Beranda blog Halaman 10

Huawei Hadirkan HUAWEI FreeClip 2 S, TWS Open-Ear dengan Desain Premium dan Fitur AI

0
HUAWEI FreeClip 2 S

Binomedia.id, JAKARTA – Huawei kembali menghadirkan inovasi perangkat audio True Wireless Stereo (TWS) di Indonesia melalui HUAWEI FreeClip 2 S. Mengusung desain open-ear Airy C-Bridge, perangkat ini dirancang untuk pengguna urban yang menginginkan kualitas audio, kenyamanan, serta tampilan premium dalam satu perangkat.

HUAWEI FreeClip 2 S hadir dengan varian warna terbaru Deepsea Blue. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan tekstur matte, edisi terbaru ini mengadopsi sentuhan metallic glossy pada bagian Airy C-Bridge dan charging case.

Desain tersebut memberikan tampilan yang menyerupai aksesori fesyen, sekaligus memungkinkan pengguna menambahkan aksesori clip-on untuk memberikan sentuhan personal pada earbud.

Airy C-Bridge Ringan dan Nyaman

Salah satu keunggulan utama HUAWEI FreeClip 2 S terletak pada desain Airy C-Bridge yang menghubungkan dua komponen utama earbud, yakni Acoustic Ball dan Comfort Bean.

Setiap earbud memiliki bobot sekitar 5,1 gram. Huawei mengembangkan desain tersebut berdasarkan lebih dari 10.000 data bentuk telinga dari berbagai negara untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih universal.

Material silikon pada perangkat juga melalui proses pemanasan pada suhu 130 derajat Celsius serta 28 tahap penyempurnaan struktur. Proses tersebut menghasilkan material yang diklaim 25 persen lebih lembut dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, HUAWEI FreeClip 2 S mengantongi sertifikasi IP57, sehingga perangkat tetap dapat digunakan dalam aktivitas seperti berolahraga atau menghadapi gerimis ringan.

Adaptive Listening Sesuaikan Audio dengan Lingkungan

Untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih nyaman, Huawei membekali HUAWEI FreeClip 2 S dengan fitur Adaptive Listening.

Teknologi tersebut memanfaatkan prosesor AI NPU untuk memproses sinyal audio dan menganalisis kondisi suara secara real-time. Sistem kemudian menyesuaikan volume musik berdasarkan tingkat kebisingan lingkungan.

Dengan teknologi open-ear, pengguna tetap dapat mendengarkan audio sembari menyadari kondisi di sekitar tanpa harus terus-menerus mengatur volume secara manual.

Pengalaman audio tersebut turut didukung chipset audio generasi ketiga dari Huawei, konektivitas Bluetooth 6.0, serta dual-diaphragm driver yang dirancang menghasilkan vokal dan bass yang lebih jelas.

Pengguna juga dapat menyesuaikan karakter suara melalui empat mode Multi-EQ sound effect dan pengaturan 10-band EQ.

Tiga Mikrofon dan AI DNN untuk Panggilan

Huawei turut meningkatkan kemampuan komunikasi HUAWEI FreeClip 2 S dengan sistem tiga mikrofon yang terdiri dari dual microphone dan VPU Bone Conduction.

Sistem tersebut bekerja bersama algoritma AI DNN untuk membantu memisahkan suara pengguna dari kebisingan di lingkungan sekitar.

Ketika tingkat kebisingan meningkat, perangkat juga dapat menyesuaikan volume suara lawan bicara secara otomatis. Fitur ini dirancang agar percakapan tetap terdengar jelas ketika pengguna melakukan panggilan di lokasi yang ramai.

Charging Case Lebih Lega

Sentuhan premium juga terlihat pada charging case HUAWEI FreeClip 2 S. Huawei menggunakan proses lebih dari 100 tahap presisi serta lapisan Non-Conductive Vacuum Metallization (NCVM) untuk menghasilkan permukaan dengan efek glossy.

Selain tampil lebih elegan, charging case terbaru memiliki ruang internal 20 persen lebih lega. Dengan demikian, pengguna dapat menyimpan earbud bersama aksesori tambahan seperti clip-on tanpa harus melepasnya terlebih dahulu.

Baterai hingga 38 Jam

Untuk mendukung penggunaan sehari-hari, HUAWEI FreeClip 2 S menawarkan daya tahan hingga 9 jam dalam satu kali pengisian. Jika digabungkan dengan charging case, total waktu pemutaran dapat mencapai 38 jam.

Dari sisi konektivitas, perangkat dapat terhubung ke dua perangkat sekaligus dan mendukung sistem operasi HarmonyOS, iOS, serta Android.

Pengguna juga dapat mengakses voice assistant langsung melalui earbud untuk melakukan berbagai aktivitas seperti mengecek cuaca, mengatur alarm, hingga membuat pengingat.

Kontrol Gestur hingga Head Motion Control

Huawei menghadirkan sejumlah kontrol berbasis gestur untuk memudahkan penggunaan. Pengguna dapat melakukan double tap untuk memutar atau menghentikan musik, triple tap untuk melewati lagu, serta swipe ke atas atau bawah untuk mengatur volume.

HUAWEI FreeClip 2 S juga memiliki fitur Head Motion Control. Ketika menerima panggilan telepon atau video, pengguna cukup menganggukkan kepala untuk menjawab atau menggelengkan kepala untuk menolak panggilan.

Selain itu, terdapat fitur Auto Left-Right Recognition yang memungkinkan perangkat secara otomatis mengenali posisi earbud kiri dan kanan ketika digunakan.

Dengan kombinasi desain open-ear, fitur berbasis AI, kontrol gestur, daya tahan baterai hingga 38 jam, serta tampilan metallic glossy, HUAWEI FreeClip 2 S diposisikan sebagai perangkat audio yang tidak hanya mengutamakan kualitas suara, tetapi juga kenyamanan dan gaya hidup pengguna modern. (ris)

Mayjen Krido Pramono Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Musik “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih”

0
Mayjen Krido Pramono rayakan HUT ke-81 RI lewat panggung musik Teruslah Melangkah untuk Merah Putih. (Dok. Istimewa)
Mayjen Krido Pramono rayakan HUT ke-81 RI lewat panggung musik Teruslah Melangkah untuk Merah Putih. (Dok. Istimewa)

Binomedia — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kodam VI/Mulawarman mengambil jalur yang tak biasa. Di tengah atmosfer kemerdekaan, musik hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai medium untuk merayakan kreativitas, keberanian, dan semangat generasi penerus melalui sebuah Singing Competition bertajuk “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih.”

Panggung tersebut mempertemukan peserta dari beragam daerah dan rentang usia, menghadirkan wajah Indonesia yang beragam dalam satu ruang pertunjukan. Bagi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Krido Pramono, semangat kebangsaan tidak berhenti pada seremonial, tetapi dapat diterjemahkan melalui karya dan ekspresi seni.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melangkah untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya melalui profesi di bidang militer, polisi, perusahaan atau pemerintahan, tetapi juga melalui seni dan budaya,” ujar Krido Pramono kepada awak media, Kamis, 20 Agustus 2026.

Tema “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” menjadi benang merah kompetisi tersebut. Krido memaknainya sebagai ajakan agar semangat kemerdekaan terus bergerak dari generasi ke generasi, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai energi yang melahirkan karya nyata.

Kompetisi tersebut menghadirkan jajaran juri dari latar belakang musik dan hiburan yang memiliki pengalaman panjang di panggung pertunjukan. CongQ Perwira dipercaya sebagai Ketua Dewan Juri, bersama Tiwi T2, Dodit Mulyanto, dan Shakira Idol, yang membawa perspektif berbeda dalam menilai kualitas vokal, interpretasi, penampilan, serta karakter peserta.

Menariknya, kompetisi tidak hanya mengandalkan lagu-lagu yang telah dikenal publik. Dua lagu ciptaan Krido Pramono, yakni “Terus Melangkah” dan “Cinta yang Harus Kumiliki”, turut menjadi lagu pilihan yang dibawakan para peserta.

Dari sisi musikalitas, tantangan kompetisi terasa lebih luas daripada sekadar kemampuan mencapai nada tinggi. Peserta dituntut mampu memahami karakter lagu, membangun emosi, mengolah dinamika vokal, serta menghadirkan interpretasi personal yang membuat sebuah penampilan memiliki identitas.

Keragaman peserta membuat panggung terasa seperti potret kecil perjalanan musik Indonesia. Anak-anak, remaja, hingga peserta dewasa datang membawa warna vokal, pengalaman, dan cara berekspresi masing-masing.

CongQ Perwira mengakui bahwa menentukan pemenang bukan pekerjaan sederhana. Banyak peserta tampil dengan kualitas vokal dan penguasaan panggung yang membuat proses penjurian berlangsung ketat.

Dodit Mulyanto merasakan tantangan serupa. Menurutnya, kompetisi menghadirkan banyak talenta menarik dengan keunggulan masing-masing, sehingga penilaian tidak bisa semata-mata bertumpu pada kualitas suara.

Bagi Dodit, sejumlah peserta bahkan mampu memberikan kejutan melalui improvisasi dan penghayatan yang kuat. Ketika teknik vokal bertemu dengan emosi, sebuah lagu dapat berubah menjadi pengalaman personal yang ikut dirasakan penonton dan juri.

Tiwi T2 memberikan perhatian khusus kepada peserta kategori anak-anak. Ia melihat keberanian tampil di hadapan juri dan penonton sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter, terlebih ketika peserta muda mampu menunjukkan persiapan yang matang.

Bagi Tiwi, para peserta cilik tidak sekadar datang untuk menyanyikan sebuah lagu. Mereka telah belajar memahami struktur lagu, menentukan bagian yang harus ditahan atau diberi energi, serta menyesuaikan pembawaan dengan karakter vokal masing-masing.

Namun, salah satu momen paling emosional hadir ketika Arghan Lestaluhu naik ke atas panggung. Peserta yang memiliki keterbatasan penglihatan tersebut justru memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kemampuan bernyanyi: keberanian untuk berdiri di bawah sorotan dan menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi batas bagi sebuah mimpi.

Penampilannya menyentuh Krido Pramono. Melihat perjuangan dan semangat Arghan, Krido kemudian mengabulkan doa serta keinginan peserta tersebut dengan memberikan hadiah umrah bagi orang tua Arghan, sekaligus sebuah laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.

Momen tersebut memberi dimensi berbeda pada kompetisi. Panggung yang semula dibangun untuk mencari penampilan terbaik berubah menjadi ruang pertemuan antara musik, kemanusiaan, apresiasi, dan harapan.

Di titik tersebut, makna “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” menemukan bentuknya yang paling nyata. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui bendera dan seremoni, tetapi juga melalui kesempatan bagi setiap orang untuk tumbuh, berkarya, dan mendapatkan dukungan ketika berani mengejar potensi yang dimiliki.

Semangat perayaan HUT ke-81 RI di Kodam VI/Mulawarman kemudian berlanjut melalui berbagai kegiatan lain. Salah satunya adalah lomba tarik tambang yang melibatkan anggota TNI dan menghadirkan atmosfer kompetitif sekaligus penuh keakraban.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran Fajar Sadboy dan Liling Sugeha, yang menghibur peserta serta penonton. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat memiliki banyak wajah: dari kompetisi, musik, humor, hingga solidaritas.

Pada akhirnya, Singing Competition tersebut meninggalkan pesan yang lebih panjang daripada sekadar daftar pemenang. Ketika musik diberi ruang untuk bertemu dengan semangat kebangsaan, panggung kemerdekaan dapat berubah menjadi tempat lahirnya keberanian, kreativitas, dan cerita manusia, sebuah pengingat bahwa perjalanan Merah Putih akan selalu membutuhkan generasi yang bersedia terus melangkah.

Penulis: Muhammad Fadhli

Pelantikan DPP dan Deklarasi PEMKRIS, Momentum Membangun Kebersamaan Pemimpin Kristen Indonesia

0
PEMKRIS
Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Deklarasi Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) pada Kamis 20/8/26 di CWS Hall Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat

binomedia.id – Jakarta. Sebuah langkah baru dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman umat Kristen Indonesia hadir melalui Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS). Organisasi ini resmi diperkenalkan melalui press conference, pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP), sekaligus deklarasi yang berlangsung di CWS Hall Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Kehadiran PEMKRIS diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai denominasi, latar belakang, serta bidang pengabdian. Di dalamnya terdapat unsur rohaniawan, cendekiawan, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari kalangan militer dan kepolisian.

Lebih dari sekadar sebuah organisasi, PEMKRIS ingin menghadirkan semangat kebersamaan—sebuah rumah besar tempat berbagai pemikiran, pengalaman, dan potensi dapat dipertemukan untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

48bc3903 dff2 4274 84c8 a6c438ec76a8 , PEMKRIS, Binomedia

Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th, menyampaikan bahwa organisasi ini dibangun dengan semangat persatuan dan keinginan untuk memperkuat peran para pemimpin serta tokoh Kristen dalam kehidupan berbangsa.

“PEMKRIS hadir untuk menjadi rumah besar bersama. Kami ingin membangun persatuan, memperkuat peran kepemimpinan, serta menghadirkan wadah yang mampu mendampingi dan memperjuangkan berbagai kepentingan umat secara konstruktif, dialogis, dan sesuai dengan koridor hukum serta konstitusi,” ujar Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th.

Merawat Kebersamaan, Menguatkan Kontribusi

Dalam perjalanan ke depan, PEMKRIS membuka ruang bagi berbagai bidang pengabdian, mulai dari hukum dan hak asasi manusia, sosial, budaya, pendidikan Kristen, moderasi beragama, hingga hubungan internasional.

Dengan karakter yang terbuka, ekumenis, interdenominasi, lintas golongan, dan independen, PEMKRIS menempatkan dirinya sebagai ruang yang mendorong dialog, kolaborasi, serta sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Peran tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai fungsi, di antaranya sebagai kolaborator, konektor, mediator, dan navigator bagi para pemimpin dan tokoh Kristen dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial dan kebangsaan.

Salah satu gagasan yang akan dikembangkan adalah Crisis Center, yang diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang berkaitan dengan hak-hak konstitusional umat Kristen, baik secara individu maupun kelembagaan.

Di sisi lain, PEMKRIS juga mempersiapkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia dan kepemimpinan, seperti kaderisasi, seminar, diskusi, lokakarya, kajian akademik, kegiatan sosial dan kemanusiaan, pendampingan lembaga pendidikan Kristen, serta pengembangan jejaring dengan pemimpin Kristen di tingkat internasional.

Awal dari Sebuah Perjalanan

Momentum pelantikan DPP PEMKRIS dilakukan oleh Irjen Pol. (Purn.) Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H., selaku Ketua Dewan Pengawas.

Sejumlah tokoh juga dipercaya mengisi struktur organisasi, di antaranya Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, Ph.D sebagai Ketua Dewan Pembina, Jend. (Purn.) Herman B. Leopold Mantiri sebagai Ketua Dewan Pelindung, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Dharma Pongrekun sebagai Anggota Kehormatan, Prof. Thomas Pentury, M.Si sebagai Ketua Dewan Pakar, Brigjen (Purn.) Karel Albert Ralahalu sebagai Ketua Dewan Penasihat, serta Dr. Jimmy MR Lumintang, MA, MBA, MTH sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Deklarasi ini menjadi titik awal bagi PEMKRIS untuk membangun sebuah wadah yang diharapkan mampu mempertemukan berbagai kekuatan positif dalam komunitas Kristen Indonesia.

Secara legal formal, keberadaan PEMKRIS telah memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0001173.AH.01.07.TAHUN 2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026.

Dengan semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia”, PEMKRIS ingin mengambil bagian secara konstruktif dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

Pada akhirnya, perjalanan PEMKRIS bukan hanya tentang membangun sebuah organisasi, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, mempertemukan perbedaan, dan menghadirkan kontribusi nyata melalui semangat pelayanan.

Dari keberagaman latar belakang, diharapkan lahir satu semangat yang sama: bersama menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. (renz)

GIFA dan METEC Indonesia 2026 Perkuat Rantai Nilai Industri Logam Nasional

0
Binomedia.id, JAKARTA — Pameran GIFA dan METEC Indonesia 2026 kembali hadir untuk mempertemukan pelaku industri logam, pengecoran, metalurgi, aluminium, hingga manufaktur hilir dalam mendorong penguatan rantai nilai industri nasional. Agenda tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (19/8/2026) di Melati Glass House, Plataran Hutan Kota Senayan, Jakarta Pusat. Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Memasuki penyelenggaraan edisi ketiga, kedua pameran tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 260 perusahaan peserta dan menarik 6.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri. Pameran ini akan menghadirkan beragam teknologi dan solusi yang mencakup pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, logam non-ferrous, aluminium, fabrikasi, otomasi, hingga manufaktur berkelanjutan. Hubungkan Teknologi dengan Rantai Nilai Industri GIFA Indonesia akan menampilkan berbagai teknologi pengecoran, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking, simulasi, otomasi, hingga pengujian. Sementara itu, METEC Indonesia berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam yang mencakup besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses, hingga rekayasa pabrik. Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan perkembangan industri Indonesia menunjukkan adanya pergeseran dari pola ekspor sumber daya menuju pengolahan mineral di dalam negeri dengan nilai tambah yang lebih tinggi. “Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat basis manufakturnya,” ujar Lars Wismer. Menurutnya, perkembangan hilirisasi menciptakan kebutuhan terhadap teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, serta kemitraan internasional. Karena itu, GIFA dan METEC Indonesia diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri nasional untuk memperoleh akses terhadap pemasok teknologi global sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dalam negeri. Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menambahkan bahwa penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang seiring peningkatan investasi dan kapasitas produksi nasional. “Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan,” kata Lia. Investasi Hilirisasi Dorong Kebutuhan Teknologi Perkembangan industri logam juga tercermin dari realisasi investasi nasional. Pada semester pertama 2026, subsektor logam dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar US$8,44 miliar, atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional. Sementara pada kuartal kedua 2026, investasi hilirisasi bauksit mencapai US$2,25 miliar, lebih tinggi dibandingkan investasi hilirisasi nikel yang tercatat sebesar US$1,65 miliar. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan industri terhadap teknologi proses, rekayasa, infrastruktur, sistem mutu, serta kemampuan manufaktur hilir. Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Dadang Asikin, menilai pertumbuhan kapasitas manufaktur nasional perlu diikuti dengan akses terhadap teknologi pemrosesan dan keahlian teknis. “Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” ujar Dadang. Aluminium Pavilion Hadir untuk Pertama Kalinya Salah satu fokus baru dalam penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026 adalah Aluminium Pavilion. Pavilion ini hadir untuk memperkuat keterhubungan antara produksi aluminium primer dengan industri manufaktur hilir. Pengembangan industri aluminium nasional antara lain terlihat dari fasilitas di Mempawah, Kalimantan Barat, yang mencakup rencana smelter aluminium primer berkapasitas 600.000 ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery Tahap II berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Aluminium Pavilion akan menghadirkan teknologi peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan scrap, hingga material handling. Sejumlah perusahaan yang akan berpartisipasi di antaranya ABP Induction Systems GmbH, Foshan Diamond Technology Co., Ltd., dan Henan Tosta Machinery Co., Ltd. “Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi,” ujar Wismer. Membuka Peluang Kemitraan Industri Peningkatan kapasitas produksi nasional turut menciptakan kebutuhan baru di sektor manufaktur, mulai dari teknologi simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi dan pemotongan presisi, hingga sistem material handling dan otomasi. Kehadiran GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan dapat mempertemukan produsen, pengembang proyek, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa, original equipment manufacturer (OEM), serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun kerja sama di sepanjang rantai nilai industri logam. Sejumlah perusahaan nasional dan internasional yang akan berpartisipasi antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara, Metallurgical Corporation of China Ltd, Ashapura International Limited, BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH, MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd., KALFRISA S.A.U., dan Zobon (Lianyungang) Metal Technology Co. Ltd. Melalui penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026, Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia menargetkan terbentuknya koneksi bisnis serta pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan rantai nilai industri logam Indonesia. Pameran ini sekaligus menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mengubah investasi dan pembangunan kapasitas menjadi implementasi produksi melalui pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, serta peningkatan kompetensi teknis.

Binomedia.id, JAKARTA — Pameran GIFA dan METEC Indonesia 2026 kembali hadir untuk mempertemukan pelaku industri logam, pengecoran, metalurgi, aluminium, hingga manufaktur hilir dalam mendorong penguatan rantai nilai industri nasional.

Agenda tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (19/8/2026) di Melati Glass House, Plataran Hutan Kota Senayan, Jakarta Pusat.

Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan edisi ketiga, kedua pameran tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 260 perusahaan peserta dan menarik 6.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri.

Pameran ini akan menghadirkan beragam teknologi dan solusi yang mencakup pengecoran logam, metalurgi, besi dan baja, logam non-ferrous, aluminium, fabrikasi, otomasi, hingga manufaktur berkelanjutan.

GIFA Indonesia akan menampilkan berbagai teknologi pengecoran, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking, simulasi, otomasi, hingga pengujian.

Sementara itu, METEC Indonesia berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam yang mencakup besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses, hingga rekayasa pabrik.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan perkembangan industri Indonesia menunjukkan adanya pergeseran dari pola ekspor sumber daya menuju pengolahan mineral di dalam negeri dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat basis manufakturnya,” ujar Lars Wismer.

Menurutnya, perkembangan hilirisasi menciptakan kebutuhan terhadap teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, serta kemitraan internasional.

Karena itu, GIFA dan METEC Indonesia diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri nasional untuk memperoleh akses terhadap pemasok teknologi global sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dalam negeri.

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menambahkan bahwa penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang seiring peningkatan investasi dan kapasitas produksi nasional.

“Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan,” kata Lia.

Perkembangan industri logam juga tercermin dari realisasi investasi nasional.

Pada semester pertama 2026, subsektor logam dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar US$8,44 miliar, atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.

Sementara pada kuartal kedua 2026, investasi hilirisasi bauksit mencapai US$2,25 miliar, lebih tinggi dibandingkan investasi hilirisasi nikel yang tercatat sebesar US$1,65 miliar.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan industri terhadap teknologi proses, rekayasa, infrastruktur, sistem mutu, serta kemampuan manufaktur hilir.

Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Dadang Asikin, menilai pertumbuhan kapasitas manufaktur nasional perlu diikuti dengan akses terhadap teknologi pemrosesan dan keahlian teknis.

“Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” ujar Dadang.

Salah satu fokus baru dalam penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026 adalah Aluminium Pavilion.

Pavilion ini hadir untuk memperkuat keterhubungan antara produksi aluminium primer dengan industri manufaktur hilir.

Pengembangan industri aluminium nasional antara lain terlihat dari fasilitas di Mempawah, Kalimantan Barat, yang mencakup rencana smelter aluminium primer berkapasitas 600.000 ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery Tahap II berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

Aluminium Pavilion akan menghadirkan teknologi peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan scrap, hingga material handling.

Sejumlah perusahaan yang akan berpartisipasi di antaranya ABP Induction Systems GmbH, Foshan Diamond Technology Co., Ltd., dan Henan Tosta Machinery Co., Ltd.

“Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi,” ujar Wismer.

Peningkatan kapasitas produksi nasional turut menciptakan kebutuhan baru di sektor manufaktur, mulai dari teknologi simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi dan pemotongan presisi, hingga sistem material handling dan otomasi.

Kehadiran GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan dapat mempertemukan produsen, pengembang proyek, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa, original equipment manufacturer (OEM), serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun kerja sama di sepanjang rantai nilai industri logam.

Sejumlah perusahaan nasional dan internasional yang akan berpartisipasi antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara, Metallurgical Corporation of China Ltd, Ashapura International Limited, BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH, MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd., KALFRISA S.A.U., dan Zobon (Lianyungang) Metal Technology Co. Ltd.

Melalui penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026, Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia menargetkan terbentuknya koneksi bisnis serta pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan rantai nilai industri logam Indonesia.

Pameran ini sekaligus menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mengubah investasi dan pembangunan kapasitas menjadi implementasi produksi melalui pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, serta peningkatan kompetensi teknis.(dhil)

IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Energi dan Engineering untuk Dorong Transformasi Berkelanjutan

0
IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Energi dan Engineering untuk Dorong Transformasi Berkelanjutan

Binomedia.id, JAKARTA— Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 menegaskan perannya sebagai platform kolaborasi lintas industri yang mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, pemerintah, asosiasi, akademisi, investor, dan profesional untuk mendorong transformasi industri yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers IEE Series 2026 yang digelar di Plataran Hutan Kota, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

Diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia, IEE Series 2026 akan berlangsung dalam dua rangkaian utama, yakni Energy Week pada 2–5 September 2026 dan Engineering Week pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun ini, IEE Series menghadirkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 39 negara/wilayah, dengan target lebih dari 75.000 trade attendees dan area pameran mencapai lebih dari 108.000 meter persegi.

“Skala penyelenggaraan tahun ini menunjukkan bagaimana IEE Series terus berkembang sebagai platform pertemuan bagi berbagai pelaku industri. Dengan 2.000+ perusahaan peserta dan target lebih dari 75.000 trade attendees, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dalam dunia industri, melihat perkembangan solusi terbaru, serta membangun peluang bisnis dan kolaborasi,” ujar Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE Series 2026 tidak hanya menyoroti perkembangan teknologi dan inovasi, tetapi juga mendorong penerapan solusi yang dapat mendukung efisiensi, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional industri.

Hanung mengatakan, keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, termasuk industri pertambangan yang tengah menghadapi tuntutan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan tanggung jawab lingkungan.

“Sesuai dengan tema kami, keberlanjutan juga menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan berbagai sektor, salah satunya sektor tambang saat ini. Penerapan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan operasional. Salah satunya melalui Mining Indonesia, kami ingin mempertemukan pelaku industri dengan berbagai teknologi dan solusi yang dapat mendukung perkembangan industri yang semakin bertanggung jawab,” paparnya.

Selain pameran, IEE Series 2026 menghadirkan berbagai agenda pendukung berupa seminar, forum industri, business matching, knowledge-sharing, dan diskusi lintas sektor. Sebanyak 279 thought leaders dijadwalkan terlibat dalam 47 sesi seminar untuk membahas perkembangan teknologi, tantangan industri, hingga peluang transformasi berkelanjutan.

“Bagi kami, keterlibatan berbagai asosiasi dan institusi bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan IEE Series, tetapi juga bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas. Setiap asosiasi membawa perspektif dan kebutuhan dari sektor masing-masing, dan ketika perspektif tersebut dipertemukan, kami melihat peluang yang lebih besar untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan solusi, serta membangun kolaborasi lintas industri,” tambah Hanung.

Sebelum penyelenggaraan utama di Jakarta, rangkaian IEE Series 2026 juga telah memperluas jangkauannya melalui kegiatan di Balikpapan dan Surabaya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan ekosistem engineering dan energi dengan berbagai pusat aktivitas industri di Indonesia.

Dengan mempertemukan sektor energi, engineering, pertambangan, teknologi, dan berbagai industri pendukung dalam satu ekosistem, IEE Series 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, membuka peluang bisnis, serta membangun kolaborasi menuju transformasi industri Indonesia yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.(Dhil)

Debut Perdana Changan di GIIAS 2026 Catatkan 1.120 SPK, Nevo Q05 Jadi Model Terlaris

0
CHANGAN

binomedia.id – Jakarta. Changan, merek otomotif global di bawah naungan Indomobil Group, menutup partisipasi perdananya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan pencapaian positif. Di tengah dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif, kehadiran Changan sebagai pendatang baru sukses membukukan total 1.120 surat pemesanan kendaraan (SPK), mencatatkan lebih dari 1.500 test drive, serta menarik lebih dari 35.000 pengunjung ke booth Changan selama pameran berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi Changan dalam membangun brand dan menghadirkan jajaran kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat Indonesia. Tingginya interaksi selama GIIAS 2026 juga menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi dengan pilihan teknologi, desain, kenyamanan, performa, dan fitur yang beragam.

“GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan Changan di Indonesia. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan antusiasme konsumen terhadap produk dan teknologi yang kami hadirkan. Kami melihat bahwa konsumen kini semakin memperhatikan berbagai aspek ketika memilih kendaraan elektrifikasi, mulai dari desain, kenyamanan kabin, teknologi, performa, hingga kelengkapan fitur. Hal itu menjadi masukan penting bagi kami untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Changan Nevo Q05 Sukses Mencuri Perhatian Dalam Debutnya di GIIAS 2026

Debut Changan Nevo Q05 menjadi salah satu sorotan utama di GIIAS 2026. SUV listrik ini resmi diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis Changan dalam memperkenalkan brand Nevo untuk pasar otomotif Tanah Air.  Respons positif yang diterima Changan Nevo Q05 dibuktikan lewat torehan 876 SPK, atau sekitar 78% dari total pemesanan yang dibukukan Changan sepanjang pameran berlangsung.

Respons konsumen yang tinggi terhadap Changan Nevo Q05 juga memperlihatkan bahwa daya tarik SUV listrik di Indonesia mulai bergerak semakin luas. Konsumen tidak lagi sekadar melihat kendaraan elektrifikasi dari aspek efisiensi dan ramah lingkungan, melainkan juga mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan relevansi dalam keseharian. Hal ini sejalan dengan semangat ‘Smart Drive, Easy Life’ yang diusung Changan Nevo Q05, menghadirkan teknologi pintar dan fungsionalitas yang dirancang untuk membuat setiap perjalanan terasa lebih mudah, praktis, dan sesuai dengan gaya hidup masa kini.

Changan Deepal S05 Tunjukkan Fleksibilitas Pilihan BEV dan REEV

Changan Deepal S05 menunjukkan bahwa konsumen juga memiliki kebutuhan elektrifikasi yang beragam dengan berhasil membukukan 115 SPK selama GIIAS 2026. Resmi diluncurkan pada bulan lalu, Changan Deepal S05 hadir menjadi SUV pertama di Tanah Air yang menyediakan opsi teknologi REEV dan BEV sekaligus, sesuai preferensi gaya hidup konsumen dengan semangat ‘Extend Your Freedom’. Menariknya, komposisi pemesanan menunjukkan bahwa kedua teknologi yang ditawarkan mendapatkan respons yang baik dari konsumen. Sebanyak 69% SPK merupakan varian BEV, sedangkan 31% lainnya berasal dari varian REEV.

Melalui teknologi REEV, Changan Deepal S05 hadir memberikan solusi mobilitas bagi pengguna yang gemar melakukan perjalanan jauh agar tetap dapat menikmati pengalaman berkendara listrik secara optimal tanpa kekhawatiran akan ketersediaan pengisian daya. Sedangkan varian BEV  dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan mobilitas yang efisien dan bebas emisi.

Changan Deepal S07 dan Changan Lumin Perkuat Ragam Pilihan Kendaraan Listrik Changan

Melengkapi jajaran kendaraan listrik Changan di GIIAS 2026, Changan Deepal S07 dan Changan Lumin turut mendapatkan perhatian positif dari pengunjung dengan karakter dan segmen yang berbeda, serta berhasil membukukan total 129 SPK selama pameran.

Changan Deepal S07 merupakan e-SUV unggulan Changan yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman berkendara yang high-tech sesuai dengan kebutuhan mobilitas konsumen modern. Mengusung konsep ‘Born to Outstand’, SUV listrik ini tampil memukau dengan konsep desain tech-sporty yang tegas dan futuristik, sementara bagian kabin mengusung konsep Luxury Yacht yang lapang dan berkelas. Pada GIIAS 2026, Changan turut menghadirkan Changan Deepal S07 Prime untuk memberikan opsi yang lebih luas bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik dengan performa lebih bertenaga dan sentuhan desain yang semakin sporty.

Sementara itu, Changan Lumin hadir sebagai solusi mobilitas perkotaan dengan dimensi kompak dan karakter yang playful. Mengusung konsep ‘Seriously Playful’, Lumin menawarkan desain yang atraktif sekaligus praktis untuk penggunaan sehari-hari. Ciri khas lampu utama ‘Moon Eyes’ memberikan identitas visual yang unik, sementara dimensinya yang kompak mendukung kebutuhan mobilitas yang mudah di area perkotaan.

Komitmen Berkelanjutan Menuju Elektrifikasi

Keberagaman lini produk yang ditampilkan pada GIIAS 2026 menjadi bukti komitmen Changan untuk terus berinovasi serta secara serius mendorong penggunaan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Kehadiran Changan diharapkan dapat menjadi pilihan bagi calon konsumen yang ingin beralih menggunakan kendaraan elektrifikasi, baik kendaraan listrik murni maupun REEV.

Setelah GIIAS 2026 di Jakarta, Changan akan melanjutkan kehadirannya melalui rangkaian GIIAS the Series di Surabaya, Bandung, Semarang, dan Bali. Rangkaian ini menjadi kesempatan bagi Changan untuk bertemu langsung dengan lebih banyak masyarakat di berbagai daerah, memperkenalkan produk dan teknologi, serta mendengarkan kebutuhan konsumen yang beragam.

“Pencapaian di GIIAS 2026 menjadi awal yang sangat baik bagi Changan. Terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia. Kami akan membawa semangat ini ke kota-kota berikutnya dan terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen,” tutup Setiawan. (rls)

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Keuangan dan Perluas Relasi yang Bermakna

0
sequis life

binomedia.id – Jakarta. Sequis SHEPRENEUR Learning Sesi ke-5 membekali perempuan wirausaha dengan dua perspektif penting, yaitu mengelola dan melindungi kondisi finansial serta membangun relasi bermakna untuk dapat membuka peluang usaha. Agency Development Manager Sequis Life Henry Kurniawan membawakan topik “Protect Your Future Through Financial Protection” untuk membantu perempuan wirausaha memahami pentingnya mengelola dan melindungi finansial keluarga untuk mendukung keberlanjutan usaha. Selain itu, Founder & CEO Mamiru, Priscilla Anais membawakan to pik “Net-Work to Net-Worth” yang membahas bagaimana relasi yang dibangun secara tepat dapat menjadi aset untuk membuka peluang usaha dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Kedua topik tersebut saling melengkapi satu sama lain. Pertumbuhan usaha membutuhkan peluang, tetapi peluang akan lebih bermakna ketika didukung fondasi finansial yang kuat. Karena itu, perempuan wirausaha perlu memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi keuangan saat ini, mempersiapkan diri menghadapi risiko, sekaligus membangun jaringan yang relevan untuk mendukung perkembangan usaha. 

Materi “Protect Your Future Through Financial Protection” yang dibawakan oleh Agency Development Manager Sequis Life, Henry Kurniawan ini menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana meningkatkan pendapatan, tetapi juga bagaimana mengelola dan melindungi hasil yang telah diperoleh untuk menjaga fondasi finansial yang telah dibangun. Terlebih, bagi perempuan wirausaha yang menjalankan berbagai peran sekaligus, hal ini menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan pribadi maupun usaha. 

Peserta diperkenalkan pada konsep Perencanaan Finansial Sederhana yang dapat dilakukan melalui tiga langkah, yaitu Adaptasi, Akselerasi, dan Antisipasi. Adaptasi berarti memahami dan mengelola kondisi keuangan yang ada. Akselerasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas diri dan mengoptimalkan peluang untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui pengembangan skala usaha, membuka usaha baru, atau mengoptimalkan dana dan aset secara terencana sesuai tujuan keuangan. Antisipasi berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai risiko dan kondisi tidak terduga pada masa depan.

Bagi perempuan wirausaha, peningkatan omzet perlu diikuti dengan pengelolaan keuangan yang tepat. Pendapatan usaha perlu dialokasikan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan operasional, kewajiban usaha, kebutuhan pribadi serta tujuan finansial lainnya seperti tabungan dan investasi. Pemisahan keuangan usaha dan pribadi serta pencatatan yang teratur membantu wirausaha memahami kondisi keuangannya dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. 

Selain itu, perempuan wirausaha perlu mempertimbangkan risiko yang dapat mengganggu kemampuan menghasilkan income. Ketika kemampuan tersebut terganggu, dampaknya dapat meluas, mulai dari pemenuhan kebutuhan pribadi hingga keberlangsungan usaha. Kondisi kesehatan, misalnya, dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalankan usaha, sementara kebutuhan hidup dan usaha tetap harus berjalan.

Selanjutnya, materi “Network to Net Worth: Turning Relationships Into Business Growth” yang dibawakan oleh Founder & CEO Mamiru, Priscilla Anais ini menyoroti pentingnya membangun relasi yang bermakna untuk membuka peluang dan mengembangkan usaha.

Networking bukan sekadar menambah kenalan dan memperbanyak kontak, tetapi membangun hubungan secara intentional dengan memahami value yang dimiliki dan menciptakan manfaat bersama. Membangun jaringan juga tidak harus identik dengan menjadi seorang extrovert. Relasi yang autentik dapat tumbuh melalui percakapan personal maupun komunitas yang relevan. Bagi perempuan wirausaha, networking yang tepat dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, membuka peluang kolaborasi, hingga memperluas akses pasar. 

Karena itu, penting bagi setiap wirausaha untuk memahami value yang dapat ditawarkan kepada pihak lain, baik berupa pengalaman, keahlian, komunitas, maupun akses kepada target pasar. Dengan demikian, kolaborasi dapat dibangun melalui perspektif win-win, bukan sekadar mencari keuntungan bagi satu pihak. Bahkan, sebuah partnership tidak harus dimulai dalam skala besar. Kolaborasi dapat dibangun secara bertahap sesuai kebutuhan dan kecocokan kedua pihak.

Dalam membangun jaringan, perempuan wirausaha juga perlu mampu menentukan prioritas. Tidak semua peluang harus diambil dan tidak semua relasi perlu dikejar. Dengan mempertimbangkan relevansi, kapasitas, manfaat, dan timing, networking dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan yang sehat—membuka peluang tanpa mengorbankan waktu dan energi yang dimiliki.

Sebagai sesi terakhir dari rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning, pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi perempuan wirausaha untuk terus belajar, menerapkan pengetahuan, membangun relasi, serta mengembangkan usaha dengan lebih percaya diri dan bijak, sehingga semakin siap mengambil keputusan, menjaga apa yang telah dibangun, dan terus bertumbuh. (rls)

Menjaga Pertumbuhan Berkualitas, SeaBank Catatkan Kinerja Keuangan Positif di Semester I-2026

0
SeaBank
binomedia.id – Jakarta. PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan sepanjang Semester I 2026. Pertumbuhan positif di seluruh aspek laporan keuangan ini ditopang oleh efisiensi operasional yang semakin matang, ekspansi penyaluran kredit yang terukur, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menjadikan SeaBank sebagai platform transaksi harian utama.
Selama enam bulan pertama tahun 2026, SeaBank berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar. Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh pertumbuhan total aset perusahaan hingga mencapai Rp52,97 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit SeaBank tumbuh 53,1% YoY menjadi Rp39,81 triliun. Pertumbuhan ini dicapai melalui kombinasi skema direct lending, kolaborasi ekosistem digital, serta kemitraan strategis. Kendati kredit mengalami peningkatan pesat, SeaBank konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross yang tetap dijaga ketat di level 1,65%, jauh di bawah ambang batas maksimum 5% yang ditetapkan regulator.
Seiring perluasan basis nasabah, Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank terakumulasi sebesar Rp41,80 triliun, tumbuh 47,6% YoY. Porsi dana murah (Current Account Savings Account / CASA) terus mendominasi dengan capaian Rp29,10 triliun atau setara 69,6% dari total DPK. Hal ini menandakan tingginya frekuensi penggunaan aplikasi SeaBank untuk kebutuhan harian seperti transfer, pembayaran QRIS, dan tagihan rutin. Kemampuan mengelola beban dana (Cost of Fund) ini juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional dengan rasio Cost to Income Ratio (CIR) di level 21,1%, serta mencatatkan Return on Assets (ROA) di angka 3,9%.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan bukti nyata efektivitas strategi bisnis bank digital yang berfokus pada kebutuhan pengguna dan integrasi ekosistem.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat. Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sasmaya.
Perluasan Ekosistem Digital dan Akses Layanan
Pertumbuhan fundamental keuangan yang kokoh tersebut sejalan dengan ekspansi basis pengguna SeaBank yang kini telah menembus 35 juta nasabah hingga akhir Semester I 2026. Tingginya loyalitas pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian menembus Rp7,1 triliun selama bulan Juni 2026.
Sebagai wujud komitmen dalam memperluas jangkauan layanan secara berkesinambungan, SeaBank meresmikan Kantor Cabang (KC) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Mei 2026. Medan resmi menjadi kantor cabang ke-9 SeaBank di Indonesia untuk menjangkau segmen masyarakat unbanked serta memperkuat perekonomian daerah.
“Inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjangkau masyarakat luas melalui inovasi perbankan digital yang praktis dan aman. Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” tambah Sasmaya.
SeaBank Masuk World’s Best Banks 2026 Versi Forbes
Melengkapi ekspansi layanannya melalui pembukaan Kantor Cabang (KC) Medan pada semester I-2026, PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) meraih apresiasi internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 versi majalah Forbes.
SeaBank terpilih bersama 17 bank asal Indonesia lainnya dalam jajaran 410 bank terbaik dunia. Pencapaian ini merupakan hasil survei independen Forbes bekerja sama dengan lembaga riset pasar Statista terhadap lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara yang dilaksanakan pada periode Oktober–November 2025.
Evaluasi tersebut didasarkan pada lima kriteria utama, dengan bobot tertinggi pada tingkat kepercayaan nasabah (trustworthiness), diikuti oleh kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta konsultasi keuangan. (rls)

Mirae Asset: Kehadiran ETF Emas Buka Babak Baru Investasi Emas di Pasar Modal

0
MIRAE ASSET
MEDIA DAY MIRAE ASSET: (ki-ka) Simon Gunawan, Tomi Taufan, Rylly Aryua Wisnubroto, M. Nurkholis SyafruddinJPG, pada Selasa 18/8/2026 di Jakarta

binomedia.id – Jakarta. Emas sejak lama dikenal sebagai salah satu pilihan untuk menjaga nilai kekayaan. Kini, cara masyarakat berinvestasi pada emas semakin beragam. Tidak hanya melalui emas fisik maupun emas digital, investor juga dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas melalui instrumen pasar modal, yakni Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

Kehadiran ETF Emas memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menempatkan emas sebagai bagian dari portofolio investasi tanpa perlu menyimpan emas secara fisik.

ETF Emas merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan emas sebagai aset yang mendasarinya. Dengan mekanisme ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas melalui transaksi di bursa.

Landasan hukumnya juga semakin jelas setelah terbit POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas. Regulasi yang berlaku sejak 23 Februari 2026 tersebut mengatur berbagai aspek ETF emas, mulai dari pengelolaan produk, prospektus, dealer partisipan, sponsor, hingga pencatatan unit penyertaan di bursa.

MIRAE ASSET

Dari Emas Fisik ke Portofolio Pasar Modal

Selama ini, investasi emas identik dengan kepemilikan emas fisik atau pembelian emas melalui platform digital. ETF Emas menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Dalam produk ini, emas menjadi aset yang mendasari, sementara investor memiliki unit ETF yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme pasar modal.

Bagi sebagian investor, struktur tersebut dapat memberikan pengalaman investasi yang lebih praktis. Tidak perlu memikirkan tempat penyimpanan emas fisik di rumah, sementara transaksi unit ETF dilakukan melalui mekanisme perdagangan di bursa. BEI sebelumnya menargetkan peluncuran ETF emas pada 10 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Dalam tahap persiapannya, tujuh manajer investasi telah mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas kepada BEI.

Perkembangan ini sekaligus membuka peluang bagi berbagai pihak dalam industri pasar modal, mulai dari manajer investasi, perusahaan sekuritas, dealer partisipan, kustodian hingga lembaga penyimpanan emas untuk membangun ekosistem baru.

Pilihan Diversifikasi bagi Beragam Investor

ETF Emas berpotensi menarik bagi investor dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Bagi investor ritel, instrumen ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui pasar modal. Sementara bagi investor dengan portofolio yang lebih besar, emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari strategi diversifikasi.

Diversifikasi sendiri merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam pengelolaan portofolio. Investor dapat membagi asetnya ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, deposito, properti maupun emas, sesuai dengan tujuan dan profil risikonya. Karena diperdagangkan di bursa, ETF Emas juga memiliki karakteristik pasar modal, termasuk mekanisme perdagangan dan pembentukan harga yang berlangsung secara lebih terstruktur.

Meski menawarkan kemudahan, ETF Emas tetap merupakan produk investasi yang memiliki risiko. Harga unitnya dapat bergerak mengikuti perubahan harga emas dan kondisi pasar. Karena itu, investor tetap perlu memahami prospektus, biaya, mekanisme transaksi serta risiko yang melekat sebelum mengambil keputusan investasi.

Dealer Partisipan Memegang Peran Penting

Dalam ekosistem ETF, dealer partisipan menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting. Secara sederhana, dealer partisipan membantu mendukung mekanisme penciptaan dan pelunasan unit ETF sekaligus menjaga agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan baik.

Dalam persiapan ETF emas syariah yang dikembangkan bersama Mandiri Investasi, Mandiri Sekuritas sebelumnya ditunjuk sebagai dealer partisipan. Produk tersebut dirancang menggunakan emas fisik sebagai aset dasar yang disimpan pada LJK Bulion dan mengikuti prinsip syariah. Struktur ini menunjukkan bahwa ETF Emas bukan sekadar bentuk lain dari emas digital. Di dalamnya terdapat aset dasar, pengelola, pihak-pihak pendukung serta mekanisme perdagangan yang berada dalam kerangka pasar modal.

Penyimpanan Emas dan Pengawasan

Keberadaan emas fisik sebagai aset dasar juga menjadi bagian penting dalam ekosistem ETF Emas. Investor tentu membutuhkan kepastian bahwa aset yang menjadi dasar produk tersedia dan dikelola sesuai ketentuan. Karena itu, aspek penyimpanan, pengelolaan dan pengawasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari struktur produk.

POJK 2/2026 turut mengatur berbagai aspek tersebut, termasuk mengenai ETF emas, dealer partisipan, sponsor serta penerbitan dan pengelolaan produk. Dengan struktur yang berada dalam kerangka pasar modal, ETF Emas memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sekadar membeli emas melalui platform digital.

Berpotensi Menjadi Pilihan Investasi Baru

Kehadiran ETF Emas juga memperlihatkan bahwa pasar modal Indonesia terus berkembang dan menghadirkan pilihan instrumen yang semakin beragam bagi masyarakat. OJK sebelumnya menyampaikan bahwa regulasi ETF emas telah diselesaikan sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar modal. Pengembangan produk investasi baru juga terus didorong, termasuk melalui pembahasan mengenai insentif untuk produk seperti ETF emas.

Salah satu hal yang masih menjadi perhatian adalah aspek perpajakan. BEI sebelumnya mengusulkan agar transaksi ETF emas memperoleh perlakuan perpajakan yang selaras dengan transaksi emas bagi konsumen akhir, termasuk terkait PPh Pasal 22. Apabila aspek regulasi, likuiditas dan perpajakan semakin mendukung, ETF Emas berpotensi menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat untuk melengkapi portofolio investasi.

Bukan Sekadar Produk Baru

Lebih jauh, kehadiran ETF Emas dapat dilihat sebagai bagian dari perkembangan industri investasi di Indonesia. Pilihan masyarakat dalam mengelola kekayaan kini semakin luas. Ada deposito, obligasi, saham, reksa dana, emas fisik, emas digital hingga ETF. Masing-masing memiliki karakteristik, peluang dan risiko yang berbeda.

Bagi industri pengelolaan investasi, perkembangan tersebut juga menjadi ruang untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, transparan dan sesuai dengan kebutuhan investor. Ke depan, persaingan industri investasi kemungkinan tidak hanya berkaitan dengan jumlah produk yang tersedia. Teknologi, kemudahan akses, kualitas layanan, transparansi, biaya serta kemampuan mengelola risiko akan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan investor.

Pada akhirnya, ETF Emas membawa emas ke ruang yang sedikit berbeda. Jika sebelumnya emas lebih sering dipandang sebagai aset yang dibeli dan disimpan, kini emas juga dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio melalui pasar modal. Peluangnya tentu menarik, tetapi keputusan investasi tetap membutuhkan pertimbangan yang matang. Memahami produk, mengenali risikonya, serta menyesuaikannya dengan tujuan dan profil investasi menjadi langkah penting sebelum menempatkan dana.

Dengan begitu, ETF Emas bukan hanya tentang cara baru berinvestasi pada emas, tetapi juga tentang semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan. (rls)

ARTOTEL Cabin Bromo Hadirkan “Hadiah Kemerdekaan”, Tawarkan Pengalaman Menginap dan Kuliner Bernuansa Nusantara

0
ARTOTEL Cabin Bromo Hadirkan “Hadiah Kemerdekaan”, Tawarkan Pengalaman Menginap dan Kuliner Bernuansa Nusantara

Binomedia.id, Bromo – ARTOTEL Cabin Bromo menghadirkan program “Hadiah Kemerdekaan” untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menawarkan pengalaman menginap, kuliner khas Nusantara, serta sajian spesial bagi para tamu sepanjang Agustus 2026. Program yang berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 ini digelar di tengah suasana pegunungan Bromo yang sejuk dan menawarkan momen kebersamaan bagi para pengunjung.

Melalui program tersebut, ARTOTEL Cabin Bromo ingin menghadirkan cara berbeda dalam menikmati momentum kemerdekaan, tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga lewat pengalaman berlibur dan bersantap bersama orang-orang terdekat.

“Melalui Hadiah Kemerdekaan, kami ingin mengajak para tamu untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun berkesan. Tidak hanya melalui pengalaman menginap dan kuliner, tetapi juga dengan memberikan ruang bagi para tamu untuk menikmati waktu bersama orang-orang terdekat di tengah suasana Bromo,” ujar Sugiono Turwibowo, General Manager ARTOTEL Cabin Bromo.

Salah satu program yang ditawarkan ditujukan bagi member ARTOTEL Wanderlust. Para member dapat memanfaatkan Wanderlust Points yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan pengalaman menginap di ARTOTEL Cabin Bromo.

Program tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para member sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk menikmati suasana Bromo dengan pengalaman menginap yang berbeda.

Tidak hanya akomodasi, nuansa kemerdekaan juga dihadirkan melalui pilihan kuliner di Caldera Restaurant.

Salah satunya adalah Rijsttafel Set seharga IDR 178.000 nett. Sajian ini terdiri dari Nasi Daun Jeruk Purut, Iga Sapi Cabe Terong, Sayur Lodeh Ngadisari, Sambal Kecombrang, dan Gimbal Udang.

Perpaduan berbagai menu tersebut menghadirkan cita rasa Nusantara dalam satu set hidangan yang dapat dinikmati dengan suasana pegunungan Bromo.

Selain itu, tersedia Batavia Pop dan Lapis Ube, masing-masing dengan harga IDR 45.000 nett..Batavia Pop hadir dengan karakter rasa yang menyegarkan dan playful, sedangkan Lapis Ube menawarkan rasa manis dengan tekstur lembut.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati program “Hadiah Kemerdekaan”, informasi dan reservasi dapat diperoleh melalui tim Reservasi ARTOTEL Cabin Bromo di +62 821 4356 1554 atau Instagram @artotelcabinbromo.