Beranda blog Halaman 7

Galeri Indonesia Kaya Hadirkan Purwacarita Borobudur, Perpaduan Sejarah, Ruang, Rasa, dan Ethical AI

0
Purwacarita Borobudur 

binomedia.id – Jakarta. Setelah sebelumnya menghadirkan pengalaman imersif tentang Basoeki Abdullah serta kisah-kisah cerita rakyat Indonesia, Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan karya yang mempertemukan sejarah, budaya, dan teknologi dalam pengalaman yang lebih interaktif. Kali ini, melalui Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa, Galeri Indonesia Kaya mengajak masyarakat menelusuri kembali kisah di balik asal mula penciptaan Candi Borobudur melalui delapan pengalaman imersif berbasis Ethical AI yang dapat dinikmati mulai 1 September 2026 di Galeri Indonesia Kaya, secara gratis.

“Sebagai ruang publik edutainment yang memadukan edukasi, teknologi digital, dan inovasi, Galeri Indonesia Kaya berkomitmen memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara menyenangkan dan kekinian. Melalui Purwacarita Borobudur, kami menghadirkan kembali kisah dan sejarah Borobudur melalui pengalaman imersif berbasis Ethical AI dan kolaborasi lintas disiplin. Kami ingin sejarah tidak hanya dipelajari, tetapi juga dapat dirasakan dan dieksplorasi dengan cara yang lebih dekat dengan generasi masa kini. Bagi kami, melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan cerita, nilai, dan identitas di dalamnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Purwacarita Borobudur 

Sebagai salah satu mahakarya dunia yang dikunjungi jutaan orang setiap tahun, Borobudur menyimpan beragam kisah tentang asal mula pembangunannya, tokoh-tokoh di baliknya, serta pesan yang tertuang dalam ribuan panel relief. Purwacarita Borobudur membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami kisah tersebut, baik sebagai bekal sebelum berkunjung langsung ke Borobudur maupun sebagai kesempatan untuk menemukan kembali makna relief, arsitektur, dan cerita yang telah mereka saksikan.

Berkolaborasi dengan Bening Digital Indonesia dan Curaweda, Purwacarita Borobudur menjadikan riset dan fakta sejarah yang telah tervalidasi sebagai pijakan utama dalam membangun narasinya. Pengunjung diajak menyelami asal mula Kāmulan i Bhūmisambhāra, sebagaimana disebut dalam prasasti kuno, sekaligus mengenal kemegahan kosmologi Candi Borobudur melalui berbagai bentuk interaksi. Dengan memadukan proyeksi visual dan teater imersif, relief-relief batu yang selama berabad-abad menjadi bagian dari Candi Borobudur dituturkan kembali menjadi rangkaian adegan yang dapat disaksikan, dieksplorasi, dan dirasakan secara langsung.

Pengunjung dapat mengikuti kisah hukum sebab-akibat atau karma melalui relief Karmawibhangga, serta kisah cinta dan kesetiaan Pangeran Sudhana dan Putri Manohara melalui relief Avadana. Pengalaman ini juga menghadirkan dua tokoh dari Wangsa Sailendra, yaitu Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani, untuk membawa pengunjung mengenal keseharian dan visi di balik pembangunan hingga peresmian Candi Borobudur.

Tidak berhenti pada pengalaman visual, Purwacarita Borobudur juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi secara langsung. Melalui sensor gerak, pengunjung dapat memicu respons flora dan fauna yang terdapat dalam relief Borobudur, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah. Pengunjung juga dapat menapaki kembali rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut, Candi Pawon, hingga Stupa Induk Borobudur melalui permainan dengan layar informasi interaktif. Keseluruhan interaksi ini menjadi perwujudan semangat Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa, dengan membawa sejarah dari sesuatu yang sekadar dilihat dan dibaca menjadi kisah yang dapat dijelajahi, dialami, dan dirasakan secara langsung.

Dalam pengembangannya, Purwacarita Borobudur menggunakan Ethical AI sebagai kerangka kerja untuk menerjemahkan riset dan fakta ke dalam pengalaman imersif. Kecerdasan buatan diposisikan sebagai alat bantu visualisasi, dengan akurasi sejarah tetap menjadi landasan utama karya ini. Seluruh data sejarah dan narasi dialog yang bersumber dari prasasti, termasuk Prasasti Karangtengah (824M) dan Prasasti Tri Tepusan (842 M), hingga penggambaran busana dan artefak, telah melalui proses kurasi dan penyuntingan. Setiap naskah, visual, detail busana, dan arsitektur yang ditampilkan juga melewati validasi akademik oleh Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada serta validasi profesional oleh Museum dan Cagar Budaya. Tim kreatif turut melakukan kunjungan lapangan ke Borobudur sebagai rujukan visual.

“Bagi kami di Curaweda, teknologi bukanlah tujuan akhir. AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli. Melalui Purwacarita Borobudur, kami ingin menunjukkan bahwa AI dapat digunakan secara etis untuk memperkuat riset sekaligus menghadirkan kekayaan budaya Nusantara dalam cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Berkolaborasi dengan Galeri Indonesia Kaya, kami menghadirkan sejarah Borobudur bukan lagi semata sebagai cerita di buku, tetapi sebagai pengalaman visual yang memungkinkan pengunjung menelusuri lorong waktu, berinteraksi, dan menggali nilai serta pesan moral yang terkandung di dalamnya,” ujar Azhar Muhammad Fuad, Founder dan CEO Curaweda.

Pendekatan teknologi tersebut tetap diimbangi dengan proses kurasi yang ketat untuk memastikan setiap informasi yang dihadirkan memiliki dasar sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Sebagai kurator sejarah, tantangan terbesar bukan sekadar membuat sejarah terlihat menarik secara digital, tetapi menerjemahkan kompleksitas sejarah Borobudur ke dalam medium baru tanpa kehilangan konteks dan nuansanya. Karena itu, setiap narasi, karakter, busana, artefak, dan elemen visual yang ditampilkan perlu ditelusuri dan divalidasi berdasarkan sumber sejarah yang relevan. Bagi kami, teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah kepada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,” ujar Dr. Sri Margana, M.Phil., kurator dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Sebagai satu perjalanan utuh, Purwacarita Borobudur menghadirkan delapan fitur yang membawa pengunjung mengenal Candi Borobudur dari berbagai sisi. Fitur tersebut antara lain:

  1. Sapa Borobudur menjadipengantar visual mengenai lanskap dan latar zaman berdirinya Borobudur.
  2. Karmawibhangga dan Avadanamenghadirkan kisah pada kedua relief tersebut melalui teater imersif.
  3. Batu Caritamembawa pengunjung berinteraksi dengan empat tokoh, yaitu Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.
  4. Mandalamengajak pengunjung mengitari Borobudur melalui gawai masing-masing sekaligus menapaki rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk.
  5. Jelajah Borobudurmenghadirkan petualangan menuju Borobudur dan candi-candi di sekitarnya.
  6. Buku Caritamengisahkan perjalanan Putri Pramodhawardhani dalam memahami tujuan sang ayah, Raja Samaratungga, membangun Borobudur.
  7. Harmoni Borobudurmenghadirkan gambaran alam sekitar Borobudur di masa lalu beserta satwa seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah yang merespons gerak pengunjung melalui sensor.
  8. Asal Mula Borobudur The Moviemenjadi sajian utama yang hadir di Auditorium Galeri Indonesia Kaya untuk membawa pengunjung lebih dekat pada kisah di balik penciptaan Candi Borobudur dan relief-reliefnya.

Purwacarita Borobudur merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan perspektif budaya, riset, teknologi, dan pengembangan bisnis. Dalam proses pengembangannya, Bening Digital Indonesia berperan sebagai business consultant yang berkolaborasi dengan Curaweda dan Galeri Indonesia Kaya untuk mengembangkan karya imersif berbasis AI yang tetap berpijak pada riset dan akurasi sejarah.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa AI tidak harus berjarak dengan fakta. Dengan proses kreatif yang teliti, konsep yang matang, riset lapangan, serta validasi dari para ahli dan kurator, teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk menghadirkan sejarah dan budaya Indonesia dalam bentuk yang lebih relevan bagi generasi masa kini. Kami berharap Purwacarita Borobudur menjadi awal dari lebih banyak cerita sejarah dan kekayaan budaya Indonesia yang dapat dituturkan kembali melalui pengalaman imersif berbasis AI,” ujar Lia Marliana, President Director Bening Digital Indonesia. (rls/sh)

Siap Meluncur 8 September, Infinix XPAD 30 Pro Jadi Tablet dengan Layar 11 Inci 2.5K dan Baterai Besar

0
Infinix XPAD 30 Pro

binomedia.id – Jakarta. Infinix akan segera menghadirkan XPAD 30 Pro di Indonesia pada 8 September 2026. Tablet terbaru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dan profesional muda yang menjalani banyak aktivitas dalam satu hari, mulai dari belajar, menyelesaikan pekerjaan, menikmati hiburan, hingga bermain game.

Di tengah ritme tersebut, anak muda membutuhkan perangkat yang tidak hanya mudah dibawa, tetapi juga mampu mengikuti perubahan aktivitas dengan cepat. Smartphone sering kali terasa terbatas untuk mengerjakan tugas di layar yang kecil, sementara laptop tidak selalu praktis digunakan di setiap situasi. XPAD 30 Pro hadir untuk mengisi kebutuhan itu melalui pengalaman yang lebih luas untuk produktivitas, namun tetap ringkas untuk dibawa dan nyaman digunakan sebagai perangkat hiburan.

Kebutuhan tersebut menjadi dasar semangat “BE UNXPADTED”, sebuah ajakan bagi generasi muda untuk tetap siap menghadapi agenda, tantangan, dan peluang yang datang tanpa terduga. Pesan Deadline Killer, Game Winner menggambarkan dua peran XPAD 30 Pro dalam keseharian mereka: membantu menyelesaikan tugas dan pekerjaan secara efisien, sekaligus menghadirkan performa yang dapat diandalkan saat menikmati hiburan dan gaming.

Infinix XPAD 30 Pro

“Generasi muda Indonesia menjalani keseharian yang sangat dinamis. Dalam satu perangkat, mereka membutuhkan ruang yang nyaman untuk belajar dan bekerja, sekaligus performa yang dapat mengikuti kebutuhan hiburan dan gaming. Melalui XPAD 30 Pro, kami ingin membantu mereka tetap siap menghadapi setiap aktivitas, bahkan ketika rencana berubah secara tidak terduga. Inilah makna BE UNXPADTED yang kami hadirkan,” ujar Tommy Xiong, Country Manager Infinix Indonesia.

Sebagai salah satu fitur unggulannya, XPAD 30 Pro akan membawa layar 11 inci beresolusi 2.5K. Area layar yang luas dengan detail visual tajam memberikan pengalaman yang lebih nyaman saat membaca materi, menyusun presentasi, mengikuti kelas, menikmati konten, maupun melihat permainan secara lebih imersif.

XPAD 30 Pro juga akan ditenagai MediaTek Helio G200 Ultimate untuk mendukung pengalaman penggunaan yang responsif. Performa tersebut disiapkan agar pengguna dapat menjalankan kebutuhan belajar, multitasking, hiburan, dan gaming dengan lebih lancar dalam satu perangkat.

Melengkapi layar dan performanya, XPAD 30 Pro akan dibekali baterai berkapasitas besar agar dapat menemani aktivitas pengguna lebih lama. Ketiga keunggulan ini menjadikan XPAD 30 Pro perangkat serbaguna yang siap mendukung mobilitas generasi muda, dari mengejar deadline hingga bermain bersama squad.

Infinix XPAD 30 Pro akan resmi diperkenalkan di Indonesia pada 8 September 2026 melalui kanal digital resmi Infinix Indonesia dan mulai tersedia secara online pada 9 September 2026 pukul 00.00 WIB di berbagai platform e-commerce dan mitra resmi Infinix di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Infinix XPAD 30 Pro dapat diakses melalui akun media sosial resmi @infinixid dan website resmi Infinix Indonesia. (rls/sh)

Anti Mati Gaya! Bedah Gaya Hidup “Play on the Go” Bareng POCO Pad C1

0
POCO Pad C1

binomedia.id – Jakarta. Pagi ngerjain tugas di coffee shop, siang mabar tipis-tipis pas break, sore scrolling medsos pas commuting, malemnya rebahan maraton serial. Sadar nggak sih, hidup lo emang se-fleksibel itu? Tanpa kerasa, lo udah ngejalanin gaya hidup “Play on the Go”, saat kerjaan, hiburan, sampai gaming kelar cuma lewat satu layar.

Bagi Gen Z dan anak-anak gamer kalcer, nunggu sampai di rumah atau diem di depan PC buat having fun itu udah basi. Fun harus bisa kejadian di mana aja dan kapan aja! Nah, biar mobilitas lo makin sat-set dan nggak mati gaya, POCO Pad C1 siap lo sulap jadi apapun ngikutin vibe lo seharian.

“Bicara soal tren ‘Play on the Go’, POCO Pad C1 ini emang rajanya. Makanya POCO Pad C1 didesain fleksibel banget. Lo mau setup tablet ini jadi apapun sesuai kebutuhan, nggak perlu pake ribet, tinggal gas! Pastinya semua dilibas dengan performa ekstrem khas POCO,” ujar Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia.

Biar makin kebayang seberapa nyetel-nya tablet ini di keseharian lo, intip 4 setup gokil yang bisa lo ciptain bareng POCO Pad C1:

Setup Jadi Konsol Gaming: Mabar Kapan Aja, Auto Rata Kanan!

Nongkrong tanpa mabar rasanya hambar. Begitu pesanan kopi dateng atau lagi ngumpul bareng circle lo, tinggal keluarin POCO Pad C1 dan boom! Lo resmi punya konsol gaming portabel!

Ditenagai Snapdragon® 6s 4G Gen 2 Mobile Platform dengan fabrikasi 6nm yang efisien dan bertenaga, performanya nggak kaleng-kaleng buat nge-gas game kompetitif favorit lo. Visual animasinya dijamin super mulus berkat refresh rate kencang hingga 120Hz, ditambah touch sampling rate 180Hz yang bikin respon sentuhan secepat kilat pas lo nge-cast skill. Dipadukan dengan opsi RAM 4GB serta penyimpanan lega hingga 2TB, lo nggak perlu khawatir frame drop pas momen war lagi sengit-sengitnya.

Setup Jadi Bioskop Portabel: Nonton Rame-Rame Tanpa Silau & Bebas Pegal Mata

Lagi mager tapi pengen chill nonton film dokumenter, anime, atau drama bareng temen? POCO Pad C1 langsung bertransformasi jadi bioskop pribadi yang gampang digeser ke mana aja.

Tablet ini dibekali layar jernih beresolusi 2K berukuran pas 9,7 inci, nggak kekecilan, tapi juga nggak makan tempat di meja. Tingkat kecerahannya tembus hingga 600 nits (Outdoor mode), jadi dipakai nonton di kamar atau rooftop kafe pun layarnya tetap tajam tanpa silau. Nonton maraton seharian juga aman banget buat mata berkat tiga sertifikasi resmi dari TÜV Rheinland. Ditambah semburan audio dari dual stereo speakers Hi-Res Audio (plus masih ada 3.5mm headphone jack!), sensasi nonton lo dijamin makin sinematik.

Setup Jadi Productivity Booster: Tugas & Ide Kreatif Sat-Set Beres

Siapa bilang tablet hiburan nggak bisa diajak kerja keras? Buat lo yang punya segudang to-do list, mulai dari ngerjain tugas kuliah, bikin materi presentasi, sampai brainstorming konten, POCO Pad C1 adalah partner in crime yang sempurna.

Berjalan di atas sistem operasi terbaru Xiaomi HyperOS 3, tablet ini mengusung ekosistem Xiaomi Interconnectivity yang bikin transfer data antar-device, shared clipboard, sampai kolaborasi lintas layar jadi mulus tanpa hambatan. Nggak cuma itu, dukungan fitur AI kekinian seperti Google Gemini siap nemenin lo nyari ide tulisan dan rangkuman data, sementara fitur Circle to Search with Google bikin riset visual makin instan: cukup lingkari gambar atau teks di layar, infonya langsung keluar tanpa perlu gonta-ganti aplikasi!

Setup Jadi FOMO Partner: Temen Update Seharian, Siaga Jadi Powerbank Dadakan

Jalan-jalan seharian tanpa takut ketinggalan tren medsos? Setup POCO Pad C1 sebagai pusat kendali update lo. Dengan bodi ramping setebal cuma 7,4 mm, bobot seringan 406 gram, dan balutan material Metal Unibody yang kokoh nan elegan, tablet ini ergonomis banget buat ditenteng seharian tanpa bikin tangan pegal.

Urusan daya, lo bisa tenang seharian. POCO Pad C1 dibekali baterai badak berkapasitas 7.600 mAh yang tahan diajak scrolling, mantau timeline X, ataupun maraton video pendek. Saat butuh isi daya, ada 18W Fast Charging. Nilai plus paling juara pas lagi nongkrong: tablet ini mendukung fitur 10W Reverse Wired Charging. Jadi kalau baterai smartphone lo atau TWS temen lo sekarat di jalan, POCO Pad C1 bisa langsung jadi powerbank penyelamat!

Gaspol Gaya “Play on the Go” Lo Sekarang!

Apapun persona dan kesibukan lo, POCO Pad C1 siap nemenin setiap langkah lo tanpa ribet. Udah siap upgrade gaya hidup lo jadi makin fleksibel dan seru? POCO Pad C1 sudah bisa lo serbu langsung di seluruh kanal penjualan resmi POCO Indonesia. Gaspol sebelum kehabisan! (rls/sh)

BATIQA Hotel & Apartments Hadirkan Signature Dishes, Sajikan Cita Rasa Nusantara di 7 Kota

0
BATIQA Hotel & Apartments Karawang
Foto: Signature dishes

binomedia.id – Karawang. BATIQA Hotel & Apartments Karawang resmi meluncurkan Signature Dishes, rangkaian menu yang menghadirkan perjalanan cita rasa Nusantara melalui empat hidangan utama dan dua racikan minuman. Diluncurkan di FRESQA Restaurant, rangkaian menu ini kini tersedia di tujuh unit BATIQA Hotel di Indonesia, memberikan kesempatan bagi tamu untuk menikmati interpretasi kuliner Nusantara dengan standar penyajian yang konsisten di berbagai kota.

Mengusung kekayaan kuliner Indonesia sebagai inspirasi utama, Signature Dishes BATIQA mengambil cerita dari berbagai tradisi, mulai dari kuliner Batak Toba dan Manado, cita rasa pesisir Jawa, hingga warisan jamu klasik. Setiap hidangan dikembangkan dengan menelusuri karakter dan akar budayanya, kemudian diolah kembali menggunakan bahan berkualitas serta teknik penyajian yang disesuaikan dengan preferensi tamu masa kini.

Mohamad Zubaedi, General Manager BATIQA Hotel & Apartments Karawang, mengatakan bahwa Signature Dishes menjadi bagian dari komitmen BATIQA untuk menghadirkan pengalaman kuliner Indonesia yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga membawa cerita budaya di balik setiap hidangan.

“Setiap hidangan dalam Signature Dishes memiliki cerita dan akar budaya masing-masing. Kami ingin tamu tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga mengenal dan merasakan kedekatan dengan kekayaan kuliner Nusantara. Yang menjadi kebanggaan kami, seluruh menu ini dapat dinikmati di tujuh unit BATIQA Hotel, sehingga tamu di berbagai kota dapat merasakan pengalaman kuliner dengan standar yang konsisten,” ujar Mohamad Zubaedi.

Empat Hidangan, Empat Cerita Kuliner Nusantara

Signature Dishes menghadirkan empat hidangan yang masing-masing membawa karakter dan cerita berbeda.

Arsik Kakap Baramundi menjadi salah satu sajian yang terinspirasi dari tradisi kuliner Batak Toba. Mengadaptasi teknik mangarsik, ikan dimasak dengan bumbu yang diguyurkan secara berulang hingga meresap. Jika secara tradisional arsik identik dengan ikan mas, BATIQA menghadirkan interpretasi menggunakan kakap baramundi yang memiliki tekstur lebih lembut, sembari mempertahankan karakter rempah khas arsik seperti andaliman dan asam cikala.

Sementara itu, Dori Sambal Dabu-dabu membawa kesegaran cita rasa Manado melalui perpaduan ikan dori yang lembut dengan sambal dabu-dabu yang terdiri dari cabai, tomat, dan bawang merah. Perpaduan rasa pedas, segar, dan asam memberikan karakter yang kontras sekaligus ringan untuk dinikmati.

Untuk pilihan yang lebih sederhana namun berkarakter, Tahu Cabe Garam menghadirkan perpaduan kuliner Tionghoa-Indonesia. Tahu goreng renyah dipadukan dengan bawang putih, cabai, dan garam kasar, menghasilkan kombinasi gurih, pedas, dan tekstur crispy yang familiar bagi berbagai kalangan.

Melengkapi empat hidangan utama, Otak-otak Kenangan membawa unsur nostalgia melalui olahan ikan yang dibungkus daun pisang dan dipanggang. Aroma daun pisang yang dibakar serta tekstur lembut dan kenyal dirancang untuk menghadirkan kembali pengalaman menikmati jajanan tradisional khas pesisir.

Dua Racikan Minuman yang Mengangkat Warisan Rempah Indonesia

fa704d1e 1857 4f0b a08d a19817cde125 , BATIQA Hotel & Apartments, Binomedia d0f7616d 950d 4ff2 ba6a 0dc7f77b0edd , BATIQA Hotel & Apartments, Binomedia

Tidak hanya menghadirkan hidangan, Signature Dishes BATIQA juga dilengkapi dua pilihan minuman dengan karakter berbeda. Kunyit Asam Squash merupakan interpretasi modern dari jamu kunyit asam. Perpaduan kunyit dan asam jawa menghadirkan rasa manis dan asam yang menyegarkan, dengan penyajian dingin yang memberikan sentuhan lebih ringan dan modern.

Sementara Lembayung Rasa menghadirkan pengalaman berbeda melalui minuman rempah hangat yang memadukan jahe, cengkeh, bunga lawang, kayu manis, kapulaga, lada hitam, gula aren, dan susu. Perpaduan tersebut menghasilkan aroma rempah yang kompleks dengan karakter rasa yang hangat dan creamy.

Ega Dwi Rizki, Chef Executive BATIQA Hotel & Apartments Karawang, menjelaskan bahwa proses pengembangan Signature Dishes tidak hanya berfokus pada eksplorasi rasa, tetapi juga menjaga karakter asli resep serta konsistensi penyajian di setiap unit BATIQA.

“Kami menelusuri resep dari akar budayanya, lalu meraciknya kembali agar sesuai dengan selera tamu hari ini tanpa kehilangan karakter aslinya. Seluruh bahan dipilih berdasarkan standar kesegaran yang kami tetapkan, dan setiap unit BATIQA Hotel mengikuti standar penyajian yang sama agar pengalaman rasa yang diterima tamu tetap konsisten,” jelas Ega Dwi Rizki.

Signature Dishes Tersedia di 7 Unit BATIQA Hotel

Salah satu keunggulan dari peluncuran Signature Dishes ini adalah ketersediaannya di seluruh jaringan BATIQA Hotel. Tamu dapat menikmati keenam menu tersebut di BATIQA Hotel & Apartments Karawang, BATIQA Hotel Cirebon, BATIQA Hotel Jababeka, BATIQA Hotel Surabaya, BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Lampung, dan BATIQA Hotel Pekanbaru. Menu tersedia melalui restoran masing-masing hotel maupun layanan room service selama jam operasional.

Dengan menghadirkan menu yang terinspirasi dari berbagai kekayaan kuliner Indonesia dalam satu rangkaian, Signature Dishes menjadi cara BATIQA untuk memperkenalkan kembali cita rasa Nusantara dalam format yang lebih modern dan mudah dinikmati.

Bagi tamu yang ingin mencoba langsung rangkaian Signature Dishes, BATIQA Hotel & Apartments Karawang menghadirkan menu tersebut melalui FRESQA Restaurant. (rls/sh)

“AGASKAR” Hadirkan Jeremie Moeremans, Vonzy dan Fahad Haydra dalam Kisah Panas Dua Geng Motor

0
“AGASKAR” Hadirkan Jeremie Moeremans, Vonzy dan Fahad Haydra dalam Kisah Panas Dua Geng Motor

Binomedia.id, JAKARTA — Unlimited Production bersama MAXStream resmi memperkenalkan tiga pemeran utama series “AGASKAR”, yakni Jeremie Moeremans, Vonzy, dan Fahad Haydra, dalam acara Press Conference Cast Reveal di CGV fX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). Disutradarai Dina Jasanti, series ini mengusung cerita perseteruan dua geng motor yang dibalut persoalan cinta, rahasia, masa lalu, dan pencarian kebenaran.

“AGASKAR” menempatkan tiga karakter dengan latar dan konflik berbeda sebagai pusat cerita. Jeremie Moeremans tampil sebagai Agaskar, Vonzy sebagai Arazey, sementara Fahad Haydra memerankan Wave.

Agaskar merupakan pemimpin geng motor Wolviper. Karakter yang dimainkan Jeremie digambarkan keras, emosional, dan penuh ego. Namun, ia juga memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa keadilan yang membuatnya harus berhadapan dengan berbagai persoalan serta pilihan sulit.

Di sisi lain, Vonzy memerankan Arazey, sosok perempuan yang cerdas, berani, dan teguh dengan pendiriannya. Arazey berada dalam situasi pelik setelah terjebak dalam perjodohan yang tidak pernah diinginkannya.

Tidak hanya berusaha mempertahankan prinsipnya, Arazey juga memiliki misi untuk menemukan kebenaran dari sebuah kasus yang berkaitan dengan orang yang dicintainya.

Sementara itu, Wave yang diperankan Fahad Haydra merupakan pemimpin geng motor Walerus dan menjadi rival Agaskar. Meski berada di kubu yang berlawanan, Wave memiliki karakter yang lebih kompleks.

Ia digambarkan sebagai sosok loyal dan rela berkorban untuk orang-orang yang memiliki arti penting dalam hidupnya. Hal tersebut membuat konflik antara Wave dan Agaskar tidak sekadar menjadi pertarungan dua pemimpin geng motor.

Konflik Geng Motor Dibumbui Rahasia dan Cinta

“AGASKAR” membawa penonton ke dalam perseteruan Wolviper dan Walerus yang perlahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Persaingan kedua kelompok tersebut menjadi pintu masuk bagi terungkapnya berbagai persoalan yang berkaitan dengan masa lalu dan rahasia para karakter.

Pertemuan Agaskar, Arazey, dan Wave menjadi titik penting dalam perjalanan cerita. Hubungan ketiganya menghadirkan dinamika yang penuh emosi sekaligus membuka berbagai persoalan baru.

Di tengah perseteruan dua geng motor, cerita juga bergerak melalui hubungan personal para karakter. Cinta, loyalitas, pengorbanan, dan keinginan untuk menemukan kebenaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konflik.

Dengan menampilkan tiga karakter utama yang memiliki kepentingan dan persoalan masing-masing, “AGASKAR” mencoba menghadirkan cerita yang lebih dari sekadar pertarungan antargeng motor.

Series ini menjadi ruang bagi Jeremie Moeremans, Vonzy, dan Fahad Haydra untuk membawa karakter Agaskar, Arazey, dan Wave menghadapi berbagai konflik serta konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil.(dhil)

Garmin Gandeng PBESI, 50 Smartwatch Vivoactive 6 Dukung Persiapan Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026

0
Garmin Gandeng PBESI, 50 Smartwatch Vivoactive 6 Dukung Persiapan Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026

Binomedia.id, JAKARTA – Garmin melalui divisi ekosistem bisnis Garmin Health menjalin kemitraan strategis dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) untuk mendukung persiapan Timnas Esports Indonesia menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi sports science melalui penyediaan 50 unit smartwatch Garmin vívoactive 6 dan akses ke platform analitik Garmin Clipboard.

Kemitraan ini diarahkan untuk membantu tim pelatih memantau kondisi fisiologis atlet secara lebih terukur selama program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Data yang dikumpulkan dari perangkat wearable tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun program latihan, pemulihan, hingga kesiapan atlet menghadapi sesi scrimmage.

Business Development Manager Garmin Health Indonesia David Hartono mengatakan, kerja sama dengan PBESI tidak hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat wearable, tetapi juga menunjukkan kemampuan ekosistem Garmin Health dalam mendukung kebutuhan organisasi olahraga profesional.

“Kemitraan bersama PBESI jauh melampaui sekadar pengadaan wearable. Ini adalah pembuktian kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health,” ujar David.

Melalui Garmin Clipboard, jajaran pelatih dapat mengakses data atlet secara terpusat. Sistem tersebut memungkinkan tim kepelatihan memperoleh gambaran mengenai tingkat kelelahan dan kondisi pemulihan atlet tanpa harus memeriksa perangkat secara manual satu per satu.

Teknologi tersebut juga memanfaatkan sensor optik Garmin Elevate dan Firstbeat Analytics untuk membaca sejumlah indikator, termasuk denyut jantung dan Heart Rate Variability (HRV). Informasi tersebut diharapkan membantu mengubah pola latihan yang sebelumnya hanya berorientasi pada durasi bermain menjadi pendekatan yang lebih berbasis data.

Bagi atlet esports, aspek kesehatan di luar pertandingan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi performa. Garmin membekali vívoactive 6 dengan sejumlah fitur seperti Body Battery, Stress Tracking dan Sleep Score yang dapat memberikan gambaran mengenai energi, stres serta kualitas pemulihan pengguna.

Marcom Manager Garmin Indonesia Rian Krisna mengatakan kondisi atlet tidak hanya ditentukan oleh performa ketika bertanding, tetapi juga bagaimana mereka mengelola tubuh di luar arena kompetisi.

“Melalui Body Battery, Stress Tracking, Sleep Score dan berbagai insight kesehatan pada vívoactive 6, atlet dapat lebih memahami pola energi, stres, dan pemulihan mereka sehari-hari,” kata Rian.

Dengan bobot yang ringan dan desain tipis serta daya tahan baterai hingga 11 hari, perangkat tersebut dirancang untuk digunakan sepanjang hari, termasuk ketika atlet beristirahat dan tidur.

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana menyambut positif dukungan tersebut. Menurutnya, persaingan di level global membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mekanik dalam permainan.

“Di level kompetisi global seperti Asian Games, kemampuan mekanik in-game saja tidak cukup. Kita berhadapan dengan margin of error sepersekian detik yang sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental atlet,” ujar Richard.

Data yang dikumpulkan selama training camp nantinya dapat menjadi salah satu pertimbangan pelatih dalam menentukan kesiapan atlet menjalani scrimmage maupun memberikan porsi latihan fisik dan strength training.

Garmin berharap kolaborasi dengan PBESI dapat turut memperkuat ekosistem esports Indonesia sekaligus mendorong pemahaman bahwa kedisiplinan fisik, manajemen stres dan kualitas tidur merupakan bagian penting dari pembentukan atlet esports berprestasi.(dhil)

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Enam Brand Modest Fashion Lokal, Dorong Inovasi hingga Business Matching

0
Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Enam Brand Modest Fashion Lokal, Dorong Inovasi hingga Business Matching

Binomedia.id, TANGERANG — Pameran The 6th Edition Muslim LifeFest 2026 menghadirkan enam brand modest fashion lokal untuk memperkenalkan inovasi, koleksi, dan pengembangan produk terbaru sekaligus membuka peluang perluasan pasar melalui business matching. Kegiatan yang diselenggarakan PT LIMA Event Indonesia tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026, pukul 10.00–21.00 WIB, di Hall 9 dan 10 ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Enam brand yang ambil bagian dalam pameran tersebut yakni Sagenza, KALAZA, Afework, Haynè, Muslimadani, dan Fadkhera. Masing-masing membawa pendekatan berbeda dalam mengembangkan produk modest fashion, mulai dari eksplorasi material, desain, kenyamanan, hingga penggunaan teknologi pada produk.

Direktur Utama PT LIMA Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan pameran tidak lagi sebatas menjadi ruang transaksi antara brand dan konsumen. Menurutnya, kegiatan seperti Muslim LifeFest juga berperan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pameran tidak lagi sekadar ruang transaksi. Kami membuka peluang business matching antarpelaku usaha, baik domestik maupun internasional. Ini menjadi nilai tambah bagi brand untuk memperluas jaringan dan menguji produk di pasar nyata,” ujar Taufik.

Bagi para peserta, keikutsertaan dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus mendapatkan respons langsung dari konsumen. Interaksi tersebut dinilai penting untuk memperkuat positioning brand, membaca kebutuhan pasar, dan membuka peluang pengembangan bisnis.

Sagenza, misalnya, menonjolkan produk abaya dengan perhatian pada detail dan penggunaan material premium. Brand Owner Sagenza, Dhea Annisa, mengatakan proses pengembangan produk dilakukan secara menyeluruh agar kualitas tidak hanya terlihat dari desain.

“Kami tidak sekadar membuat produk yang cantik. Setiap detail benar-benar kami pikirkan, mulai dari pemilihan bahan, detail, proses produksi, hingga finishing,” ujar Dhea.

Sementara itu, KALAZA membawa konsep busana syari yang tetap mempertahankan prinsip syariat Islam dengan pendekatan desain yang lebih modern dan fungsional.

“Kami ingin menghadirkan busana syari yang tetap mengikuti prinsip syariat Islam, namun tetap modern, nyaman, dan mudah dipakai di berbagai kesempatan. Muslim LifeFest menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan perspektif tersebut,” ujar Elma, Designer KALAZA.

Pendekatan berbeda ditawarkan Afework yang menyasar generasi muda melalui produk jubah. Brand tersebut berupaya mengubah persepsi bahwa jubah hanya identik dengan gaya berpakaian tertentu dan kurang relevan bagi anak muda.

“Pastinya yang pertama adalah desain. Kami ingin memastikan desain dan look-nya tetap keren. Kami ingin bagaimana caranya supaya anak muda tetap percaya diri memakai jubah,” ujar Mujahid Bina Al Fikri, Owner Afework.

Adapun Haynè menggabungkan unsur kenyamanan dan elegansi dalam pengembangan koleksinya. Founder Haynè, Hani Winarti, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari pengalaman menemukan pakaian yang hanya memenuhi salah satu aspek, antara nyaman atau menarik secara visual.

“Saya sering menemukan pakaian yang cantik tetapi tidak nyaman, atau pakaian yang nyaman tetapi kurang merepresentasikan diri sendiri. Kemudian saya berpikir, kenapa sesuatu yang nyaman tidak bisa tetap terlihat elegan?” ujar Hani.

Di sisi lain, Fadkhera memanfaatkan momentum Muslim LifeFest untuk memperkenalkan perkembangan terbaru brand sekaligus memperkuat kiprahnya sebagai pelaku UMKM asal Yogyakarta. Brand tersebut juga melakukan rebranding dan menghadirkan produk dengan teknologi Coolfeel.

“Untuk latar belakang Fadkhera sendiri, kami ikut meramaikan acara Muslim Life Fair sejak pertama kali berdiri dan berusaha memajukan UMKM dari Jogja. Namun sekarang produk kami sudah semakin meluas,” ujar Reza, perwakilan Fadkhera.

Sementara Muslimadani mengembangkan koleksi fashion Muslim pria dengan mengedepankan inovasi material. Setiap peluncuran produk baru, brand tersebut berupaya menghadirkan pembaruan dari sisi bahan maupun pengembangan koleksi.

“Setiap mengeluarkan produk baru, ada inovasi yang dihadirkan. Kami terus melakukan inovasi, termasuk dari sisi material,” ujar Elyse Meirisya, Owner Muslimadani.

Kehadiran enam brand tersebut menunjukkan bahwa pengembangan modest fashion lokal tidak hanya berfokus pada aspek estetika. Inovasi material, kenyamanan, karakter desain, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian dari strategi brand untuk mempertahankan daya saing.

Selain menjadi ruang promosi dan transaksi, Muslim LifeFest 2026 juga dipadukan dengan Jakarta Halal Expo & Conference serta PULDAPII Muslim Edufest. Kolaborasi tersebut memperluas cakupan acara ke sektor bisnis dan edukasi sekaligus memperkuat ekosistem industri halal.

Melalui pertemuan langsung antara brand, konsumen, dan mitra usaha, Muslim LifeFest 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku modest fashion untuk menguji respons pasar sekaligus membangun jejaring bisnis. Peluang business matching yang dibuka selama pameran juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses brand lokal ke pasar domestik maupun internasional.(dhil)

5 Cara Memastikan Skincare Si Kecil Benar-Benar Aman dan Teruji

0
skincare

binomedia.id – Jakarta. Saat memilih produk skincare untuk si buah hati, melihat kemasan produk dengan klaim seperti “100% Alami”, “Organik”, atau “Dermatology tested” bisa memunculkan rasa tenang. Dengan memilih produk-produk tersebut, rasanya Anda sudah memilih produk yang aman dan memberikan perlindungan terbaik untuk si Kecil.

Memilih produk skincare untuk bayi dan anak-anak memang tidak bisa asal, karena kulit mereka 30 persen lebih tipis dari orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit si Kecil jauh lebih sensitif dan mudah menyerap zat apa pun yang dioleskan di kulitnya. Perlu juga Anda ketahui kalau saat ini, industri perawatan anak sedang menghadapi maraknya fenomena greenwashing, yang bisa diartikan sebagai praktik pemasaran yang memberi kesan seolah suatu produk aman dan ramah lingkungan. Padahal kenyataannya belum tentu demikian.

Sebuah studi pada 2024 mengungkapkan kalau dari puluhan merek kosmetik yang mengklaim ramah lingkungan untuk bayi, 39% di antaranya memanipulasi atau menyembunyikan detail informasi kemasan, dan hanya 18,4% yang memiliki sertifikasi organik resmi dari pihak ketiga.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda tidak mudah terkecoh oleh produk skincare bayi dan anak? Mari pelajari 5 cara memastikan produk-produk skincare ini benar-benar aman untuk si buah hati lewat simbol-simbol dan klaim yang ada di kemasannya.

  • Simbol kelinci (leaping bunny)

Keamanan bahan baku skincare berawal dari proses produksinya. Produk yang bebas dari uji coba pada hewan (cruelty-free) mencerminkan standar etika produksi dan transparansi pemilihan bahan baku. Ini memastikan tidak ada bahan kimia berbahaya atau zat uji coba tersembunyi yang berisiko bagi kulit sensitif anak.

Sayangnya, banyak produk yang mengklaim cruelty-free padahal tidak memiliki sertifikasi resmi dari lembaga yang berwenang. Bahkan ada produsen yang menempelkan logo ini padahal mereka masih membeli bahan baku dari pemasok yang melakukan uji coba pada hewan. Apa yang harus dilakukan? Jika melihat ada logo kelinci di kemasan produk, pastikan merek tersebut terdaftar dalam basis data resmi Leaping Bunny yang menjamin rantai pasok bebas pengujian hewan secara keseluruhan.

  • Klaim “Organik”

Banyak produk bayi dan anak berlabel “Organik” yang perlu diwaspadai karena bisa jadi hanya klaim sepihak dari produsen tanpa sertifikasi resmi dari pihak ketiga terpercaya seperti Ecocert COSMOS Organic. Ada produsen yang tetap menempelkan klaim organik hanya karena menggunakan satu bahan baku organik, sementara 99% sisanya merupakan bahan sintetis.

Penggunaan bahan organik bersertifikat memastikan bahwa bahan-bahan organik dalam produk skincare diproses tanpa pestisida, pupuk kimia, dan rekayasa genetika (GMO). Pada kulit bayi yang sensitif, paparan residu bahan-bahan tersebut dari produk organik abal-abal dapat memicu iritasi, alergi, hingga risiko kesehatan.

Apa yang harus dilakukan? Pilih produk yang memiliki sertifikasi resmi Ecocert COSMOS. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, produk wajib memenuhi standar ketat, yaitu minimal 95% dari bahan berbasis tumbuhan di dalamnya merupakan bahan organik. Selain itu, produk dilarang keras menggunakan silikon, paraben, turunan minyak bumi, hingga bahan rekayasa genetika. Ecocert juga memastikan bahwa kemasan produknya ramah lingkungan dan pabrik pembuatnya diaudit secara fisik setiap tahun.

Namun, memiliki klaim sertifikasi saja belum cukup. Konsumen tetap perlu memastikan bahwa sertifikasi tersebut benar-benar valid. Untuk memastikan sebuah produk memiliki sertifikasi Ecocert COSMOS Organic yang resmi, konsumen dapat melakukan pengecekan melalui basis data resmi Ecocert Greenlife. Selain itu, konsumen juga harus berhati-hati terhadap produk atau perusahaan nakal yang mencantumkan nama dan logo Ecocert COSMOS secara ilegal (pelanggaran merek dagang). Anda bisa memeriksa daftar perusahaan atau produk dengan klaim palsu tersebut di halaman resmi Unauthorized references to Ecocert.

  • Klaim “Dermatologically Tested”

Memastikan produk skincare bayi dan anak telah diuji secara klinis (Dermatology tested) sangat penting agar kulit mereka terhindar dari iritasi dan alergi, serta tidak merusak struktur pertahanan kulit (skin barrier) anak yang dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya.

Sayangnya, label “Dermatologically tested” tidak memiliki definisi hukum yang pasti. Produsen bisa saja mengklaim produknya sudah teruji secara klinis, padahal pengujiannya hanya dilakukan pada sedikit orang dewasa dalam hitungan hari saja tanpa melakukan pengujian pada kulit dengan karakteristik seperti kulit anak.Apa yang harus dilakukan? Pilih produk yang terpercaya karena telah mencantumkan hasil pengujian yang spesifik, misalnya diuji klinis di bawah pengawasan dokter anak (pediatrician-tested) dan mau mempublikasikan ringkasan hasil uji klinisnya. Agar lebih yakin, Anda bisa proaktif menghubungi layanan konsumen resmi dari merek produk tersebut untuk menanyakan bukti uji klinisnya.

  • Klaim “Clean formula” dan “Alami”

Kulit bayi dan anak rentan mengalami iritasi akibat paparan iritan seperti SLS/SLES, paraben, dan pewangi sintetis. Parfum/pewangi (fragrance) merupakan salah satu pemicu utama reaksi alergi (contact dermatitis) pada bayi. 

Perlu Anda ketahui kalau parfum/pewangi atau fragrance dalam komposisi bahan suatu produk sering kali menjadi celah hukum (fragrance loophole) untuk menyembunyikan ratusan zat kimia tambahan, termasuk phthalates yang merupakan zat pengganggu hormon. Selain itu, label “100% Alami” yang umumnya kaya akan minyak atsiri (essential oils) juga belum tentu cocok, karena minyak tumbuhan berkonsentrasi tinggi justru berpotensi memicu alergi kulit bayi dan anak.Apa yang harus dilakukan? Selalu baca komposisi bahan di kemasan. Untuk kulit bayi yang sensitif, pilih produk dengan label fragrance-free (bebas pewangi), bukan hanya unscented.

  • Klaim “Aman untuk bayi/anak”

Reaksi negatif produk skincare dalam bentuk ruam tidak selalu muncul secara instan setelah produk dioleskan ke kulit. Bahan iritan yang tidak teruji klinis dapat terakumulasi dan secara perlahan merusak perlindungan kulit anak dalam rentang waktu lebih lama sampai hitungan minggu. Kondisi ini dapat memicu eksim kronis atau sensitivitas kulit jangka panjang.

Apa yang harus dilakukan? Pastikan produk telah melalui uji tempel klinis (clinically patch-tested) untuk menjamin tidak ada reaksi iritasi akut maupun lambat. Sebagai langkah ekstra, biasakan melakukan patch test mandiri di rumah. Oleskan sedikit produk di area seperti belakang telinga atau siku dalam anak, lalu amati reaksinya selama 24–48 jam. Jika tidak ada reaksinya yang mengkhawatirkan, berarti aman untuk dioleskan di seluruh tubuh.

Memilih skincare bayi dan anak bukan tentang mencari kemasan yang paling cantik atau memiliki berbagai klaim yang memberi kesan aman. Sebagai orang tua, Anda harus kritis dan proaktif untuk memastikan bahwa semua klaim tersebut benar dan terverifikasi secara sah, tidak hanya akal-akalan produsen saja. Anda bisa mulai hari ini dengan memeriksa kembali produk bayi dan anak di rumah demi perlindungan kulit mereka dalam jangka panjang. (rls)

HUAWEI Pura 90s Pro Max dan HUAWEI Pura 90s Pro Hadir Dengan Teknologi Kamera Untuk Berbagai Skenario Fotografi

0
HUAWEI

binomedia.id – Jakarta. HUAWEI hari ini secara resmi meluncurkan HUAWEI Pura 90s Series di Indonesia, yang terdiri dari HUAWEI Pura 90s Pro Max dan HUAWEI Pura 90s Pro. Seri smartphone flagship terbaru ini menetapkan standar baru dalam fotografi smartphone melalui kamera telephoto 200MP dengan sensor ultra besar terdepan di industri dan Advanced AI Photography, menghadirkan pengalaman fotografi yang ALL MAX dalam satu perangkat.

HUAWEI membekali masing-masing model dengan keunggulan kamera yang berbeda. Pada HUAWEI Pura 90s Pro Max, mengandalkan Industry leading 200MP Ultra Large Sensor Telephoto Camera untuk menjaga detail tetap jelas saat melakukan zoom, seperti menangkap ekspresi musisi dari bangku penonton, serta 50MP Ultra Lighting HDR Camera untuk menjaga detail area terang dan gelap tetap seimbang saat memotret panggung dengan spotlight yang kuat. Sementara HUAWEI Pura 90s Pro menghadirkan 50MP Ultra Lighting Macro Telephoto Camera dengan fokus minimum 5 cm untuk menangkap detail objek dari jarak dekat, seperti tekstur makanan atau perhiasan. Kedua varian dilengkapi True-to-Colour Camera 2.0 yang menjaga keakuratan warna sesuai pandangan mata, serta filosofi desain The Rhythm of Colour pada keseluruhan seri.

HUAWEI Pura 90s Series sudah tersedia di Indonesia, dengan HUAWEI Pura 90s Pro Max dibanderol mulai dari Rp20.999.000 dan HUAWEI Pura 90s Pro mulai dari Rp15.999.000. Pada periode penjualan perdana 28 Agustus–27 September 2026, konsumen juga dapat menikmati benefit eksklusif dengan total nilai hingga Rp8,4 juta.

HUAWEI Pura 90s Pro Max Hadir dengan Kamera Telephoto 200MP Bersensor Besar

HUAWEI Pura 90s Pro Max mengandalkan 200MP Ultra Large Sensor Telephoto Camera dengan sensor besar 1/1.28 inci, sensor RYYB yang membantu menjaga detail warna pada area terang dan gelap tetap seimbang, 4x Optical Zoom untuk mendekatkan objek dengan detail tetap terjaga, serta OIS dengan tingkat stabilisasi CIPA 7.0, yang membantu menjaga hasil gambar tetap stabil. Kombinasi ini membuat detail tetap jelas saat melakukan zoom, seperti ketika menangkap ekspresi musisi dari bangku penonton, aksi pemain dari tribun, hingga detail arsitektur saat traveling.

Saat merekam konser dari tengah kerumunan, wajah musisi bisa terkena spotlight yang sangat terang sementara area panggung di belakang tetap gelap, atau justru tertutup cahaya kuat dari belakang. Dalam situasi seperti ini, 50MP Ultra Lighting HDR Camera dengan teknologi LOFIC, 16EV Super Wide Dynamic Range, dan bukaan lensa yang dapat disesuaikan dari F1.4-F4.0, membantu mempertahankan detail pada area terang dan gelap agar keduanya tetap terlihat seimbang dalam satu gambar.

Tidak hanya untuk foto, kemampuan telephoto pada HUAWEI Pura 90s Pro Max juga mendukung video hingga 20x zoom untuk menangkap objek dari jarak jauh, seperti burung di alam terbuka, dengan detail yang tetap jelas dan rekaman yang stabil.

Sementara itu, HUAWEI Pura 90s Pro hadir dengan 50MP Ultra Lighting Macro Telephoto Camera dengan 4x Optical Zoom, hingga 8x Optical-Quality Zoom, bukaan lensa F2.1, OIS, RYYB, dan fokus minimum 5 cm untuk menangkap detail objek dari jarak dekat, seperti tekstur makanan, perhiasan, riasan mata, hingga kelopak bunga. Untuk kebutuhan pemotretan sehari-hari, 50MP Ultra Lighting Main Camera dengan sensor besar 1/1.28 inci dan bukaan lensa F1.4–F4.0 membantu menyesuaikan cahaya agar hasil foto tetap jelas di berbagai kondisi.

Untuk menjaga kualitas warna pada hasil foto, HUAWEI Pura 90s Pro Max dan HUAWEI Pura 90s Pro, True-to-Colour Camera 2.0 menjaga reproduksi warna tetap akurat dan natural. Teknologi ini membantu mempertahankan konsistensi warna di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk saat terdapat perpaduan beberapa sumber atau warna dengan saturasi tinggi, sehingga warna objek dan skin tone tetap terlihat natural.

Dari Komposisi hingga Editing, Advanced AI Photography Sempurnakan Setiap Hasil Foto

Kecerdasan buatan (AI) pada HUAWEI Pura 90s Series membantu mengoptimalkan hasil foto sejak proses pengambilan hingga pengeditan. Sebagai contoh, saat pengguna berdiri di depan bangunan bersejarah saat traveling dan bingung memposisikan sudut simetri yang pas, AI Composition langsung mengarahkan framing terbaik secara real-time. Setelah momen berhasil diabadikan, AI Move memungkinkan pengguna mengatur ulang posisi subjek dengan latar belakang yang tetap terisi secara natural.

Sementara AI De-glare membantu mengurangi pantulan kaca yang mengganggu, seperti saat memotret makanan di balik etalase kafe atau objek di museum. Untuk foto bersama, AI Best Expression membantu memilih ekspresi terbaik ketika ada seseorang yang senyumnya kurang pas atau belum siap saat foto diambil.

Melengkapi pengalaman fotografi tersebut, HUAWEI Pura 90s Series didukung dengan Konektivitas 5G untuk menjaga proses berbagi konten tetap responsif, mulai dari mengunggah foto beresolusi tinggi hingga membagikan video ke media sosial langsung setelah proses pengambilan dan pengeditan selesai.

Smartphone dengan Durabilitas Tinggi yang Andal untuk Berbagai Aktivitas

Selesai menonton konser, seringkali pengguna lanjut makan malam bersama teman. Tak perlu khawatir smartphone kehabisan daya, HUAWEI Pura 90s Series dibekali baterai 6.000 mAh untuk menunjang aktivitas dari fotografi, navigasi, hingga hiburan. Saat daya perlu diisi kembali, HUAWEI Pura 90s Pro Max hadir dengan 100W HUAWEI SuperCharge melalui kabel dan pengisian daya nirkabel 80W, sementara HUAWEI Pura 90s Pro didukung 66W HUAWEI SuperCharge melalui kabel dan pengisian daya nirkabel 50W, sehingga pengisian daya dapat dilakukan lebih efisien di tengah mobilitas.

Ketangguhannya juga hadir hingga ke perlindungan layar. HUAWEI Pura 90s Pro Max menggunakan lapisan Anti-Reflection and Scratch-Resistant Kunlun Glass yang membantu melindungi dari goresan sekaligus mengurangi pantulan cahaya, sementara HUAWEI Pura 90s Pro diperkuat 2nd Gen Kunlun Glass untuk perlindungan lebih baik dari benturan.

Pengalaman penggunaan semakin lengkap dengan HUAWEI AppGallery untuk mengakses berbagai aplikasi harian. Melengkapi pengalaman tersebut, HUAWEI Pura 90s Series juga membawa filosofi desain The Rhythm of Colour yang hadir dalam karakter warna berbeda pada masing-masing model. HUAWEI Pura 90s Pro Max tersedia dalam Blush Gold, Orange Ocean, Blaze Purple, dan Graphite Black, sementara HUAWEI Pura 90s Pro hadir dalam Orange Soda, Guava Soda, Coconut White, dan Mulberry Black.

Rasakan Pengalaman ALL MAX dengan Beragam Benefit Eksklusif!

Picture2 , BATIQA Hotel & Apartments, Binomedia

Selama periode first-sale 28 Agustus–27 September 2026, varian 12+512GB dapat dibeli mulai sekarang dengan harga Rp22.999.000 untuk HUAWEI Pura 90s Pro Max dan Rp17.999.000 untuk HUAWEI Pura 90s Pro. Sementara itu, varian 12+256GB dapat dibeli mulai September 2026, dengan harga Rp20.999.000 untuk HUAWEI Pura 90s Pro Max dan Rp15.999.000 untuk HUAWEI Pura 90s Pro. Konsumen juga dapat menikmati berbagai benefit menarik lainnya, termasuk cashback hingga Rp2 juta, HUAWEI WATCH FIT 4, serta 1 tahun HUAWEI Care+.

Picture3 , BATIQA Hotel & Apartments, Binomedia

Selain itu, HUAWEI juga menghadirkan HUAWEI Pura 90s Series Special Roadshow bertajuk Together with Pura pada 2–6 September 2026 di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia. Melalui acara ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat HUAWEI Pura 90s Series dan berbagai keunggulan yang ditawarkannya.

Semakin lengkap, HUAWEI juga berkolaborasi eksklusif dengan AMAN, jaringan resort mewah ternama dunia. Hingga 31 Oktober 2026, konsumen yang memenuhi syarat dapat menikmati penawaran eksklusif untuk menginap di Amandari, serta berbagai penawaran khusus lainnya dari properti AMAN di Indonesia.*

Yuk, segera miliki HUAWEI Pura 90s Series melalui pembelian online di HUAWEI Store, Shopee, Lazada, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, erafone.com, dan Eraspace. Pelanggan juga bisa mendapatkannya secara offline di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli, Urban Republic, Digiplus, serta berbagai mitra ritel resmi HUAWEI di seluruh Indonesia.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang HUAWEI Pura 90s Series di Indonesia. (tar)

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Delegasi Global, Telkom Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital Asia Pasifik

0
BATIC

Binomedia.id, BALI – Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang fokus pada bisnis internasional, kembali menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11, BATIC 2026 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” dan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara.

Forum internasional tersebut membahas sejumlah isu strategis yang tengah membentuk industri digital global, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), konektivitas global, cloud computing, hingga infrastruktur digital.

BATIC 2026 sekaligus menjadi ruang bagi pelaku industri untuk membuka peluang sinergi lintas sektor dan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

AI Dorong Kebutuhan Infrastruktur Digital

Pesatnya adopsi AI di berbagai sektor turut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang andal, konektivitas berkapasitas tinggi, serta kolaborasi lintas negara.

Perkembangan tersebut mendorong industri telekomunikasi dan teknologi untuk menghadirkan infrastruktur serta layanan digital yang semakin terintegrasi. Kondisi ini dinilai penting untuk menopang transformasi digital sekaligus pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

BATIC pun kini tidak lagi sekadar menjadi forum industri telekomunikasi. Konferensi tersebut telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital dari berbagai negara.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan dapat bertukar wawasan, memperluas kemitraan, dan membangun fondasi transformasi digital di kawasan Asia Pasifik.

Telkom Dorong Indonesia Jadi Pusat Pertumbuhan Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menangkap peluang sekaligus membangun masa depan ekonomi digital yang semakin terhubung.

“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri,” ujar Dian dalam konferensi pers BATIC 2026, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, meningkatnya investasi AI dan perkembangan ekosistem digital di Asia Pasifik memberikan peluang besar bagi Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu didukung penguatan infrastruktur, inovasi, serta ekosistem digital yang memadai.

“BATIC 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut dan menciptakan nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan dan dunia,” katanya.

Dian menambahkan, Telin sebagai bagian dari TelkomGroup yang memiliki fokus bisnis internasional terus berperan menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global.

Sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat inovasi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar digital internasional.

Kabel Laut Jadi Infrastruktur Strategis

Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menyoroti semakin pentingnya infrastruktur konektivitas internasional, khususnya jaringan kabel laut, dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan bandwidth akibat perkembangan AI dan pusat data (data center).

Menurutnya, peningkatan penggunaan AI akan berdampak terhadap kebutuhan transfer dan pemrosesan data dalam jumlah yang semakin besar. Karena itu, kapasitas konektivitas internasional menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital.

“Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan,” ujar Budi.

Ia mengatakan Telin terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain infrastruktur digital di tingkat regional dan global, khususnya melalui pengembangan bisnis kabel laut internasional.

Menurut Budi, BATIC juga menjadi kesempatan bagi TelkomGroup untuk memperluas jejaring bisnis, mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas perusahaan, serta mendorong lahirnya inovasi baru.

“Harapannya melalui BATIC, pemain global yang berpartisipasi akan semakin yakin bahwa TelkomGroup adalah partner yang tepat untuk pengembangan digital dan kolaborasi yang seluas-luasnya,” katanya.

Budi menambahkan, penyelenggaraan BATIC juga sejalan dengan fokus Telkom pada segmen bisnis business-to-business (B2B). Dalam konteks tersebut, Telin menjadi perpanjangan Telkom untuk menggarap bisnis B2B sekaligus menyediakan layanan bagi pelanggan internasional.

Hadirkan IgnitePRO untuk Bahas Autonomous AI

Salah satu terobosan BATIC 2026 adalah kehadiran ignitePRO, sebuah executive conference yang secara khusus membahas transformasi perusahaan di era Autonomous AI.

Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO ditujukan bagi para pemimpin bisnis dan teknologi untuk mengeksplorasi implementasi AI dalam skala perusahaan.

Pembahasannya mencakup AI, cloud, keamanan siber, tata kelola, hingga infrastruktur digital yang menjadi fondasi bagi organisasi dalam mempercepat adopsi teknologi AI.

Kehadiran ignitePRO melengkapi agenda utama BATIC yang membahas berbagai isu strategis, termasuk konektivitas bawah laut, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, dan pengembangan ekosistem digital.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital di kawasan Asia Pasifik.

11 Tahun Bangun Platform Kolaborasi Global

Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan penyelenggaraan BATIC yang telah memasuki tahun ke-11 merupakan bagian dari perjalanan panjang Telin dalam membangun platform kolaborasi internasional.

Menurutnya, BATIC terus berkembang mengikuti perubahan lanskap industri digital global. Forum tersebut kini tidak hanya mempertemukan perusahaan telekomunikasi, tetapi juga berbagai pemain dalam rantai nilai ekonomi digital.

Dengan melibatkan ribuan delegasi dari puluhan negara, BATIC 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi TelkomGroup dan Indonesia dalam ekosistem digital regional sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis baru.

Perkembangan AI, kebutuhan data center, pertumbuhan lalu lintas data, serta semakin pentingnya konektivitas internasional membuat investasi pada infrastruktur digital menjadi semakin strategis.

Melalui BATIC 2026, Telin dan TelkomGroup menegaskan ambisinya untuk tidak hanya menjadi penyedia konektivitas, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi pelaku industri global dalam membangun ekosistem digital yang semakin terintegrasi dan terhubung. (ris)