• Home
  • Bisnis
  • Infrastruktur
  • Pendidikan
  • Properti
  • Otomotif
  • Teknologi
  • More
    • Fashion
    • Movie
    • Music
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Sport
    • Traveling
Minggu, 8 Februari 2026
  • Login
  • Register
Binomedia.id
  • Home
  • Bisnis
  • Infrastruktur
  • Pendidikan
  • Properti
  • Otomotif
  • Teknologi
  • More
    • Fashion
    • Movie
    • Music
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Sport
    • Traveling
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Infrastruktur
  • Pendidikan
  • Properti
  • Otomotif
  • Teknologi
  • More
    • Fashion
    • Movie
    • Music
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Sport
    • Traveling
No Result
View All Result
Binomedia
No Result
View All Result

Momentum 2026 Dinilai Mirae Asset Membuka Peluang bagi Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi

Shanty. A by Shanty. A
5 Desember 2025
in Bisnis
A A
0
MIRAE ASSETS

binomedia.id – Jakarta. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa, di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap berada pada posisi yang relatif kuat memasuki 2026. Kekuatan tersebut ditopang oleh stabilitas makro, penguatan konsumsi domestik, serta prospek komoditas yang masih konstruktif. Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter, potensi penguatan rupiah, serta dorongan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi utama bagi sentimen pasar dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan.

“Sektor komoditas khususnya emas, batu bara, dan nikel diproyeksikan tetap memainkan peran strategis dalam menopang kinerja eksternal Indonesia dan memberikan peluang investasi bagi pelaku pasar,” Ujar Rully pada Media Day, Kamis (4/12).

Berdasarkan proyeksi Mirae Asset, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh 5,3% pada 2026 dan 5,4% pada 2027, dengan inflasi stabil di kisaran 2,5%. Nilai tukar rupiah juga diproyeksikan menguat menuju Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026, seiring melemahnya indeks DXY dan membaiknya koordinasi kebijakan fiscal moneter.

Rully menambahkan bahwa kondisi global pada 2026 akan ditandai oleh perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya proteksionisme Amerika Serikat, serta berlanjutnya siklus pemangkasan suku bunga di negara maju. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap resilien karena ekspor komoditas utama termasuk emas, batu bara, dan ferroalloys masih menunjukkan ketahanan permintaan.

RelatedPosts

Adira Finance dan Danamon Gelar Road to IIMS Jakarta 2026, Hadir Lebih Dekat Lewat Aktivasi CFD

ASUS Perkuat Kemitraan Strategis: Lebih dari 215 Mitra Berkumpul di APAC Summit 2026 – EVOLVE

Maxim Gelar Kompetisi Cerdas Cermat Bahasa Inggris Antar SMK se-Kota Makassar

Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, memaparkan bahwa 2026 akan menjadi tahun dengan divergensi yang sangat jelas antara komoditas utama. Farras menjelaskan bahwa emas diperkirakan tetap menjadi aset unggulan, dengan harga yang berpotensi bertahan di atas USD4.000 per ons, ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, permintaan bank sentral global yang terus meningkat, serta pemulihan arus masuk ETF.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Emas menjadi aset yang paling defensif dan atraktif tahun depan, sementara batu bara tetap solid dari sisi arus kas dan nikel menghadapi proses penyesuaian pasar yang panjang,” jelas Farras. ANTM dan BRMS diproyeksikan mendapat manfaat dari harga emas yang tetap tinggi. Untuk batu bara, ADRO dan ADMR dinilai solid berkat arus kas kuat dan penguatan hilirisasi, termasuk proyek aluminium hijau ADMR. Sementara itu, NCKL dipandang menarik di segmen nikel melalui integrasi rantai pasok, dan AADI dinilai prospektif sebagai emiten berorientasi dividen.

Selain komoditas, Mirae Asset juga melihat prospek positif pada sektor konsumsi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital. Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan meningkatkan permintaan protein dan produk Fast-Moving Consumer Goods FMCG, sementara tren penurunan suku bunga membuka peluang re-rating pada sektor menara telekomunikasi dan jaringan fiber. (tar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


Tags: PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Shanty. A

Shanty. A

Related Posts

Adira Finance
Bisnis

Adira Finance dan Danamon Gelar Road to IIMS Jakarta 2026, Hadir Lebih Dekat Lewat Aktivasi CFD

by Shanty. A
4 hari ago
ASUS
Bisnis

ASUS Perkuat Kemitraan Strategis: Lebih dari 215 Mitra Berkumpul di APAC Summit 2026 – EVOLVE

by Shanty. A
5 hari ago
MAXIM
Bisnis

Maxim Gelar Kompetisi Cerdas Cermat Bahasa Inggris Antar SMK se-Kota Makassar

by Shanty. A
7 hari ago
The Grove Suites by Grand Aston
Bisnis

Archipelago Mengangkat Fenomena Kuliner Korea Lewat “60 Seconds To Seoul”

by Shanty. A
1 minggu ago
AJAIB
Bisnis

Investor Ritel Melonjak, Ajaib Dorong Keandalan Sistem dan Literasi Transaksi Digital

by Shanty. A
1 minggu ago
Mercure Serpong Alam Sutera
Bisnis

Dari Keberuntungan hingga Cita Rasa: Rayakan Chinese New Year & Ramadan 2026 di Mercure Serpong Alam Sutera

by Shanty. A
2 minggu ago
Next Post
FILM TIMUR

Film Timur Gelar Gala Premiere Tak Biasa, Ubah Epicentrum XXI Jadi Hutan Rimba, Penonton Kagum dan Banjir Air Mata!

Please login to join discussion
  • HOME
  • About us
  • Copyright
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Contact Us

Copyright © 2023 Binomedia. Supported Matek

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Infrastruktur
  • Pendidikan
  • Properti
  • Otomotif
  • Teknologi
  • More
    • Fashion
    • Movie
    • Music
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Sport
    • Traveling

Copyright © 2023 Binomedia. Supported Matek