BerandaBisnisInvestor Pasar Modal Indonesia Tembus 33,4 Juta SID, BEI Tegaskan Fokus Kualitas...

Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 33,4 Juta SID, BEI Tegaskan Fokus Kualitas Emiten IPO

Binomedia.id – JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah investor yang signifikan sepanjang Januari hingga awal November 2026. Lonjakan Single Investor Identification (SID) tersebut dinilai sebagai bukti nyata besarnya potensi pendanaan dan kuatnya daya tarik pasar modal domestik bagi dunia usaha.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah investor berbanding lurus dengan terus bertambahnya jumlah emiten yang melantai di bursa, yang kini telah mencapai 962 perusahaan tercatat.

“Pasar modal Indonesia saat ini memiliki 33,4 juta investor, 962 perusahaan tercatat, dan akan terus bertumbuh. Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha,” ungkap Jeffrey dalam sambutannya pada acara Rise to IPO di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Jeffrey menegaskan bahwa pasar modal tidak sekadar berfungsi sebagai tempat perdagangan saham untuk mencari keuntungan jangka pendek semata. Lebih dari itu, bursa berperan sebagai mitra strategis bagi korporasi untuk memperluas skala bisnis secara berkelanjutan.

Pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan dari berbagai skala usaha agar dapat mengenal mekanisme pasar modal serta mempersiapkan proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sesuai dengan tahapan pertumbuhan masing-masing.

“Kami ingin membuka kesempatan bagi semakin banyak perusahaan untuk mengenal pasar modal dan mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan serta tahap pertumbuhan bisnis masing-masing,” jelas Jeffrey.

Meskipun antusiasme pendanaan di pasar modal terus meningkat, BEI menekankan bahwa prioritas utama bursa tidak hanya terletak pada kuantitas emiten baru yang terdaftar, melainkan pada kualitas dan daya tahan perusahaan tersebut di pasar sekunder.

BEI berkomitmen mengawal calon emiten sejak tahap awal persiapan IPO guna memastikan setiap perusahaan publik yang terdaftar memiliki dasar fundamental yang sehat, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta memiliki daya saing tinggi.

“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkas Jeffrey. (dhil/dtk)

RELATED ARTICLES

Most Popular