Beranda blog Halaman 3

Pertegas Komitmen Jangka Panjang di Indonesia, Aletra Perkenalkan LMPV Listrik Aletra L7 di GIIAS 2026

0
aletra

binomedia.idJakarta. PT Aletra Mobil Nusantara (Aletra), merek kendaraan listrik asal Indonesia, kembali mempertegas kehadirannya di industri otomotif Indonesia dengan berpartisipasi untuk kedua kalinya dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Autoshow (GIIAS) 2026. Kali ini, Aletra memperkenalkan produk terbaru yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, Aletra L7.

Kehadiran Aletra L7 dirancang untuk mengisi segmen Low Multi-Purpose Vehicle (LMPV) berbasis listrik, disiapkan menjadi pilihan kendaraan keluarga yang ramah lingkungan, terjangkau, dan menghadirkan kenyamanan berkelas premium. 

Andre Djojana, Chief Executive Officer PT Aletra Mobil Nusantara menjelaskan, “Kehadiran kami di GIIAS 2026 menegaskan komitmen jangka panjang Aletra di Indonesia. Menyusul penerimaan positif terhadap Aletra L8 yang terus bertumbuh, Aletra L7 hadir sebagai langkah kami selanjutnya. Kami ingin memastikan bahwa mobilitas berkelanjutan dapat diakses oleh lebih banyak keluarga Indonesia.”

Aletra L7 lahir dari kolaborasi antara Aletra dan Linxys, dimana produk unggulan dari Linxys tersebut diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut oleh Aletra agar selaras dengan kebutuhan serta berbagai skenario jalanan di Indonesia. 

Hadir dengan dimensi panjang 4.550mm x lebar 1.705mm x tinggi 1.725mm, Aletra L7 hadir dengan desain eksterior modern yang dinamis dan elegan. Meski dibidik sebagai calon LMPV listrik terjangkau, Aletra L7 melampaui standar fitur yang ada dikelasnya dengan penambahan sejumlah fitur premium yang umumnya dijumpai pada segment diatasnya seperti: 

    • Opsi Konfigurasi Captain Seat: Memberikan kenyamanan personal, ruang yang leluasa, serta akses fleksibel di baris kedua 
  • Automatic Sliding Door: Memudahkan akses keluar-masuk penumpang serta menyajikan pengalaman yang mewah dan premium.  

Saat ini Aletra L7 sedang dalam tahap pengembangan dan ditargetkan untuk diluncurkan secara resmi bersama dengan peresmian Aletra Headquarter pada bulan Oktober 2026. 

“Aletra L7 yang kami pamerkan hari ini merupakan prototipe yang sedang dalam proses pengembangan yang intensif. Kami berharap nanti Aletra L7 bisa menjadi LMPV listrik pilihan keluarga Indonesia yang terjangkau dan juga tetap memberikan pengalaman berkendara yang premium,” tutup Andre. (rls/renz)

Teater Koma Persembahkan Rumah Sakit Jiwa, Sebuah Refleksi tentang Manusia di Tengah Perubahan Zaman

0
Teater Rumah Sakit Jiwa

binomedia.idJakarta. Setelah lebih dari tiga dekade sejak pertama kali dipentaskan, Rumah Sakit Jiwa kembali hadir di panggung sebagai produksi ke-237 Teater Koma. Berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, pementasan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, ini menghidupkan kembali karya almarhum N. Riantiarno dengan sentuhan artistik yang lebih segar, tanpa meninggalkan esensi cerita yang telah melekat di hati penonton.

Melalui kisah yang sarat makna, Rumah Sakit Jiwa mengajak penonton merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, relasi antarmanusia, serta dinamika kekuasaan yang hingga kini masih terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan visual yang lebih modern, dipadukan dengan tata musik, pencahayaan, multimedia, dan pendalaman karakter, pementasan ini menawarkan pengalaman teater yang tidak hanya memikat secara artistik, tetapi juga menyentuh sisi emosional penontonnya.

861c4535 089c 4de1 9630 5cfa47f49ff9 , Teater Koma, Binomedia

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, mengatakan bahwa kehadiran kembali Rumah Sakit Jiwa menjadi bukti semangat berkesenian Teater Koma yang terus hidup selama hampir lima dekade. Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk menyentuh, menginspirasi, sekaligus menjadi jembatan antargenerasi dalam mengenal dan merayakan kekayaan budaya Indonesia. Melalui dukungan terhadap berbagai program seni, pihaknya berharap ekosistem seni pertunjukan di Indonesia terus berkembang dan semakin dicintai masyarakat.

Cerita berpusat pada Rogusta, seorang dokter muda yang percaya bahwa empati dan persahabatan merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan pasien di sebuah rumah sakit jiwa. Namun, niat baiknya justru berhadapan dengan sistem yang telah lama mengakar dan kepentingan berbagai pihak yang enggan menerima perubahan. Dari konflik tersebut, penonton diajak mempertanyakan satu hal yang sederhana namun mendalam: masihkah manusia mampu memperlakukan sesamanya sebagai manusia di tengah dunia yang dipenuhi ketakutan, prasangka, dan perebutan kuasa?

Nuansa reflektif itu semakin diperkuat melalui tata panggung bertingkat yang merepresentasikan jarak dan hierarki antartokoh, permainan cahaya yang dinamis, multimedia yang menyatu dengan alur cerita, hingga komposisi musik karya Fero A. Stefanus yang mengikuti perjalanan emosi setiap adegan. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan menyentuh.

Meski menggunakan naskah yang sama seperti pementasan tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa edisi 2026 hadir dengan pembacaan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Isu kesehatan mental yang kini semakin banyak diperbincangkan, perubahan sosial, hingga perkembangan teknologi menjadi bagian dari proses kreatif yang memperkaya interpretasi karya ini.

Produser Teater Koma, Ratna Riantiarno, menuturkan bahwa karya ini terus membuka ruang bagi eksplorasi artistik baru. Baginya, naskah menjadi fondasi yang kuat, namun setiap zaman menghadirkan perspektif berbeda yang membuat pementasan terus berkembang tanpa harus terikat pada interpretasi masa lalu.

Proses kreatif yang dilakukan pun berlangsung dengan penuh kesungguhan. Di bawah arahan sutradara Rangga Riantiarno, para pemain melakukan observasi langsung ke rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater, serta mempelajari berbagai referensi mengenai kesehatan mental. Pendekatan ini dilakukan agar setiap karakter lahir dari pemahaman dan empati yang utuh, bukan sekadar interpretasi di atas panggung.

Menariknya, dari total 115 orang yang terlibat dalam produksi kali ini, hanya enam pemain yang pernah terlibat dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa pada 1991. Selebihnya merupakan generasi baru Teater Koma yang membawa energi serta sudut pandang baru dalam menghidupkan karakter-karakter yang ada. Kehadiran mereka menjadi simbol estafet kreativitas yang terus berjalan di tubuh Teater Koma.

Tak hanya itu, identitas visual para tokoh juga mendapat perhatian khusus melalui rancangan kostum karya Samuel Wattimena bersama Rima Ananda. Setiap busana dirancang bukan hanya untuk menggambarkan profesi para tokoh, tetapi juga mencerminkan kondisi psikologis dan perjalanan batin masing-masing karakter sepanjang pertunjukan.

Lebih dari sekadar sebuah pementasan teater, Rumah Sakit Jiwa mengajak penonton untuk pulang membawa renungan sederhana namun mendalam: bahwa di tengah perubahan zaman dan kompleksitas kehidupan, memperlakukan sesama manusia dengan empati dan kemanusiaan tetap menjadi hal yang paling berharga. (renz)

Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta Perkuat Posisi sebagai Hotel Family Friendly Bintang 5 di Jakarta Utara

0
Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta Perkuat Posisi sebagai Hotel Family Friendly Bintang 5 di Jakarta Utara

Binomedia.id, JAKARTA – Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai hotel bintang 5 yang ramah keluarga (family friendly) di Jakarta Utara. Berlokasi di kawasan Sunter, yang ditawarkan hotel ini adalah pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan, fasilitas lengkap untuk keluarga, serta kemudahan akses ke berbagai pusat bisnis dan destinasi wisata. Berbagai fasilitas tersebut tersedia sepanjang tahun, termasuk program aktivitas anak yang digelar setiap akhir pekan dan hari libur nasional, untuk menjawab kebutuhan wisatawan keluarga maupun pelaku bisnis.

General Manager Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta, A.B. Al Qindi, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman bagi seluruh tamu melalui konsep resort di tengah kota.

“Sunlake tidak hanya menjadi pilihan bagi tamu bisnis, tetapi juga destinasi ideal untuk keluarga yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama. Kami menghadirkan berbagai fasilitas ramah anak, aktivitas keluarga, serta kenyamanan dengan balkon pribadi di setiap kamar,” ujarnya.

Hotel yang memiliki 228 kamar dan suite ini menawarkan keunggulan berupa balkon pribadi di seluruh kamar. Fasilitas tersebut memungkinkan tamu menikmati pemandangan Danau Sunter, kolam renang, maupun panorama Kota Jakarta.

Dari sisi lokasi, Sunlake berada di kawasan strategis Sunter dengan akses mudah menuju Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta International Stadium (JIS), Ancol Taman Impian, Mall of Indonesia, Mall Artha Gading, Mall Kelapa Gading, hingga kawasan bisnis Sunter. Posisi tersebut menjadikan hotel ini sebagai pilihan bagi wisatawan, peserta pameran, pelaku perjalanan dinas, maupun pengunjung berbagai konser dan acara berskala nasional.

Untuk keluarga, Sunlake menyediakan beragam fasilitas yang dirancang khusus bagi anak-anak, antara lain Mini Zoo, Movie Room, Kids Corner, playground, serta kolam renang keluarga. Hotel juga rutin mengadakan Kids Activities setiap akhir pekan dan hari libur nasional yang berisi berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan interaktif.

Selain fasilitas keluarga, Sunlake turut menawarkan berbagai sarana penunjang bagi tamu bisnis dan rekreasi, seperti kolam renang outdoor, Tirta Gym Fitness Center, Aura Calia Spa, sauna, lapangan tenis, ballroom, ruang pertemuan, area taman, hingga Lobby Shop.

Di sektor kuliner, tamu dapat menikmati beragam pilihan hidangan di Silver Spoon Restaurant yang menyajikan menu Indonesia dan internasional sepanjang hari. Sementara itu, Grand City Chinese Restaurant menghadirkan sajian khas Tiongkok autentik untuk jamuan keluarga maupun pertemuan bisnis. Esquire Lounge juga menjadi pilihan untuk bersantai sambil menikmati kopi dan makanan ringan.

Sebagai hotel dengan fasilitas MICE yang lengkap, Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta juga menyediakan ballroom dan ruang pertemuan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat perusahaan, seminar, konferensi, workshop, gathering, pesta pernikahan, gala dinner, hingga berbagai acara sosial.

Dengan lokasi strategis, fasilitas lengkap, serta konsep resort yang nyaman di tengah kota, Sunlake Waterfront Resort & Convention Jakarta optimistis dapat terus menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang mencari hotel bintang 5 untuk perjalanan bisnis maupun liburan keluarga di Jakarta Utara.(dhil)

PT Griya Sukamanah Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Modernland Cilejit

0
Modernland Cilejit

Binomedia.id, JAKARTA – PT Griya Sukamanah Permai (GSP), anak usaha PT Modernland Realty Tbk (MDLN) selaku pengembang Perumahan Modernland Cilejit, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan sebelumnya terkait proses penyelesaian sertifikasi di kawasan perumahan tersebut.

Hak jawab tersebut dikirimkan pada Selasa (28/7/2026) oleh Marketing Communication Head PT Modernland Realty Tbk, Indra Saktiadi, kepada redaksi koranindopos.com sebagai bentuk pelaksanaan hak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam dokumen hak jawabnya, PT Griya Sukamanah Permai menyatakan menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun demikian, perusahaan menilai perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat dan konsumen memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan berdasarkan fakta.

Perusahaan menegaskan tetap berkomitmen memenuhi seluruh kewajibannya kepada konsumen sesuai perjanjian serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berita Terkait : Ratusan Warga Tagih Sertifikat Ke Bos Modernland William Honoris

Menurut PT GSP, hingga saat ini pembangunan kawasan terus berjalan dan perusahaan telah melakukan serah terima sebanyak 1.167 unit rumah yang tersebar di lima klaster kepada para konsumen. Seluruh unit tersebut disebut telah dihuni oleh para pemilik, sementara pembangunan pada area lain masih terus dipercepat.

Terkait proses Akta Jual Beli (AJB) dan penerbitan sertifikat, perusahaan menjelaskan telah melaksanakan berbagai kewajiban, termasuk memperoleh sejumlah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) serta sebagian sertifikat hasil pemecahan bidang. Selain itu, berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan juga diklaim telah dipenuhi.

PT GSP menjelaskan bahwa pelaksanaan AJB sebenarnya telah dipersiapkan dan dijadwalkan secara bertahap dengan diawali dari Cluster Ramma. Namun, pelaksanaannya mengalami penundaan akibat kendala administrasi pada instansi yang berwenang.

“Sejak saat itu, Perseroan terus dan tetap melakukan upaya secara intensif dengan instansi terkait agar pelaksanaan AJB dapat segera terselesaikan,” demikian isi hak jawab tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa tertundanya proses AJB dan penerbitan sertifikat tidak dapat disimpulkan sebagai bentuk kesengajaan ataupun kelalaian perusahaan, melainkan merupakan bagian dari proses administrasi pertanahan yang masih berlangsung pada instansi berwenang.

Meski demikian, PT GSP menyatakan tetap beritikad baik untuk terus mengupayakan penyelesaian seluruh proses tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Sebagai bentuk transparansi, perusahaan mengaku tidak pernah menghentikan komunikasi dengan konsumen. Berbagai informasi disebut telah disampaikan melalui surat elektronik, media komunikasi lainnya, hingga pertemuan langsung dengan Forum Komunikasi Warga Perumahan Cilejit pada 23 Mei 2026.

Selain itu, perusahaan juga telah memberikan tanggapan resmi melalui Surat Nomor 001/GSP/EXT/LGL-DIR/VI/2026 tertanggal 18 Juni 2026 sebagai bentuk komitmen keterbukaan kepada para konsumen.

PT GSP menyatakan tetap membuka ruang dialog bagi seluruh konsumen untuk menyampaikan masukan, permintaan informasi, maupun usulan penyelesaian yang akan ditindaklanjuti semaksimal mungkin.

Perusahaan juga mengakui adanya kekhawatiran yang dirasakan sebagian konsumen terkait proses legalitas tersebut. Karena itu, penyelesaian berbagai proses administrasi dan legalitas akan terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip itikad baik, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Di akhir hak jawabnya, PT Griya Sukamanah Permai mengimbau masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang lengkap, terpercaya, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru maupun merugikan nama baik perusahaan.

Perusahaan juga berharap media yang telah memuat pemberitaan sebelumnya dapat mempublikasikan hak jawab tersebut sebagai bagian dari pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengenai hak jawab dan keberimbangan informasi kepada publik. (ris)

Kemendagri Ajak Pemda Manfaatkan KPBU demi Tingkatkan Layanan Publik

0
Kemendagri Ajak Pemda Manfaatkan KPBU demi Tingkatkan Layanan Publik

Binomedia.id, JAKARTA– Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (pemda) mengoptimalkan skema Creative Financing, termasuk Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPBU), sebagai alternatif pembiayaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni saat membuka Webinar Series Creative Financing and Funding KPBU bertema Strategi Inovatif untuk Pembiayaan Infrastruktur Daerah di Jakarta, Kamis (16/7).

Fatoni mengatakan kebutuhan infrastruktur di berbagai daerah terus meningkat, mulai dari pembangunan jalan, penerangan jalan umum, penyediaan air bersih, hingga layanan kesehatan. Namun, kemampuan fiskal pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut secara bersamaan.

“Kita semua sepakat bahwa kebutuhan infrastruktur di daerah juga terus meningkat. Kita perlu jalan yang layak, lampu jalan yang terang, air bersih yang mengalir dan sehat, rumah sakit yang berfungsi optimal, serta layanan publik yang semakin baik, cepat, dan berkualitas,” ujar Fatoni.

Menurutnya, kondisi ruang fiskal daerah yang semakin terbatas menuntut pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan yang inovatif tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Hari ini kita sedang mencari solusi dan alternatif pembiayaan, bukan hanya mengandalkan APBD secara berlebihan. Kita ingin mendorong cara berpikir baru agar daerah tetap bisa membangun infrastruktur penting tanpa harus membayar penuh di awal dan tanpa mengorbankan kesehatan fiskal,” katanya.

Fatoni menjelaskan, pemerintah daerah memiliki berbagai pilihan pembiayaan, di antaranya optimalisasi pajak dan retribusi daerah, pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pengelolaan aset daerah, kerja sama antardaerah, koordinasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga kerja sama dengan pihak ketiga. Dari berbagai opsi tersebut, KPBU dinilai menjadi salah satu skema paling efektif untuk pembangunan infrastruktur.

Melalui skema KPBU, badan usaha membangun sekaligus mengelola infrastruktur, sementara pemerintah daerah melakukan pembayaran secara bertahap melalui mekanisme **Availability Payment** setelah layanan benar-benar tersedia dan memenuhi standar kualitas.

“Lampu jalan menyala dan menerangi masyarakat, barulah pembayaran dilakukan. Air mengalir ke rumah warga melalui PDAM, pemerintah daerah baru membayar. Rumah sakit telah beroperasi penuh dan melayani pasien, barulah tagihan dibayarkan. Jadi yang dibayar bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi layanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, KPBU bukan merupakan utang daerah karena seluruh mekanismenya tetap berada dalam koridor APBD, diawasi serta disetujui bersama DPRD, dan dirancang agar tidak mengganggu keberlanjutan fiskal daerah.

Meski demikian, Fatoni mengingatkan pemerintah daerah tetap harus menjaga disiplin fiskal. Kewajiban pembayaran melalui skema Availability Payment tetap tercatat sebagai kewajiban kontingen jangka panjang sehingga membutuhkan perencanaan yang matang serta pelibatan DPRD sejak tahap awal penyusunan proyek.

Untuk mempercepat implementasi KPBU, Kemendagri terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah melalui penyempurnaan regulasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), fasilitasi penyusunan dasar hukum daerah, telaah kesiapan fiskal, hingga mendorong integrasi proyek KPBU ke dalam RPJMD dan Renstra perangkat daerah.

Berdasarkan pemetaan proyek nasional, implementasi KPBU di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Puluhan pemerintah daerah telah memanfaatkan skema tersebut, terutama pada sektor penerangan jalan umum, penyediaan air minum, layanan kesehatan, dan berbagai pelayanan publik lainnya.

Di akhir sambutannya, Fatoni mengajak seluruh pemerintah daerah memanfaatkan KPBU secara selektif untuk proyek-proyek strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Tidak semua proyek harus menggunakan KPBU. Namun, untuk proyek strategis bernilai besar yang berkaitan langsung dengan layanan publik seperti penerangan jalan, air minum, rumah sakit, dan layanan dasar lainnya, KPBU dapat menjadi solusi pembiayaan yang realistis dan berkelanjutan,” pungkasnya.(dhil)

Lewat Kampanye “Luangkan Ruang”, IKEA Indonesia Hadirkan Inspirasi Rumah yang Adaptif

0
IKEA INDONESIA
IKEA Indonesia Ajak Masyarakat "Luangkan Ruang" agar Rumah Tetap Nyaman, Tangerang 28/7/26

binomedia.id – Tangerang. Rumah bukan sekadar tempat untuk beristirahat. Seiring berjalannya waktu, rumah juga menjadi ruang untuk tumbuh, beradaptasi, dan menemani setiap fase kehidupan. Bertambahnya anggota keluarga, hadirnya rutinitas baru, hingga munculnya hobi dan aktivitas yang berbeda membuat setiap sudut rumah memiliki peran yang semakin beragam.

Melihat perubahan tersebut, IKEA Indonesia menghadirkan kampanye “Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat”, sebuah ajakan bagi masyarakat untuk melihat kembali potensi ruang yang sudah dimiliki agar tetap nyaman, fungsional, dan mampu mengikuti dinamika kehidupan sehari-hari.

Alih-alih berfokus pada luas rumah, IKEA mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perubahan sering kali terjadi pada cara ruang digunakan. Dengan penataan yang lebih tepat, rumah dapat terus memberikan ruang bagi berbagai kebutuhan yang terus berkembang.

“Yang sering kami lihat, orang merasa rumahnya sudah tidak cukup. Padahal setelah dilihat lagi, yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumahnya, tetapi cara mereka menggunakan ruang di dalamnya. Kamar tidur misalnya, sekarang juga sering dipakai untuk berbagai macam kegiatan dan fungsi. Dari situ kami mulai mencari solusi yang memang sesuai dengan cara orang menjalani kehidupannya sehari-hari,” ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia.

IKEA INDONESIA

Perubahan gaya hidup membuat banyak ruang di rumah memiliki fungsi yang lebih fleksibel. Kamar tidur, misalnya, kini tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga digunakan untuk bekerja, belajar, menyimpan berbagai kebutuhan, hingga menikmati waktu untuk diri sendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, IKEA menghadirkan berbagai inspirasi penataan ruang dan solusi penyimpanan yang membantu setiap sudut rumah tetap terasa nyaman tanpa mengurangi fungsinya.

Alfinda menambahkan bahwa rumah yang nyaman bukan ditentukan oleh ukurannya, melainkan bagaimana setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan penghuninya.

“Yang penting bukan seberapa besar rumahnya, tetapi bagaimana ruang yang ada bisa mengikuti cara penghuninya hidup. Kadang yang dibutuhkan bukan mengorbankan ruangan menjadi sebuah gudang atau membuat ruangan baru, tetapi melihat lagi apa yang memang diperlukan rutin, apa yang bisa disimpan lebih rapi, dan apakah ada sudut rumah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal,” jelasnya.

Semangat tersebut juga sejalan dengan visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Menurut Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia, memahami bagaimana masyarakat menjalani aktivitas di rumah menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi yang relevan.

IKEA INDONESIA

“Melalui kampanye Luangkan Ruang, kami ingin berbagi inspirasi yang membantu masyarakat memanfaatkan ruang yang sudah dimiliki agar rumah dapat terus mengikuti segala bentuk perubahan dalam hidup mereka,” ujar Ririn.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Rudy Ferdianrus, Art Director & Videographer sekaligus ayah dari dua anak. Baginya, rumah adalah ruang yang terus berkembang bersama perjalanan keluarganya. Sejak awal, ia dan keluarga merancang rumah agar setiap sudut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Seiring bertambahnya anggota keluarga, penyesuaian dilakukan secara bertahap tanpa harus mengubah keseluruhan rumah.

“Sejak awal kami memang merancang rumah supaya setiap ruang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Setelah punya anak, kami tidak merasa harus mengubah semuanya dari awal. Yang kami lakukan justru terus menyesuaikan rumah mengikuti kebutuhan keluarga. Ada area dinding yang kami manfaatkan untuk penyimpanan, kini ada playroom, dan beberapa ruang kami tata ulang supaya tetap nyaman digunakan bersama. Buat saya, rumah memang bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, tetapi terus berkembang mengikuti kehidupan keluarga kami,” ungkap Rudy.

Melalui kampanye “Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat”, IKEA Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat rumah dari sudut pandang yang berbeda. Dengan penataan yang lebih sesuai dengan cara hidup penghuninya, ruang yang sudah ada dapat terus memberikan kenyamanan sekaligus mendukung berbagai aktivitas dan perubahan yang hadir dalam setiap fase kehidupan.

Informasi lebih lanjut mengenai kampanye “Luangkan Ruang”, beserta berbagai inspirasi penataan ruang dan solusi penyimpanan dari IKEA Indonesia, dapat diperoleh dengan mengunjungi toko IKEA terdekat, situs resmi IKEA.co.id, maupun akun media sosial resmi IKEA Indonesia.

PRO AVL Indonesia 2026 resmi dibuka oleh Krista Exhibitions Group

0
PRO AVL Indonesia 2026
PRO AVL Indonesia 2026 resmi dibuka oleh Krista Exhibitions Group di Building C, Hall 9 NICE PIK 2, Tangerang, Selasa 28/7/26

binomedia.id Jakarta. PRO AVL Indonesia 2026 resmi dibuka oleh Krista Exhibitions Group di Building C, Hall 9 NICE PIK 2, Tangerang. Pameran internasional yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 ini menjadi momen istimewa bagi para pelaku industri audio, visual, lighting, dan musik untuk saling terhubung, berbagi inovasi, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Selama empat hari penyelenggaraan, PRO AVL Indonesia 2026 menghadirkan beragam teknologi dan solusi terkini dari 60 brand internasional yang berasal dari 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Denmark, Swedia, Austria, China, Spanyol, dan Indonesia. Kehadiran para produsen, distributor, system integrator, penyedia teknologi, hingga profesional industri diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif dan hiburan di Indonesia.

Dalam sambutannya pada Opening Ceremony, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat membutuhkan semangat kolaborasi agar mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui PRO AVL Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan sebuah platform yang tidak hanya memperkenalkan teknologi dan solusi terbaru, tetapi juga membuka ruang bagi para pelaku industri untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun kemitraan yang produktif. Kami optimistis sinergi yang terbangun selama pameran ini akan menciptakan peluang bisnis baru, memperkuat daya saing industri nasional, serta membawa industri audio, visual, lighting, dan musik Indonesia semakin diperhitungkan di pasar internasional,” ujar Daud D. Salim.

Untuk memberikan kemudahan bagi para pengunjung, PRO AVL Indonesia 2026 juga menyediakan layanan FREE Shuttle Bus yang dioperasikan oleh Royaltrans dan Big Bird. Layanan ini melayani keberangkatan dari enam titik strategis, yaitu Juanda (Jakarta Pusat), Plaza Festival (Jakarta Selatan), Summarecon Bekasi, Hublife (Jakarta Barat), Mall of Indonesia (Jakarta Utara), dan Living World Alam Sutera, sehingga perjalanan menuju lokasi pameran di NICE PIK 2 menjadi lebih nyaman dan praktis.

Sebagai bagian dari rangkaian Krista Music Festival, PRO AVL Indonesia 2026 turut menghadirkan berbagai program yang memadukan unsur bisnis, edukasi, dan hiburan. Salah satu program unggulan adalah Grand Final SING OUT LOUD 2026 yang akan digelar pada 31 Juli 2026. Kompetisi vokal bergengsi ini mempertemukan 49 finalis terbaik yang berhasil lolos dari lebih dari 100 peserta audisi dari berbagai daerah.

Menghadirkan kategori Pop (Pre-Teens & Teen/Adult), Musical, dan Classical, SING OUT LOUD 2026 menjadi panggung bagi talenta muda maupun penyanyi profesional untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga membuka kesempatan bagi para finalis untuk memperluas jejaring, meningkatkan eksposur, serta mengembangkan karier di industri musik Indonesia.

Kompetisi ini akan dinilai oleh jajaran profesional industri musik, yaitu Titi DJ, David Klein, Kristanto Pantioso, Lita Zen, Tamam Husein, dan Aning Katamsi. Para pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai, sertifikat, serta piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Semarak festival juga semakin terasa melalui Drum Competition 2026 yang diselenggarakan bersama APAVMI (Asosiasi Pengusaha Audio Video Musik Indonesia). Kompetisi ini menjadi wadah bagi para drummer berbakat untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Echa Soemantri, Yoiqball, Budhy Haryono, Harry Murty sebagai Head Jury, Nicko Prabowo, Yandi Andraputra, Bowie Champa, dan Bowie Djat. Selain hadiah uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan beasiswa kursus drum online selama satu tahun di Percussive Arts Society serta satu unit drum elektrik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta musisi Indonesia.

Di sisi bisnis, PRO AVL Indonesia 2026 menghadirkan program Business Matching yang mempertemukan produsen, distributor, system integrator, importir, buyers, investor, hingga pemilik proyek dalam sesi pertemuan yang telah dijadwalkan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis sekaligus memperluas jaringan bisnis di industri AVL, baik di Indonesia maupun kawasan regional.

Pengunjung juga dapat menikmati penampilan Komunitas Gitar melalui acoustic stage bertajuk “Learn, Play & Perform”, yang memadukan pertunjukan musik dengan demonstrasi teknologi audio terkini sehingga menghadirkan pengalaman yang interaktif sekaligus edukatif. Selain itu, tersedia seminar bertema “Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Audio Video Secara Wajib” yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian RI bersama APAVMI.

Melalui rangkaian program tersebut, PRO AVL Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi lebih dari sekadar ajang pameran teknologi. Pameran ini menjadi ruang bertemunya inovasi, kreativitas, dan kolaborasi yang mampu mendorong kemajuan industri audio, visual, lighting, dan musik di Indonesia.

Seluruh profesional industri, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga masyarakat umum diundang untuk hadir dan menjadi bagian dari PRO AVL Indonesia 2026. Registrasi pengunjung dapat dilakukan secara online melalui https://bit.ly/daftarproavlyuk. (sh)

MAXStream TV dan iQIYI Perkaya Pilihan Hiburan Digital Lewat Serial Bunga di Tepi Jurang

0
MAXStream TV

binomedia.idJakarta. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tontonan lokal yang berkualitas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, MAXStream TV bersama iQIYI resmi memperkenalkan original series terbaru, Bunga di Tepi Jurang.Mengangkat kisah tentang perjuangan, harapan, dan ketangguhan seorang perempuan, series ini menjadi langkah terbaru bagi kedua platform dalam menghadirkan tontonan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Menggandeng Leo Pictures selaku rumah produksi, series Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud komitmen ketiga pihak untuk terus menghadirkan original series Indonesia berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, masyarakat dapat menikmati karya lokal yang semakin mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan, “Kami percaya kolaborasi bersama iQIYI menjadi bagian penting dalam menyuguhkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam bagi masyarakat. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan, termasuk akses ke konten berkualitas yang dapat dinikmati dengan mudah melalui ekosistem digital Telkomsel.”

Bunga di Tepi Jurang mengisahkan Andini yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya demi membangun kehidupan yang ia pilih. Cerita ini mengangkat tema perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.

“Andini adalah karakter yang sangat manusiawi dan penuh perjuangan. Saya berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan inspirasi sekaligus membuat penonton bisa ikut merasakan setiap emosi yang ia lalui,” ucap Claresta Taufan.

Dengan konflik yang kompleks dan karakter yang terus berkembang, Bunga di Tepi Jurang menghadirkan pengalaman menonton yang emosional sekaligus penuh ketegangan. Melalui perjalanan Andini menghadapi berbagai tekanan dalam hidup, mulai dari keluarga dan relasi yang rumit hingga pencarian jati diri, penonton diajak menyaksikan kisah tentang keberanian untuk bangkit, melangkah maju, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Bunga di Tepi Jurang didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia, termasuk Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, hingga aktor legendaris Anjasmara dan aktor muda yang sedang naik daun, Raden Rakha. Kolaborasi lintas generasi ini menyuguhkan dinamika antar karakter yang memperkaya emosi dan konflik dalam cerita.

Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYIDinesh Ratnam, menambahkan “Melalui Bunga di Tepi Jurang, kami ingin menghadirkan kisah tentang perjuangan, pilihan hidup, dan ketangguhan seorang perempuan. Series ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton.”

Bunga di Tepi Jurang dapat disaksikan mulai 31 Juli 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI lewat aplikasi mobilesmart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Didukung jaringan Telkomsel yang andal, pelanggan dapat menikmati tayangan secara lancar dan nyaman, sehingga pengalaman menikmati hiburan digital berkualitas menjadi semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja. (rls/sh)

Menuju Maybank Marathon 2026, Tapering Jadi Kunci Maksimalkan Hasil Latihan

0
Maybank Marathon

binomedia.idJakarta. Setelah berbulan-bulan berlatih, menuntaskan long run, dan melewati fase peak training, banyak pelari justru mulai ragu ketika race day semakin dekat: apakah latihannya sudah cukup, perlu menambah satu long run lagi, atau kebugaran akan menurun saat jarak latihan dikurangi?

Keraguan tersebut wajar. Namun, tambahan latihan yang tidak terencana dalam dua atau tiga pekan terakhir justru berisiko membuat pelari tiba di garis start dengan kaki lelah, tubuh belum pulih, bahkan mengalami cedera. Karena itu, tapering menjadi bagian penting dari persiapan marathon, yaitu mengurangi beban latihan secara bertahap agar tubuh dapat pulih tanpa kehilangan ritme dan kebugaran yang telah dibangun.

Sebuah systematic review dan meta-analysis pada endurance atlet menunjukkan, tapering hingga 21 hari, dengan penurunan volume latihan sekitar 41–60% sambil mempertahankan intensitas dan frekuensi, dapat membantu mengoptimalkan performa. Studi lain terhadap lebih dari 158.000 pelari marathon rekreasional juga menemukan bahwa tapering selama tiga minggu berkaitan dengan median waktu finis 5 menit 32 detik atau 2,6% lebih cepat dibandingkan tapering minimal.

Temuan ini menegaskan bahwa mengurangi latihan secara disiplin bukan berarti kehilangan kebugaran, melainkan memberi tubuh ruang untuk memaksimalkan hasil latihan saat lomba.

Bagian dari Train Smart. Race Safe. Finish Strong.

Melalui rangkaian Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia dan adidas Runners Jakarta, peserta tidak hanya diajak meningkatkan kemampuan fisik. Mereka juga dibekali pemahaman tentang bagaimana mengatur beban latihan, memulihkan tubuh, serta mempersiapkan diri menghadapi race day dengan lebih bijak.

“Melalui Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia, kami tidak hanya mengajak peserta berlatih lebih keras, tetapi juga berlatih dengan lebih cerdas. Tapering dan pemulihan merupakan bagian penting dari proses tersebut, agar seluruh kerja keras selama latihan benar-benar dapat dibawa ke garis start dalam kondisi terbaik. Inilah semangat Train Smart. Race Safe. Finish Strong. yang terus kami dorong kepada para peserta,” ujar Project Director Maybank Marathon, Bambang Irawan.

Running Coach dari adidas Runners Jakarta, Aditya M. Pamungkas atau Coach Dodit menambahkan bahwa tantangan terbesar saat tapering sering kali bukan datang dari program latihan, melainkan dari rasa khawatir pelari sendiri.

“Ketika mileage turun pada masa tapering, beberapa pelari sering merasa kebugaran akan ikut menurun. Akhirnya sering kali tergoda untun menambah mileage atau meningkatkan intensitas latihan, misalnya overpacing saat berlari. Padahal, pada tahap ini sudah bukan lagi soal kilometer atau pace yang harus tinggi. Fokusnya adalah mengurangi kelelahan yang tidak perlu, menjaga level performance, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan terbaik saat race day. Tetap berlari dengan volume yang relatif lebih rendah dari biasanya, dan juga terkontrol intensitasnya,” jelas Coach Dodit.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasuki fase tapering.

  1. Hindari Panic Training

Menjelang race day, pelari sering mulai mempertanyakan apakah latihan yang telah dilakukan sudah cukup. Rasa cemas ini sering kali membuat mereka tergoda untuk menambah jarak, mengejar sesi yang sebelumnya terlewat, atau mencoba membuktikan kesiapan melalui latihan yang terlalu berat.

Pada tahap ini, pelari perlu mempercayai program yang telah dijalankan. Tambahan latihan berat mungkin memberikan rasa percaya diri sesaat, tetapi juga dapat menciptakan kelelahan baru yang terbawa hingga race day.

  1. Kurangi Volume Latihan, Bukan Berarti Berhenti Berlari

Tapering tidak berarti berhenti berlari sepenuhnya. Pelari masih dapat melakukan easy run, recovery run, atau beberapa repetisi singkat pada race pace sesuai dengan programnya. Tujuannya adalah menjaga tubuh tetap aktif dan mempertahankan sensasi berlari tanpa menambah akumulasi kelelahan.

Tidak ada satu angka penurunan volume yang berlaku untuk semua orang. Pelari marathon berpengalaman, first-time marathoner, dan pelari dengan riwayat cedera dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Program sebaiknya mengikuti arahan pelatih dan mempertimbangkan respons tubuh masing-masing.

  1. Anggap recovery sebagai Bagian dari Latihan

Ketika volume latihan berkurang, fokus dapat dialihkan kepada aspek yang sering terabaikan selama peak training, seperti tidur, hidrasi, nutrisi, dan pemulihan otot.

Pelari juga perlu menjaga asupan makan dan cairan secara konsisten. Konsumsi karbohidrat dapat ditingkatkan secara terencana menjelang lomba untuk menjaga ketersediaan energi, tetapi bukan berarti makan secara berlebihan atau mencoba menu yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya.

  1. Jangan Mencoba Hal Baru Menjelang Lomba

Ada satu prinsip sederhana yang hampir selalu berlaku dalam marathon: Nothing new on race day. Sepatu, pakaian, sarapan, gel, hidrasi, hingga perlengkapan yang dibawa sebaiknya sudah pernah dicoba sebelumnya, idealnya saat long run.

Minggu terakhir bukan waktu untuk mencoba sepatu baru karena terlihat lebih cepat, mengganti gel karena sedang populer, atau menggunakan apparel yang belum pernah dipakai untuk berlari jauh. Semakin sedikit hal baru yang diperkenalkan, semakin kecil kemungkinan munculnya masalah yang tidak terduga saat lomba.

  1. Persiapkan Mental seperti Persiapan Fisik

Tapering juga dapat memunculkan race anxiety. Ketika waktu latihan berkurang, pelari memiliki lebih banyak ruang untuk memikirkan target waktu, cuaca, kondisi rute, atau kemungkinan mengalami masalah saat lomba.

Persiapan sederhana membantu mengurangi jumlah keputusan yang harus dibuat pada pagi hari lomba. Pelari pun dapat berdiri di garis start dengan mental yang lebih siap.

Pada akhirnya, marathon bukan hanya tentang seberapa keras seseorang mampu berlatih. Marathon juga mengajarkan kapan harus mendorong tubuh dan kapan harus memberinya ruang untuk pulih. Tapering memang tidak bisa menggantikan latihan yang belum dilakukan. Namun, fase ini membantu memastikan bahwa kerja keras selama berbulan-bulan tidak tertutup oleh kelelahan pada hari lomba.

Melalui Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia, pelari diajak menjalani seluruh proses persiapan dengan lebih cerdas, mulai dari membangun kebugaran, mengelola pemulihan, hingga tiba di garis start dalam kondisi terbaik. (rls/sh)

Menguatkan Perspektif Muslim Global, TAZA IMPACT Luncurkan Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas

0
TAZA IMPACT

binomedia.idJakarta. TAZA IMPACT, inisiatif sosial dari TAZA sebagai brand modest Indonesia, menghadirkan “Becoming Muslim in Borderless World”, sebuah forum yang mempertemukan akademisi, praktisi, komunitas, dan masyarakat untuk mendiskusikan dinamika kehidupan Muslim di era global. Dalam kesempatan tersebut, TAZA Impact mewadahi Fitya Center Indonesia secara resmi meluncurkan buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas karya Ustadz Abdurrahman Zahier, sebuah panduan fikih dan spiritualitas bagi Muslim Indonesia yang tinggal, belajar, bekerja, maupun bepergian ke negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.

Selain peluncuran buku, acara juga menghadirkan sesi diskusi bersama bersama Budhi Dharma, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, serta Vikra Ijas, CEO KitaBisa, yang dimoderatori oleh Reda Samudera. Bagaimana Muslim Indonesia dapat menjaga identitas keislamannya sekaligus berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat global yang beragam.

“Di TAZA, kami percaya bahwa sebuah dampak tidak selalu dimulai dari langkah yang besar, tetapi dari ruang-ruang yang mempertemukan orang, ilmu, dan nilai. Melalui TAZA IMPACT, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang relevan dengan tantangan umat hari ini. ‘Becoming Muslim in Borderless World’ menjadi salah satu ikhtiar kami untuk mendukung lahirnya lebih banyak karya yang membekali Muslim Indonesia agar tetap percaya diri menjalankan nilai-nilai Islam, di mana pun mereka berada.”
– Ashila Ramadhani, Founder TAZA

Mengangkat isu kehidupan Muslim di negara minoritas, TAZA IMPACT memfasilitasi peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas

Mobilitas masyarakat Indonesia yang terus meningkat membuat semakin banyak warga negara Indonesia menjalani kehidupan di berbagai belahan dunia dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Di tengah terbukanya peluang untuk menempuh pendidikan, membangun karier, maupun mengembangkan jejaring global, banyak Muslim Indonesia juga dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan kehidupan beragama.

Bagaimana menemukan masjid ketika adzan tidak terdengar? Bagaimana memastikan makanan halal di lingkungan yang belum familiar dengan kebutuhan Muslim? Hingga bagaimana menjaga identitas keislaman sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat? Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bagian dari realitas yang dihadapi Muslim Indonesia di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas hadir sebagai panduan praktis yang menggabungkan perspektif fikih dan spiritualitas untuk membantu Muslim Indonesia menjalani kehidupan di lingkungan multikultural. Tidak hanya membahas aspek ibadah, buku ini juga mengajak pembaca untuk memahami bagaimana tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, sekaligus menjadi pribadi yang adaptif, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi positif di mana pun berada.

Menjadi Muslim di negeri minoritas bukan berarti menjadi Muslim yang lebih sedikit, melainkan belajar menghadirkan Islam dengan hikmah, akhlak, dan kebijaksanaan. Saya berharap buku ini dapat menjadi teman perjalanan yang membantu setiap Muslim tetap menjaga prinsip agamanya, sekaligus mampu hidup berdampingan, memberi manfaat, dan menjadi representasi Islam yang membawa rahmat bagi siapa pun di sekitarnya.”
– Ustadz Abdurrahman Zahier, Penulis Kompas Muslim di Negeri Minoritas

Sebagai inisiatif sosial dari TAZA, TAZA IMPACT hadir dengan keyakinan bahwa setiap langkah yang dilakukan hari ini dapat menciptakan dampak yang bermakna bagi masa depan. Melalui empat pilar utama, yaitu Spiritual, Educational, Social, dan Environmental, TAZA IMPACT secara konsisten menghadirkan berbagai program yang mendorong pembelajaran, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemberdayaan masyarakat. Acara “Becoming Muslim in Borderless World” menjadi salah satu implementasi dari pilar Spiritual, dengan menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai kehidupan Muslim di dunia yang semakin terhubung.

Melalui kolaborasi bersama Fitya Center Indonesia, TAZA IMPACT berharap peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dapat menjadi bekal yang relevan bagi semakin banyak Muslim Indonesia yang menjalani kehidupan lintas negara. Lebih dari sekadar panduan praktis, buku ini diharapkan mampu menjadi kompas yang menguatkan keyakinan, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya Muslim yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga terus membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi lingkungan sekitarnya. (rls/aul)