Beranda blog Halaman 15

Terhimpit Biaya, Pasien Kanker Paru Berjuang Demi Akses Terapi Modern

0
kanker paru
Foto: Ilustrasi

binomedia.id – Jakarta. Di tengah hiruk-pikuk kota dan kepul asap yang kian akrab dengan keseharian, kanker paru diam-diam mulai menemukan sasaran baru. Penyakit ini tidak lagi hanya mengetuk pintu mereka yang akrab dengan tembakau, tetapi juga merayap masuk ke kehidupan mereka yang menjaga raga dengan penuh kehati-hatian.

Bagi Patricia Susanna (56 tahun), vonis itu datang seperti petir di siang bolong. Sebagai perempuan yang tidak pernah menyentuh rokok dan menjalani gaya hidup sehat, kanker paru adalah kata yang sebelumnya mustahil ada dalam kamus hidupnya. Namun, realita berkata lain. Susan, sapaan akrabnya, kini berdiri di garis depan sebagai penyintas, mewakili ribuan wajah baru kanker paru di Indonesia yang mematahkan stigma lama.

Selama puluhan tahun, kanker paru dicitrakan secara tunggal: penyakit pria perokok. Namun, data terbaru menunjukkan pergeseran profil pasien yang mengkhawatirkan. Kanker paru kini semakin sering ditemukan pada perempuan Asia dan kelompok orang yang bukan perokok aktif.

Kanker paru kini menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia dengan menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian akibat kanker sebesar 14,1%. Kondisi tersebut sekaligus mengingatkan kita bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi siapa saja, sebab faktor lingkungan seperti kualitas udara dan paparan asap rokok di ruang publik dapat memengaruhi kesehatan, bahkan bagi individu yang sudah berupaya menjaga pola hidup tetap terjaga.

Menjamin Harapan Lewat Akurasi Medis dan Obat Inovatif

Perjalanan Susan menuju kesembuhan mengungkap sisi gelap birokrasi medis. Banyak pasien kanker paru di Indonesia yang “tersesat” dalam diagnosa awal. Karena gejala yang mirip, dokter seringkali memberikan pengobatan TBC selama berbulan-bulan, bahkan tahunan.

“Dokter seringkali salah mendiagnosa karena tidak ingin ribet dengan urusan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk pemeriksaan tambahan,” ungkap Susan.

Keterlambatan ini fatal. Pasien kehilangan waktu berharga (golden time) untuk menangani sel kanker sebelum menyebar ke organ lain. Susan menegaskan, transparansi dokter dan akses terhadap fasilitas canggih seperti PET Scan serta tes genetik seharusnya menjadi hak, bukan kemewahan yang sulit dijangkau pengguna JKN.

Begitu pula dengan obat kanker yang dijamin JKN saat ini, Susan mengharapkan agar pemerintah dapat mulai memprioritaskan akses terhadap terapi inovatif yang dapat memberikan manfaat yang maksimal dalam memperpanjang angka harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan, dengan minim efek samping. Susan berharap pemerintah tidak hanya melihat obat-obatan dari sisi harganya saja, namun juga efektivitas pengobatan dan efek samping obat terhadap diri pasien.

Peran komunitas seperti Cancer Information & Support Center (CISC) menjadi krusial dalam menjembatani kesenjangan informasi yang sering dialami pasien. Megawati Tanto, yang menjabat sebagai Koordinator Kanker Paru di lembaga tersebut, aktif menyoroti perlunya penyelarasan antara standar pengobatan nasional dengan perkembangan teknologi medis global.

Mega menyampaikan bahwa pihaknya terus mengadvokasi pemerintah melalui Komisi IX DPR RI agar obat kanker inovatif dapat dijamin oleh JKN. “Ilmu kedokteran terus berkembang. Untuk kanker paru sudah ada terapi generasi ketiga seperti Osimertinib, namun belum dijamin JKN. Biayanya sangat tinggi jika ditanggung pribadi, padahal ketersediaannya sangat menentukan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya skrining berkala, terutama di tengah meningkatnya kasus kanker paru pada perempuan Asia dan non-perokok. “Saya sendiri tidak merokok, begitu juga banyak anggota komunitas kami. Deteksi dini menjadi sangat penting,” tambahnya.

BPJS Watch: Menagih Amanat Konstitusi bagi Pasien Kanker

Suara para penyintas tersebut selaras dengan pandangan Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch. Ia menegaskan bahwa ketimpangan akses obat inovatif, khususnya kanker di Indonesia salah satu yang terendah di Asia Pasifik bukan sekadar masalah teknis medis, melainkan persoalan serius yang menyentuh hak konstitusional warga negara.

Tanpa penanganan komprehensif, Timboel memperingatkan bahwa penyakit katastropik ini akan menciptakan efek domino yang melumpuhkan. Secara global, studi Frontiers in Oncology memproyeksikan kerugian ekonomi akibat kanker mencapai US$25,2 triliun hingga 2050. Di Indonesia, dampaknya mulai nyata: laporan OECD memperkirakan hilangnya potensi 92.200 tenaga kerja penuh waktu akibat kematian dini dan disabilitas.

Kondisi ini kian memprihatinkan di tingkat rumah tangga, di mana 59,5% pasien kanker mengalami kesulitan finansial signifikan hanya dalam setahun setelah diagnosis. Beban ini, menurut Timboel, menunjukkan bahwa kanker bukan hanya masalah sistem kesehatan, tetapi juga ancaman bagi ketahanan ekonomi masyarakat luas.

Guna memutus rantai kerugian tersebut, Timboel mendesak pergeseran pendekatan dari sekadar kuratif menjadi preventif-promotif. “Upaya ini harus diperkuat untuk mendorong deteksi dini dan meningkatkan peluang kesembuhan, sekaligus menekan biaya jangka panjang,” ujarnya. Ia mendorong Kemenkes dan BPJS untuk melakukan pendekatan ‘jemput bola’ melalui integrasi skrining di tingkat fasilitas kesehatan primer hingga aparat desa.

Ia mengingatkan kembali amanat Pasal 28H ayat 3 dan Pasal 34 UUD 1945. Negara wajib menyediakan fasilitas kesehatan layak, termasuk alat modern dan obat terkini. “Dalam layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah harus menempatkan manusia sebagai subjek. Orientasi utamanya adalah menyelamatkan jiwa, bukan semata-mata menekan beban biaya,” pungkasnya. (rls/sh)

Kolaborasi Yayasan WINGS Peduli dan Pemerintah Kota Surabaya Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Aksi Hijau Penanaman 1.000 Pohon

0
YAYASAN WING SPEDULI

binomedia.idJakarta. WINGS Group melalui Yayasan WINGS Peduli menyelenggarakan Aksi Bersih Lingkungan dan Aksi Hijau Penanaman 1.000 Pohon sebagai komitmen #WINGSPeduliLingkungan untuk memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April. Berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yayasan WINGS Peduli menggelar kegiatan ini di kawasan Ekowisata Adventureland Romokalisari, Benowo yang terletak tepat di pesisir Teluk Lamong, serta melibatkan ratusan relawan dari berbagai latar belakang.

Kawasan Ekowisata Adventureland Romokalisari merupakan muara beberapa sungai besar di Surabaya, yang rentan mengalami penumpukan sampah yang terbawa oleh arus sungai. Oleh karena itu, melalui kegiatan Aksi Hijau ini, Yayasan WINGS Peduli berupaya melakukan konservasi dengan menanam 1.000 bibit pohon Cemara Udang dan Mangrove, yang berguna untuk mencegah abrasi, mengurangi hempasan gelombang air, dan menahan angin kencang. Kedua jenis ini juga dinilai sebagai tanaman yang cocok hidup di kondisi geografis wilayah muara.

Nanik Sukristina, S.KM, M.Kes selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya mengatakan, “Melalui kolaborasi ini, kami bersama dengan Yayasan WINGS Peduli memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan secara aktif dengan bersama-sama melakukan aksi nyata dalam merawat lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal untuk mewujudkan ekosistem yang lebih baik bagi generasi mendatang,”

Untuk memperkuat kesadaran memelihara lingkungan, Yayasan WINGS Peduli juga melibatkan sekitar 300 orang relawan yang terdiri dari pelajar SMPN 63 Surabaya, warga sekitar, komunitas pecinta lingkungan Tunas Hijau serta dinas-dinas terkait untuk ikut serta berpartisipasi. Selain kegiatan menanam bersama, relawan ini juga mendapat edukasi seputar pemilahan sampah melalui kampanye #PilahDariSekarang, perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga layanan pemeriksaan gigi gratis.

Perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Oucky Hertanto, mengatakan, “Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan, serta memberikan stimulus pada masyarakat terkait pentingnya kesadaran merawat lingkungan. Oleh karena itu, kami juga menghadirkan edukasi seputar pengelolaan sampah secara bertanggung jawab kepada relawan yang hadir. Sehingga, pulang dari kegiatan ini, mereka dapat melanjutkan aksi peduli lingkungan ini dalam kehidupan sehari-hari.”

Aksi Hijau ini merupakan kegiatan rutin yang telah Yayasan WINGS Peduli lakukan melalui kolaborasi strategis untuk melakukan konservasi pada lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Aksi Hijau melalui penanaman pohon Mangrove di beberapa titik Konservasi Mangrove di DKI Jakarta (2023-2025), Ekowisata Mangrove, Jawa Timur (2024), Eco-Tourism, Jakarta Utara (2024), serta penanaman 10.000 tanaman hias di Jalan Diponegoro, Jawa Timur (2025). Berbagai upaya ini adalah komitmen WINGS Group melalui Yayasan WINGS Peduli untuk terus mendukung kelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif yang berkelanjutan dan konsisten, untuk mewujudkan Life Keeps Getting Better with WINGS. (rls/sh)

Michelle Quinessha Rilis “Like A Diamond”, Penyanyi Usia 12 Tahun Siap Go Internasional

0
Michelle Quinessha rilis lagu Like A Diamond, Penyanyi usia 12 Tahun siap go internasional. (Dok. Istimewa)
Michelle Quinessha rilis lagu Like A Diamond, Penyanyi usia 12 Tahun siap go internasional. (Dok. Istimewa)

Binomedia– Industri musik Tanah Air kembali diramaikan oleh kehadiran penyanyi pendatang baru dengan potensi besar untuk mendunia, Michelle Quinessha. Ia baru saja merilis single terbaru berjudul “Like A Diamond”, karya Rulli Aryanto dan diproduksi oleh Senada Digital Records. Peluncuran tersebut menegaskan langkah konsisten penyanyi asal Jakarta tersebut dalam menapaki jalur profesional di usia yang masih sangat muda, seperti disampaikan Michelle Quinessha kepada awak media pada Senin (27/4/2026).

Michelle Quinessha lahir di Jakarta pada 14 Desember 2013 dari pasangan Wong Benny asal Cirebon dan Nelly asal Jakarta. Kedua orang tuanya dikenal sebagai pengusaha di bidang properti yang aktif mendukung perjalanan kreatif sang putri. Dukungan keluarga menjadi fondasi kuat yang membantu Michelle berkembang dengan percaya diri di dunia hiburan. Lagu terbarunya tersebut dirilis pada Rabu, 22 April 2026 di berbagai platform musik digital.

Saat menjalani kehidupan sebagai siswi kelas 6 di Tzu Chi School Indonesia, Michelle tetap memprioritaskan pendidikan di tengah jadwal yang padat. Aktivitas harian berlangsung dari pagi hingga sore di sekolah, lalu dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti les akademik, vokal, piano, dance, hingga renang. Disiplin menjadi kunci utama, sementara sang ibu berperan penting dalam menyusun jadwal agar semua kegiatan berjalan seimbang.

Michelle juga dikenal sebagai penyanyi muda yang mampu membawakan lagu dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Tantangan terbesar ia rasakan saat menyanyikan lagu berbahasa Mandarin karena membutuhkan ketelitian dalam pelafalan serta pemahaman makna lirik. Proses tersebut justru memperkuat kemampuan interpretasi dan memperkaya karakter vokalnya di atas panggung.

Perjalanan musik Michelle dimulai lewat lagu “Tak Ada Yang Tak Mungkin” yang memiliki makna mendalam bagi dirinya. Lagu tersebut mencerminkan keyakinan bahwa mimpi dapat diraih dengan usaha, kepercayaan diri, dan ketekunan. Pesan inspiratif menjadi benang merah yang terus ia bawa dalam setiap karya, termasuk dalam rilisan terbarunya.

Selain dunia musik, Michelle juga menunjukkan jiwa entrepreneurship sejak duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman berjualan sejak kelas 3 membentuk karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut ia terapkan dalam setiap proses kreatif, mulai dari latihan hingga rekaman, sehingga membentuk etos kerja yang matang di usia muda.

Ke depan, Michelle tengah mempersiapkan mini album berbahasa Inggris dengan tema besar tentang mimpi, proses bertumbuh, dan pentingnya keluarga. Ia ingin menyampaikan pesan tentang percaya diri serta semangat pantang menyerah kepada para pendengar. Nilai berbakti kepada orang tua juga menjadi bagian penting yang ingin ia suarakan melalui karya-karyanya.

Dukungan dari lingkungan sekitar turut memperkuat langkah Michelle di industri musik. Keluarga, guru, dan teman-teman memberikan respons positif dan rasa bangga atas pencapaiannya. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Michelle untuk terus berkarya dan berkembang.

Sang ibu, Nelly, mengungkapkan bahwa bakat Michelle mulai terlihat sejak usia delapan tahun ketika ia dengan inisiatif sendiri meminta mengikuti les vokal, piano, dan dance. Kebiasaan berlatih secara mandiri di rumah memperlihatkan keseriusan serta kecintaan terhadap musik. Orang tua pun berkomitmen menjaga keseimbangan antara pendidikan, karier, dan kehidupan sosial agar Michelle tetap menikmati masa kecilnya.

Produser sekaligus pemilik label Senada Digital Records, Rulli Aryanto, menilai Michelle memiliki nilai lebih yang jarang dimiliki artis seusianya. Sikap santun, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta kemauan belajar menjadi faktor utama yang membuatnya menonjol. Ia juga melihat potensi besar Michelle sebagai artis masa depan dengan karakter vokal unik dan kemampuan multibahasa yang menjadi kekuatan tersendiri di industri musik Indonesia.

Melalui rilisan “Like A Diamond”, Michelle Quinessha menegaskan eksistensi sebagai penyanyi muda dengan visi besar. Perjalanan yang ia bangun tidak hanya berfokus pada popularitas, tetapi juga pada proses, nilai, dan inspirasi. Dengan dukungan keluarga serta dedikasi tinggi, Michelle membuka peluang untuk menjadi salah satu talenta berpengaruh di generasi mendatang.

Live perform Michelle Quinessha saat membawakan lagu “Like A Diamond” dapat langsung disaksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/ksw3F9kls-c?si=b06w2vIMXQM4xUF0

Penulis: Muhammad Fadhli

Hunian Multifungsi Kian Diminati, IKEA Indonesia Ungkap Tantangan dan Solusinya

0
IKEA Indonesia

binomedia.id – Jakarta. Cara orang menggunakan rumah berubah lebih cepat dari desainnya. Di banyak rumah, satu ruang kini dipakai untuk bekerja, makan, dan beristirahat dalam waktu yang sama. IKEA Indonesia mengamati pola ini semakin umum, dan menilai desain yang terlalu spesifik sulit mengikuti penggunaan sehari-hari.

“Yang kami lihat bukan sekadar ruang berubah fungsi, tapi beberapa kebutuhan hadir dalam waktu yang sama. Di situ, desain tidak lagi cukup hanya untuk satu hal saja, tapi harus bisa menampung perubahan tanpa harus repot karena banyak penyesuaian atau membuat friksi pada alur sebuah ruang,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader, IKEA Indonesia dalam forum arsitektur ARCH:ID 2026.

Perubahan yang sama juga terlihat di ruang publik. Area duduk yang awalnya tertata untuk satu kebutuhan, akan berubah ketika ada orang yang mulai menunggu lebih lama, berpindah-pindah, hingga dijadikan tempat berkumpul. Ruang tetap digunakan sesuai fungsi awalnya, tetapi dalam waktu yang sama menampung kebutuhan lain yang muncul.

Seiring banyaknya kebutuhan yang muncul, ruang tersebut lama kelamaan dapat terasa semrawut. Bukan karena ukurannya terbatas, tetapi karena cara pemanfaatannya berubah. Desain interior yang terlalu spesifik akan sulit menampung beberapa kebutuhan sekaligus. Banyak situasi seperti ini terlihat jelas di rumah dengan zona khusus. Misalnya, ruang makan yang terlihat lapang bisa langsung terasa padat saat digunakan untuk bekerja sambil mendampingi anak. Area duduk yang rapi dapat kehilangan alur ketika orang mulai menggeser posisi untuk penggunaan baru seperti bekerja atau kegiatan lainnya.

IKEA Indonesia melihat bahwa rumah adalah tempat sebuah sistem yang akan terus beradaptasi. Karena pada akhirnya, kebutuhan di pagi hari tentu berbeda dengan malam hari, penggunaan ruang saat hari kerja akan berbeda dengan akhir pekan, dan satu ruang harus mampu mengikuti berbagai perubahan tersebut tanpa perlu diatur ulang setiap saat.

“Desain bukan tentang membuat ruang selalu terlihat rapi atau sempurna, tidak peduli apapun aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Yang lebih penting adalah bagaimana ruang itu tetap bisa digunakan, bahkan ketika dipakai dengan cara yang berbeda setiap hari,” tutup Torik.

Bagi IKEA Indonesia, ruang akan terus berubah mengikuti penggunanya. Karena itu, desain perlu cukup fleksibel untuk mengakomodasi perubahan tersebut, tanpa kehilangan fungsi dasarnya dalam penggunaan sehari-hari. (rls/sh)

Tren Kreator Konten Meningkat, Ini 6 Tablet Terbaik untuk Editing April 2026

0

binomedia.id Jakarta. Perkembangan kreator konten di Indonesia semakin pesat. Aktivitas seperti membuat video untuk media sosial hingga YouTube kini tidak lagi sekadar hobi, melainkan sudah menjadi profesi yang menjanjikan. Seiring dengan itu, kebutuhan perangkat editing yang praktis dan bertenaga pun ikut meningkat.

Tablet kini menjadi pilihan favorit karena menawarkan layar luas dan performa tinggi dalam bentuk yang lebih ringkas dibanding laptop. Terlebih bagi kreator yang sering bekerja secara mobile, tablet memberikan fleksibilitas tanpa mengorbankan kemampuan editing. Berikut enam tablet terbaru April 2026 yang layak dipertimbangkan:

1. Samsung Galaxy Tab S10 FE+
Tablet ini hadir dengan layar besar 13,1 inci yang memudahkan pengaturan timeline video. Ditenagai prosesor Exynos 1580, performanya stabil untuk editing. Kapasitas penyimpanan hingga 2TB memberi ruang lega untuk proyek besar. Ditambah fitur Galaxy AI, kreator bisa lebih cepat menemukan ide konten. Harga sekitar Rp7,7 juta.

2. Apple iPad Air M3
Dibekali layar Liquid Retina 11 inci yang tajam, tablet ini sangat ideal untuk kebutuhan color grading. Chipset Apple M3 membuat proses editing hingga rendering berjalan mulus. Penyimpanan hingga 1TB cocok untuk kreator profesional. Harga berkisar Rp12–14 juta.

3. Huawei MatePad 11.5 S
Mengusung PaperMatte Display, layar tablet ini mampu mengurangi pantulan cahaya hingga 99%, nyaman untuk penggunaan lama. Resolusi 2.8K dan refresh rate 144Hz membuat tampilan visual sangat halus. Baterai 8.800 mAh juga mendukung produktivitas seharian. Harga sekitar Rp6 juta.

4. Xiaomi Pad 7
Tablet ini menawarkan layar 11,2 inci dengan teknologi Dolby Vision dan kecerahan tinggi. Ditenagai Snapdragon 7+ Gen 3, performanya cukup kuat untuk editing video. Baterai 8.850 mAh membuatnya tahan lama. Harga sekitar Rp5 juta, menjadikannya opsi menarik di kelas menengah.

5. HONOR Pad X9A
Dengan layar 11,5 inci resolusi 2.5K dan refresh rate 120Hz, tablet ini cukup nyaman untuk editing ringan. Bobotnya yang hanya 475 gram membuatnya mudah dibawa. Cocok untuk kreator pemula dengan harga sekitar Rp4,5 juta.

6. Infinix XPAD Edge
Memiliki layar paling besar, yaitu 13,2 inci beresolusi 2.4K, tablet ini cocok untuk editing dengan tampilan luas. Didukung Snapdragon 685 dan penyimpanan yang bisa diperluas hingga 2TB, perangkat ini cukup mumpuni untuk kebutuhan harian. Harga sekitar Rp3,8 juta.

Kehadiran berbagai pilihan tablet ini menunjukkan bahwa kebutuhan kreator konten semakin beragam. Mulai dari kelas entry-level hingga premium, semua menawarkan keunggulan masing-masing.

Bagi kreator, memilih perangkat bukan hanya soal spesifikasi, tetapi juga menyesuaikan dengan gaya kerja dan kebutuhan produksi. Dengan perangkat yang tepat, proses editing bisa menjadi lebih cepat, efisien, dan tentu saja menghasilkan konten yang lebih berkualitas.(dhil)

Honda Vario 125 2026 Hadir dengan Gaya Baru, Varian Street Style Curi Perhatian

0

binomedia.idJAKARTA. Pasar skuter matik di Indonesia kembali memanas dengan hadirnya penyegaran terbaru dari PT Astra Honda Motor melalui peluncuran Honda Vario 125 2026. Model facelift ini membawa perubahan yang cukup signifikan, terutama dengan hadirnya varian baru yang paling dinanti, yakni Vario 125 Street Style.

Varian Street Style menjadi sorotan utama karena mengusung konsep setang terbuka (naked handlebar), yang selama ini identik dengan Honda BeAT Street. Desain ini memberikan kesan lebih santai, urban, dan “kalcer”, sehingga sangat cocok untuk kalangan pengendara muda yang ingin tampil beda di jalanan.

Dari sisi tampilan, perubahan ini membuat Vario 125 terasa lebih segar dan berkarakter. Setang terbuka memberikan nuansa motor yang lebih ringan dan lincah, sekaligus memperkuat identitas sebagai skutik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga stylish.

Meski mengalami pembaruan desain, sektor dapur pacu tetap mengandalkan mesin 125cc eSP berpendingin cairan yang sudah terbukti tangguh dan efisien. Mesin ini dikenal memiliki performa yang stabil untuk penggunaan harian, baik di jalan perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.

Menariknya, pada model 2026 ini terdapat optimasi pada bobot kendaraan. Dengan bobot yang lebih ringan, handling motor menjadi lebih responsif dan nyaman dikendarai, terutama di kondisi lalu lintas padat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan kombinasi antara performa dan kemudahan manuver.

Langkah menghadirkan varian Street Style menunjukkan bahwa Honda tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memahami tren gaya hidup pengendara masa kini. Motor tidak lagi sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekspresi diri.

Dengan pembaruan ini, Honda Vario 125 2026 diprediksi akan semakin memperkuat posisinya di segmen skuter matik 125cc. Kombinasi desain kekinian, mesin andal, dan fitur yang relevan menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan motor praktis namun tetap tampil beda.(dhil)

RSIA Bunda Jakarta Resmikan Pusat Neurologi Pediatrik dengan EEG Portabel

0
RSIA BUNDA JAKARTA
RSIA Bunda Jakarta Luncurkan Pediatric Neurology Center untuk Penanganan Epilepsi Anak pada Minggu 26/4/26 di Jakarta

binomedia.id Jakarta. Memperingati hari Epilepsi sedunia, PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui RSIA Bunda Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam layanan kesehatan anak dengan meresmikan Pediatric Neurology Center (Pusat Neurologi Anak), sebuah layanan terpadu untuk diagnosis dan penanganan gangguan saraf pada anak. Sejalan dengan peluncuran tersebut, pusat layanan ini juga menghadirkan inovasi teknologi Electroencephalogram (EEG) portabel yang dirancang untuk mendukung pemeriksaan epilepsi anak secara lebih nyaman, fleksibel, dan akurat sehingga memberikan pengalaman diagnostik yang lebih ramah bagi pasien anak sekaligus membantu tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis yang lebih tepat.

Langkah ini menjadi penting mengingat gangguan neurologis pada anak, khususnya epilepsi, memerlukan pendekatan yang presisi sekaligus ramah anak. Prosedur EEG konvensional kerap menjadi tantangan karena ukuran perangkat yang besar serta lingkungan medis yang dapat memicu kecemasan pada anak. Menjawab kebutuhan tersebut, RSIA Bunda Jakarta menghadirkan solusi melalui teknologi EEG portabel yang memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih fleksibel, adaptif, dan minim stres bagi pasien anak.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah pakar di bidang neurologi anak serta pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan komunitas pemerhati epilepsi anak, guna memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas penanganan gangguan neurologi anak di Indonesia.

Diskusi yang dimoderatori oleh dr. I.G.A.N. Partiwi, Sp.A, MARS ini menghadirkan sejumlah panelis lintas keahlian, antara lain :

Para dokter spesialis anak dalam bidang konsultan neurologi :
Prof. Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K) Neurologi
Prof. Dr. dr. R.A. Setyo Handryastuti, Sp.A(K) Neurologi
dr. Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp. Neurologi(K), M.Med (Clin Neurophysiol)

serta Dokter spesialis anak :
dr. Dara Ninggar Santoso, Sp.A, M.Med (Clin Epi)

dan tamu undangan dari RPEAI :
Meiftah Nuzulil Rahma dari Komunitas Ruang Peduli Epilepsi Anak Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Achmad Rafli, Sp.A, Subsp. Neuro(K), FICNA, Konsultan Neurologi Anak RSIA Bunda Jakarta, menegaskan bahwa kehadiran teknologi EEG portabel membawa pendekatan baru dalam pemeriksaan neurologis anak. “EEG portabel memungkinkan perekaman aktivitas listrik otak dilakukan secara lebih natural, saat anak dalam kondisi rileks, bermain, atau bahkan tidur. Kondisi ini membantu kami memperoleh data yang lebih akurat untuk menegakkan diagnosis, termasuk pada kasus epilepsi yang kompleks, serta menentukan terapi yang paling tepat bagi setiap pasien,” jelasnya.

RSIA BUNDA JAKARTA

Dengan desain yang ringkas dan non-invasif, EEG portabel juga membantu mengurangi artefak atau gangguan sinyal akibat ketidaknyamanan pasien, sehingga meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan secara keseluruhan.

Pediatric Neurology Center RSIA Bunda Jakarta didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis anak konsultan neurologi, terapis tumbuh kembang, serta tenaga keperawatan terlatih. Layanan yang dihadirkan mencakup diagnosis dan penanganan epilepsi, evaluasi gangguan perkembangan saraf, manajemen kejang demam, hingga program rehabilitasi medik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan komprehensif ini, kehadiran pusat layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi dini gangguan neurologis pada anak, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat waktu dan risiko dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang dapat diminimalkan. Pada saat yang sama, inisiatif ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan gangguan saraf serta memperkuat peran RSIA Bunda Jakarta sebagai salah satu rujukan layanan neurologi anak di Indonesia. Ke depan, RSIA Bunda Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan riset klinis di bidang neurologi anak, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung prediksi kejang serta mendorong pendekatan terapi yang lebih personal dan presisi bagi setiap pasien. (rls/sh)

“Dapur Sumur Tutur” oleh Putri Ayudya Hadirkan Dinamika Perempuan Lintas Generasi Dalam Bentuk Pertunjukan Satu Orang

0
PUTRI AYUDYA

binomedia.idJakarta. – Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni melalui pementasan pertunjukan satu orang (one man show) Dapur Sumur Tutur, sebuah karya yang menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai dan tradisi. Karya yang diproduseri oleh Nosa Nurmanda dan disutradarai oleh Ben Bening ini dipentaskan oleh Putri Ayudya, seorang aktor yang telah dua kali dinominasikan sebagai Pemeran Wanita Terbaik FFI dan meraih Piala Maya.

Selama kurang lebih satu jam, penikmat seni diajak menyelami kisah tiga generasi perempuan Jawa dalam satu keluarga yang hadir dalam momen sakral peringatan seribu hari wafatnya Eyang Kakung. Melalui sudut pandang YangTi, Ibuk, dan Mbak, pertunjukan ini menghadirkan dialog batin tentang tradisi, relasi keluarga, serta pengalaman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan pendekatan pertunjukan satu orang yang bersifat imersif, karya ini menghadirkan pengalaman yang intim dan reflektif bagi penonton.

c8d2081c 35ca 45ab bdd0 04221f27e9f1 , PUTRI AYUDYA, Binomedia

“Pementasan Dapur Sumur Tutur hari ini sejalan dengan komitmen Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan karya seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui cerita yang personal dan pendekatan artistik yang kuat, kami berharap pertunjukan ini dapat membuka ruang refleksi bagi penikmat seni tentang dinamika keluarga, peran perempuan, serta perubahan nilai budaya yang terus berlangsung,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Pertunjukan Dapur Sumur Tutur berangkat dari kegelisahan generasi milenial perempuan Jawa terhadap tradisi yang seringkali diwariskan tanpa pemaknaan ulang. Dalam banyak kisah, nilai-nilai tersebut diteruskan tanpa memahami akar dan konteksnya, sehingga sulit diadaptasi dengan perubahan zaman dan berpotensi menimbulkan generational trauma. Pergeseran ranah perempuan dari konco wingking menjadi mitra sejajar dalam kehidupan modern turut menjadi benang merah dalam pertunjukan ini.

Selain itu, isu sandwich generation dan ageism diangkat sebagai refleksi kondisi sosial saat ini, ketika jumlah populasi lansia terus meningkat, sementara jumlah usia produktif semakin terbatas. Situasi ini membuat generasi muda harus memikul beban ekonomi sekaligus perawatan keluarga yang lebih besar, di tengah keterbatasan akses pekerjaan dan kemandirian bagi kelompok usia lanjut. Dalam konteks ini, perempuan kerap berada di garis depan, tidak terlepas dari nilai dan tradisi yang menempatkan mereka sebagai pengurus utama orang tua di masa tua. Realitas ini mencerminkan kuatnya ekspektasi gender yang menempatkan perempuan sebagai caretaker utama dalam keluarga.

Putri Ayudya selaku aktor tunggal di pertunjukan ini menuturkan bahwa karya ini lahir dari pengalaman personal dan hasil riset bersama tim kreatif. “Kisah ini berangkat dari kegelisahan sebagai perempuan Jawa generasi milenial. Sebagian materi berasal dari pengalaman pribadi kami dan sebagian lainnya dari riset tentang perempuan Jawa, generational trauma, serta proses reparenting. Judul Dapur Sumur Tutur sendiri menggambarkan perubahan peran perempuan, dari yang semula terbatas di ranah domestik menjadi ruang bertutur dan menyuarakan pengalaman.”

Sementara itu, Nosa Nurmanda sebagai Produser menjelaskan, “Pemilihan tiga generasi perempuan dan latar peringatan seribu hari kematian memiliki makna simbolis. Momen ini adalah ruang refleksi keluarga, ketika duka sudah mengendap dan bisa dimaknai ulang. Di situlah kita melihat bagaimana nilai, luka, dan cara pandang diwariskan antar generasi, terkadang tanpa disadari. Harapannya, melalui pertunjukan ini penonton dapat lebih memahami bahwa tradisi dapat terus hidup dan relevan jika disikapi secara bijaksana.”

Ben Bening selaku Sutradara menambahkan, “Hari ini kita sering merasa perempuan sudah lebih bebas dibandingkan sebelumnya. Namun, pertanyaannya adalah apakah kebebasan itu benar-benar utuh? Apakah perempuan sudah benar-benar bebas dalam menentukan mimpi, pilihan hidup, dan ruang yang ingin ia tempati, baik di pekerjaan, keluarga, maupun dalam tradisi? Pertunjukan ini berangkat dari pertanyaan tersebut, yang bagi kami akan selalu relevan, sudahkah perempuan benar-benar bebas?”

Pertunjukan yang ditulis oleh ketiga kreator ini tidak hanya bertumpu pada kekuatan akting, tetapi juga didukung oleh elemen artistik seperti lagu latar dan efek suara yang dikomposisikan oleh Taufan Iskandar, tata cahaya, serta elemen visual yang ditampilkan melalui layar, yang dikembangkan dengan menggabungkan perspektif personal dan hasil riset masing-masing kreator. Keseluruhan elemen ini dirancang untuk memperkuat atmosfer pementasan dan membantu penonton menyelami emosi serta dinamika antar generasi yang dihadirkan dalam karya ini. 

Pertunjukan Dapur Sumur Tutur menjadi penutup rangkaian pertunjukan seni akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya sepanjang bulan April. Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan Bukan Kartini oleh Wulangreh Omah Budaya, Makkunrai Nusanusa oleh Kinarya GSP, serta Close Friends oleh Shafiq Husein dan Ufa Sofura. Kedepannya, Galeri Indonesia Kaya akan terus menghadirkan beragam pertunjukan seni setiap akhir pekan dengan informasi lebih lanjut yang dapat diakses melalui situs IndonesiaKaya.com. (renz)

Sequis Life Dorong Pemberdayaan Perempuan Wirausaha  

0
SEQUIS LIFE

binomedia.id – Jakarta. PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menyelenggarakan Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table (24/4) sebagai ruang koneksi bagi perempuan pemangku kepentingan (stakeholder) dari dunia bisnis dan komunitas untuk berbagi pengalaman dan inspirasi terkait peran perempuan dalam bisnis.

Kegiatan ini menjadi langkah awal peluncuran program strategis Sequis SHEPRENEUR dalam platform keberlanjutan Better Tomorrow with Sequis Life. Program Sequis SHEPRENEUR difokuskan pada pemberdayaan perempuan wirausaha melalui peningkatan literasi keuangan dan pengembangan potensi bisnis.

Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara yang akrab disapa Tina menyampaikan bahwa Better Tomorrow with Sequis Life merupakan platform keberlanjutan yang menghadirkan perlindungan melalui aksi nyata melalui berbagai inisiatif yang relevan dan inspiratif.

“Fokus inisiatif dari platform keberlanjutan pada tahun 2026 ini akan diarahkan pada Sequis SHEPRENEUR yang bertujuan meningkatkan pengetahuan perencanaan keuangan serta pengembangan bisnis  perempuan wirausaha yang akan dilaksanakan pada Mei 2026,” sebut Tina. 

Dalam acara Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table, para peserta berbagi pengalaman, ide, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperempuan pelaku bisnis melalui suasana santai.

Peran perempuan dalam perekonomian semakin meningkat sebagai pengambil keputusan keuangan dalam keluarga hingga usaha di berbagai skala bisnis. Namun, masih terdapat kebutuhan untuk memperkuat literasi keuangan. Perempuan perlu meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan dan memahami pentingnya perlindungan diri dan keluarga #yangpalingberarti dari risiko kehidupan.

“Asuransi jiwa dan kesehatan berperan sebagai perlindungan finansial sekaligus fondasi rasa aman dan tenang. Dengan perlindungan yang tepat, perempuan sebagai ibu maupun pelaku bisnis dapat melangkah dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” seru Tina.

Apresiasi juga disampaikan Tina atas langkah awal Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table yang mendapat sambutan positif dari para stakeholder bisnis dan komunitas untuk program Sequis SHEPRENEUR. Dukungan yang diberikan tentunya akan ikut mendorong lahirnya perempuan wirausaha yang mandiri dan berkelanjutan. 

Rangkaian acara ini dilanjutkan dengan kegiatan interaktif bertajuk The Vision Collective Board yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan bisnis mereka dengan merumuskan kebutuhan serta tantangan pada masa depan dan sesi Connect Lunch and Networking yang mengubah percakapan santai di meja makan menjadi koneksi dan jejaring  lintas usaha dan komunitas.

“Pertemuan ini sangat baik dan membuka ruang  untuk tumbuh bersama. Dari satu meja, dapat lahir banyak kemungkinan. Hari ini kami memulai langkah dengan semangat #BetterTomorrow bagi perempuan pengambil keputusan di dunia usaha dan komunitas. Sequis Connect Lunch menjadi langkah sederhana untuk memberi nilai tambah bagi perjalanan Sequis SHEPRENEUR,” tutup Tina.

Program Sequis SHEPRENEUR terbuka bagi perempuan wirausaha, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dapat mendaftar melalui proses kurasi di sequis.id/JoinSequisSHEPRENEUR2026. (rls/sh)

ASICS Tee Off Day 2026 Kenalkan Koleksi Sepatu Golf GEL-KAYANO™ ACE 3 untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

0
ASICS Indonesia

binomedia.idJakarta. Seiring berkembangnya tren olahraga golf sebagai bagian dari gaya hidup di Indonesia, ASICS Indonesia memperkenalkan koleksi sepatu golf terbaru, GEL-KAYANO™ ACE 3, pada ASICS Tee Off Day 2026. Kegiatan yang menggabungkan product showcase dengan mini competition ini merupakan bagian dari komitmen ASICS dalam mendukung masyarakat agar lebih aktif bergerak, selaras dengan filosofi ASICS Sound Mind, Sound Body.

Golf yang kini semakin populer di kalangan masyarakat urban Indonesia telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern. Olahraga ini mengedepankan keterampilan fisik, strategi mental, serta networking, sehingga menjadi salah satu aktivitas yang relevan di tengah masyarakat perkotaan saat ini.

Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia, menyampaikan, “ASICS mendukung keseimbangan antara tubuh dan pikiran, selaras dengan filosofi a sound mind in a sound body. ASICS Tee Off Day 2026 merupakan salah satu bentuk nyata kami dalam mendukung perkembangan golf di Indonesia. Kami ingin menghadirkan inovasi produk berbasis sports science yang mendukung performa pemain di lapangan. Kami berharap kegiatan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat agar lebih aktif bergerak dan merasakan manfaat positif olahraga, baik secara fisik maupun mental.”

Dalam kesempatan ini, ASICS juga memperkenalkan GEL-KAYANO™ ACE 3, sepatu golf terbaru yang mengombinasikan kenyamanan mutakhir dari GEL-KAYANO 32 dengan fitur khusus untuk golf. Dilengkapi dengan teknologi FF BLAST™ PLUS dan PureGEL™, sepatu ini memberikan bantalan maksimal serta penyerapan guncangan yang optimal. Selain itu, HYBRID ASICSGRIP™ pada outsole menghadirkan daya cengkram yang kuat di berbagai kondisi permukaan, sementara material mesh dengan fitur Water-Resistant menjaga kaki tetap kering tanpa mengorbankan sirkulasi udara. Sepatu ini dirancang untuk memberikan stabilitas, kenyamanan, dan kontrol yang optimal selama permainan.

Selain itu, pada acara ini ASICS juga memperkenalkan LYTE CLASSIC™ GOLF, sepatu golf dengan desain yang terinspirasi dari gaya heritage LYTE CLASSIC™ Sportstyle dengan fungsionalitas modern di lapangan. Sepatu ini dilengkapi dengan Water-Repellent Upper berbahan kombinasi synthetic leather dan micro-suede yang memberikan kenyamanan sekaligus kesan premium, baik saat bermain maupun di luar lapangan. Dukungan Ample Grip yang optimal juga memastikan stabilitas saat melakukan swing, menjadikannya pilihan ideal bagi pecinta golf yang mengutamakan performa tanpa mengorbankan stylish.

ASICS Tee Of f 2026 menghadirkan pengalaman inspiratif dalam bermain golf, mulai dari product launch yang dikemas secara eksklusif, TRY! ASICS! untuk mencoba langsung sepatu golf ASICS di lapangan, hingga mini competition yang memberikan kesempatan peserta untuk turun ke lapangan dan merasakan langsung performa sepatu saat bermain golf,” ujar Maitri Widyakirana, Lead Marketing of Core Performance Sports (CPS), ASICS Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sejalan dengan kampanye Move your body, move your mind, ASICS mengajak masyarakat untuk terus aktif bergerak demi mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran yang lebih baik.

GEL-KAYANO™ ACE 3 sudah bisa didapatkan di toko offline Golf House terdekat dan secara online melalui www.planetsports.asia/asics-golf. Untuk informasi lebih lanjut terkait ASICS Golf, ikuti _@asicsid@golfhouse.id di media sosial atau kunjungi situs www.asics.co.id.