BerandaBisnisPembiayaan Pindar Tembus Rp106,94 Triliun, Risiko Kredit Meningkat

Pembiayaan Pindar Tembus Rp106,94 Triliun, Risiko Kredit Meningkat

Binomedia.id, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 22,07 persen secara tahunan (year on year/YoY), meskipun laju pertumbuhannya melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 24,76 persen.

Di tengah ekspansi pembiayaan digital tersebut, OJK juga mencatat peningkatan tingkat wanprestasi 90 hari atau Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90) menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026, naik dari 4,32 persen pada bulan sebelumnya.

Perkembangan industri pindar tersebut disampaikan OJK berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) pada 30 September 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan digital perlu diimbangi dengan penguatan manajemen risiko dan kualitas kredit.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian agar perkembangan industri berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Menurut OJK, penyelenggara pindar perlu memperkuat penilaian kelayakan calon penerima dana, meningkatkan kualitas credit scoring, serta mengoptimalkan mitigasi risiko dan pemantauan kemampuan pembayaran peminjam.

Industri pindar selama ini menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan proses pengajuan dan pencairan dana berlangsung lebih efisien, termasuk bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan konvensional.

Namun, pertumbuhan pembiayaan juga harus diikuti pengelolaan risiko yang memadai untuk menjaga kepentingan pemberi dana (lender) maupun penerima dana (borrower).

OJK mendorong penerapan tata kelola yang baik, penguatan manajemen risiko, serta penyaluran pembiayaan yang mempertimbangkan kemampuan membayar penerima dana.

Dengan pengelolaan yang prudent, pertumbuhan pindar diharapkan dapat memperluas akses keuangan digital sekaligus menjaga stabilitas industri jasa keuangan.

Easycash dan Krom Bank Perkuat Kolaborasi Pembiayaan

Sejalan dengan perkembangan industri tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology atau Easycash menjalin kerja sama strategis dengan PT Krom Bank Indonesia Tbk melalui skema loan channeling atau penyaluran kredit melalui mitra.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Krom Bank untuk memperluas jaringan mitra penyaluran kredit sekaligus memperkuat kerja sama pendanaan institusional Easycash dengan sektor perbankan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan pada September 2026, total kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 50,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,70 triliun.

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, mengatakan pengembangan jaringan mitra channeling merupakan salah satu langkah perusahaan untuk mendorong pertumbuhan kredit secara selektif.

Menurutnya, kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial dapat membantu memperluas jangkauan layanan pembiayaan. Namun, ekspansi tersebut tetap harus memperhatikan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko.

Kemitraan dengan Easycash diharapkan dapat mengoptimalkan kapabilitas masing-masing perusahaan dalam mendukung pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan.

Penyaluran Pendanaan Easycash Capai Rp103,23 Triliun

Bagi Easycash, kerja sama tersebut melanjutkan pengembangan jaringan kemitraan dengan institusi perbankan untuk mendukung penyaluran pendanaan kepada peminjam individu.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perbankan dan penyelenggara pindar memungkinkan kedua pihak memanfaatkan keunggulan masing-masing dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat.

Easycash mengandalkan pengalaman dalam layanan pendanaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana.

Sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, Easycash mencatat penyaluran pendanaan secara akumulatif sebesar Rp103,23 triliun.

Nucky berharap kerja sama dengan Krom Bank dapat mengoptimalkan penyaluran pendanaan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan kemampuan pembayaran peminjam, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

Dalam skema loan channeling tersebut, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit, sedangkan Easycash mendukung proses penyaluran melalui kapabilitas platform dan kegiatan operasional sesuai ketentuan kerja sama.

Easycash juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning (ML) untuk mendukung proses electronic Know Your Customer (e-KYC) serta penilaian profil risiko calon penerima dana.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk aspek keamanan data pribadi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan digital, kolaborasi antara perbankan dan industri pindar dinilai berpotensi memperluas akses keuangan. Meski demikian, peningkatan penyaluran kredit tetap perlu disertai pengawasan, penilaian risiko yang memadai, dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan industri dapat berlangsung secara berkelanjutan. (infopublik/ris)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id


RELATED ARTICLES

Most Popular