BerandaPendidikanCIA Fest 2026 Dorong Pemerataan Akses Bacaan Anak di Indonesia

CIA Fest 2026 Dorong Pemerataan Akses Bacaan Anak di Indonesia

Binomedia.id – Jakarta – Akses terhadap bahan bacaan masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi anak di Indonesia. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan skor membaca Indonesia mencapai 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022.

Namun, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik. Hanya 27 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kecakapan membaca.

5733ff2e a7db 4f2d ac72 a9eada7d1f45 , cia fest 2026, Binomedia

Pada tingkat tersebut, siswa setidaknya diharapkan mampu menemukan gagasan utama dan memahami tujuan sebuah teks. Data itu menunjukkan penguatan literasi membutuhkan proses berkelanjutan dan tidak dapat dibangun dalam waktu singkat.

Kemampuan memahami bacaan perlu dikembangkan melalui pembelajaran sekaligus kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak usia anak-anak. Upaya tersebut juga membutuhkan ketersediaan bahan bacaan yang memadai dan mudah diakses.

Selama lebih dari 16 tahun, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) hadir sebagai media bacaan cetak bagi anak sekolah dasar kelas 3-6. Sementara itu, Majalah Imajinatif Seru Orisinal (ISO) menyasar anak usia taman kanak-kanak hingga kelas 2 SD.

Keduanya tidak hanya menghadirkan bacaan, tetapi juga berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan anak, guru, sekolah, dan orang tua.

Sejak 2024, CIA dan ISO dipercaya menjadi mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung penguatan literasi pada jenjang PAUD dan sekolah dasar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah gerakan literasi, salah satunya Hak Baca Anak (HBA) yang mendorong orang tua dan guru memenuhi hak dasar anak untuk memperoleh bahan bacaan.

Selain itu, melalui program Buku Untuk Semua (BUS) yang diinisiasi Yayasan Cahaya Astra Literatus, CIA dan ISO berupaya menghadirkan bahan bacaan bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hingga saat ini, Majalah CIA disebut telah menjangkau lebih dari 10 juta pembaca anak dan hadir di berbagai sekolah sebagai bahan bacaan sekaligus pengayaan literasi.

Upaya memperluas akses bacaan tersebut kembali diwujudkan melalui CIA Fest 2026, yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.

Festival yang disebut sebagai festival literasi anak terbesar di Indonesia ini berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Tahun ini, CIA Fest mengangkat tema “SUMATRA: Dari Anak untuk Anak”, dengan fokus pada Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana pada akhir 2025.

Tema tersebut membawa persoalan akses belajar anak terdampak bencana ke dalam ruang partisipasi anak. Berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan anak untuk belajar.

Ketika kegiatan sekolah mulai kembali berjalan, buku dan bahan bacaan tetap menjadi bagian penting dari keberlanjutan proses belajar.

Karena itu, dana yang terkumpul melalui rangkaian kegiatan CIA Fest 2026 akan dihimpun untuk menghadirkan Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Semangat memperluas akses bacaan juga diwujudkan melalui Bazar Buku Rakyat (BBR) hasil kolaborasi dengan Taka Library. Kegiatan tersebut menyediakan ribuan buku untuk anak dan keluarga dengan harga terjangkau.

CIA Fest 2026 juga menghadirkan belasan perlombaan dan aktivitas literasi. Salah satunya Lomba Debat yang menghadirkan Suharyanto Sumarto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI; Totok Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media Digital Emtek; serta Zuraida Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, sebagai juri.

Selain itu, terdapat kegiatan Piknik Hanya Untuk Guru yang mempertemukan sekitar 300 guru dari wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di kawasan kampung nelayan Angke, Marunda, dan Cilincing turut mengikuti rangkaian kegiatan festival.

Berbagai kegiatan di CIA Fest dirancang agar anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial.

Salah satunya melalui program Poster Dari Anak untuk Anak. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB).

Mereka membuat karya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang terdampak bencana di Sumatra. Karya tersebut nantinya akan dilelang untuk mengumpulkan donasi.

Kegiatan ini didukung Indomilk Kids sebagai ruang ekspresi dan aktivitas kreatif anak.

Pada pembukaan CIA Fest 2026, dukungan terhadap kebutuhan belajar anak terdampak bencana juga ditandai dengan penyerahan 30.000 buku tulis.

Buku tulis tersebut akan disalurkan ke wilayah terdampak melalui dinas pendidikan setempat. Secara simbolis, donasi diserahkan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Dukungan tersebut diberikan oleh SiDU sebagai bagian dari kontribusi terhadap kebutuhan perlengkapan belajar anak di wilayah terdampak.

Pembukaan CIA Fest 2026 turut dihadiri Endang Nugrahani, Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta.

Ia mengajak orang tua dan guru memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya.

“Sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, saya mengajak para orang tua dan guru untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak agar membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya. Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak,” ujar Endang.

Pendiri Majalah CIA, Stefanie Augustin, mengatakan keberlanjutan pendidikan anak membutuhkan dukungan yang tetap berjalan meski situasi darurat telah berakhir.

“Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka. Melalui CIA Fest, kami ingin menunjukkan bahwa anak pun dapat mengambil peran untuk membantu anak lainnya,” kata Stefanie.

CIA Fest 2026 juga menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter Generasi Adiwangsa yang diprakarsai Majalah CIA, yaitu generasi yang cerdas, memiliki integritas, dan siap melakukan aksi nyata yang bermakna.

Konsep tersebut mendorong anak untuk memiliki perhatian terhadap lingkungan dan sesama, pengetahuan mengenai persoalan serta dampaknya, pendirian untuk menentukan sikap dan mengambil bagian dalam perubahan, serta peran untuk siap beraksi bagi sesama dan lingkungan.

CIA Fest 2026 berlangsung hingga Minggu, 4 Oktober 2026, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi aktivitas anak, festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi anak untuk menikmati berbagai kegiatan di luar ruangan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, anak-anak dapat mengikuti puluhan kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Melalui CIA Fest 2026, gerakan literasi diharapkan tidak hanya mendorong anak untuk membaca, tetapi juga memperluas kesempatan mereka untuk memperoleh bahan bacaan serta mengambil bagian dalam aksi sosial.

Pada akhirnya, gerakan tersebut membawa harapan agar semakin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan yang layak dan tidak lagi menghadapi keterbatasan bahan bacaan dalam proses belajar mereka.(dhil)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular