuk dunia kerja lebih cepat, BINUS @Bandung juga menawarkan program 2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier Lebih Awal. Kurikulum dirancang secara efisien, dipadukan dengan Enrichment Program di tahun ketiga yang memberi mahasiswa kesempatan magang, riset, wirausaha, atau pengalaman belajar global sebagai bagian dari persiapan karier nyata.

Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., Direktur Kampus BINUS @Bandung, menambahkan “Bandung adalah kota dengan DNA kreatif yang kuat. Lewat pendekatan Creative Technology dan dukungan program 2,5 tahun, kami ingin menciptakan lulusan yang bukan hanya punya ide, tapi juga kompetensi dan kecepatan untuk mewujudkannya dalam bentuk karya dan solusi nyata.”

Peningkatan peringkat global BINUS mencerminkan keberhasilan dalam digitalisasi pembelajaran, penguatan riset, serta kolaborasi dengan industri dan mitra internasional. BINUS University terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan siap mencetak inovator masa depan.

Dengan predikat sebagai universitas terbaik di Jawa Barat versi QS WUR 2026, BINUS @Bandung tampil sebagai pusat pertumbuhan talenta kreatif teknologi Indonesia. Kampus ini menjadi tempat bertumbuhnya generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan karya dan dampak global.

Sebagai bagian dari visi BINUS 2035, BINUS @Bandung akan terus mendorong lahirnya pelaku industri kreatif dan teknologi dari tanah Parahyangan karena kami percaya, kreativitas bisa diajarkan, dan kreatif memang ada ilmunya.

KAI Properti Siapkan Face Recognition di Tiga Stasiun Besar

0
KAI Properti

binomedia.idJakarta. KAI Properti, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menghadirkan sistem face recognition atau pengenalan wajah di tiga stasiun besar, yakni Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Surabaya Pasar Turi. Langkah ini merupakan bentuk dukungan KAI Properti dalam percepatan digitalisasi layanan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Teknologi ini memudahkan penumpang untuk melakukan boarding tanpa mencetak tiket fisik. Dengan cukup memindai wajah di e-gate, proses validasi tiket dapat dilakukan secara cepat dan aman.

“Sebagai KAI Group yang salah satunya menyediakan pengelolaan fasilitas stasiun, kami berkomitmen menyediakan sistem dan infrastruktur pendukung berbasis teknologi. Face recognition menjadi salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung operasional KAI yang semakin modern,” ujar Plt Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja.

Sejak pertama kali diterapkan pada tahun 2022, sistem ini telah digunakan oleh lebih dari 15,52 juta pelanggan. Selain meningkatkan kenyamanan, sistem ini juga turut menciptakan efisiensi operasional. Berdasarkan data KAI, sistem face recognition telah menghemat penggunaan 36.954 rol kertas boarding pass atau senilai Rp554,29 juta. Ini sejalan dengan komitmen KAI untuk mengurangi jejak ekologis positif dari kegiatan operasionalnya.

Kehadiran sistem ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan di stasiun. Penumpang tidak lagi perlu mencetak tiket, cukup dengan mendaftar melalui aplikasi Access by KAI atau loket untuk menggunakan layanan face recognition.

“Kami akan terus berinovasi dalam penyediaan layanan berbasis digital, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan,” tutur Bagja. (sh)

OR Arbastra BRIN Ungkap Peran Perdagangan Rempah dalam Pembentukan Identitas Kota Padang

0
OR Arbastra BRIN ungkap peran perdagangan rempah dalam pembentukan identitas Kota Padang. (Dok. Istimewa)
OR Arbastra BRIN ungkap peran perdagangan rempah dalam pembentukan identitas Kota Padang. (Dok. Istimewa)

Binomedia – Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja menyelesaikan Riset Rumah Program Budaya Berkelanjutan yang berlangsung dari 25 Juni hingga 4 Juli 2025 di Kota Padang. Program tersebut bertujuan untuk meneliti lebih dalam mengenai Perdagangan Rempah dan Terbentuknya Masyarakat Majemuk di Kota Padang, Sumatra Barat.

Penelitian yang diketuai oleh Iim Imadudin, S.S., M.Hum. dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, dengan anggota tim peneliti yang terdiri dari Lia Nuralia, S.S., M.Hum (Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN), Dra. Zusneli Zubir, M.Hum (Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban BRIN), Dr. Astyka Pamumpuni (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung), dan Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas), telah menggali berbagai aspek sejarah dan budaya yang membentuk identitas sosial Kota Padang.

Jejak Perdagangan Rempah dan Masyarakat Majemuk

Iim Imadudin menyampaikan kepada awak media pada Senin (7/7/2025) bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk menelusuri jejak perdagangan rempah di Kota Tua Padang, mengidentifikasi pengaruh perdagangan terhadap terbentuknya masyarakat majemuk, serta menganalisis interaksi budaya yang terjadi akibat perdagangan rempah. Dampaknya terhadap struktur sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Padang pun menjadi fokus utama. Bagian Kota Padang yang dulunya menjadi pusat perdagangan kini dikenal sebagai Kota Tua Padang atau Padang Lama, yang terletak di sepanjang tepi Sungai Batang Arau, lokasi yang sangat strategis untuk aktivitas perdagangan masa lalu.

Secara administratif, kawasan Kota Tua Padang mencakup dua kecamatan: Kecamatan Padang Barat dan Kecamatan Padang Selatan. Selain menjadi saksi perkembangan ekonomi, kawasan tersebut juga menjadi titik pertemuan berbagai budaya dan etnis yang membentuk identitas sosial Kota Padang. Kelompok etnis seperti Minangkabau, Nias, Cina, India, Eropa, dan Jawa berkembang di kawasan tersebut, beriringan dengan sejarah perdagangan rempah di Nusantara yang menjadikan Padang sebagai salah satu pusat interaksi antarbangsa.

Perdagangan Rempah: Pemicu Masyarakat Majemuk

Perdagangan rempah memiliki peran penting dalam terbentuknya masyarakat majemuk di Padang. Melalui studi tentang migrasi, kolonialisme, dan interaksi budaya, diketahui bahwa perdagangan rempah tidak hanya membawa komoditas, tetapi juga mendorong migrasi dan pencampuran budaya yang kompleks. Studi tersebut mengungkapkan bahwa pluralitas etnis di Padang, meskipun dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan politik kolonial, telah menciptakan identitas sosial yang unik di kota tersebut.

Keberagaman etnis tersebut dapat dilihat melalui berbagai tinggalan budaya material (tangible culture) dan non-material (intangible culture) yang ditemukan di kawasan Kota Tua Padang. Tinggalan budaya material, seperti bangunan tua sebagai rumah ibadah, rumah tinggal, bekas gudang perdagangan dan kantor administrasi, serta artefak lain seperti peralatan rumah tangga, perlengkapan sembahyang, koin kuno, dan manuskrip tua, menjadi saksi bisu dari interaksi berbagai kelompok etnis dan budaya. Bangunan-bangunan tua tersebut menggambarkan gaya arsitektur khas masing-masing kelompok etnis, sedangkan artefak-artefak lainnya menambah bukti nyata keberadaan mereka di wilayah tersebut.

Pendekatan Etnoarkeologi dan Penemuan Menarik

Pendekatan etnoarkeologi dalam penelitian OR Arbastra – BRIN tersebut memberikan wawasan yang mendalam tentang integrasi dan asimilasi budaya dalam masyarakat majemuk. Studi tersebut menjelaskan bagaimana artefak dan pola perilaku yang teridentifikasi menunjukkan pengaruh lintas budaya serta adaptasi lokal terhadap pengaruh eksternal. Selain itu, warisan budaya bersama turut membentuk identitas kolektif Kota Padang yang terus hidup hingga saat ini.

Selama riset di Kota Tua Padang, tim OR Arbastra – BRIN menemukan berbagai artefak menarik yang mencerminkan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat masa lalu. Temuan tersebut antara lain termasuk peralatan rumah tangga, alat musik, perlengkapan sembahyang, patung dewa, koin kuno, guci, paspor tahun 1926, bukti pembayaran pajak tahun 1921, surat nikah, kotak kayu tempat piring hingga koper baju kuno. Sebagian besar artefak-artefak tersebut masih disimpan oleh warga setempat sebagai warisan keluarga, menunjukkan keterikatan emosional yang kuat dengan sejarah mereka.

Pelestarian Sejarah dan Budaya Kota Tua Padang

Hasil diskusi OR Arbastra – BRIN dengan para pemangku kepentingan, seperti tokoh masyarakat, akademisi, pengelola cagar budaya, dan pemerintah kota, menekankan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya Kota Tua Padang. Dalam hal tersebut, pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas lokal sebagai subjek utama pelestarian menjadi sangat penting. Kota Tua Padang bukan hanya kawasan situs perkotaan secara fisik yang penuh dengan jejak budaya bernilai sejarah, tetapi juga ruang hidup yang sarat dengan narasi sejarah dan interaksi antaretnik yang membentuk wajah kota hingga kini.

Beberapa catatan penting dalam sejarah dan dinamika kebudayaan Kota Tua Padang adalah sebagai berikut:

1. Perdagangan Rempah sebagai Fase Krusial

Perdagangan rempah menjadi fase penting dalam sejarah Kota Padang, yang menjadikannya titik temu berbagai kelompok etnik dan budaya, termasuk Minangkabau, Nias, Tionghoa, India, Eropa, dan Jawa. Perdagangan tidak hanya membawa komoditas ekonomi, tetapi juga mempertemukan ideologi, sistem kepercayaan, dan cara hidup yang berbeda-beda, yang kemudian membentuk struktur sosial yang heterogen.

2. Pencampuran Budaya yang Khas

Interaksi antara komunitas-komunitas yang berbeda budaya menghasilkan akulturasi yang khas, yang tercermin dalam arsitektur, bahasa, seni pertunjukan, kuliner, dan praktik keagamaan. Hal tersebut menunjukkan bagaimana komunitas yang beragam beradaptasi menciptakan harmoni sosial dalam konteks pluralitas.

3. Kota Padang sebagai Persemaian Toleransi

Kota Padang juga menjadi contoh nyata dari toleransi etnik yang tumbuh secara organik. Masyarakat yang hidup berdampingan selama berabad-abad menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjaga kedamaian dan solidaritas meskipun ada perbedaan keyakinan, adat istiadat, dan bahasa.

4. Transisi dari Pluralitas ke Multikulturalitas

Proses transformasi dari pluralitas menuju multikulturalitas di Kota Padang menggambarkan interaksi dan penghargaan aktif terhadap keberagaman. Perubahan tersebut terjadi melalui dialog sosial, pendidikan lintas budaya, dan negosiasi sosial antar komunitas.

Tim peneliti OR Arbastra – BRIN mengharapkan Kota Tua Padang dapat terus melestarikan warisan budaya dan sejarahnya. Mereka juga ingin Kota Tua Padang dapat menjadi contoh nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

 (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Prudential Syariah Mendukung Perempuan Indonesia Berdaya dalam Berkarya, Guna Mendorong Ekonomi Syariah di Tanah Air

0
Prudential Syariah

binomedia.id – Jakarta. Prudential Syariah mempertegas komitmennya dalam mendukung perempuan Indonesia agar semakin berdaya dan berkarya – baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, melalui berbagai inisiatif strategis yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi mitra yang amanah untuk membantu masyarakat meraih keberkahan dalam hidup, sekaligus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia untuk jangka panjang.

Komitmen ini disampaikan oleh Prudential Syariah di acara Grand Launching Indonesia Muslim Women pada Minggu, 6 Juli yang lalu di Jakarta. Acara tersebut merupakan forum berbagi edukasi dan inspirasi yang digagas oleh Indonesia Muslim Women, organisasi non-profit dengan misi untuk memperkuat nilai-nilai dalam Islam, mendorong hubungan yang bermakna, dan memberdayakan perempuan Muslim untuk mencari pengetahuan dan hidup dengan tujuan.

187e9837 ce12 462e bfc3 cbd1a1583467 , , Binomedia

Imelda Pusposari, Head of Financial Controller Prudential Syariah, membagikan cerita dan inspirasinya dalam acara tersebut. “Di Prudential Syariah, kami percaya perempuan adalah fondasi keluarga dan pilar bangsa. Dan dalam Islam, perempuan memiliki kedudukan mulia dan berperan penting dalam pendidikan dan perlindungan keluarga. Kami berikhtiar mendukung perempuan Indonesia, termasuk perempuan muslim agar dapat terus berkarya dan berkontribusi dalam ekonomi syariah, sekaligus menjaga prinsip tawazun (keseimbangan), halal, dan barakah dalam kehidupan finansial keluarga.”

Berbagai inisiatif dihadirkan Prudential Syariah untuk mendukung perempuan Indonesia semakin berdaya dalam berkarya. Ini termasuk kesempatan berkarir dan pengembangan diri bagi perempuan, menghadirkan layanan asuransi syariah bagi keluarga, edukasi literasi keuangan dan asuransi berbasis syariah bagi perempuan. Inisiatif ini dirancang dan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip-prinsip syariah, serta mendorong semangat inklusivitas.

Dalam karir, Prudential Syariah membuka peluang karir yang seluas-luasnya bagi perempuan Indonesia di semua jenjang jabatan, termasuk posisi strategis yang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan operasional. Hingga saat ini, sekitar 60% karyawan Prudential Syariah adalah perempuan. Ini sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan (taḥāwul) dalam Islam, di mana perempuan berhak memperoleh akses setara dalam kontribusi positif terhadap ekonomi dan organisasi.

Pendidikan dan literasi keuangan perempuan juga turut menjadi fokus utama melalui program “Sharia Financial and Insurance Literacy for Women”. Program yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2022 ini guna menjawab tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah, yakni baru mencapai 43,42% dan 13,41%, sesuai dengan data terbaru Survei Nasional Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2025.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan Indonesia terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga, pentingnya memiliki proteksi berbasis syariah, serta investasi yang lebih berkah. Berkolaborasi dengan berbagai organisasi Islam, universitas, pemangku kepentingan, serta Otoritas Jasa Keuangan, melalui program literasi keuangan dan asuransi syariah, Prudential Syariah telah menjangkau sekitar 290.000 penerima manfaat, termasuk di wilayah terpencil, dan lebih dari 2,3 juta masyarakat secara digital, termasuk perempuan muslim di Indonesia.

Imelda menambahkan, “Perempuan yang melek keuangan syariah bukan hanya mampu mengelola rumah tangga dengan bijak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang tangguh. Dengan memahami prinsip-prinsip syariah seperti amanah (tanggung jawab atas harta), tabarru’ (kepedulian sosial), dan istikhlaf (peran sebagai khalifah dalam mengelola aset), kami percaya perempuan bisa berkontribusi dalam memperluas ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.”

Prudential Syariah berkomitmen untuk terus mendukung perempuan Indonesia melalui penerapan prinsip syariah dan program pemberdayaan nyata. Langkah ini tidak hanya membantu perempuan mandiri, tapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan nasional, serta mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah yang inklusif.

“Kami percaya perempuan muslim adalah pilar utama dalam mencetak generasi yang cerdas, sejahtera, dan berkah. Lewat kesempatan karir, literasi, dan perlindungan, kami ingin perempuan makin berdaya baik bagi diri mereka sendiri, keluarga, serta masyarakat,” tutup Imelda.

Roemah Indonesia bersama TUKU: Kolaborasi Kopi Lokal Dimulai dari Negeri Kincir Angin

0
Roemah Indonesia

binomedia.id – Jakarta. Roemah Indonesia BV dengan bangga mengumumkan bahwa Toko Kopi Tuku akan segera hadir di Belanda pada tahun 2025, menandai ekspansi internasional pertamanya. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membawa cita rasa kopi Indonesia ke pasar global dan memperkuat posisi brand lokal di mata dunia.

Sebelumnya, Roemah Indonesia telah sukses menghadirkan Hejo Coffee di Amsterdam. Saat ini, Hejo sedang bersiap pindah ke lokasi baru yang lebih representatif untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan. Sebagai pelopor, Hejo membawa misi ramah lingkungan melalui program “1 Pohon untuk 10 Cup,” yang terus berjalan hingga saat ini.

Kini, giliran Tuku, ikon kopi anak muda Indonesia, yang dibawa ke pasar global. Dikenal luas di Indonesia atas cita rasa khas dan pendekatan lokal yang kuat, Tuku diharapkan dapat memperluas pasar kopi nusantara di Belanda dan Eropa.

“Kami sangat senang membawa Tuku ke Belanda. Setelah pengalaman positif bersama Hejo, kami yakin Tuku akan mendapat sambutan hangat dari pecinta kopi internasional,” ujar Rina Radinal Maksum, salah satu pendiri Roemah Indonesia BV. Melalui kolaborasi dengan dua brand kopi ini, Roemah Indonesia terus menjalankan misi national branding dengan memperkenalkan produk, nilai, dan semangat Indonesia ke panggung dunia. (sh)

Asics Indonesia Dukung Robi Syianturi Pecahkan Rekor Asia Tenggara Di Gold Coast Marathon 2025

0
ASICS Indonesia
Robi Syianturi, Atlet ASICS Indonesia, Pecahkan Rekor Asia Tenggara di Gold Coast Marathon 2025

binomedia.id – Gold Coast, Australia. ASICS Indonesia kembali menunjukan komitmennya dalam mendukung pelari tanah air di panggung dunia. Pada ajang Gold Coast Marathon 2025Robi Syianturi, atlet ASICS Indonesia sekaligus pemegang rekor nasional Half Marathon dan Full Marathon, kembali berhasil memecahkan rekor nasional serta mencetak rekor Asia Tenggara di kategori Full Marathon.

Robi Syianturi menyelesaikan maraton dengan catatan waktu 2 jam 15 menit 04 detik, melampaui rekor nasional sebelumnya miliknya sendiri (2:17:14, Valencia Marathon 2024) dan rekor Asia Tenggara milik pelari Thailand, Tony Ah-Thit Payne (2:16:56, Frankfurt Marathon 2018). Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah lari jarak jauh Indonesia dan bukti bahwa pelari nasional mampu bersaing di level internasional.

Gold Coast Marathon adalah ajang lari internasional bergengsi di kawasan Asia Pasifik yang digelar tahunan di Queensland, Australia. Dikenal dengan rute yang datar, cepat, dan pemandangan pantai yang menakjubkan, ajang ini menjadi pilihan utama bagi pelari elite dunia dan pelari rekreasional yang ingin mencatatkan waktu terbaik mereka.

Sota Fukushima, President Director ASICS Indonesia, menyampaikan, “Di ASICS, kami percaya bahwa performa fisik didukung dari kondisi mental yang sehat, selaras dengan filosofi ASICS Sound Mind Sound Body. Dukungan kami kepada Robi, Rikki, dan atlet ASICS Indonesia lainnya adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mengembangkan atlet lari Indonesia ke level dunia. Semangat Move Your Body Move Your Mind, mendorong kami untuk terus menginspirasi masyarakat agar aktif bergerak. Kami bangga atas pencapaian luar biasa ini dan akan terus mendampingi mereka menuju panggung dunia berikutnya.”

Momen Robi Syianturi Atlet ASICS Indonesia Saat Menyelesaikan Gold Coast Marathon 2025 dan Menjadi Pelari Tercepat di Asia Tenggara , , Binomedia
Momen Robi Syianturi, Atlet ASICS Indonesia, Saat Menyelesaikan Gold Coast Marathon 2025 dan Menjadi Pelari Tercepat di Asia Tenggara

Dalam ajang ini, Robi Syianturi menggunakan ASICS Metaspeed Tokyo Edge, yang dirancang untuk mendukung pelari dengan gaya cadence yang mengandalkan frekuensi langkah. Sepatu ini dilengkapi teknologi FF TURBO™ PLUSmidsole super ringan yang membantu menghemat energi dan meningkatkan responsivitas, MOTION WRAP™ 2.0 upper untuk kenyamanan dan sirkulasi udara maksimal, pelat karbon propulsif, serta outsole ASICSGRIP™ yang kuat di berbagai lintasan.

Robi Syianturi, atlet lari ASICS Indonesia, menyampaikan, “Ini adalah momen yang luar biasa bagi saya, tidak hanya sebagai atlet, tapi juga sebagai putra bangsa. Saya berterima kasih ASICS Indonesia atas dukungannya yang konsisten, dari masa persiapan hingga kompetisi. Ini baru permulaan dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.”

Selain Robi, ASICS Indonesia juga memberikan dukungan penuh kepada tiga atlet nasional lainnya yang tampil gemilang di ajang Gold Coast Marathon 2025. Rikki M. Simbolon mencatatkan waktu 2 jam 15 menit 48 detik di kategori Full Marathon, sebuah pencapaian yang juga melampaui rekor Asia Tenggara dan nasional sebelumnya. Dengan hasil ini, Rikki menjadi pelari Asia Tenggara tercepat kedua setelah Robi. Sementara itu, Nur Shodiq berhasil menyelesaikan Full Marathon dengan catatan waktu 2 jam 26 menit 09 detik, dan Pretty Sihite mencatatkan waktu 1 jam 31 menit 28 detik di kategori Half Marathon.

Prestasi ini juga menjadi penanda penting menuju misi jangka panjang ASICS Indonesia dalam membentuk ekosistem olahraga lari nasional yang lebih kompetitif dan berkelanjutan, dengan pembinaan atlet muda Indonesia, serta pengembangan inovasi perlengkapan lari profesional.

Untuk informasi lebih lanjut terkait ASICS Indonesia, ikuti @asicsid di media sosial atau kunjungi situs resmi www.asics.co.id. (sh)

Magnus dan Jovanka Menyapa Lewat Poster & Trailer “Bertaut Rindu”: Sebuah Perjalanan Tentang Impian yang Berhak Dirayakan

0
bertaut rindu

Binomedia.idJakarta. Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan, film terbaru produksi SinemArt, merilis poster dan trailer resmi yang untuk pertama kalinya memperlihatkan dunia dua tokoh utamanya: Magnus dan Jovanka.

Dirilis dalam konferensi pers yang berlangsung pada 4 Juli 2025 di Plaza Senayan, poster dan trailer ini menjadi awal dari perjalanan emosi yang lebih jauh, bukan sekadar tentang cinta remaja, tetapi tentang kehilangan arah, luka keluarga, dan keberanian untuk mempertahankan mimpi, bahkan saat semuanya terasa tidak mungkin, sekaligus memperlihatkan bahwa adanya support system bisa membawa kekuatan tersendiri untuk mewujudkan dan merayakan impian.

Poster resmi memperlihatkan Magnus dan Jovanka yang duduk berhadapan, dengan karya-karya gambar yang merupakan bidang keahlian keduanya. Meski berdekatan, namun ada hal yang menggantung tak terjawab dari tatapan keduanya. Sementara dalam trailer yang dirilis bersamaan, penonton mulai melihat sisi terdalam dari Magnus (Ari Irham), siswa SMA pendiam yang baru saja diterima di ITB, kampus impiannya. Namun mimpi itu tak bisa ia rayakan, karena orang tuanya telah menyiapkan jalan lain: universitas di luar negeri, jurusan yang tak pernah ia minta. Magnus diam. Bukan karena tidak punya suara, tapi karena sudah terlalu sering tak
didengar.

Lalu hadir Jovanka (Adhisty Zara) siswi ceria di luar tapi menyimpan empati mendalam di dalam.
Jovanka tak hanya peduli, ia hadir sebagai cahaya dalam hidup Magnus yang kelam. Ia melihat banyak warna dalam hidup, dan berharap Magnus juga bisa melihatnya. “Aku berharap bisa ngasih kamu sedikit terang biar kamu bisa lihat apa yang aku lihat,” ucapnya pelan pada Magnus, seperti yang bisa kita saksikan di cuplikan trailer.

“Di luar sana, masih banyak anak muda yang mimpinya tidak dihancurkan oleh kegagalan, tapi oleh orang tuanya sendiri. Dan mereka memilih diam, dan Jovanka melihat itu dari Magnus,” ungkap Adhisty Zara pemeran Jovanka. “Sedangkan Jovanka hadir seolah baik-baik saja, tapi sebenarnya dia juga menyimpan luka. Tapi daripada mengeluh, dia memilih menjadi cahaya buat orang lain. Itu yang bikin aku tersentuh saat memerankan dia.”

Film ini adalah adaptasi dari novel Bertaut Rindu, Pemenang The Writers Show (TWS) Gramedia
Writing Project (GWP) 2021 karya Tian Topandi dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.
Ada kekosongan yang tak bisa diisi hanya dengan logika. Ada kerinduan untuk hidup dengan pilihan sendiri. Dan Bertaut Rindu menghadirkan itu semua dalam balutan cerita yang lembut namun menghantam perasaan.

Disutradarai oleh Rako Prijanto, dan diperkuat dengan naskah dari Lintang Pramudya Wardhani, film ini akan tayang serentak di bioskop mulai 31 Juli 2025. Bukan hanya menghadirkan kisah cinta yang manis, tapi juga realita yang getir dan akrab dengan banyak anak muda hari ini: mimpi yang terpaksa diredam, keputusan yang dipaksakan, dan harapan yang perlahan menghilang.

Film ini juga semakin lengkap dengan keikutsertaan penyanyi muda Jasmine Nadya yang menyumbangkan suara untuk lagu soundtrack film berjudul “Seiring”, lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh Denny Indrajaya dan Ryan Pitna, serta produksi Sinemart Indonesia. Lagu ini menjadi refleksi dari hubungan antara orang tua dan anak yang tak selalu selaras, namun diam-diam tetap berjalan berdampingan.

“Film ini bicara pelan, tapi dalam. Kami ingin Bertaut Rindu menjadi jendela buat para orang tua untuk lebih mendengar, dan buat para remaja agar tidak merasa sendirian,” ujar MGS. Fahry Fachrudin, produser film ini. “Setiap anak punya hak atas mimpinya sendiri. Tugas kita bukan mengarahkan mereka ke jalan yang kita pilihkan, tapi menemani mereka menemukan arah yang mereka yakini. Dan perasaan-perasaan anak tersebut dibalut dengan cerita asmara remaja yang pastinya related dengan kehidupan saat ini,” lanjutnya lagi.

Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan adalah perjalanan emosi yang lirih namun membekas. Sebuah pengingat bahwa mimpi bukan untuk diukur dari restu saja, tapi juga dari keberanian untuk mempercayai diri sendiri. Film ini akan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025, datang dan rasakan sendiri kisah Magnus dan Jovanka, kisah tentang pertemuan, tentang kehilangan, dan tentang cinta yang tumbuh diam-diam di antara luka. Tunggu informasi lebih lanjut mengenai film Bertaut Rindu melalui akun Instagram @bertautrindu_movie, @sinemart_movie dan @sinemart_ph. (why)

Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny dalam Grup 3Rasa Siap Goyang Mamuju di Perayaan HUT Bhayangkara ke-79

0
Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny dalam grup 3Rasa siap meriahkan HUT Bhayangkara ke-79. (Dok. Istimewa)
Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny dalam grup 3Rasa siap meriahkan HUT Bhayangkara ke-79. (Dok. Istimewa)

Binomedia – 3Rasa, grup vokal yang dikenal dengan penampilan enerjik dan lagu-lagu yang mengangkat semangat kebersamaan, akan menjadi bintang utama dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79. Acara tersebut digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat mulai pukul 19.00 WIB.

Para personal 3Rasa terdiri dari Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny, mengusung misi yang lebih besar melalui musik. Mereka ingin menjadi bagian dari upaya pemersatuan bangsa melalui lagu-lagu yang mereka bawakan bersama masyarakat. Julia Vio mengungkapkan, “Kami ingin memberitahukan bahwa kami, sebagai musisi, juga bisa menjadi pemersatu bangsa lewat lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama masyarakat.”

Aldi Taher, penyanyi yang dikenal melalui lagu-lagu viralnya, juga menambahkan, “Grup 3Rasa terbentuk setelah saya diajak oleh CongQ Perwira, teman lama yang kebetulan juga produser musik. Prosesnya seru banget dan kami sangat kompak. Kami siap menggoyang Mamuju!” Kehadiran Aldi dan rekan-rekannya semakin menambah semangat bagi para penggemar musik di Mamuju.

DJ Ronny yang juga anggota dari 3Rasa menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Polri, khususnya kepada Kapolda Sulbar, yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. “Terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolda Sulbar, yang telah mengundang kami untuk menghibur masyarakat Mamuju. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-79,” tambah DJ Ronny.

Selain 3Rasa, panggung hiburan HUT Bhayangkara ke-79 juga akan diisi dengan berbagai penampilan menarik lainnya, termasuk penampilan dari Siamasei Band Polda Sulawesi Barat, UMKM Sulawesi Barat, dan Srikandi Polda Sulawesi Barat. Dengan demikian, acara tersebut tidak hanya akan menjadi ajang hiburan, tetapi juga tempat untuk mendukung dan memperkenalkan berbagai potensi masyarakat Sulawesi Barat.

Kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79 terbuka untuk umum dan GRATIS, sehingga seluruh masyarakat Mamuju dan sekitarnya dapat hadir tanpa dikenakan biaya. Acara tersebut akan memberikan pengalaman tak terlupakan, mengingat penampilan dari berbagai pihak yang telah berkomitmen untuk mendukung perayaannya, termasuk dari pihak kepolisian yang telah menyiapkan panggung hiburan bagi masyarakat.

HUT Bhayangkara ke-79 mengangkat tema “Polri untuk Masyarakat”. Polri ingin makin mempererat hubungan antara masyarakat dan kepolisian, serta memberikan hiburan yang menyatukan semua pihak.

Dengan banyaknya penampilan menarik yang disiapkan, acara tersebut akan menjadi momen bersejarah yang penuh kebersamaan, keceriaan, dan semangat nasionalisme. Manfaatkanlah kesempatan untuk merayakan HUT Bhayangkara ke-79 bersama 3Rasa dan para bintang lokal yang siap memberikan hiburan terbaik.

Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny dalam grup 3Rasa siap meriahkan HUT Bhayangkara ke-79. (Dok. Istimewa)
Aldi Taher, Julia Vio, dan DJ Ronny dalam grup 3Rasa siap meriahkan HUT Bhayangkara ke-79. (Dok. Istimewa)

Penulis: Muhammad Fadhli

Digdaya Selaras Luncurkan Akademi SaDaya Inisiatif Baru untuk Aktivis Lingkungan dan Sosial di Indonesia

0
akademi sadaya
Sesi Talkshow bersama Sarilani Wirawan, Co-Founder and Managing Director Digdaya Selaras dan Ade Yuliani, Co-Founder and Business Development Director Digdaya Selaras dalam Peluncuran Akademi SaDaya

binomedia.idJakarta. Di tengah urgensi penguatan kapasitas pemimpin di sektor sosial dan lingkungan dalam menghadapi tantangan iklim, degradasi lingkungan, dan  ketimpangan sosial, Digdaya Selaras hari ini meluncurkan Akademi SaDaya, sebuah ekosistem yang memadukan pembelajaran daring dan ruang interaksi langsung untuk membantu penggerak pembangunan di seluruh Nusantara – dari kota hingga pelosok – membangun  kapasitas kepemimpinan yang inklusif,  kontekstual, dan berkelanjutan.

Peluncuran Akademi SaDaya didasarkan pada hasil Training Needs Assessment (TNA) di tahun 2024 yang mengungkap kesenjangan signifikan antara kebutuhan kompetensi di lapangan dan jenis pengembangan kapasitas  yang tersedia. Banyak pelatihan terlalu umum, dan tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Selain itu, aspek kompetensi adaptif seperti resiliensi, fleksibilitas, dan keterampilan belajar yang terus-menerus masih belum menjadi fokus utama dalam pengembangan sumber daya manusia sektor ini.

Akademi SaDaya menjawab kesenjangan ini dengan menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi yang fleksibel dan inklusif, serta peluang interaksi dan berjejaring secara nyata. Ekosistem ini menggabungkan metode coaching, mentoring, fasilitasi, dan pendekatan pembelajaran berbasis komunitas, untuk memastikan bahwa setiap partisipan dapat mengembangkan kompetensi sesuai konteks lokal dan tantangan global.

akademi sadaya
Peresmian Peluncuran Platform Akademi SaDaya dari Digdaya Selaras

Sarilani Wirawan, Co-Founder dan Managing Director Digdaya Selaras, menyampaikan, “Peluncuran Akademi SaDaya merupakan respons strategis Digdaya Selaras dari mendengar dan mengobservasi rekan-rekan kami di sektor konservasi khususnya,  temuan riset dan aspirasi komunitas. Kami ingin menyediakan ruang belajar yang mudah diakses, relevan, dan aplikatif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pemimpin pembangunan dalam mengambil keputusan yang lebih efektif dan mendorong kolaborasi berdampak positif.”

Ade Yuliani, Co-Founder dan Business Development Director Digdaya Selaras, menambahkan, “Akademi SaDaya dirancang sebagai ekosistem belajar yang responsif terhadap kebutuhan di lapangan, berkelanjutan dan dapat diakses dari mana saja. Melalui platform digital ini, kami ingin membuka ruang yang memungkinkan siapapun dan dimanapun di Indonesia untuk terus belajar, terhubung, dan bertumbuh. Kami percaya teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas dampak. Akademi SaDaya adalah langkah nyata kami untuk menjadikan belajar  sebagai salah satu cara bagi para pegiat pembangunan untuk memperkuat Indonesia.”

Platform ini dapat diakses melalui situs resmi akademisadaya.digdayaselaras.id dengan pilihan program gratis dan berbayar. Pengguna juga dapat mendaftar untuk program pelatihan batch pertama yang akan dimulai pada 4 Juli 2025. Ruang belajar interaksi langsung juga dihadirkan untuk menyediakan akses bertumbuh secara kolektif  melalui diskusi–diskusi tatap muka yang aman, nyaman, dan profesional bagi setiap anggota ekosistem Akademi SaDaya. Ruang ini dirancang untuk memfasilitasi penguatan jejaring di antara para peserta dan memfasilitasi pertukaran inspirasi, juga  mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang memicu proses belajar sepanjang hayat. Dengan peluncuran ini, Digdaya Selaras berharap dapat memperkuat gerakan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui ruang belajar yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak. Akademi SaDaya bukan hanya platform belajar, melainkan komunitas bertumbuh yang menghubungkan ide, aksi, dan kolaborasi di dalam juga lintas sektor.

Untuk mengikuti perjalanan Akademi SaDaya dan mendapatkan pembaruan program, ikuti @digdaya.selaras di Instagram media sosial atau kunjungi situs resmi digdayaselaras.id. (sh)