Beranda blog Halaman 9

Gala Premiere Baby Udon Banjir Air Mata, Kisah Cinta dan Kehilangan Fanny Kondoh Menyentuh Penonton

0
Gala Premiere Baby Udon Banjir Air Mata, Kisah Cinta dan Kehilangan Fanny Kondoh Menyentuh Penonton

Binomedia,Jakarta— Suasana Gala Premiere film Baby Udon di CGV Grand Indonesia, Jakarta, berubah menjadi penuh haru. Isak tangis pecah setelah film yang diproduksi Sumargo Film dan LYTO Pictures tersebut selesai diputar.

Ruang bioskop dihiasi instalasi pohon sakura yang sedang mekar sebagai tribut untuk mengenang mendiang Hajime Kondoh. Nuansa tersebut semakin terasa emosional ketika penonton menyaksikan kisah perjuangan, cinta, dan kehilangan yang diangkat dalam film.

Momen paling mengharukan terjadi saat sesi konferensi pers. Content creator Fanny Kondoh yang hadir bersama putranya, Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz, menyampaikan pesan untuk mendiang suaminya dengan suara bergetar.

“Teruntuk suami tercintaku, aku berharap kamu bisa melihat sebanyak apa orang di sini yang merayakan kisah cinta dan perjuangan kita untuk KazKaz. Film ini ada untuk mengenangmu, dan agar KazKaz bisa tahu kalau ayahnya adalah sosok yang luar biasa,” ujar Fanny sambil menahan tangis.

Pernyataan tersebut membuat suasana konferensi pers semakin emosional. Awak media dan tamu undangan yang hadir turut larut dalam kesedihan.

Debut Denny Sumargo sebagai Produser

Gala Premiere Baby Udon sekaligus menjadi momentum penting bagi Denny Sumargo dan istrinya, Olivia Sumargo. Keduanya resmi menandai debut sebagai produser di industri film Indonesia melalui Sumargo Film.

Denny bahkan melakukan sejumlah persiapan ekstrem untuk mendalami karakter yang diperankannya. Ia rela memangkas rambut hingga botak dan menyaksikan rekaman sakratul maut mendiang Hajime Kondoh sebagai bagian dari proses pendalaman peran.

“Sebagai produser pertama kali, saya nggak nyangka efeknya bakal sehancur ini di hati penonton. Dari tur di berbagai kota kemarin, saya lihat sendiri orang-orang keluar studio sambil nangis sesenggukan,” kata Denny Sumargo.

Menurut Denny, keputusan memproduksi film tersebut dilandasi keinginan untuk menjaga amanah yang diberikan Fanny dan Hajime.

“Alasan terbesar saya bikin film ini cuma satu: nggak mau mengecewakan amanah Fanny dan Hajime. Kisah ini bukan sekadar tontonan, tapi pelukan hangat buat siapa pun yang pernah kehilangan,” ujarnya.

Sementara itu, produser LYTO Pictures Andi Suryanto mengaku bangga dapat membawa kisah Fanny dan Hajime Kondoh ke layar lebar Indonesia.

“Kami amat bangga bisa membawa film Baby Udon ke penonton Indonesia. Semoga cerita yang mengharukan dan indah dari Bu Fanny Kondoh dan almarhum Bapak Hajime Kondoh bisa memberikan kesan yang baik dan menginspirasi banyak orang,” kata Andi.

Dihadiri Sederet Bintang

Gala Premiere Baby Udon turut dihadiri jajaran produser dan para pemain film. Selain Denny Sumargo, Olivia Sumargo, Andi Suryanto, dan Marcella Daryanani, hadir pula Caitlin Halderman, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Miyu Okazaki, Hiroaki Kato, Royhan Hidayat, Hafni Thalib, dan Alexandra Valerie.

Sebelum Jakarta, Baby Udon telah menggelar Gala Premiere di tujuh kota, yakni Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Palembang, dan Medan.

Rangkaian promosi film tersebut masih berlanjut. Tim Baby Udon dijadwalkan menyambangi Makassar melalui Nipah XXI sebelum ditutup di Bali, Level 21 XXI, dalam rangkaian Gala Premiere dan Meet & Greet.

Film Baby Udon akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton juga berkesempatan mendapatkan promo terbatas Buy One Get One Free (BOGOF) pada hari pertama penayangan melalui aplikasi MTIX.

Informasi terbaru, trailer resmi, cuplikan film, dan informasi tiket dapat diperoleh melalui akun Instagram @filmbabyudon, @sumargofilm, dan @lytopictures.(dhil)

Laba BRI Finance Melonjak 89% hingga Juli 2026, Fokus Pertumbuhan Berkualitas

0
BRI Finance

Binomedis.id, Jakarta – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pertumbuhan laba sebesar 89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga Juli 2026. Kinerja tersebut menjadi indikasi positif bagi perseroan di tengah dinamika industri pembiayaan dan perubahan kondisi pasar keuangan.

Pertumbuhan laba tersebut didukung strategi BRI Finance dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, peningkatan laba hingga Juli 2026 menunjukkan strategi bisnis perseroan berjalan pada arah yang positif.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko agar pertumbuhan yang dicapai dapat memberikan nilai jangka panjang bagi Perseroan,” ujar Aditia yang akrab disapa Dhani dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Diversifikasi Portofolio Jadi Strategi Pertumbuhan

Di tengah kondisi pasar yang terus bergerak, BRI Finance melakukan diversifikasi portofolio dan mengembangkan sejumlah segmen pembiayaan secara selektif.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas aset. Perseroan juga menerapkan pengelolaan portofolio secara prudent untuk memastikan ekspansi bisnis tetap sejalan dengan profil risiko yang dikelola.

Selain pertumbuhan pembiayaan, BRI Finance turut mencermati perkembangan biaya dana dan kondisi pasar keuangan. Optimalisasi struktur pendanaan menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mempertahankan profitabilitas.

Perseroan juga memanfaatkan sinergi dalam ekosistem BRI Group, menerapkan strategi pricing secara prudent, serta meningkatkan efisiensi di berbagai lini operasional.

“Setiap dinamika pasar tentu membutuhkan respons yang tepat dan terukur. Karena itu, kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan pendanaan yang optimal, strategi pricing yang sesuai dengan profil risiko, serta peningkatan efisiensi operasional,” kata Dhani.

Dorong Pembiayaan Produktif

Memasuki sisa tahun 2026, BRI Finance akan melanjutkan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas. Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan sinergi di lingkungan BRI Group sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio pembiayaan.

Perseroan juga berencana mengembangkan pembiayaan produktif, termasuk pembiayaan investasi dan modal kerja. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan sektor produktif.

Di sisi lain, kualitas aset tetap menjadi perhatian utama agar pertumbuhan bisnis tidak hanya mengejar volume, tetapi juga menghasilkan portofolio yang sehat dan berkelanjutan.

BRI Finance optimistis kombinasi antara ekspansi selektif, penguatan kualitas aset, efisiensi, dan disiplin pengelolaan risiko dapat mempertahankan momentum kinerja positif hingga akhir tahun.

“Fokus kami bukan hanya bagaimana tumbuh, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut memiliki kualitas yang baik dan dapat dijaga dalam jangka panjang. Dengan disiplin dalam pengelolaan risiko, penguatan kualitas aset, dan efisiensi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja Perseroan,” pungkas Dhani. (ris)

POCO X8 Pro Series Bidik Pasar Gami

0
POCO X8 Pro

Binomedia.id, Jakarta – Pertumbuhan industri game mobile turut mendorong meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap smartphone dengan performa tinggi. Perkembangan game yang semakin kompleks, terutama pada kategori MOBA, FPS, battle royale, hingga open-world RPG, membuat kemampuan perangkat menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum membeli smartphone.

Melihat peluang tersebut, POCO X8 Pro Series hadir dengan strategi yang menyasar segmen pengguna yang membutuhkan perangkat berperforma tinggi untuk gaming sekaligus mendukung aktivitas digital

Product Marketing Manager POCO Indonesia, Satryo Rachmat, mengatakan karakteristik game mobile saat ini semakin beragam sehingga perangkat harus mampu memberikan performa yang konsisten.

“Kita tahu para mobile gamer saat ini super perfeksionis dan pengen dapet pengalaman gaming rata kanan selevel konsol. Masalahnya, tiap genre game punya karakteristik berbeda yang punya cara tersendiri buat menyiksa hape. Nah, POCO X8 Pro Series ini bener-bener senjata paling ekstrem,” ujar Satryo.

Performa Jadi Strategi Utama

Salah satu daya tarik yang ditawarkan POCO X8 Pro Series adalah kemampuan perangkat dalam menangani berbagai genre game dengan kebutuhan hardware yang berbeda-beda.

Untuk pengguna game MOBA, seri ini menawarkan layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate 120Hz , Touch Sampling Rate 480Hz, serta Instant Touch Sampling Rate hingga

Sementara untuk kebutuhan game FPS dan battle royale, POCO X8 Pro Max mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan arsitektur All Big Core hingga 3,73GHz dan GPU Immortalis-G925.

Adapun POCO X8 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8500-Ultra dan GPU Mali-G720 yang diklaim memberikan peningkatan performa grafis hingga 25 persen.

Dari sisi bisnis, spesifikasi tersebut menunjukkan upaya POCO memperkuat propo

Teknologi Pendingin Perkuat Pengalaman Pengguna

Selain chipset, manajemen suhu menjadi faktor penting dalam smartphone gaming karena penggunaan aplikasi dengan beban grafis tinggi dapat memakan waktu lama.

POCO X8 Pro Series dibekali teknologi POCO 3D IceLoop dengan sistem pendingin LiquidCool dan area pembuangan panas yang dirancang lebih luas.

Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kestabilan suhu perangkat ketika digunakan menjalankan game dengan beban berat.

Perangkat juga menggunakan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 , yang mendukung kebutuhan akses data dan memuat aplikasi secara cepat.

Baterai Besar Jadi Nilai Tambah

Kebutuhan penggunaan dalam waktu panjang juga dijawab melalui kapasitas baterai besar.

POCO X8 Pro Max mengusung baterai silikon-karbon 8.500 mAh , sedangkan POCO X8 Pro memiliki kapasitas 6.500 mAh . Keduanya didukung teknologi HyperCharge 100W .

Kombinasi tersebut menjadi salah satu nilai jual yang dapat memperkuat posisi produk di tengah persaingan smartphone dengan fokus gaming dan performa tinggi.

Perluas Ekosistem Pengguna Gaming

Strategi POCO tidak hanya bertumpu pada kemampuan perangkat, tetapi juga pada perubahan risiko

Berbagai genre game seperti Mobile Legends: Bang Bang , Honor of Kings , PUBG Mobile , Call of Duty: Mobile , Genshin Impact , hingga game si

Oleh karena itu, kemampuan menangani beragam kebutuhan gaming menjadi bagian penting dalam membangun nilai produk di mata konsumen.

Dengan menghadirkan kombinasi chipset berkinerja, layar responsif, sistem pendingin, kapasitas baterai besar, serta teknologi pengisian cepat, POCO X8 Pro Series diarahkan untuk memperkuat posisi POCO di pasar smartphone berperforma tinggi.

Di tengah persaingan industri smartphone yang semakin ketat, strategi tersebut menunjukkan bahwa segmen gaming masih menjadi salah satu potensi pasar yang dapat dimanfaatkan produsen untuk membangun diferensiasi produk. (ris)

Orang Tua Murid SDIP Minta Sekolah Kembali Jadi Ruang Aman bagi Anak

0
“Yang kami minta sederhana, anak-anak bisa sekolah dengan aman, nyaman, kondusif, dan terlindungi,” demikian inti kekhawatiran yang disampaikan OTM dalam menyikapi persoalan tersebut.(hs.Foto:dok.pribadi)

Binomedia,Pamulang — Persoalan sengketa lahan yang melibatkan Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut menjadi perhatian orang tua murid Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang.

Bagi para orang tua, persoalan utama bukan sekadar mengenai sengketa lahan, melainkan bagaimana memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak untuk belajar.

Kekhawatiran itu muncul setelah terjadi penggerudukan oleh massa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke lingkungan SIP pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari. Menurut perwakilan Orang Tua Murid (OTM), Bryan Wiryo Sentono, massa berada di area sekolah selama hampir 20 jam dan sempat membangun pagar kawat di depan sekolah.

Situasi tersebut membuat orang tua mempertanyakan keamanan lingkungan pendidikan. Kekhawatiran semakin besar setelah OTM menemukan sejumlah barang yang disebut sebagai sisa aktivitas massa di beberapa ruang sekolah, antara lain puntung rokok, kartu yang diduga digunakan untuk permainan gaple, serta sobekan ikat uang dengan nominal yang tertera mencapai sekitar Rp10 juta. Temuan itu telah didokumentasikan dan diminta untuk dijelaskan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Bagi orang tua, ruang kelas seharusnya tetap menjadi tempat anak-anak belajar dan berkembang. Karena itu, mereka berharap seluruh pihak yang berada di lingkungan sekolah dapat menjaga norma, kebersihan, ketertiban, serta menghormati fungsi sekolah sebagai ruang pendidikan yang ramah anak.

OTM juga menyoroti pencopotan perangkat atau server CCTV dan jaringan sekolah. Perangkat tersebut dinilai penting, bukan hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran daring, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengawasan keamanan sekolah.

Orang Tua Berharap Konflik Tidak Menyentuh Anak

Di tengah persoalan yang masih berlangsung, para orang tua berharap sengketa antara YSH dan UIN Jakarta dapat diselesaikan melalui jalur hukum tanpa membawa dampak terhadap peserta didik.

“Kami tidak ingin anak-anak kami menjadi korban dari persoalan yang bukan mereka buat. Kalau ada sengketa, silakan diselesaikan melalui jalur hukum atau mekanisme yang berlaku,” ujar Bryan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. OTM menyebut sebelumnya juga pernah terjadi kericuhan pada 4 Juni 2026 ketika kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Dalam peristiwa itu, massa dalam jumlah besar datang ke sekolah hingga terjadi aksi dorong-mendorong dan pagar sekolah dilaporkan roboh.

Pengalaman tersebut meninggalkan kesan bagi sejumlah siswa. Herna, salah satu orang tua murid, mengungkapkan bahwa anak-anak sempat tertahan di sekitar gerbang ketika situasi mulai ricuh. Bahkan, menurutnya, rasa takut masih terbawa hingga setelah mereka berada di rumah.

Bagi orang tua, pengalaman itu memperlihatkan bahwa dampak konflik di lingkungan sekolah tidak hanya menyangkut keamanan fisik. Rasa aman dan kenyamanan psikologis anak juga menjadi perhatian penting.

Minta Jaminan Keamanan

OTM menyebut telah melaporkan Rektor UIN kepada Ombudsman Republik Indonesia pada Juni lalu. Mereka juga meminta kepolisian memberikan jaminan keamanan agar kegiatan pendidikan di SIP dapat berlangsung tanpa gangguan.

Para orang tua berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan mekanisme hukum dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Mereka ingin sekolah kembali menjadi tempat yang tenang, tempat anak-anak dapat belajar tanpa harus berhadapan dengan konflik orang dewasa.(dhil)

Saham Alibaba Tertekan Usai Himpun US$10,2 Miliar untuk Perkuat Investasi AI

0
Alibaba

Binomedia.id, Jakarta – Saham Alibaba Group Holding Ltd mengalami tekanan pada perdagangan Senin (24/8/2026) setelah raksasa teknologi China tersebut mengumumkan aksi penempatan saham baru senilai HK$80 miliar atau sekitar US$10,2 miliar. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pendukungnya.

Saham Alibaba di Bursa Hong Kong sempat merosot hingga sekitar 10 persen pada awal perdagangan sebelum bergerak lebih lanjut. Tekanan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi dilusi kepemilikan serta besarnya kebutuhan investasi Alibaba untuk mengejar perkembangan industri AI.

Alibaba Terbitkan 710 Juta Saham Baru

Dalam aksi tersebut, Alibaba menerbitkan 710 juta saham baru dengan harga HK$112,70 per saham. Harga tersebut sekitar 8,4 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham di Hong Kong pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, saham baru tersebut setara sekitar 3,7 persen dari jumlah saham Alibaba yang beredar sebelum penerbitan. Setelah aksi korporasi selesai, porsi saham baru tersebut sekitar 3,57 persen dari total saham yang telah diperbesar.

Alibaba memperkirakan dana bersih yang diperoleh mencapai sekitar HK$79,7 miliar. Seluruh dana tersebut akan digunakan untuk investasi pada kemampuan AI secara menyeluruh atau full-stack AI capabilities, termasuk pengembangan dan perluasan infrastruktur AI.

Aksi ini menjadi salah satu penawaran saham lanjutan terbesar yang pernah dilakukan perusahaan tercatat di Hong Kong. Meski demikian, tingginya permintaan investor menunjukkan bahwa strategi AI Alibaba masih menarik perhatian investor institusional. Penempatan saham tersebut dilaporkan mengalami kelebihan permintaan hampir tiga kali lipat, dengan nilai permintaan mencapai sekitar US$28 miliar.

Ambisi Besar Alibaba di Industri AI

Langkah Alibaba memperkuat investasi AI dilakukan ketika persaingan teknologi global semakin ketat. Perusahaan teknologi di China maupun Amerika Serikat berlomba membangun pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan.

Alibaba sebelumnya telah menyatakan komitmen investasi sekitar 380 miliar yuan atau US$56,5 miliar selama tiga tahun untuk pengembangan AI dan infrastruktur terkait. Perusahaan juga terus memperluas jaringan Alibaba Cloud, termasuk dengan pembukaan pusat data baru di Korea Selatan.

Investasi agresif tersebut mulai memberikan pertumbuhan pada bisnis cloud dan AI, tetapi pada saat yang sama memberikan tekanan terhadap profitabilitas.

Dalam laporan kuartal yang berakhir Juni 2026, laba bersih Alibaba turun sekitar 75 persen secara tahunan, terutama akibat meningkatnya pengeluaran terkait AI. Di sisi lain, pendapatan perusahaan tetap tumbuh sekitar 9 persen.

Alibaba juga menyatakan periode pengembalian investasi AI diproyeksikan dapat dipercepat menjadi sekitar 2,5 tahun, dari sebelumnya tiga tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap layanan AI.

Investor Menimbang Risiko Dilusi dan Potensi AI

Penurunan saham Alibaba menunjukkan adanya dilema yang dihadapi perusahaan teknologi dalam perlombaan AI. Di satu sisi, investasi besar diperlukan agar perusahaan mampu mempertahankan daya saing dan memperluas bisnis AI. Di sisi lain, kebutuhan modal yang besar dapat meningkatkan tekanan terhadap arus kas, laba, dan kepemilikan pemegang saham lama.

Penerbitan 710 juta saham baru berarti jumlah saham beredar bertambah sehingga investor lama yang tidak mengikuti aksi tersebut mengalami potensi dilusi. Namun, besarnya permintaan terhadap penempatan saham menunjukkan masih adanya kepercayaan sebagian investor terhadap prospek jangka panjang strategi AI Alibaba.

Dengan demikian, reaksi negatif pasar tidak serta-merta menunjukkan hilangnya kepercayaan terhadap bisnis AI Alibaba. Pasar justru sedang menguji apakah investasi besar yang dilakukan perusahaan dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan pendapatan dan keuntungan yang sebanding.

AI Jadi Penentu Masa Depan Alibaba

Alibaba kini berada pada fase penting dalam transformasi bisnisnya. Perusahaan tidak hanya berupaya mempertahankan posisi sebagai raksasa e-commerce China, tetapi juga membangun bisnis AI dan cloud sebagai mesin pertumbuhan baru.

Keberhasilan strategi tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan Alibaba mengelola investasi, meningkatkan efisiensi, memperluas penggunaan layanan AI, serta menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang mampu memenuhi ekspektasi investor.

Bagi investor, pergerakan saham Alibaba menjadi gambaran bahwa perkembangan AI menawarkan peluang besar sekaligus risiko. Besarnya belanja modal, potensi dilusi, tekanan terhadap laba, dan ketidakpastian waktu pengembalian investasi menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai prospek perusahaan teknologi di tengah perlombaan AI global. (ris)

Centrepark Penyesuaian Tarif Parkir Perlu Seimbangkan Mobilitas, Produktivitas Aset, dan Investasi

0
Centrepark

binomedia – Jakarta. Rencana penyesuaian tarif parkir berbasis zonasi di DKI Jakarta menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung pengelolaan mobilitas perkotaan secara lebih terarah. Namun, penerapannya perlu melihat karakteristik setiap kawasan agar kebijakan yang diterapkan tetap dapat berjalan beriringan dengan aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi, serta pemanfaatan ruang kota.

Centrepark melihat tarif parkir tidak hanya sebagai biaya penggunaan ruang, tetapi juga sebagai salah satu instrumen yang dapat membantu mengelola permintaan kendaraan pribadi, terutama di kawasan dengan kepadatan dan kebutuhan parkir yang tinggi.

Founder & CEO Centrepark, Charles Richard Oentomo, mengatakan bahwa penyesuaian tarif perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian kendaraan pribadi, aktivitas ekonomi, dan optimalisasi ruang parkir.

“Tarif parkir dapat digunakan untuk mengelola demand kendaraan pribadi, meningkatkan turnover parkir, sekaligus mendorong masyarakat mempertimbangkan penggunaan transportasi publik. Namun, semakin tinggi tarif yang diterapkan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya penurunan traffic kendaraan pribadi. Karena itu, perlu dicari titik keseimbangan antara tujuan mengurangi kemacetan, menjaga aktivitas ekonomi suatu kawasan, dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang parkir,” ujar Charles.

Menimbang Keseimbangan antara Volume Kendaraan dan Pendapatan

Dari sisi pengelolaan parkir, perubahan tarif dapat membawa dinamika tersendiri terhadap volume kendaraan dan pendapatan. Kenaikan tarif yang cukup signifikan berpotensi membuat sebagian pengguna mengurangi durasi parkir atau mempertimbangkan kembali penggunaan kendaraan pribadi.

Meski demikian, berkurangnya volume kendaraan tidak selalu berarti pendapatan parkir akan ikut menurun. Dampaknya tetap bergantung pada besaran perubahan tarif, tingkat okupansi, durasi parkir, serta karakteristik pengguna di masing-masing lokasi.

“Sebagai ilustrasi sederhana, apabila tarif efektif meningkat 50% sementara volume kendaraan turun 15–20%, secara keseluruhan pendapatan parkir masih berpotensi meningkat. Angka tersebut merupakan ilustrasi sederhana dan bukan proyeksi Centrepark,” jelas Charles.

Menurutnya, respons pengguna terhadap perubahan tarif dapat berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Area pusat bisnis, pusat komersial, kawasan transit, rumah sakit, maupun area residensial memiliki kebutuhan dan pola mobilitas yang tidak selalu sama.

Karena itu, pendekatan berbasis zonasi dinilai perlu mempertimbangkan price elasticity dan karakteristik permintaan di setiap kawasan. Dengan begitu, penyesuaian tarif dapat lebih selaras dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing area.

Tarif Parkir dan Perubahan Pilihan Mobilitas

Selain berdampak pada pengelolaan ruang parkir, perubahan tarif juga berpotensi memengaruhi cara masyarakat memilih moda transportasi.

Ketika biaya menggunakan kendaraan pribadi meningkat, sebagian masyarakat dapat mulai mempertimbangkan pilihan lain, seperti transportasi publik, layanan ride-hailing, car pooling, mengurangi durasi parkir, atau memilih lokasi parkir alternatif.

Dari sisi mobilitas perkotaan, perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi yang lebih beragam. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengawasan agar perubahan pola parkir tidak justru memunculkan persoalan baru di sekitar kawasan.

“Kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan yang baik agar tidak menimbulkan perpindahan kendaraan ke parkir informal, bahu jalan, maupun kawasan di sekitarnya yang justru dapat menciptakan permasalahan lalu lintas baru,” kata Charles.

Membuka Ruang bagi Pengembangan Infrastruktur Parkir

Penyesuaian tarif juga berpotensi memberikan perspektif baru terhadap pengembangan infrastruktur parkir di Jakarta. Selama ini, pembangunan gedung parkir bertingkat menghadapi tantangan dari sisi kelayakan ekonomi karena membutuhkan investasi yang cukup besar.

Tingkat pengembalian investasi pada aset parkir turut dipengaruhi oleh tarif, tingkat utilisasi, serta turnover kendaraan. Jika struktur tarif di kawasan tertentu semakin mencerminkan nilai lahan dan tingkat permintaan, potensi ekonomi dari aset parkir juga dapat menjadi lebih menarik bagi investor.

Kondisi tersebut sekaligus dapat membuka peluang untuk mengoptimalkan lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pembangunan dan pengelolaan fasilitas parkir melalui kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk skema public-private partnership.

“Dengan demikian, kebijakan tarif parkir tidak hanya dapat menjadi instrumen pengendalian lalu lintas, tetapi juga berpotensi menjadi katalis bagi investasi baru dalam infrastruktur parkir perkotaan,” ujar Charles.

Menuju Ekosistem Urban Mobility yang Lebih Terintegrasi

Seiring perkembangan kebutuhan mobilitas di kota besar, industri parkir juga memiliki ruang untuk berkembang dari sekadar pengelolaan lahan menjadi bagian dari ekosistem urban mobility.

Centrepark melihat meningkatnya kebutuhan terhadap pengelolaan parkir yang profesional, transparan, dan didukung teknologi. Peluang tersebut tidak hanya berada pada pengelolaan lokasi parkir yang sudah tersedia, tetapi juga mencakup optimalisasi aset, pembangunan dan pengelolaan gedung parkir, digitalisasi pembayaran, pemanfaatan data, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pemilik aset.

Pada akhirnya, penyesuaian tarif parkir dapat menjadi bagian dari upaya membangun mobilitas perkotaan yang lebih tertata. Dengan pendekatan yang tepat dan mempertimbangkan kondisi setiap kawasan, kebijakan tersebut berpotensi mempertemukan kebutuhan mobilitas masyarakat dengan optimalisasi aset serta peluang pengembangan infrastruktur.

“Pada akhirnya, kami melihat kebijakan tarif parkir yang tepat dapat menciptakan keseimbangan antara tiga kepentingan: mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, meningkatkan produktivitas aset parkir, dan menciptakan kelayakan ekonomi bagi investasi infrastruktur parkir baru,” tutup Charles. (rls)

Haier Smart Home Naik ke Peringkat 378 Fortune Global 500 2026, Perkuat Strategi Global dan Transformasi AI

0
Haier

Koranindopos.com, Jakarta – Haier Smart Home kembali mencatatkan prestasi di kancah bisnis global. Dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2026 yang dirilis pada 28 Juli, Haier Smart Home naik 12 posisi ke peringkat 378.

Pencapaian tersebut sekaligus memperpanjang kehadiran Haier Smart Home dalam daftar Fortune Global 500 menjadi sembilan tahun berturut-turut. Kenaikan 12 peringkat juga menjadi peningkatan posisi tahunan paling signifikan yang pernah dicatatkan perusahaan.

Kinerja tersebut tidak terlepas dari dua strategi utama yang dijalankan secara bersamaan, yakni memperkuat merek dan operasional global di berbagai pasar utama serta mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai lini operasional perusahaan.

Perkuat Posisi di Pasar Global

Haier Smart Home mengelola sejumlah merek global, di antaranya Haier, Casarte, Leader, GE Appliances, Fisher & Paykel, AQUA, dan Candy. Portofolio tersebut diperkuat dengan basis manufaktur, tim riset dan pengembangan (R&D), serta pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di masing-masing pasar.

Di Amerika Utara, misalnya, GE Appliances mempertahankan posisi sebagai perusahaan peralatan rumah tangga No. 1 di Amerika Serikat selama empat tahun berturut-turut.

Sementara di Eropa, Haier menerapkan pendekatan berbasis negara dengan mengutamakan respons terhadap kebutuhan pasar lokal. Salah satu hasil pengembangan tersebut adalah mesin cuci X11 yang dikembangkan melalui kolaborasi tim R&D di Nuremberg, Milan, dan China.

Produk tersebut diklaim mampu mengonsumsi energi 70 persen lebih rendah dibandingkan standar kelas A tertinggi di Eropa dan telah terjual lebih dari satu juta unit di 20 negara.

Di kawasan Asia Tenggara, Haier juga menempati posisi No. 1 dengan dukungan kapasitas manufaktur lokal yang semakin diperkuat melalui kehadiran basis produksi AC baru.

Strategi tersebut menunjukkan pendekatan Haier untuk mempertahankan posisi sebagai pemain utama di pasar lokal dengan menggabungkan kedekatan manufaktur, relevansi produk, serta kekuatan merek.

AI Masuk ke Berbagai Lini Operasional

Selain ekspansi global, Haier Smart Home juga mempercepat transformasi digital dengan mengintegrasikan AI ke dalam berbagai proses bisnis.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah ZhiXiaoNeng, super-agent AI yang diluncurkan pada 27 Januari 2026. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari riset dan pengembangan, pengadaan, manufaktur, logistik, hingga operasional perkantoran.

Saat ini, ZhiXiaoNeng telah digunakan oleh lebih dari 60.000 pengguna untuk membantu menjalankan berbagai alur kerja secara mandiri dan terintegrasi.

Dalam proses manufaktur, teknologi tersebut dapat menyusun rencana proses berdasarkan data historis hanya dalam hitungan menit. Langkah ini disebut mampu meningkatkan akurasi hingga 20% sekaligus mengubah peran insinyur dari penyusun rancangan awal menjadi reviewer.

Implementasi AI tersebut turut memberikan dampak terhadap efisiensi perusahaan. Siklus pengembangan produk baru berhasil dipangkas 30 persen, sementara efisiensi manufaktur meningkat 20 persen.

Di sisi lain, rasio beban operasional atau SG&A juga mengalami penurunan selama lima tahun berturut-turut.

Dorong Ekosistem Smart Home

Transformasi AI Haier Smart Home kemudian diarahkan lebih jauh melalui pengembangan ekosistem smart home. AI Agent menjadi salah satu teknologi utama untuk menghubungkan berbagai perangkat dan menciptakan skenario penggunaan yang lebih terintegrasi.

Dengan basis 130 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia dan sekitar 86,1 miliar interaksi skenario setiap tahun, Haier Smart Home mengklaim telah memperoleh sertifikasi Euromonitor International sebagai perusahaan No. 1 dunia dalam penjualan smart home.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan fokus bisnis Haier, dari sekadar menjadi pemimpin industri peralatan rumah tangga utama menuju perusahaan yang membangun ekosistem smart home berbasis AI.

Kenaikan Haier Smart Home ke posisi 378 Fortune Global 500 2026 pun menjadi gambaran dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menggabungkan kekuatan merek lokal dan global dengan transformasi teknologi.

Perpaduan antara ekspansi pasar, penguatan manufaktur lokal, inovasi produk, dan pemanfaatan AI menjadi fondasi Haier Smart Home dalam memperkuat daya saingnya di industri peralatan rumah tangga dan smart home global. (ris)

Merdeka Internetan! MyRepublic Fiber Tebar Promo Spesial Rp17.845 untuk Koneksi Tanpa Batas

0
MyRepublic
Binomedia.id, Jakarta — Semangat kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat memiliki kebebasan untuk terhubung, mendapatkan informasi, belajar, bekerja, berkarya, hingga menikmati hiburan di era digital. MyRepublic melalui layanan MyRepublic Fiber menghadirkan promo “Merdeka Internetan” dengan menawarkan kesempatan bagi pelanggan baru untuk menikmati tagihan internet hanya Rp17.845 pada bulan kedua, sebagai bentuk dukungan nyata dalam memerdekakan konektivitas digital masyarakat Indonesia.

Di era digital, internet memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap terhubung, mengeksplorasi berbagai hal baru, mengembangkan potensi, serta menikmati beragam aktivitas dalam keseharian. Melalui kampanye “Merdeka Internetan”, MyRepublic Fiber hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati lebih banyak manfaat dari konektivitas internet.

Promo ini menjadi bagian dari komitmen MyRepublic Fiber untuk menghadirkan layanan internet yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga semakin mudah diakses oleh masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, menikmati hiburan, hingga berkomunikasi, akses internet yang stabil menjadi kebutuhan yang semakin relevan bagi keluarga di Indonesia.

“Melalui ‘Merdeka Internetan’, MyRepublic Fiber ingin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia dengan menghadirkan koneksi internet yang cepat, stabil, dan terpercaya untuk mendukung masyarakat memanfaatkan teknologi dan menciptakan lebih banyak peluang.”  Ujar Iman Syahrizal, Chief Commercial Officer MoraRepublic

1. Super Hemat Bulan Kedua: Cukup bayar Rp17.845 (sebelum PPN) pada tagihan bulan kedua.

2. Bebas Biaya Pemasangan: Instalasi perangkat di rumah dilakukan gratis oleh tim teknisi profesional.

3. Koneksi Fiber Cepat & Terpercaya: Mendukung kebutuhan streaming, gaming, hingga kerja jarak jauh tanpa lag.

Langkah Mudah Berlangganan:

1. Akses laman resmi promo di https://www.myrepublic.co.id/promo/merdeka-bayar-17845.

2. Pilih paket internet sesuai kebutuhan dan lengkapi data diri.

3. Tentukan jadwalkan pemasangan dan nikmati internet super cepat langsung di rumah Anda!

Jangan Lewatkan Promo Terbatas Ini!

Penawaran spesial ini hanya berlaku hingga 31 Agustus 2026. Segera bergabung dan rasakan kebebasan berinternet tanpa batas bersama MyRepublic Fiber. Kunjungi myrepublic.co.id  sekarang juga sebelum periode promo berakhir! (ris)

PTPN Group Kembangkan 10.000 Hektare Bawang Putih di Jawa Barat untuk Dukung Swasembada Pangan

0
Hektare Bawang

Binomedia.id, BANDUNG – PTPN Group memperkuat kontribusinya dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada bawang putih nasional melalui pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di wilayah kerja PTPN Group di Jawa Barat pada 2026.

Program tersebut melibatkan mitra strategis dan masyarakat serta menjadi bagian dari komitmen PTPN Group dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset dan pengembangan komoditas strategis.

Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan kawasan bawang putih seluas 24.000 hektare selama periode 2026–2029.

Pengembangan komoditas tersebut dinilai semakin strategis mengingat masih besarnya kesenjangan antara produksi bawang putih dalam negeri dan kebutuhan nasional. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi bawang putih domestik berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang perlu diisi melalui peningkatan produksi dalam negeri sekaligus penguatan ekosistem bawang putih nasional.

Gandeng 14 Mitra Strategis

Untuk mempercepat realisasi program, PTPN Group melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jumat (21/8/2026).

Penandatanganan dilakukan PTPN Group melalui Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Desmanto, bersama para mitra. Kegiatan tersebut disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero).

Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan pemerintah.

Ke-14 mitra menyatakan komitmen untuk mengembangkan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group sebagai BUMN perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya ketahanan dan kedaulatan pangan.

“PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas perkebunan eksisting serta mengejar swasembada, tetapi untuk membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Denaldy.

Menurutnya, bawang putih merupakan salah satu komoditas dengan kesenjangan antara produksi dan kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Karena itu, pembangunan ekosistem secara terukur diperlukan untuk memperkuat pasokan domestik.

Fokus Awal pada Penyediaan Benih

Denaldy menjelaskan, tahap awal pengembangan diarahkan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas.

Menurutnya, ketersediaan benih menjadi fondasi penting sebelum pengembangan kawasan diarahkan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi.

Sementara itu, Regional Head PTPN I (Persero) Regional 2, Desmanto, mengatakan kawasan pengembangan bawang putih di wilayah kerja PTPN Group, khususnya Jawa Barat, akan tersebar di sejumlah kabupaten dengan melibatkan mitra dan masyarakat, termasuk gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, produktivitas bawang putih diharapkan terus meningkat secara berkelanjutan.

“Harapannya pengembangan ini dapat terus meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun ke-0 menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun ke-4,” ujar Desmanto.

Persiapan Lahan dan Perizinan Dipercepat

Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi atau ground checking areal telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, tahap persiapan benih dan pembukaan lahan masing-masing telah mencapai sekitar 25 persen. Adapun proses perizinan berada di kisaran 30 persen.

Menurut Arif, percepatan implementasi menjadi komitmen bersama, tidak hanya pada tingkat operasional PTPN I, tetapi juga didukung Holding Perkebunan melalui berbagai kebijakan untuk memperlancar proses pengembangan kawasan bawang putih.

“Kami terus memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi dapat berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi bagian penting untuk menjaga percepatan implementasi di lapangan,” katanya.

Bangun Ekosistem dari Benih hingga Pemasaran

Kementerian Pertanian sebelumnya menekankan bahwa pembangunan ekosistem bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, pemasaran, hingga penerapan teknologi.

Pengembangan tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, PTPN Group terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bawang putih.

PTPN Group juga menyusun konsep penanaman bawang putih yang ramah lingkungan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun model budidaya yang adaptif dan berkelanjutan.

Denaldy menegaskan, lahan yang telah siap akan segera dikerjakan, sementara areal yang masih dikelola masyarakat akan dikembangkan melalui pola kemitraan.

“Untuk lahan, areal yang sudah siap segera kita kerjakan. Areal yang masih dikelola masyarakat kita dorong melalui pola kemitraan sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dan memperoleh manfaat ekonomi,” lanjut Denaldy.

Target 24.000 Hektare hingga 2029

PTPN Group menargetkan pengembangan kawasan bawang putih mencapai 24.000 hektare sepanjang 2026–2029, dengan tahap awal seluas 10.000 hektare pada 2026.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap produksi bawang putih nasional sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.

Melalui pengembangan secara bertahap, penguatan teknologi budidaya, pengujian varietas, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan petani, PTPN Group berkomitmen mendukung peningkatan kemandirian produksi bawang putih.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri. (ris)

Saham RANS Kembali Jadi Sorotan, Tekanan Jual Masih Membayangi

0
Saham RANS

Binomedia.id, JAKARTA – Saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) kembali menjadi perhatian investor setelah diperdagangkan di bawah level harga yang dicapai pada perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8/2026), saham RANS sempat menguat sekitar 3 persen ke level Rp206 per saham. Namun, tekanan jual masih terlihat cukup kuat dengan antrean jual yang jauh lebih besar dibandingkan antrean beli.

Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), saham RANS sempat menyentuh level Rp200 per saham.

RANS resmi mencatatkan sahamnya di BEI melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Jumat (10/7/2026).

Sempat Melonjak pada Hari Pertama

Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung mencatat auto rejection atas (ARA) sebesar 34,12 persen hingga mencapai level Rp228 per saham.

Dalam proses IPO, saham RANS ditawarkan kepada investor pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.

Meski sempat mencatatkan kenaikan signifikan pada hari pertama perdagangan, pergerakan saham RANS selanjutnya menghadapi tekanan. Dalam periode sekitar satu bulan terakhir, harga saham perseroan tercatat terkoreksi sekitar 10,43 persen.

Dengan posisi Rp206 per saham, harga RANS juga telah berada di bawah level Rp228 yang dicapai pada perdagangan perdananya.

Antrean Jual Lebih Besar

Tekanan jual semakin terlihat dari aktivitas perdagangan saham RANS menjelang penutupan sesi I pada Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan data Stockbit, antrean jual saham RANS mencapai sekitar 1,05 juta lot, dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.100 kali.

Antrean jual terbesar berada pada harga Rp218 per saham, yakni sekitar 184.188 lot dengan frekuensi 152 kali. Sementara itu, pada harga Rp220 per saham, antrean jual tercatat sekitar 120.141 lot.

Sebaliknya, antrean beli tercatat jauh lebih kecil, yakni sekitar 384.785 lot dengan frekuensi sebanyak 1.481 kali.

Antrean beli terbesar berada pada harga Rp200 per saham, dengan frekuensi mencapai 314 kali.

Besarnya perbedaan antara antrean jual dan beli tersebut menunjukkan tekanan jual terhadap saham RANS masih cukup tinggi.

Investor Cermati Prospek Fundamental

Pergerakan saham RANS menjadi perhatian pasar setelah perseroan resmi melantai di BEI dengan membawa nama besar bisnis hiburan dan ekosistem digital yang dibangun oleh pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Namun, setelah saham diperdagangkan di pasar sekunder, pergerakannya tetap ditentukan oleh dinamika permintaan dan penawaran investor serta ekspektasi terhadap kinerja perusahaan.

Lonjakan harga pada hari pertama perdagangan tidak secara otomatis menjamin saham mampu mempertahankan level tersebut dalam perdagangan berikutnya.

Kini, investor akan mencermati kemampuan RANS menjaga kepercayaan pasar sekaligus perkembangan fundamental dan kinerja bisnis perseroan.

Tekanan jual yang masih lebih besar dibandingkan antrean beli menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa saham RANS masih menghadapi tantangan untuk kembali mencatatkan penguatan secara konsisten.

Pergerakan harga selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama apakah RANS mampu kembali mendekati level perdagangan perdananya atau justru melanjutkan tren koreksi di tengah dinamika pasar saham yang semakin kompetitif. (ris)