Binomedia.id, JAKARTA – Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Program tersebut diawali dengan 14 proyek berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp). Pengembangan tahap awal ini menjadi bentuk konkret pemerintah dalam menerjemahkan target swasembada energi melalui pembangunan infrastruktur energi terbarukan dalam skala besar.
Pengembangan PLTS 100 GWp juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi energi surya domestik. Di saat yang sama, program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan memperluas pemanfaatan listrik bersih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta industri nasional.
Optimalkan Sumber Energi Domestik
Kepala Pusat Energi dan Pangan INDEF, Abra Talattov, mengatakan pengembangan PLTS dalam skala besar berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan sumber daya domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Menurutnya, program tersebut juga dapat membuka peluang untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam pembangkitan listrik, memperluas elektrifikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta menyediakan pasokan listrik hijau bagi sektor industri.
“Potensi tersebut baru dapat diwujudkan apabila pembangunan PLTS dirancang sebagai bagian dari transformasi sistem kelistrikan secara menyeluruh, bukan semata-mata sebagai penambahan kapasitas pembangkit,” ujar Abra.
Menurut Abra, keberhasilan program PLTS 100 GWp tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas yang dibangun, tetapi juga bagaimana pembangkit tersebut diintegrasikan dengan sistem kelistrikan nasional.
Perencanaan Sistem Kelistrikan Jadi Kunci
Abra menilai pengembangan PLTS skala besar perlu berjalan selaras dengan proyeksi pertumbuhan permintaan listrik, kondisi sistem kelistrikan di masing-masing wilayah, kesiapan jaringan transmisi dan distribusi, serta tahapan penambahan pembangkit yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Sinkronisasi tersebut penting mengingat karakteristik energi surya yang bergantung pada kondisi cuaca dan waktu penyinaran. Karena itu, peningkatan kapasitas PLTS perlu dibarengi kesiapan infrastruktur jaringan dan sistem kelistrikan untuk memastikan listrik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Perencanaan yang terukur, kata Abra, akan menjadi fondasi agar pertumbuhan kapasitas energi surya tidak hanya meningkatkan angka kapasitas terpasang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional.
Dorong Industri dan Elektrifikasi Wilayah 3T
Program PLTS 100 GWp juga memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan energi sektor industri yang semakin membutuhkan pasokan listrik bersih.
Ketersediaan listrik berbasis energi terbarukan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi industri dalam memenuhi target efisiensi energi dan pengurangan emisi. Hal tersebut sekaligus dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Di sisi lain, pengembangan PLTS di wilayah yang belum memperoleh akses listrik secara optimal dapat membantu memperluas elektrifikasi, khususnya di wilayah 3T.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya memiliki dimensi transisi energi, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan akses energi dan pembangunan ekonomi daerah.
Menuju Ketahanan Energi
Pengembangan PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya memperbesar porsi energi terbarukan dalam sistem energi nasional. Dengan memanfaatkan potensi energi surya yang tersedia di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil sekaligus memperkuat diversifikasi energi.
Namun, realisasi target tersebut membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, pembangunan jaringan yang memadai, kesiapan teknologi, serta koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Jika dirancang dan dilaksanakan secara tepat, program PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi proyek penambahan kapasitas pembangkit, tetapi dapat menjadi bagian dari transformasi sistem energi Indonesia menuju sistem yang lebih bersih, tangguh, mandiri, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (ris)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id