Senin, Februari 9, 2026
Beranda blog Halaman 15

ADGI Design Week 2025 Resmi Dibuka: Angkat Tema “Poliformat”, Perkuat Peran Desain Indonesia di Kancah Global

0
ADGI Design Week 2025

binomedia.id Jakarta. Setelah sukses menyelenggarakan ADGI Design Week 2024, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) kembali menghadirkan ADGI Design Week 2025 dengan skala internasional. Mengusung tema “Poliformat”, ajang ini menyoroti keberagaman medium, disiplin, serta generasi dalam praktik desain grafis, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pendorong kolaborasi dan inovasi lintas bidang.

Berlangsung pada 19–23 November 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, ADGI Design Week 2025 menghadirkan pameran, lokakarya, sesi diskusi, serta program edukasi yang dirancang untuk memperkuat ekosistem desain Indonesia. Melalui pendekatan multidisiplin, acara ini bertujuan mempertemukan praktisi profesional, institusi pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat luas.

Ketua Umum ADGI, Ritchie Ned Hansel, menekankan bahwa “Poliformat” merefleksikan dinamika desain di berbagai ruang dan medium. “Desain grafis kini hadir dalam begitu banyak bentuk, dari layar digital hingga ruang publik. Melalui ‘Poliformat’, kami ingin merayakan keberagaman praktik desain yang terus berkembang dan menunjukkan visual sebagai bahasa universal,” ujarnya.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyebut desain sebagai infrastruktur komunikasi strategis dalam industri kreatif. Ia menyoroti kontribusi Program Akselerasi DKV yang ditampilkan melalui pameran GRAFIS’25 sebagai ruang penting bagi talenta muda.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut ADGI Design Week sebagai bagian dari visi Jakarta menuju kota global menjelang perayaan 500 tahun. “Inisiatif seperti ini penting untuk menjadikan Jakarta rumah bagi talenta dan inovasi kelas dunia,” tuturnya.

Sebagai mitra utama, ParagonCorp melihat ADGI Design Week sebagai wadah pertemuan antara kreativitas, teknologi, dan peluang industri. Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat, menilai kolaborasi lintas disiplin dalam acara ini dapat mendorong inovasi di berbagai sektor desain.

# Program Unggulan

ADGI Design Week 2025 menyuguhkan serangkaian kegiatan, di antaranya:

* GRAFIS’25, pameran utama yang melibatkan 66 studio dan desainer grafis Indonesia.
* Museum DGI – “Panggil saja, saya Han”, pameran retrospektif karya Hany Kardinata.
* Brand × Type, kolaborasi jenama dan type foundry dari Indonesia serta Asia Tenggara.
* Sinestesia Presented by ParagonCorp, eksplorasi multisensori visual dan aroma.

Selain pameran, terdapat *ADGI Design Talks* yang menghadirkan lebih dari 90 pembicara dari dalam dan luar negeri, seperti Sandiaga Uno, Andy F. Noya, Danton Sihombing, dan Kotoko Koya dari D&AD.

Untuk ranah edukasi, program *The Design Talent* menghadirkan pameran mahasiswa, job fair, dan portfolio review untuk mempertemukan kebutuhan industri dan dunia akademik.

Pada tahun ini, *ADGI Lifetime Achievement Awards* diberikan kepada Alm. Irvan Noe’man, Iwan Ramelan, dan Danton Sihombing atas kontribusi mereka dalam perkembangan desain grafis Indonesia.

ADGI Design Week 2025 juga menghadirkan *ADGI Design Market*, ruang bagi kreator dan studio untuk memamerkan serta memasarkan karya mereka.

Informasi lengkap mengenai program dapat diakses melalui media sosial resmi ADGI Design Week. Tiket telah tersedia melalui platform pembelian resmi. (why)

KNMP Poncosari Siap Ubah Stigma Kampung Nelayan Jadi Fondasi Ekonomi Pesisir

0
KNMP Poncosari siap ubah stigma kampung nelayan jadi fondasi ekonomi pesisir. (Dok. Istimewa)
KNMP Poncosari siap ubah stigma kampung nelayan jadi fondasi ekonomi pesisir. (Dok. Istimewa)

Binomedia – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program prioritas pemerintah untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir, menunjukkan progres signifikan di berbagai daerah. Salah satu lokasi yang mendapat sorotan adalah Dusun Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kini mencatat kemajuan pembangunan mencapai 55 persen. Angka tersebut menempatkan Poncosari sebagai salah satu dari tiga lokasi tercepat dalam realisasi pembangunan KNMP secara nasional.

Program tersebut dibahas secara komprehensif dalam dialog Bincang Hari Ini Jogja TV pada Rabu (19/11/2025) bersama Trian Yunanda, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi Sosial Budaya sekaligus Ketua Tim Pelaksana KNMP, dan Doni Ismanto, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Publik. Keduanya menjelaskan arah pembangunan serta dampak strategis KNMP bagi masyarakat pesisir.

Trian Yunanda menegaskan bahwa KNMP bertujuan mengubah stigma kampung nelayan yang selama ini lekat dengan kesan kumuh dan minim fasilitas dasar. Program tersebut menghadirkan transformasi ruang hidup dan ruang sosial agar masyarakat pesisir menjadi lebih produktif, mandiri, dan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat. Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana lengkap mulai dari hulu hingga hilir.

Dalam pembangunan KNMP, pemerintah menghadirkan fasilitas seperti pabrik es, slurry ice, cold storage, gudang beku, kios perbekalan melaut, bengkel mesin, hingga docking yard untuk perbaikan kapal. Seluruh fasilitas tersebut akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih sebagai unit bisnis yang menopang ekonomi masyarakat setempat. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menikmati infrastruktur baru, tetapi juga memiliki ruang pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dalam laporan yang disampaikan Doni Ismanto, target pembangunan KNMP di tahun 2025 mencakup 100 titik lokasi di seluruh Indonesia. Hingga saat sekarang, sebanyak 65 titik telah memasuki tahap pembangunan fisik dengan progres di atas 40 persen, sementara 35 titik lainnya sedang dalam proses finalisasi penetapan. Progres tersebut dicapai secara bervariasi mengingat karakteristik geografis dan tantangan lapangan di tiap daerah.

Doni menjelaskan bahwa tantangan utama pelaksanaan program meliputi ketersediaan tenaga kerja terampil dari masyarakat lokal dan akses material yang sulit di beberapa wilayah. Meski demikian, Poncosari menjadi salah satu lokasi tercepat karena tingginya keterlibatan masyarakat dan tenaga kerja lokal yang bekerja dengan komitmen tinggi, termasuk melakukan lembur untuk mengejar target pembangunan.

KNMP menggunakan pendekatan social engineering yang menekankan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan. Pemerintah secara langsung berdialog dengan warga untuk memetakan kebutuhan, menilai kesiapan, dan memastikan dukungan penuh terhadap program. Lokasi yang diusulkan masyarakat melalui pemerintah daerah mendapatkan prioritas dalam penetapan.

Masyarakat juga didorong untuk menunjukkan potensi wilayah mereka melalui media sosial sebagai bagian dari literasi publik dan penilaian kesiapan lokasi. Partisipasi tersebut menjadi indikator kemauan masyarakat untuk berubah dan berkolaborasi dalam pengembangan kampung nelayan modern. Tanpa dukungan masyarakat, program dikhawatirkan tidak berkelanjutan karena keberhasilan KNMP bertumpu pada budaya kerja dan pemberdayaan jangka panjang.

Trian Yunanda mengungkapkan bahwa Poncosari dipilih melalui serangkaian kajian yang mencakup potensi wisata, kondisi lingkungan, dan keterlibatan masyarakat. Lokasi yang berdekatan dengan kawasan wisata Pantai Baru dinilai ideal untuk dikembangkan sebagai kampung nelayan modern yang bersih, tertata, dan menarik bagi pengunjung. Pemerintah juga menekankan pentingnya penataan lanskap agar wilayah tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat sebagaimana prototipe KNMP di Biak.

Selain itu, masyarakat Poncosari menunjukkan dukungan tinggi terhadap program, bahkan turut menyampaikan masukan untuk memastikan pembangunan berjalan efektif. Pemerintah menilai penerimaan masyarakat sebagai faktor kunci dalam keberhasilan transformasi kampung nelayan, sehingga Poncosari dipandang siap menjadi model percontohan KNMP yang berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, pemerintah juga menanggapi pertanyaan masyarakat terkait potensi integrasi KNMP dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Trian menyebutkan bahwa fasilitas seperti gudang beku, pabrik es, dan rantai dingin yang dibangun dalam KNMP akan mendukung stabilitas pasokan ikan segar untuk program MBG. Dengan demikian, nelayan dapat meningkatkan produksi tanpa khawatir hasil tangkapan rusak atau tidak terserap pasar.

Penyediaan gudang beku memungkinkan nelayan beroperasi lebih lama dan menangkap ikan dalam jumlah lebih besar. Hal tersebut diperkirakan mampu menjaga stabilitas harga ikan khususnya pada musim panen raya ketika pasokan cenderung melimpah. Integrasi tersebut sekaligus memastikan bahwa kebutuhan protein nasional, terutama untuk anak-anak dalam program MBG, dapat terpenuhi secara konsisten dan terjangkau.

Pemerintah menjelaskan bahwa Poncosari akan menjadi pusat (hub) pengembangan kluster pesisir di wilayah DIY dan sekitarnya. Desa-desa nelayan yang belum memiliki lahan atau belum mengusulkan KNMP dapat terintegrasi dengan fasilitas di Poncosari melalui kendaraan pendingin dan kapal angkut untuk distribusi hasil tangkapan. Model tersebut diharapkan membangun ekosistem bisnis pesisir yang lebih besar dan saling terhubung.

Ketika ekosistem tersebut berjalan, pemerintah menyiapkan off-taker agar harga ikan stabil dan pasokan tetap terjamin. Ekosistem yang terbangun diharapkan mendukung target nasional untuk mengurangi kemiskinan di wilayah pesisir serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan intervensi sebelumnya di Biak yang meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 100 persen menjadi inspirasi untuk replikasi program ke ribuan lokasi.

Doni menegaskan bahwa KNMP bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan budaya kerja dan jiwa kewirausahaan di masyarakat nelayan. Program tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa “gajian”, melainkan memperkuat usaha nelayan melalui peningkatan kapasitas, penyediaan peralatan, dan perbaikan rantai nilai perikanan.

Masyarakat pesisir akan dibekali pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, alternatif sumber pendapatan, serta keselamatan melaut. Balai pertemuan yang dibangun di Poncosari akan menjadi pusat kegiatan edukasi dan koordinasi. Pendampingan operasional dilakukan secara berkelanjutan termasuk melalui kerja sama dengan OJK untuk literasi dan inklusi keuangan.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh intervensi, mulai dari pabrik es hingga kendaraan pendingin, telah dirancang untuk membentuk rantai dingin yang utuh. Kondisi geografis Bantul yang memiliki ombak lebih tinggi juga diperhitungkan dalam penyediaan sarana keselamatan dan pemilihan peralatan yang tepat bagi nelayan. Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, ekonomi sirkular di Poncosari diharapkan berjalan secara optimal.

Program KNMP menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas melalui integrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan manusia, dan kepastian pasar. Langkah tersebut dinilai mampu mengangkat derajat masyarakat pesisir dan mendukung visi nasional menuju 0% kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Persidangan Ke-6 Ruko Marina Tama: BPN dan Kemenhan Enggan Komentar Setelah Sidang

0
Ruko Marina Tama

binomedia.idJakarta. Sidang lanjutan ke-6 sengketa tanah terkait Ruko Marina Tama di Mangga Dua, Jakarta Utara, kembali digelar pada Rabu, 19 November 2025, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur. Perkara yang tercatat dengan nomor 236/G/2025/PTUN.JKT ini melibatkan sejumlah warga pemilik dan penghuni ruko yang menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara sebagai tergugat, serta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sebagai Tergugat II Intervensi.

Pada persidangan kali ini, agenda utama adalah penyerahan surat tambahan dari kedua belah pihak, serta jawaban dari pihak tergugat dan tergugat intervensi. Meskipun berlangsung selama sekitar satu jam, proses sidang ini belum memasuki tahap pembuktian dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya.

Usai persidangan, baik pihak BPN Jakarta Utara maupun perwakilan dari Kemenhan tampak enggan memberikan keterangan kepada awak media. Keduanya langsung meninggalkan ruang pengadilan tanpa memberikan komentar mengenai perkembangan perkara yang tengah berlangsung.

Subali, S.H., selaku kuasa hukum warga Ruko Marina Tama, menekankan bahwa salah satu isu utama dalam sengketa ini adalah kekhawatiran masyarakat akan adanya pengosongan paksa terhadap ruko-ruko tersebut pada 31 Desember 2025, sebuah kabar yang banyak beredar di kalangan penghuni. Menurut Subali, pengosongan tanpa ada eksekusi dari pengadilan tidak dapat dibenarkan secara hukum.

“Pengosongan tanpa adanya eksekusi pengadilan itu tidak sah. Kami sudah menyurati pihak-pihak terkait sejak awal, termasuk Inkopal, Kantor Presiden, Kemenhan, hingga Mabes TNI AL,” jelas Subali.

Sengketa ini berawal dari status tanah yang awalnya merupakan tanah negara, kemudian diserahkan kepada pengembang, sebelum akhirnya diperdagangkan kepada masyarakat. Namun, Subali menilai ada tindakan yang janggal dalam penerbitan hak atas tanah, terutama terkait status penggunaan tanah tersebut.

“Proses konversi tanah seharusnya mengarah pada Hak Pengelolaan Lahan (HPL), bukan Hak Pakai, jika digunakan untuk kepentingan masyarakat atau kegiatan komersial,” tambahnya.

Menurut Subali, HPL seharusnya diterbitkan atas nama lembaga negara, bukan atas nama pihak pengelola yang tidak memenuhi kriteria. “Jika Inkopal hanya pengelola, HPL tidak bisa diterbitkan atas nama Inkopal, karena Inkopal bukan lembaga negara,” ujar Subali, menegaskan pentingnya kejelasan dalam penerbitan hak atas tanah.

Subali juga menekankan pentingnya penyelesaian sengketa ini secara non-litigasi. “Sejak awal, saya mengedepankan perdamaian. Hukum tertinggi adalah perdamaian. Kami berharap Pak Menhan bisa menjadi mediator antara warga dan Inkopal. Tanpa itu, proses menuju penyelesaian konvensional akan sulit tercapai,” ujar Subali.

Terkait hal ini, Subali juga berharap agar BPN dapat terbuka dengan dokumen-dokumen yang relevan dengan sengketa ini agar proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan.

Salah satu warga penghuni Ruko Marina Tama yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan kronologi panjang permasalahan ini sejak ia membeli unit ruko pada tahun 1997. Warga tersebut menjelaskan bahwa pada awalnya pembelian dilakukan tanpa sertifikat fisik, namun dijanjikan bahwa Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) akan terbit dalam waktu satu tahun. Sayangnya, sertifikat tersebut tidak kunjung terbit.

Beberapa tahun kemudian, warga dikejutkan dengan pernyataan pengelola bahwa sertifikat HGB tidak dapat diterbitkan dan status tanah tersebut diganti menjadi perjanjian sewa selama 25 tahun, berlaku mulai 2000 hingga 2025.

“Kami tidak pernah merasa menyewa. Kami sudah membayar penuh sejak awal sebagai pembelian. Ternyata sertifikat HGP yang diberikan bukan terbitan BPN, tetapi dari Inkopal. Kami baru tahu belakangan,” ungkapnya.

Selain persoalan sertifikat, warga juga mengeluhkan sejumlah pungutan yang dianggap tidak wajar, seperti kenaikan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) yang tidak diimbangi dengan perawatan fasilitas yang memadai, serta tarif air yang jauh di atas tarif resmi.

Menjelang 31 Desember 2025, warga ruko meminta adanya kepastian hukum dan perlindungan dari pemerintah, terutama dari BPN sebagai institusi yang menerbitkan sertifikat. “Kami hanya meminta proses hukum dihargai. Sertifikat yang kami gugat harus diuji keabsahannya. Kami berharap negara hadir agar rakyat tidak menjadi korban,” tegas salah satu warga.

Sengketa ini masih terus berlanjut, dan persidangan berikutnya akan membahas pemeriksaan bukti-bukti yang diserahkan oleh kedua belah pihak. Hingga berita ini diturunkan, baik BPN Jakarta Utara maupun Kementerian Pertahanan belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan sengketa ini.

Persidangan ini akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan bukti. Proses hukum yang tengah berlangsung di PTUN Jakarta Timur diharapkan dapat memberikan kejelasan dan penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama bagi warga yang mengharapkan kepastian status hukum atas ruko mereka. (rls/sh)

Polytron Resmi Luncurkan FOX 350, Motor Listrik Ergonomis dengan Fitur Premium

0
Polytron FOX 350

binomedia.idJakarta. Polytron resmi meluncurkan motor listrik terbaru FOX 350 di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025). Mengusung desain ergonomis dan fitur cerdas, FOX 350 diklaim menjadi standar baru motor listrik untuk kebutuhan mobilitas urban.

09847815 4644 47f2 8965 e96d9b080138 , , Binomedia

                          Tekno Wibowo selaku Commercial Director Polytron memaparkan Design dari FOX 350

Tekno Wibowo, mengatakan FOX 350 merupakan hasil riset tiga tahun sejak Polytron memasuki pasar kendaraan listrik. “Kami terus mengembangkan teknologi, desain, dan efisiensi agar sesuai kebutuhan masyarakat. Konsumen menginginkan performa tangguh sekaligus kenyamanan dan estetika,” ujarnya.

77b09871 9a1d 4ae3 bc48 fa76c0345a89 , , Binomedia

Head of Group Product EV 2-Wheelers Polytron, Ilman Fachrian Fadly menyampaikan FOX 350 memberikan kestabilan dan kenyamanan yang konsisten

FOX 350 hadir dengan Comfy Deck, hasil riset internal untuk memastikan posisi duduk lebih natural dan stabil saat bermanuver di kepadatan kota. Head of Group Product EV 2-Wheelers Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan desain ini menjaga tubuh tetap rileks, baik dalam kemacetan pagi hari maupun perjalanan antarkota.

Motor ini juga mengusung Urban Shape Design dengan empat warna elegan: Red Rush, White Hustle, Green Flux, dan Gray Warrior.

# Performa Tangguh untuk Mobilitas Harian

FOX 350 dibekali motor 3.000 Watt dengan Optimum Motor Power 6.409 Watt dan torsi 187 Nm. Motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga 130 km dengan kecepatan maksimum 95 km/jam. Pencahayaan Projector LED & DRL hadir untuk mendukung visibilitas dalam kondisi minim cahaya.

Teknologi 2 Level Regenerative Braking meningkatkan efisiensi baterai, sementara Hill Start Assist membantu keseimbangan saat berhenti di tanjakan. Fitur Cruise Control turut disematkan untuk memberikan kenyamanan saat perjalanan panjang.

# Fitur Cerdas dan Konektivitas Aplikasi

FOX 350 dilengkapi Passive Keyless Technology dan Smart Start yang memungkinkan motor menyala otomatis saat pemilik berada dalam radius satu meter. Pengguna juga dapat mengontrol kendaraan melalui aplikasi Polytron EV, termasuk membuka kunci, memantau baterai, hingga melacak posisi.

# Baterai Tangguh dan Fasilitas Pengisian

Menggunakan baterai LiFePO4 berstandar IP67, FOX 350 memiliki waktu pengisian 4–5 jam dengan daya input 800 Watt. Polytron juga menyediakan fast charging gratis di 50 showroom resmi, yang mampu menambah jarak tempuh hingga 20 km hanya dalam 10 menit.

# Opsi Kepemilikan Fleksibel

Polytron menawarkan dua skema kepemilikan. Untuk Battery Subscription, harga FOX 350 dibanderol Rp 22,5 juta dan menjadi Rp 15,5 juta setelah subsidi Rp 7 juta. Biaya langganan baterai Rp 200 ribu per bulan mencakup garansi baterai seumur hidup.

Sementara untuk skema buy-to-own, harga bundling motor dan baterai Rp 34,5 juta dan turun menjadi Rp 27,5 juta berkat subsidi. Paket ini memberikan garansi baterai tiga tahun.

# Pre-Order dan Debut di GJAW 2025

FOX 350 tersedia untuk pre-order eksklusif di Blibli sejak 19 November hingga 3 Desember 2025 dengan tambahan diskon Rp 1 juta dan opsi cicilan 0%. Motor ini juga akan tampil perdana di Gaikindo Jakarta Autoweek (GJAW) 2025 di ICE BSD City, dengan 350 pembeli pertama berkesempatan mendapatkan Polytron Partymax Speaker. (why)

Zie Batik: Dari Rasa Ingin Tahu hingga Menjadi Penggerak Batik Berkelanjutan di Semarang

0
Zie Batik

binomedia.id Semarang. Pada awal 2000-an, ketika sebagian besar orang masih merasa asing dengan batik Semarang, dua orang pengusaha, Marheno Jayanto (Heno) dan rekannya, memulai perjalanan yang mengubah wajah industri batik di kota ini. Dengan latar belakang yang jauh dari dunia pembatikan, mereka bukanlah pewaris tradisi batik, melainkan mereka datang dari rasa ingin tahu yang mendalam terhadap seni batik. “Kami bukan keluarga pembatik,” kenang Heno, sang pendiri Zie Batik. “Kami ingin belajar, ingin tahu bagaimana batik bekerja, dan bagaimana kami bisa berbagi ilmu kepada orang lain.”

Perjalanan mereka dimulai dengan mengunjungi Museum Tekstil Jakarta untuk memahami lebih dalam tentang batik, namun mereka merasa bahwa belajar hanya dari teori tidaklah cukup. “Bagaimana bisa memberikan edukasi yang benar kalau belum merasakan langsung denyut industri batik?” tanya mereka pada diri sendiri. Hal inilah yang mendorong mereka untuk mengeksplorasi lebih jauh ke berbagai kota penghasil batik besar seperti Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Namun, pada akhirnya, pilihan mereka mengerucut ke Semarang, sebuah kota yang pada saat itu belum banyak dikenal dengan warisan batiknya. “Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?” ujar Heno, dengan semangat yang membara.

Menumbuhkan Identitas Batik Semarangan

Pada tahun 2004, Zie Batik hadir di Semarang dengan semangat untuk membangkitkan identitas baru batik Semarangan. Mereka mulai mengenalkan batik kepada sekolah-sekolah dan komunitas di Semarang. Berkat upaya mereka, batik Semarangan kini memiliki motif dan karakteristik yang khas, menggambarkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal. Dukungan dari pemerintah Kota Semarang sangat vital dalam perkembangan ini, mulai dari pelatihan hingga pendampingan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang semakin menumbuhkan rasa kebanggaan bagi pengrajin batik di kota tersebut.

Tidak hanya menjadi pelopor batik Semarangan modern, Zie Batik juga berhasil mengembangkan usaha mereka menjadi salah satu penggerak batik ramah lingkungan yang dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini berakar dari semangat untuk memadukan budaya, lingkungan, dan pendidikan dalam setiap helai batik yang dihasilkan.

Batik Ramah Lingkungan: Pewarnaan Alami dari Bahan Lokal

Di tengah tren pewarnaan sintetis yang marak di industri batik, Zie Batik tetap memilih jalur yang berbeda: mereka menggunakan pewarna alami yang diambil dari bahan-bahan alami seperti kulit kayu, kulit buah, dan tumbuhan lokal. Dengan menggunakan pewarna alami, Zie Batik tidak hanya menghasilkan warna-warna lembut yang menjadi ciri khas mereka, tetapi juga berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan. Proses pembuatan batik mereka tetap mempertahankan tujuh tahapan tradisional, mulai dari desain, mencanting, pewarnaan, hingga penguncian warna, untuk menjaga kualitas dan keaslian batik yang dihasilkan.

Selain itu, Zie Batik juga terlibat dalam inovasi yang lebih besar dengan memanfaatkan limbah mangrove hasil kolaborasi dengan Indonesia Power sebagai bahan baku pewarna alami. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan batik berkelanjutan, yang menggabungkan kearifan budaya dengan upaya konservasi alam.

Edukasi dan Pelatihan: Meningkatkan Ekosistem Batik

Bagi Zie Batik, alasan utama mereka terus berkembang adalah keinginan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pelatihan-pelatihan batik tidak hanya dilakukan di Semarang, tetapi juga meluas ke berbagai kota lainnya, termasuk Lombok, di mana mereka mengajak komunitas penenun untuk beralih menggunakan bahan pewarna alami. Heno dengan semangat mengatakan, “Jika ada di antara pekerja kami yang ingin mandiri, kami dukung. Mereka bukan pesaing, tapi mitra. Semakin banyak pengrajin, semakin hidup ekosistem batik kita.”

Pendidikan dan edukasi tentang batik menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan Zie Batik. Mereka tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang perbedaan antara batik tulis asli dan tekstil bermotif batik. Di galeri Zie Batik, pengunjung tidak hanya dapat melihat proses pembuatan batik, tetapi juga diajak untuk belajar langsung, bahkan mencoba mencanting sendiri. Ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mengembalikan penghargaan terhadap batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi.

Menembus Pasar Global dan Terus Berinovasi

Sebelum pandemi, Zie Batik telah melangkah jauh, bahkan hingga Jepang dan Korea, berkat kualitas produk mereka dan pengalaman unik yang mereka tawarkan kepada pengunjung. Zie Batik tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga berinovasi terus-menerus untuk tetap bersaing dengan kota-kota besar batik lainnya, seperti Yogyakarta dan Solo. Heno dengan penuh keyakinan mengatakan, “Walaupun kami berasal dari Semarang, jika kami terus belajar dan berinovasi, produk kami bisa sejajar dengan mereka.”

Keterlibatan Zie Batik dalam berbagai pameran nasional dan internasional telah membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk menunjukkan kualitas batik Semarangan kepada dunia. Dengan memadukan kearifan lokal, keberlanjutan, dan standar kualitas tinggi, Zie Batik tidak hanya melestarikan seni batik, tetapi juga menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan.

Zie Batik adalah bukti nyata bahwa sebuah usaha yang lahir dari rasa kepedulian terhadap budaya dan lingkungan bisa berkembang menjadi kekuatan besar. Dengan semangat untuk berbagi ilmu, berinovasi, dan menjaga kelestarian alam, Zie Batik telah membuktikan bahwa batik tidak hanya sekadar sebuah produk seni, tetapi juga sebuah gerakan keberlanjutan yang melibatkan seluruh ekosistem. Kini, batik Semarang bukan hanya menjadi simbol kebanggaan lokal, tetapi juga mewakili semangat inovasi yang menghubungkan budaya, lingkungan, dan pendidikan untuk masa depan yang lebih baik. (rls/sh)

AGIT dan Infor Resmi Bersinergi Memperkuat Transformasi Digital di Dunia Bisnis Indonesia

0
AGIT
binomedia.idJakarta. PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Infor Software Indonesia (Infor) yang berfokus pada pengembangan transformasi digital di Indonesia. Langkah strategis ini memperkuat komitmen AGIT dalam menyediakan solusi digital berstandar global dari Infor yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal, sekaligus memperluas portofolio layanan teknologinya. Peresmian kerja sama ini dihadiri oleh Widi Triwibowo, Direktur Utama PT Astra Graphia Information Technology, dan Victor Ng, Vice President and Managing Director for Infor ASEAN & Korea.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, AGIT akan berfokus memasarkan dua solusi unggulan Infor untuk pasar industri di Indonesia, yaitu Infor LN sebagai sistem ERP manufaktur berskala perusahaan dengan kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, dan Infor Warehouse Management System (WMS) sebagai platform modern yang dirancang untuk mengoptimalkan operasional gudang dan logistik.
 a81ea4af 1937 4a47 a902 b7d5da58348f , , Binomedia
Widi Triwibowo, Direktur Utama PT Astra Graphia Information Technology, mengatakan, “Kemitraan ini merupakan langkah penting bagi AGIT yang merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk tidak hanya tumbuh sebagai penyedia solusi teknologi, tetapi sebagai mitra transformasi yang membentuk masa depan industri nasional. Dengan menjadi mitra strategis dan terpercaya, kami dapat memperkuat layanan untuk mendukung perjalanan transformasi digital klien, khususnya di sektor Manufaktur dan Logistik, di mana teknologi Infor dapat memberikan dampak operasional yang signifikan.”
Kemitraan ini memadukan keunggulan global Infor sebagai penyedia layanan cloud berbasis industri dengan keahlian AGIT dalam memahami lanskap bisnis Indonesia. Bersama, keduanya bertujuan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, konektivitas, dan kesigapan operasional melalui teknologi adaptif dan terintegrasi yang selaras dengan sistem yang sudah ada.
Victor Ng, Vice President and Managing Director for Infor ASEAN & Korea, mengatakan, “Kami sangat antusias dalam kolaborasi bersama AGIT, sebagai kunci untuk memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen untuk menyediakan solusi berbasis cloud yang mempercepat transformasi digital perusahaan, membantu mengoptimalkan proses bisnis, dan membuka peluang pertumbuhan baru di bidang ekonomi digital.”
Kolaborasi ini menghubungkan mitra-mitra global yang menyediakan solusi cloud khusus industri. Program ini menawarkan strategi modernisasi cloud, dukungan yang terpersonalisasi, serta sumber daya komprehensif untuk membantu para mitra membangun bisnis yang berkelanjutan dan mudah dikembangkan.
Dengan Kolaborasi Strategis ini, AGIT memperkuat potensinya dalam memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada klien melalui penerapan praktik terbaik berskala global, teknologi berbasis AI, serta integrasi sistem yang aman dan modern. Kemitraan ini menegaskan peran AGIT dalam mendukung proyek transformasi digital berskala perusahaan, membantu bisnis meningkatkan kinerja operasional dan kesigapan dalam beradaptasi.
Kerja sama strategis ini menjadi tonggak kemajuan baru dalam perkembangan transformasi digital Indonesia. Dengan menggabungkan inovasi global dan keahlian pasar lokal, Infor dan AGIT berkomitmen membangun ekosistem bisnis yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung masa depan industri yang kompetitif dan saling terhubung. (sh)

Sunlake Waterfront Resort Hadirkan “Christmas Candy Land Festive”, Liburan Natal Bertema Dunia Permen

0
Sunlake Waterfront Resort

binomedia.id Jakarta. Menjelang perayaan Natal 2025, Sunlake Waterfront Resort & Convention kembali menghadirkan konsep liburan tematik yang unik dan penuh imajinasi. Tahun ini, hotel yang berada di kawasan Sunter tersebut mempersembahkan rangkaian acara bertajuk “Christmas Candy Land Festive”, sebuah perayaan yang memadukan kehangatan Natal dengan dunia penuh warna ala Candy Land.

Tema tersebut dihidupkan melalui dekorasi bernuansa permen, warna cerah, serta atmosfer yang hangat dan ceria. Sunlake berharap konsep ini dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih hidup, khususnya bagi keluarga yang merayakan momen akhir tahun.

Paket Menginap Eksklusif Natal

Untuk periode 24–25 Desember 2025, Sunlake menawarkan paket menginap spesial seharga Rp1.358.000 nett di tipe Deluxe Room. Paket ini mencakup berbagai fasilitas, mulai dari sarapan, complimentary meal voucher, free gelato, akses sport & recreation, dinner package, merchandise Natal, hingga F&B discount voucher.

Tamu juga berkesempatan mendapatkan Early Bird Discount sebesar 15 persen untuk pemesanan pada 15–30 November 2025.

Program Kuliner Natal

Merayakan malam Natal dan hari raya, hotel ini juga menyiapkan dua sajian kuliner istimewa:

* Christmas Dinner — 24 Desember 2025 (pukul 18.00–22.00) – Rp175.000 nett/pax
* Christmas Brunch — 25 Desember 2025 (pukul 10.00–14.00) – Rp175.000 nett/pax

Beragam hidangan khas Natal disiapkan oleh tim kuliner Sunlake untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang hangat dan penuh keceriaan.

Suasana Ramah Keluarga

Marketing Communication Manager Sunlake Waterfront Resort & Convention, Katarina Jessicca, menjelaskan bahwa tema Candy Land dipilih karena sebagian besar tamu akhir tahun merupakan keluarga.

“Tahun ini kami ingin membawa para tamu memasuki dunia fantasi yang penuh warna melalui tema Candy Land. Kami berharap setiap tamu—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—dapat merasakan kehangatan Natal dalam suasana yang lebih ceria, manis, dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.

Melalui konsep tematik ini, Sunlake Waterfront Resort & Convention menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit untuk liburan akhir tahun bagi keluarga di Jakarta. (why)

Ulang Tahun ke-2, ARTOTEL Cabin Bromo Tegaskan Komitmen Bertumbuh lewat Tema “Born 2 Grow, Built 2 Glow”

0
ARTOTEL Cabin Bromo

Binomedia.idBromo. ARTOTEL Cabin Bromo resmi merayakan hari jadinya yang ke-2 pada 15 November 2025 dengan mengusung tema “Born 2 Grow, Built 2 Glow”. Perayaan berlangsung di kawasan wisata Bromo sebagai simbol perjalanan dua tahun hotel tersebut dalam menghadirkan pengalaman menginap yang kreatif dan penuh sentuhan seni.

General Manager ARTOTEL Cabin Bromo, Sugiono Turwibowo, menyampaikan bahwa dua tahun operasional menjadi bukti komitmen hotel untuk terus bertumbuh dan bertransformasi. “Dua tahun perjalanan ini adalah bukti bahwa komitmen untuk terus bertumbuh dan bertransformasi selalu membawa kami pada hal-hal yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tema perayaan kali ini mencerminkan semangat perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik. “Melalui tema Born 2 Grow, Built 2 Glow, kami ingin memperkuat semangat untuk terus berkembang sekaligus memberikan layanan dan pengalaman terbaik bagi setiap tamu,” ungkapnya. Sugiono berharap momentum ulang tahun ini menjadi langkah awal untuk tahun-tahun berikutnya yang lebih bersinar.

Acara perayaan dimulai dengan prosesi potong tumpeng oleh General Manager sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dua tahun ARTOTEL Cabin Bromo. Suasana semakin meriah dengan berbagai games dan aktivitas team building, yang dirancang untuk memperkuat kekompakan serta menciptakan atmosfer hangat khas ARTOTEL.

Seluruh artist ARTOTEL Cabin Bromo turut hadir sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun karakter unik hotel tersebut. Keberadaan para artist dianggap sebagai elemen penting dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda bagi tamu.

Melalui tema “Born 2 Grow, Built 2 Glow”, ARTOTEL Cabin Bromo menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkembang, sekaligus menjadi ruang berkarya bagi para artist. Perayaan ini juga menjadi momentum penyatuan visi dan energi baru agar ARTOTEL Cabin Bromo dapat terus bersinar sebagai salah satu pilihan terbaik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Bromo dengan balutan seni dan kreativitas. (why)

Mayoritas Pengemudi Maxim Pilih Fleksibilitas, Bukan Gaji Tetap

0
Maxim

binomedia.idJakarta. Maxim Indonesia merilis hasil riset internal yang melibatkan 30.000 mitra pengemudi aktif di seluruh Indonesia. Temuan tersebut menegaskan betapa pentingnya sistem kerja fleksibel bagi para pengemudi layanan transportasi daring.

Dalam survei tersebut, 65% mitra menyatakan tidak bersedia kehilangan akses terhadap peluang penghasilan harian, yang selama ini menjadi alasan utama mereka memilih bekerja sebagai mitra pengemudi. Fleksibilitas waktu kerja dinilai menjadi faktor yang tak tergantikan.

Riset juga mencatat bahwa 52% responden belum siap beralih menjadi karyawan bergaji tetap, utamanya karena mereka belum memahami secara penuh persyaratan dan tanggung jawab yang melekat pada status ketenagakerjaan formal. Selain itu, 50% pengemudi mengaku menjalani pekerjaan di Maxim bersamaan dengan pekerjaan lain, sehingga status sebagai karyawan tetap dinilai justru dapat membatasi ruang gerak mereka.

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyebutkan bahwa mayoritas pengemudi memiliki preferensi yang sangat kuat terhadap pola kerja fleksibel dibandingkan hubungan kerja yang bersifat kaku.

“Dari hasil survei yang kami lakukan, data dengan jelas menunjukkan bahwa pengemudi belum benar-benar memahami konsekuensi dari perubahan status ini. Mereka belum mengerti bahwa perubahan tersebut bukannya membuat sejahtera, tetapi justru berpotensi menutup peluang mereka untuk mencari nafkah,” ujar Dirham.

Ia menambahkan, jika regulasi memaksa perubahan status mitra menjadi karyawan, lebih dari 65% pengemudi berpotensi kehilangan pekerjaannya, yang pada akhirnya dapat mematikan industri transportasi daring secara keseluruhan.

Riset ini menjadi penegasan sikap Maxim Indonesia di tengah maraknya perdebatan mengenai status pekerja gig economy dan rencana pemerintah mengatur hubungan kerja di sektor transportasi daring. Maxim menilai fleksibilitas tetap menjadi kebutuhan utama mitra pengemudi, sekaligus fondasi keberlangsungan industri. (why)

Polytron Siap Perkenalkan Motor Listrik Terbaru: Inovasi Ergonomis untuk Mobilitas Urban Lebih Nyaman

0
Polytron

Binomedia.id, Jakarta. Mobilitas urban terus bergerak cepat, menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih moda transportasi yang efisien, nyaman, serta minim repot. Di tengah kepadatan kota besar, kebutuhan akan kendaraan praktis yang hemat biaya dan mudah dirawat semakin terasa mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, Polytron kembali menyiapkan langkah besar setelah kesuksesan motor listrik FOX-R. Produsen elektronik dan kendaraan listrik nasional itu bersiap meluncurkan motor listrik generasi terbaru yang diklaim menawarkan pengalaman berkendara lebih nyaman, intuitif, dan sesuai dengan ritme masyarakat urban.

Polytron menyebut produk baru ini lahir melalui proses riset dan pengembangan internal yang panjang. Perusahaan mendengarkan aspirasi pengendara urban yang menginginkan kendaraan bertenaga namun tetap ergonomis, mudah dikendalikan, dan mendukung gaya hidup dinamis. Setiap elemen—mulai dari garis desain, sudut lekuk bodi, hingga karakter kenyamanan berkendara—dirancang untuk menghadirkan perjalanan harian yang lebih ringan dan minim stres.

“Motor listrik terbaru ini bukan hanya melengkapi berbagai kisah sukses FOX-R, tetapi juga simbol inovasi yang berakar dari aspirasi nyata pengguna. Ia mewakili komitmen Polytron untuk menghadirkan kendaraan yang lebih cerdas, lebih nyaman, dan lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan masa kini,” ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product Electric Vehicle 2 Wheeler Polytron.

Dibekali desain ergonomis, fitur lebih lengkap, serta kenyamanan maksimal, motor listrik terbaru ini diproyeksikan menjadi penerus estafet penjualan Polytron di segmen kendaraan listrik nasional. Pertanyaannya kini, apakah produk baru tersebut mampu memenuhi ekspektasi tinggi pasar dan melampaui capaian FOX-R sebagai motor listrik Polytron terlaris di Indonesia?

Semua jawabannya akan terungkap pada peluncuran resmi yang dijadwalkan berlangsung 19 November 2025. (why)