Beranda blog Halaman 5

“Dapur Sumur Tutur” oleh Putri Ayudya Hadirkan Dinamika Perempuan Lintas Generasi Dalam Bentuk Pertunjukan Satu Orang

0
PUTRI AYUDYA

binomedia.idJakarta. – Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni melalui pementasan pertunjukan satu orang (one man show) Dapur Sumur Tutur, sebuah karya yang menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai dan tradisi. Karya yang diproduseri oleh Nosa Nurmanda dan disutradarai oleh Ben Bening ini dipentaskan oleh Putri Ayudya, seorang aktor yang telah dua kali dinominasikan sebagai Pemeran Wanita Terbaik FFI dan meraih Piala Maya.

Selama kurang lebih satu jam, penikmat seni diajak menyelami kisah tiga generasi perempuan Jawa dalam satu keluarga yang hadir dalam momen sakral peringatan seribu hari wafatnya Eyang Kakung. Melalui sudut pandang YangTi, Ibuk, dan Mbak, pertunjukan ini menghadirkan dialog batin tentang tradisi, relasi keluarga, serta pengalaman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan pendekatan pertunjukan satu orang yang bersifat imersif, karya ini menghadirkan pengalaman yang intim dan reflektif bagi penonton.

c8d2081c 35ca 45ab bdd0 04221f27e9f1 , PUTRI AYUDYA, Binomedia

“Pementasan Dapur Sumur Tutur hari ini sejalan dengan komitmen Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan karya seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui cerita yang personal dan pendekatan artistik yang kuat, kami berharap pertunjukan ini dapat membuka ruang refleksi bagi penikmat seni tentang dinamika keluarga, peran perempuan, serta perubahan nilai budaya yang terus berlangsung,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Pertunjukan Dapur Sumur Tutur berangkat dari kegelisahan generasi milenial perempuan Jawa terhadap tradisi yang seringkali diwariskan tanpa pemaknaan ulang. Dalam banyak kisah, nilai-nilai tersebut diteruskan tanpa memahami akar dan konteksnya, sehingga sulit diadaptasi dengan perubahan zaman dan berpotensi menimbulkan generational trauma. Pergeseran ranah perempuan dari konco wingking menjadi mitra sejajar dalam kehidupan modern turut menjadi benang merah dalam pertunjukan ini.

Selain itu, isu sandwich generation dan ageism diangkat sebagai refleksi kondisi sosial saat ini, ketika jumlah populasi lansia terus meningkat, sementara jumlah usia produktif semakin terbatas. Situasi ini membuat generasi muda harus memikul beban ekonomi sekaligus perawatan keluarga yang lebih besar, di tengah keterbatasan akses pekerjaan dan kemandirian bagi kelompok usia lanjut. Dalam konteks ini, perempuan kerap berada di garis depan, tidak terlepas dari nilai dan tradisi yang menempatkan mereka sebagai pengurus utama orang tua di masa tua. Realitas ini mencerminkan kuatnya ekspektasi gender yang menempatkan perempuan sebagai caretaker utama dalam keluarga.

Putri Ayudya selaku aktor tunggal di pertunjukan ini menuturkan bahwa karya ini lahir dari pengalaman personal dan hasil riset bersama tim kreatif. “Kisah ini berangkat dari kegelisahan sebagai perempuan Jawa generasi milenial. Sebagian materi berasal dari pengalaman pribadi kami dan sebagian lainnya dari riset tentang perempuan Jawa, generational trauma, serta proses reparenting. Judul Dapur Sumur Tutur sendiri menggambarkan perubahan peran perempuan, dari yang semula terbatas di ranah domestik menjadi ruang bertutur dan menyuarakan pengalaman.”

Sementara itu, Nosa Nurmanda sebagai Produser menjelaskan, “Pemilihan tiga generasi perempuan dan latar peringatan seribu hari kematian memiliki makna simbolis. Momen ini adalah ruang refleksi keluarga, ketika duka sudah mengendap dan bisa dimaknai ulang. Di situlah kita melihat bagaimana nilai, luka, dan cara pandang diwariskan antar generasi, terkadang tanpa disadari. Harapannya, melalui pertunjukan ini penonton dapat lebih memahami bahwa tradisi dapat terus hidup dan relevan jika disikapi secara bijaksana.”

Ben Bening selaku Sutradara menambahkan, “Hari ini kita sering merasa perempuan sudah lebih bebas dibandingkan sebelumnya. Namun, pertanyaannya adalah apakah kebebasan itu benar-benar utuh? Apakah perempuan sudah benar-benar bebas dalam menentukan mimpi, pilihan hidup, dan ruang yang ingin ia tempati, baik di pekerjaan, keluarga, maupun dalam tradisi? Pertunjukan ini berangkat dari pertanyaan tersebut, yang bagi kami akan selalu relevan, sudahkah perempuan benar-benar bebas?”

Pertunjukan yang ditulis oleh ketiga kreator ini tidak hanya bertumpu pada kekuatan akting, tetapi juga didukung oleh elemen artistik seperti lagu latar dan efek suara yang dikomposisikan oleh Taufan Iskandar, tata cahaya, serta elemen visual yang ditampilkan melalui layar, yang dikembangkan dengan menggabungkan perspektif personal dan hasil riset masing-masing kreator. Keseluruhan elemen ini dirancang untuk memperkuat atmosfer pementasan dan membantu penonton menyelami emosi serta dinamika antar generasi yang dihadirkan dalam karya ini. 

Pertunjukan Dapur Sumur Tutur menjadi penutup rangkaian pertunjukan seni akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya sepanjang bulan April. Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan Bukan Kartini oleh Wulangreh Omah Budaya, Makkunrai Nusanusa oleh Kinarya GSP, serta Close Friends oleh Shafiq Husein dan Ufa Sofura. Kedepannya, Galeri Indonesia Kaya akan terus menghadirkan beragam pertunjukan seni setiap akhir pekan dengan informasi lebih lanjut yang dapat diakses melalui situs IndonesiaKaya.com. (renz)

Sequis Life Dorong Pemberdayaan Perempuan Wirausaha  

0
SEQUIS LIFE

binomedia.id – Jakarta. PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menyelenggarakan Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table (24/4) sebagai ruang koneksi bagi perempuan pemangku kepentingan (stakeholder) dari dunia bisnis dan komunitas untuk berbagi pengalaman dan inspirasi terkait peran perempuan dalam bisnis.

Kegiatan ini menjadi langkah awal peluncuran program strategis Sequis SHEPRENEUR dalam platform keberlanjutan Better Tomorrow with Sequis Life. Program Sequis SHEPRENEUR difokuskan pada pemberdayaan perempuan wirausaha melalui peningkatan literasi keuangan dan pengembangan potensi bisnis.

Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara yang akrab disapa Tina menyampaikan bahwa Better Tomorrow with Sequis Life merupakan platform keberlanjutan yang menghadirkan perlindungan melalui aksi nyata melalui berbagai inisiatif yang relevan dan inspiratif.

“Fokus inisiatif dari platform keberlanjutan pada tahun 2026 ini akan diarahkan pada Sequis SHEPRENEUR yang bertujuan meningkatkan pengetahuan perencanaan keuangan serta pengembangan bisnis  perempuan wirausaha yang akan dilaksanakan pada Mei 2026,” sebut Tina. 

Dalam acara Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table, para peserta berbagi pengalaman, ide, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperempuan pelaku bisnis melalui suasana santai.

Peran perempuan dalam perekonomian semakin meningkat sebagai pengambil keputusan keuangan dalam keluarga hingga usaha di berbagai skala bisnis. Namun, masih terdapat kebutuhan untuk memperkuat literasi keuangan. Perempuan perlu meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan dan memahami pentingnya perlindungan diri dan keluarga #yangpalingberarti dari risiko kehidupan.

“Asuransi jiwa dan kesehatan berperan sebagai perlindungan finansial sekaligus fondasi rasa aman dan tenang. Dengan perlindungan yang tepat, perempuan sebagai ibu maupun pelaku bisnis dapat melangkah dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” seru Tina.

Apresiasi juga disampaikan Tina atas langkah awal Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table yang mendapat sambutan positif dari para stakeholder bisnis dan komunitas untuk program Sequis SHEPRENEUR. Dukungan yang diberikan tentunya akan ikut mendorong lahirnya perempuan wirausaha yang mandiri dan berkelanjutan. 

Rangkaian acara ini dilanjutkan dengan kegiatan interaktif bertajuk The Vision Collective Board yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan bisnis mereka dengan merumuskan kebutuhan serta tantangan pada masa depan dan sesi Connect Lunch and Networking yang mengubah percakapan santai di meja makan menjadi koneksi dan jejaring  lintas usaha dan komunitas.

“Pertemuan ini sangat baik dan membuka ruang  untuk tumbuh bersama. Dari satu meja, dapat lahir banyak kemungkinan. Hari ini kami memulai langkah dengan semangat #BetterTomorrow bagi perempuan pengambil keputusan di dunia usaha dan komunitas. Sequis Connect Lunch menjadi langkah sederhana untuk memberi nilai tambah bagi perjalanan Sequis SHEPRENEUR,” tutup Tina.

Program Sequis SHEPRENEUR terbuka bagi perempuan wirausaha, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dapat mendaftar melalui proses kurasi di sequis.id/JoinSequisSHEPRENEUR2026. (rls/sh)

ASICS Tee Off Day 2026 Kenalkan Koleksi Sepatu Golf GEL-KAYANO™ ACE 3 untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

0
ASICS Indonesia

binomedia.idJakarta. Seiring berkembangnya tren olahraga golf sebagai bagian dari gaya hidup di Indonesia, ASICS Indonesia memperkenalkan koleksi sepatu golf terbaru, GEL-KAYANO™ ACE 3, pada ASICS Tee Off Day 2026. Kegiatan yang menggabungkan product showcase dengan mini competition ini merupakan bagian dari komitmen ASICS dalam mendukung masyarakat agar lebih aktif bergerak, selaras dengan filosofi ASICS Sound Mind, Sound Body.

Golf yang kini semakin populer di kalangan masyarakat urban Indonesia telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern. Olahraga ini mengedepankan keterampilan fisik, strategi mental, serta networking, sehingga menjadi salah satu aktivitas yang relevan di tengah masyarakat perkotaan saat ini.

Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia, menyampaikan, “ASICS mendukung keseimbangan antara tubuh dan pikiran, selaras dengan filosofi a sound mind in a sound body. ASICS Tee Off Day 2026 merupakan salah satu bentuk nyata kami dalam mendukung perkembangan golf di Indonesia. Kami ingin menghadirkan inovasi produk berbasis sports science yang mendukung performa pemain di lapangan. Kami berharap kegiatan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat agar lebih aktif bergerak dan merasakan manfaat positif olahraga, baik secara fisik maupun mental.”

Dalam kesempatan ini, ASICS juga memperkenalkan GEL-KAYANO™ ACE 3, sepatu golf terbaru yang mengombinasikan kenyamanan mutakhir dari GEL-KAYANO 32 dengan fitur khusus untuk golf. Dilengkapi dengan teknologi FF BLAST™ PLUS dan PureGEL™, sepatu ini memberikan bantalan maksimal serta penyerapan guncangan yang optimal. Selain itu, HYBRID ASICSGRIP™ pada outsole menghadirkan daya cengkram yang kuat di berbagai kondisi permukaan, sementara material mesh dengan fitur Water-Resistant menjaga kaki tetap kering tanpa mengorbankan sirkulasi udara. Sepatu ini dirancang untuk memberikan stabilitas, kenyamanan, dan kontrol yang optimal selama permainan.

Selain itu, pada acara ini ASICS juga memperkenalkan LYTE CLASSIC™ GOLF, sepatu golf dengan desain yang terinspirasi dari gaya heritage LYTE CLASSIC™ Sportstyle dengan fungsionalitas modern di lapangan. Sepatu ini dilengkapi dengan Water-Repellent Upper berbahan kombinasi synthetic leather dan micro-suede yang memberikan kenyamanan sekaligus kesan premium, baik saat bermain maupun di luar lapangan. Dukungan Ample Grip yang optimal juga memastikan stabilitas saat melakukan swing, menjadikannya pilihan ideal bagi pecinta golf yang mengutamakan performa tanpa mengorbankan stylish.

ASICS Tee Of f 2026 menghadirkan pengalaman inspiratif dalam bermain golf, mulai dari product launch yang dikemas secara eksklusif, TRY! ASICS! untuk mencoba langsung sepatu golf ASICS di lapangan, hingga mini competition yang memberikan kesempatan peserta untuk turun ke lapangan dan merasakan langsung performa sepatu saat bermain golf,” ujar Maitri Widyakirana, Lead Marketing of Core Performance Sports (CPS), ASICS Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sejalan dengan kampanye Move your body, move your mind, ASICS mengajak masyarakat untuk terus aktif bergerak demi mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran yang lebih baik.

GEL-KAYANO™ ACE 3 sudah bisa didapatkan di toko offline Golf House terdekat dan secara online melalui www.planetsports.asia/asics-golf. Untuk informasi lebih lanjut terkait ASICS Golf, ikuti _@asicsid@golfhouse.id di media sosial atau kunjungi situs www.asics.co.id.

Frank & co. Rayakan 30 Tahun Lewat Exhibition “30 Years of Real Love” di Gedung A.A. Maramis

0
Frank & co. Rayakan 30 Tahun Lewat Exhibition “30 Years of Real Love” di Gedung A.A. Maramis
binomedia.idJakarta. Brand perhiasan Frank & co. merayakan tiga dekade perjalanannya melalui sebuah pameran spesial bertajuk “30 Years of Real Love: When You Know, You Know”. Acara ini digelar pada 23–26 April 2026 di Gedung A.A. Maramis dan menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang brand tersebut dalam industri perhiasan Tanah Air.

Berada di bawah naungan Central Mega Kencana, Frank & co. selama 30 tahun dikenal menghadirkan perhiasan berlian alami yang tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga makna emosional. Tema “When You Know, You Know” yang diusung dalam perayaan ini menggambarkan keyakinan bahwa cinta sejati dan kualitas berlian terbaik sama-sama dapat dirasakan tanpa keraguan.

Mengambil lokasi di gedung bersejarah dengan arsitektur klasik, exhibition ini dirancang sebagai pengalaman imersif bagi para pengunjung. Tidak sekadar menampilkan koleksi perhiasan, acara ini juga mengajak pengunjung memahami proses terbentuknya natural diamond dari dalam bumi hingga menjadi karya bernilai tinggi.

Chief Operating Officer Central Mega Kencana, Petronella Soan, menyebut bahwa pemilihan lokasi memiliki makna tersendiri karena mencerminkan nilai heritage dan keanggunan yang sejalan dengan identitas brand. Sementara itu, General Manager Frank & co., Rolly Soesanto, menegaskan bahwa tema yang diangkat menjadi representasi dari kepastian kualitas yang langsung dirasakan pelanggan.

Pameran ini menghadirkan berbagai immersive rooms yang menampilkan pilar utama Frank & co., mulai dari komitmen terhadap keaslian berlian alami, transparansi, hingga keahlian craftsmanship. Salah satu sorotan utama adalah koleksi Frank Fire, yang hanya berasal dari kurang dari 1 persen berlian terbaik di dunia.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai koleksi ikonik lainnya, seperti See the Light Collection bersama Maudy Ayunda, serta Love Poetry Collection dengan Monica Ivena. Tak ketinggalan, koleksi arsip yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah brand juga turut dipamerkan.

Frank Fire sendiri menjadi simbol standar tertinggi yang diterapkan Frank & co. dalam industri perhiasan. Setiap berlian telah melalui proses kurasi ketat dengan 12 parameter evaluasi, dilengkapi sertifikasi ganda dari Gemological Institute of America (GIA) dan Sarine Technologies, serta memiliki identitas khusus berupa laser inscription.

Melalui perayaan ini, Frank & co. kembali menegaskan posisinya sebagai brand yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga nilai, keaslian, dan makna mendalam di setiap produknya. Selama 30 tahun, brand ini konsisten mengedukasi masyarakat mengenai standar berlian, termasuk konsep 4C dan pentingnya transparansi.

Exhibition “30 Years of Real Love” menjadi bukti bahwa Frank & co. tidak hanya mengikuti perkembangan industri, tetapi juga berperan sebagai pelopor dalam menghadirkan standar baru dalam dunia perhiasan di Indonesia.(dhil)

WINGS Care Luncurkan SoSoft + Tea Tree, Deterjen dengan Antibakteri Alami untuk Kesegaran Maksimal

0
WINGS Care Luncurkan SoSoft + Tea Tree, Deterjen dengan Antibakteri Alami untuk Kesegaran Maksimal
binomedia.idJakarta. WINGS Group Indonesia melalui lini WINGS Care resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, SoSoft + Tea Tree, dalam peluncuran yang digelar di Jakarta pada 23 April 2026. Produk ini hadir sebagai deterjen berbahan aktif tumbuhan yang mengandalkan kekuatan antibakteri alami dari tea tree untuk menjaga kebersihan sekaligus kesegaran pakaian.

Menggabungkan kandungan tea tree dengan formula BotaniBlend, SoSoft + Tea Tree diklaim mampu membersihkan pakaian secara menyeluruh sekaligus menghilangkan bakteri penyebab bau langsung dari sumbernya. Pendekatan ini menjadikan produk tidak hanya menutupi bau, tetapi benar-benar mengatasi akar permasalahan.

Peluncuran inovasi ini tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat modern yang semakin dinamis. Aktivitas padat, paparan polusi, hingga keringat akibat cuaca yang tidak menentu membuat kebutuhan akan pakaian yang bersih dan segar semakin penting. SoSoft + Tea Tree hadir sebagai solusi praktis untuk menjawab tantangan tersebut.

Selain efektif dalam membersihkan, deterjen ini juga menghadirkan sensasi wangi segar yang lembut berkat kandungan Natural Perfume Essence bunga lily. Formulasinya dirancang tetap nyaman di kulit, bebas dari klorin, paraben, dan fosfat, serta telah melalui uji dermatologi sehingga aman digunakan untuk seluruh anggota keluarga, termasuk pemilik kulit sensitif.

Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, Anastasia Pamela, menjelaskan bahwa inovasi ini terinspirasi dari manfaat tea tree yang telah lama dikenal dalam dunia perawatan kulit. “Melalui SoSoft + Tea Tree, kami membawa manfaat antibakteri alami tersebut ke dalam perawatan pakaian, sehingga tidak hanya bersih, tetapi juga benar-benar segar dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa produk ini dirancang fleksibel untuk berbagai metode pencucian, baik menggunakan mesin cuci maupun secara manual. Hal ini menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki kebiasaan mencuci berbeda, termasuk untuk pakaian tertentu yang memerlukan perlakuan lebih lembut.

Untuk memperkuat pesan kampanye, SoSoft menggandeng Tissa Biani sebagai brand ambassador. Sebagai sosok dengan aktivitas padat, Tissa mengaku membutuhkan produk yang mampu menjaga kesegaran pakaian sepanjang hari. Ia menilai kandungan tea tree dalam SoSoft + Tea Tree memberikan rasa tenang karena membantu menghilangkan bakteri penyebab bau secara efektif.

Menurutnya, menjaga kebersihan dan kesegaran pakaian juga merupakan bagian penting dari self-care yang berdampak pada kepercayaan diri. Dengan pakaian yang bersih dan nyaman, aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih maksimal tanpa rasa khawatir.

Kehadiran SoSoft + Tea Tree menjadi bagian dari komitmen WINGS Group Indonesia untuk terus menghadirkan inovasi produk berkualitas yang terjangkau bagi masyarakat luas. Melalui inovasi ini, perusahaan berharap dapat mendukung gaya hidup yang lebih sehat, nyaman, dan penuh percaya diri—sejalan dengan semangat “Life Keeps Getting Better with WINGS.”(dhil)

Blibli Pay Day Jadi Andalan Netizen Maksimalkan Gajian Tanpa Boncos

0
Blibli Pay Day Jadi Andalan Netizen Maksimalkan Gajian Tanpa Boncos

binomedia.id Jakarta. Momen gajian kerap menjadi titik penting dalam mengatur keuangan bulanan. Di satu sisi, berbagai kebutuhan mulai dari gadget, produk self-care, hingga perlengkapan gaya hidup aktif menanti untuk dipenuhi. Di sisi lain, kesadaran untuk tetap hemat semakin meningkat. Dari sinilah muncul tren baru di kalangan netizen Indonesia: menjadi smart shopper, yakni berbelanja secara strategis dan terencana, bukan impulsif.

Menjawab perubahan perilaku tersebut, Blibli kembali menghadirkan program Blibli Pay Day (BPD) edisi April yang berlangsung pada 25–27 April 2026. Program ini dirancang sebagai solusi belanja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern—memenuhi keperluan sekaligus menjaga kontrol finansial.

Selama periode berlangsung, pelanggan dapat menikmati berbagai penawaran menarik seperti extra voucher discount hingga 25 persen, gratis ongkir, jaminan 100 persen produk original, gratis perlindungan, hingga kebijakan retur dengan alasan apa pun. Kombinasi ini memberikan pengalaman belanja yang tidak hanya hemat, tetapi juga aman dan nyaman.

Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, menjelaskan bahwa tren smart shopper menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen. “Pelanggan kini semakin selektif dan terencana dalam berbelanja, terutama saat gajian. Blibli Pay Day hadir bukan sekadar promo, tetapi solusi belanja yang lebih cerdas dan relevan,” ujarnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan pasca-gajian, berikut beberapa strategi yang banyak diterapkan netizen saat memanfaatkan Blibli Pay Day:

1. Upgrade gadget sesuai kebutuhan
Jika perangkat sudah tidak optimal, momen payday bisa dimanfaatkan untuk menggantinya. Produk seperti Samsung Galaxy S25 Ultra menawarkan performa tinggi untuk penggunaan jangka panjang. Dengan diskon dan perlindungan tambahan, pembelian menjadi lebih bernilai.

2. Restock kebutuhan self-care
Produk perawatan diri sering habis di akhir bulan. Payday menjadi waktu ideal untuk mengisi ulang kebutuhan tersebut. Salah satu pilihan praktis adalah Timephoria Orbita Lip & Cheek Blurring Pot yang cocok untuk penggunaan harian, apalagi dengan dukungan gratis ongkir.

3. Dukung gaya hidup aktif secara terencana
Bagi yang ingin mulai hidup lebih sehat, melengkapi perlengkapan bisa jadi langkah awal. Produk seperti Adidas Women Shoes Tekwen dapat menunjang aktivitas sekaligus gaya. Jaminan keaslian dan fleksibilitas retur membuat belanja lebih nyaman.

Tren belanja yang semakin matang membuat program seperti Blibli Pay Day tidak lagi sekadar ajang diskon, melainkan menjadi enabler gaya hidup seimbang. Konsumen kini bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus mengorbankan kondisi finansial.

Dengan pendekatan ini, momen gajian tidak lagi identik dengan pemborosan. Sebaliknya, menjadi peluang untuk berbelanja lebih bijak, terencana, dan tetap menguntungkan.

Jadi, saat gajian tiba dan daftar keinginan mulai memanggil, kini tak perlu lagi memilih antara hemat atau belanja. Melalui Blibli Pay Day, keduanya bisa berjalan beriringan—memberikan pengalaman belanja yang pasti, nyaman, dan tanpa rasa khawatir.(dhil)

Trailer Tumbal Proyek Resmi Dirilis, Angkat Mitos Gelap di Balik Proyek Besar

0
Trailer Tumbal Proyek Resmi Dirilis, Angkat Mitos Gelap di Balik Proyek Besar(WAHYU)
binomedia.idJakarta. Trailer film Tumbal Proyek resmi diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers yang digelar di Metropole XXI Megaria pada Kamis (23/4). Sejak detik pertama, trailer tersebut langsung menghadirkan atmosfer horor yang pekat, dipadukan dengan nuansa misteri yang mengangkat sisi gelap di balik proyek-proyek pembangunan berskala besar.

Film ini terinspirasi dari cerita yang telah lama beredar di masyarakat mengenai mitos tumbal dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu yang disinggung adalah kisah di balik Jembatan Suramadu yang kerap dikaitkan dengan legenda tumbal manusia. Melalui pendekatan sinematis, cerita tersebut diolah menjadi narasi yang lebih dramatis sekaligus emosional.

Tidak sekadar menghadirkan teror visual, Tumbal Proyek juga menyuguhkan kedalaman cerita yang menyentuh sisi kemanusiaan. Film ini mengangkat kisah keluarga yang kehilangan orang terdekat tanpa kejelasan nasib. Penantian panjang tanpa kepastian, bahkan tanpa kesempatan untuk mengucapkan perpisahan terakhir, menjadi inti emosi yang memperkuat alur cerita.

Dalam balutan suasana mencekam, film ini menggambarkan bahwa ketakutan tidak hanya berasal dari hal-hal gaib, tetapi juga dari luka batin, kehilangan, dan ketidakpastian yang terus menghantui. Perpaduan antara elemen horor, misteri, dan drama emosional menjadikan film ini lebih dari sekadar tontonan menegangkan.

Melalui trailer perdananya, Tumbal Proyek membuka pintu bagi penonton untuk menyelami misteri besar di balik hilangnya nyawa dalam sebuah proyek pembangunan. Film ini menawarkan perspektif berbeda tentang horor—di mana rasa kehilangan bisa menjadi sesuatu yang sama menakutkannya dengan sosok tak kasatmata.

Film Tumbal Proyek dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026. Dengan cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, film ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang memadukan ketegangan sekaligus emosi mendalam bagi para penonton.(why)

Gelung Nusantara, Simbol Keindahan dan Identitas Perempuan Indonesia

0
Galeri Indonesia Kaya

binomedia.id – Jakarta. Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, gelung atau sanggul memiliki beragam bentuk, pakem, dan filosofi yang berbeda di setiap daerah. Meski dikenal memiliki aturan tertentu, gelung sejatinya bukanlah praktik yang rumit. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara, sebuah workshop yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat makna.

“Melalui Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara, kami ingin menghadirkan sebuah ruang belajar yang tidak hanya memperkenalkan ragam bentuk dan filosofi gelung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya ini dapat terus relevan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, program ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus bangga terhadap identitas budayanya. Melalui berbagai program yang kami hadirkan secara konsisten, kami berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya talenta-talenta baru serta memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Kegiatan workshop gelung ini terbagi menjadi dua kategori kelas, yaitu Kelas Profesional dan Kelas Umum. Kelas Profesional ditujukan bagi para penata rias atau penata rambut profesional yang ingin memperdalam kembali pakem gelung dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada ragam gelung Nusantara dari Sabang hingga Merauke, mencakup berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Bali, Jawa Tengah, khususnya Solo sebagai salah satu akar perkembangan gelung, Kalimantan yang masih jarang diperkenalkan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Sementara itu, Kelas Umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari teknik dasar bergelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara spesial. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ragam gelung Nusantara yang jarang dibahas, tetapi juga keterampilan praktis dalam menata rambut, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Workshop yang berlangsung pada 20 – 23 April 2026 ini dipandu oleh Mas Yudin, seorang penata rias senior yang telah berkecimpung di industri kecantikan Indonesia selama puluhan tahun. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, termasuk perjalanannya bersama Martha Tilaar Group di bagian artistik, Mas Yudin dikenal luas atas kontribusinya dalam dunia tata rias, baik untuk kebutuhan fashion, pertunjukan, maupun tatanan tradisional Nusantara, khususnya dalam momen penting seperti pernikahan.

“Selama lebih dari 40 tahun saya berkecimpung di dunia tata rias, saya melihat bagaimana gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar tradisi yang kuat. Yang membuat saya senang, minat terhadap gelung ini tidak hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi. Di workshop ini, kita bisa melihat peserta dari usia muda hingga yang sudah berpengalaman, semua punya semangat yang sama untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang panjang, selama terus ada regenerasi dan ruang untuk belajar seperti yang dihadirkan melalui program ini. Saya berharap agar setiap perempuan yang menggunakan wastra Nusantara dapat semakin diperkaya dan dipercantik dengan penggunaan gelung sebagai bagian dari identitas budaya kita,” ujar Mas Yudin.

Selain aktif berkarya, Mas Yudin juga kerap menjadi pelatih dan pembicara dalam berbagai seminar dan lokakarya berskala nasional hingga internasional. Karya terbarunya, Gelung Elok Nusantara, menjadi salah satu bentuk dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni gelung Indonesia.

Sebagai ruang publik berbasis budaya, Galeri Indonesia Kaya secara konsisten menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif yang terbuka untuk masyarakat. Selain workshop Mengenal Gelung Nusantara, sebelumnya Galeri Indonesia Kaya juga telah menyelenggarakan Ruang Kreatif bertema Seni Jahit Patchwork bersama Eka Yunita pada Maret lalu, serta beragam kegiatan lainnya yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Melalui workshop ini, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat mendorong generasi masa kini untuk lebih mengenal, mengapresiasi, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia, sejalan dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan dan budaya bangsa. (rls/sh)

Kartini dalam Balutan Gaya: Buttonscarves dan Ekspresi Diri Perempuan di Era Digital Bersama Shopee

0
SHOPPEE

binomedia.idJakarta. Kepercayaan diri perempuan masa kini semakin tercermin dalam cara mereka mengekspresikan diri melalui pilihan gaya yang berani dan penuh karakter. Tren scarf berwarna bold, aksesori statement, hingga busana dengan identitas visual kuat menunjukkan bahwa fashion kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap penampilan. Fashion telah berkembang menjadi medium visual yang merepresentasikan identitas, aspirasi, dan kepribadian perempuan.

Hari Kartini menjadi momentum untuk melihat bagaimana semangat perjuangan perempuan terus bertransformasi dari masa ke masa. Jika dahulu R.A. Kartini memperjuangkan akses perempuan terhadap kesempatan yang lebih luas, hari ini semangat itu hadir dalam wujud yang lebih dekat dengan keseharian. Perempuan kini semakin leluasa menyatakan jati diri dan menampilkan karakternya, termasuk melalui fashion.

Di balik fenomena ini, sejumlah brand fashion lokal hadir seiring dengan cara perempuan Indonesia mengekspresikan diri lewat gaya visual yang kuat. Buttonscarves menjadi contoh brand lokal yang menghadirkan representasi perempuan yang ekspresif, percaya diri, dan memiliki karakter khas. Tidak hanya lewat produknya, Buttonscarves juga membawa cerita founder perempuan di balik brand yang menghadirkan perspektif autentik dalam setiap karya, sekaligus memperlihatkan fashion sebagai bahasa identitas perempuan masa kini.

Kisah Linda Anggrea membangun kebanggaan perempuan lewat gaya dan simbol khas dari Buttonscarves

Lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan pasar, Buttonscarves merupakan buah pemikiran Linda Anggrea, sosok perempuan hebat yang ingin menghadirkan rangkaian modest fashion yang premium. Melihat masih terbatasnya pilihan produk yang memadukan kualitas terkurasi dengan estetika yang kuat di Indonesia, Linda membangun Buttonscarves sebagai jawaban bagi perempuan yang mendambakan keanggunan sekaligus fungsionalitas dalam satu pengalaman yang eksklusif.

Lebih dari sekadar brand fashion, Buttonscarves dikembangkan dengan visi untuk menciptakan standar baru. Setiap elemen desain, mulai dari material, detail, hingga identitas visual, dirancang sebagai representasi kebanggaan bagi perempuan yang memakainya. Dalam semangat Hari Kartini, brand ini merefleksikan sosok perempuan yang memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri, perempuan yang berani mengambil keputusan besar, mandiri, dan berdampak. Melalui lini produknya, Buttonscarves menjadi “bahasa” bagi perempuan yang ingin menunjukkan karakter dan rasa percaya diri mereka tanpa banyak bicara.

Linda Anggrea, CEO & Creative Director of Buttonscarves mengatakan, “Perempuan saat ini mengapresiasi nilai di balik sebuah produk. Identitas visual Buttonscarves yang kuat dirancang untuk memberikan sense of empowerment. Mengenakan sesuatu yang memiliki karakter adalah cara perempuan menunjukkan siapa mereka dan kualitas yang mereka perjuangkan.”

Perjalanan Buttonscarves dimulai dari koleksi scarf hijab premium yang dikenal dengan kualitas material, detail khas, dan desain ikonik. Seiring waktu, brand ini berkembang menjadi lifestyle brand yang hadir dalam berbagai aspek kehidupan perempuan modern. Kini, Buttonscarves menghadirkan beragam lini produk, mulai dari pakaian, tas, aksesori, hingga pelengkap gaya hidup yang selaras dengan kebutuhan perempuan yang kian dinamis.

Sinergi Buttonscarves lewat teknologi & inovasi digital dalam mendorong potensi perempuan

Seiring pertumbuhannya, Buttonscarves juga membangun komunitas BS Lady yang solid di berbagai belahan dunia. Dengan identitas visual khas, para perempuan dalam komunitas ini memiliki simbol kebersamaan yang memungkinkan mereka saling mengenali dan merasa terhubung sebagai bagian dari ekosistem yang sama. Kehadiran komunitas ini memperkuat posisi Buttonscarves bukan hanya sebagai brand fashion, tetapi juga sebagai representasi gaya hidup perempuan modern.

Bergabung dengan Shopee, Buttonscarves memperkuat jangkauan strategisnya sebagai top-of-mind di kategori modest fashion. Kehadiran Shopee tidak hanya memicu pertumbuhan penjualan yang konsisten, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan komunitas affiliate Buttonscarves melalui Shopee Affiliate Program. Inisiatif ini selaras dengan nilai Buttonscarves dalam mendorong kemandirian ekonomi, dengan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk memiliki sumber penghasilan tambahan secara fleksibel agar terus berkembang dan berdaya di tengah dinamika zaman. Kedekatan autentik dengan pelanggan pun semakin solid, kontribusi pesanan melalui Shopee Live terhadap total penjualan Buttonscarves di Shopee di awal tahun ini meningkat hingga 80% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sinergi antara teknologi, komunitas, dan kolaborasi bersama Shopee ini bagi Linda merupakan salah satu wujud emansipasi modern. Linda menambahkan, “Bagi saya, semangat Kartini adalah tentang keberanian perempuan untuk menentukan jalannya sendiri. Perempuan hari ini tidak harus memilih antara menjadi kuat atau lembut, karena mereka bisa menjadi keduanya. Dan dengan dukungan dari Shopee, kami juga dapat melihat bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjangkau potensi mereka dengan cara yang relevan di era sekarang.” (rls/sh)

Maxim Beri Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen, Hadiah Saldo dan Merchandise

0
Maxim Beri Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen, Hadiah Saldo dan Merchandise (WAHYU)
Binomedia.id – Jakarta. Dalam rangka memperingati Hari Konsumen, Maxim di Indonesia menghadirkan program apresiasi bagi pelanggan setia. Inisiatif ini menjadi bentuk penghargaan atas kepercayaan pengguna yang telah memanfaatkan layanan Maxim dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Melalui program tersebut, Maxim memberikan hadiah berupa merchandise eksklusif serta saldo perjalanan senilai Rp250 ribu kepada pelanggan terpilih. Apresiasi ini ditujukan bagi pengguna yang aktif dan loyal dalam menggunakan layanan secara konsisten.

Salah satu penerima apresiasi, Gio, mengaku telah menggunakan Maxim sejak 2021. Ia menjadikan layanan ini sebagai bagian dari rutinitas harian, mulai dari perjalanan pergi-pulang kerja hingga aktivitas lain seperti berolahraga.

“Saya biasanya pakai Maxim untuk PP berangkat ke kantor. Saya juga sering gunakan untuk pergi ke gym dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Gio, alasan utama memilih Maxim adalah tarif yang terjangkau dan relatif stabil, termasuk saat kondisi tertentu seperti hujan. Ia juga menilai kemudahan penggunaan aplikasi membuatnya tetap bisa mendapatkan harga hemat tanpa harus bergantung pada promo.

Selain itu, ketersediaan pengemudi yang semakin banyak turut meningkatkan kenyamanan. Proses pemesanan menjadi lebih cepat karena pengemudi mudah ditemukan, sehingga waktu tunggu semakin singkat.

Kemudahan transaksi juga dirasakan melalui fitur pembayaran non-tunai KasPro, yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran tanpa uang tunai.

Terkait hadiah yang diterima, Gio mengaku terkejut sekaligus senang. Ia sempat meragukan informasi tersebut, namun setelah memastikan, ia merasa bahwa Maxim действительно memperhatikan pelanggannya.

Sementara itu, Head of Subdivision Maxim Jakarta, Muhammad Richie Rafsanjani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

“Apresiasi ini kami berikan sebagai bentuk terima kasih kepada pelanggan setia yang telah menggunakan Maxim dalam aktivitas sehari-hari. Kami ingin terus menghadirkan layanan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga konsisten, mudah digunakan, serta relevan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai situasi,” ujarnya.

Program ini menegaskan upaya Maxim dalam meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan di tengah persaingan layanan transportasi berbasis aplikasi.(why)