Binomedia.id,JAKARTA – Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center mengembangkan program Ruang Cerita sebagai wadah membangun komunitas, memperluas relasi, dan mendorong kesadaran kesehatan mental melalui aktivitas kreatif. Salah satunya diwujudkan melalui workshop merangkai bunga bertema pengenalan dan penerimaan diri yang diikuti sekitar 14 peserta dari berbagai generasi di Jakarta, Minggu (18/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.
Program ini tidak hanya mengajak peserta mempelajari teknik merangkai bunga, tetapi juga menjadikan bunga sebagai media untuk mengekspresikan emosi, merefleksikan perjalanan hidup, serta menghargai pencapaian pribadi.
Marketing Communication Manager Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Riana Megawati, mengatakan Ruang Cerita dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berbagi pengalaman, bersosialisasi, dan membangun koneksi yang berkelanjutan.
Menurut Riana, melalui program tersebut, hotel ingin memperluas perannya agar tidak hanya dikenal sebagai tempat menginap, destinasi kuliner, atau lokasi pertemuan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pengembangan komunitas.
“Ruang Cerita itu sesuai namanya, yaitu ruang untuk bertemu, ruang untuk berbagi cerita, ruang untuk terkoneksi dengan orang lain, dan ruang untuk bersosialisasi,” kata Riana.
Ia menjelaskan, Ruang Cerita merupakan inisiatif hotel yang pelaksanaannya didukung mitra, salah satunya Kreatoria. Kolaborasi tersebut mencakup kebutuhan kegiatan, seperti penyediaan bunga dan pengelolaan acara, sementara pengembangan peserta dan anggota komunitas dilakukan oleh pihak hotel.
Ke depan, Ruang Cerita akan menghadirkan berbagai aktivitas dengan konsep berbeda sesuai minat dan kebutuhan komunitas. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi wadah interaksi yang memperkuat hubungan masyarakat dengan Aston Priority Simatupang.simatu
Workshop yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia tersebut menghadirkan Kintan Prabaningrum dari Bloom Storiess Jakarta. Dalam kegiatan ini, peserta diajak menuangkan pengalaman, emosi, dan pencapaian hidup melalui rangkaian bunga yang mencerminkan cerita masing-masing.
Peserta bebas menentukan bentuk, tinggi, dan komposisi bunga sesuai interpretasi pribadi. Tidak ada ketentuan yang mengharuskan setiap rangkaian memiliki bentuk seragam karena setiap karya diharapkan merepresentasikan karakter pembuatnya.
“Intinya, kami ingin mengajak peserta untuk mengenali dan menerima diri mereka melalui media bunga. Mereka bisa menuangkan emosi, pengalaman, serta pencapaian hidup ke dalam sebuah rangkaian bunga yang pada akhirnya akan menceritakan, inilah aku,” ujar Kintan.
Ia mencontohkan, bunga mawar yang ditempatkan paling tinggi dapat melambangkan pencapaian terbesar seseorang. Pencapaian tersebut bisa berupa kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri maupun keberhasilan membangun usaha kecil.
Sementara itu, bunga pelengkap atau filler, seperti krisan dan aster, dapat menggambarkan pengalaman serta pelajaran hidup yang turut membentuk perjalanan seseorang.
Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami bahwa setiap pengalaman memiliki makna dan setiap pencapaian layak diapresiasi, terlepas dari besar atau kecilnya pencapaian tersebut menurut pandangan orang lain.
Selain bereksperimen dengan komposisi bunga, peserta tetap mendapatkan pembelajaran dasar mengenai teknik merangkai. Kebebasan berekspresi menjadi bagian penting agar setiap karya memiliki karakter dan cerita tersendiri.
Sekitar 14 peserta, termasuk ibu dan anak, mengikuti kegiatan tersebut. Selain menyalurkan kreativitas, workshop ini menjadi kesempatan untuk berkenalan, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan pertemanan.
Salah seorang peserta, Fathina, asal Salemba, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Hal serupa disampaikan Adinda, peserta asal Tebet, yang menilai workshop memberikan kesempatan untuk mengenal orang baru sekaligus mengeksplorasi kreativitas.
“Senang sekali karena bisa kenal banyak teman baru. Jujur, awalnya saya masih bingung saat merangkai bunga. Namun, setelah melihat teman-teman lain kreatif, saya jadi ikut terpacu untuk berkreasi. Kebetulan saya juga suka bunga, jadi melihat banyak bunga baru membuat saya semakin antusias. Semuanya juga ramah dan baik,” ungkap Adinda.
Dalam pengembangan Ruang Cerita, Aston Priority Simatupang telah mengidentifikasi sejumlah segmen komunitas yang berpotensi dirangkul, mulai dari komunitas perempuan dan wellness, komunitas pria, hingga komunitas parenting.
Untuk segmen perempuan dan wellness, hotel berencana menghubungkan kegiatan komunitas dengan Nusa Lounge & Coffee yang mengusung konsep artisan pastry and bakery. Aktivitas yang berkaitan dengan gaya hidup dan kesejahteraan diharapkan dapat mempererat hubungan hotel dengan komunitas perempuan.
Hotel juga melihat peluang mengembangkan komunitas pria melalui Kencana Lounge. Menurut Riana, pengunjung outlet tersebut banyak berasal dari kalangan pria yang datang untuk makan siang, bertemu klien, maupun mengadakan pertemuan bisnis.
Potensi ini dapat dikembangkan melalui kegiatan yang relevan dengan aktivitas dan minat pria, termasuk program yang melibatkan keluarga.
Sementara itu, Aston Priority Simatupang telah memiliki basis komunitas parenting muslim melalui program Kids Muslim Camp. Program pesantren kilat modern tersebut telah diselenggarakan sebanyak enam angkatan, dengan sekitar 30 peserta pada setiap angkatan.
Riana mengatakan, pengalaman menyelenggarakan Kids Muslim Camp membantu hotel membangun jaringan orang tua yang berpotensi dikembangkan menjadi komunitas parenting.
Adapun frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan jenis program. Kegiatan komunitas secara umum direncanakan berlangsung setiap tiga hingga empat bulan sekali, sedangkan Kids Muslim Camp biasanya diselenggarakan mengikuti periode liburan sekolah.
Selain mengembangkan komunitas, Aston Priority Simatupang menawarkan pengalaman kuliner melalui tiga outlet, yakni Nusa Lounge & Coffee, Kencana Lounge, dan Canary Restaurant.
Nusa Lounge & Coffee mengusung konsep artisan pastry and bakery dengan pilihan roti, pastry kekinian, kudapan ringan, serta kopi bercita rasa internasional. Outlet ini menyasar pengunjung yang ingin menikmati makanan ringan sambil bersantai.
Kencana Lounge menyajikan beragam hidangan khas Indonesia serta inovasi minuman berbahan lokal. Salah satunya adalah Moringa Cha, minuman berbahan daun kelor dan susu yang disajikan dengan tampilan menyerupai matcha latte.
Sementara itu, Canary Restaurant menjadi restoran utama hotel yang menyediakan layanan buffet untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Riana menjelaskan, harga menu di Nusa Lounge & Coffee berkisar Rp38.000 hingga Rp100.000-an, bergantung pada jenis hidangan. Adapun sejumlah menu makanan berat, seperti sup buntut merah, dibanderol sekitar Rp318.000.
Melalui Ruang Cerita, pengembangan komunitas, dan beragam pilihan kuliner tersebut, Aston Priority Simatupang berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat. Hotel tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati akomodasi dan hidangan, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri, memperluas pergaulan, serta membangun komunitas.(why)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Binomedia.id