Beranda blog Halaman 7

ASICS Hadirkan Performance Life NAGINO™ Collection di Hari Perempuan Sedunia

0
ASICS

binomedia.idJakarta. Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, ASICS Indonesia memperkenalkan NAGINO™ Collection, lini apparel terbaru dari Performance Life yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup aktif perempuan Indonesia. Peluncuran ini menandai tahun ketiga kampanye Move Her Mind, komitmen berkelanjutan ASICS untuk memberdayakan perempuan melalui olahraga dan aktivitas fisik.

Tren global menunjukkan semakin banyak perempuan yang aktif berolahraga dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup. Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, perempuan tercatat 21% lebih banyak dibandingkan laki-laki dalam olahraga angkat beban yang diunggah ke platform. Data ini menegaskan meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai jenis olahraga, termasuk latihan kekuatan.

NAGINO™ Collection hadir menjawab tren positif ini. Koleksi lintas kategori ini dapat digunakan untuk running, training, tennis, hingga aktivitas sehari-hari, memadukan kenyamanan, fungsionalitas, dan estetika untuk mendukung performa sekaligus kepercayaan diri dalam setiap gerakan.

Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia, mengatakan, “Melalui NAGINO™ Collection yang merupakan bagian dari kampanye Move Her Mind, ASICS menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan dukungan nyata bagi perempuan Indonesia agar dapat bergerak dengan nyaman dan percaya diri. Hari Perempuan Sedunia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa setiap perempuan berhak memiliki akses dan dukungan yang tepat untuk menjalani gaya hidup aktif, sejalan dengan filosofi Sound Mind, Sound Body.”

NAGINO™ Collection terinspirasi dari makna “Nagi” yang berarti ketenangan air dan “No” yang merepresentasikan jati diri, koleksi ini mengusung filosofi keseimbangan serta kebebasan berekspresi. Dari sisi teknologi, koleksi ini dilengkapi dengan ACTIBREEZE untuk meningkatkan sirkulasi udara, ACTIADAPT yang membantu pakaian beradaptasi dengan kebutuhan tubuh dan kondisi cuaca, serta ISS Body Thermo Mapping yang dirancang untuk membantu meregulasi suhu tubuh sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Material yang ringan, breathable, quick-dry, serta detail active seam yang meminimalkan gesekan menjadikan koleksi ini ideal untuk mendukung beragam aktivitas perempuan sepanjang hari.

Acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olahraga khusus untuk perempuan seperti workout class ringan jelang berbuka puasa yang dipandu oleh trainer profesional, berfokus pada pembentukan massa otot, product showcasing yang menampilkan NAGINO™ Collection terbaru dengan beragam pilihan, hingga kegiatan fun run bersama komunitas ASICS Running Club pada 12 Maret 2026.

Melalui semangat Move Her Mind, ASICS mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mulai bergerak, merayakan kekuatan diri, dan menemukan versi terbaik diri melalui gaya hidup aktif yang konsisten.

Koleksi ini tersedia di ASICS Ciputra World Surabaya, ASICS Living World Denpasar, ASICS Mall Kelapa Gading, ASICS Manado Town Square, ASICS Summarecon Mall Bekasi, ASICS Summarecon Mall Serpong, dan dapat dibeli online melalui www.asics.co.id. Untuk informasi lebih lanjut terkait koleksi-koleksi dari ASICS Performance Life, ikuti @asicsid di media sosial. (rls/renz)

TEDxSampoerna University 2026 Ajak Gen Z Tetap Tangguh di Tengah Disrupsi

0
TEDxSampoerna University 2026
Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan dalam acara TEDxSampoerna University 2026 “AfterAll: What Remains Beneath” Sabtu 7/3/26 di Jakarta

binomedia.id – Jakarta. Sampoerna University menggelar TEDxSampoerna University 2026 dengan tema “AfterAll: What Remains Beneath” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Acara yang kini memasuki penyelenggaraan keenam ini menghadirkan delapan pembicara terkurasi yang membahas tiga subtema utama: “Beneath Idea”, “Beneath Action”, dan “Beneath Expression”. Ketiga subtema tersebut kemudian dikembangkan ke dalam topik-topik sesuai keahlian dan latar belakang profesional masing-masing pembicara. Termasuk di antaranya, Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan serta Naya Anindita, sutradara film hadir untuk menginspirasi Gen Z Indonesia membangun nilai diri dan resiliensi di tengah era disrupsi.

TEDxSampoerna University 2026

Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan, hadir membawakan topik ‘Behind the Pitch: The Power of Resilience in Innovation’. Topik ini berangkat dari realita bahwa meski perusahaan rintisan terus bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, hanya sedikit yang benar-benar mampu bertahan. Edward, yang bukan berasal dari latar belakang yang ahli di bidang kopi, membuktikan bahwa brand yang didirikannya selama sembilan tahun adalah bukti nyata dari perjalanan tersebut.

“Kami mempunyai misi besar menjadi jaringan kedai kopi nomor satu di Indonesia hingga kancah internasional. Akan tetapi, ada banyak rintangan yang tidak kecil dan harus kami lewati seperti pandemi Covid-19, tekanan inflasi, hingga ekspansi yang terlalu melebar sebelum pondasinya benar-benar kuat. Dari titik inilah, kami memilih untuk membangun kembali dari dalam mulai dari menyusun ulang strategi brand, memperketat fokus pada satu identitas brand tanpa distraksi, hingga mengubah cara pandang bahwa kami bukan sekadar menjual kopi sebagai komoditas saja, tetapi sebagai sebuah brand. Inilah sebuah tekad yang saya lakukan bersama tim, dan sebagai seorang founder, saya tidak akan berhenti berusaha menjadi versi yang lebih baik hari ini daripada hari kemarin,” cerita Edward.

Selain Edward, TEDxSampoerna University 2026 juga mengundang Naya Anindita, seorang sutradara film yang dikenal lewat karya-karyanya seperti Imperfect the Series dan Komang. Mengangkat topik ‘Why Real Beats Perfect’, Naya berbagi perjalanannya sebagai seorang seniman yang pernah berusaha keras mengejar kesempurnaan dalam setiap karyanya, hingga akhirnya menyadari bahwa kesempurnaan itu tidak pernah benar-benar memiliki ujung. Dirinya sering merasakan kegagalan dan dari situlah, Naya menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga yakni kejujuran dalam berkarya serta keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri.

“Kegagalan itu manusiawi dan merupakan bagian dari proses yang tidak bisa kita hindari. Daripada berusaha untuk tidak gagal, lebih baik belajar untuk menerimanya. Karena dari kegagalan itulah kita tumbuh, berkembang, dan menemukan versi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan adalah terus melangkah maju,” ungkap Naya.

Kedua topik ini beresonansi kuat dengan visi Sampoerna University dalam mempersiapkan mahasiswanya untuk sukses di panggung global. Dengan menghadirkan kurikulum berstandar Amerika Serikat (AS) yang diakui secara global, Sampoerna University membekali lulusannya dengan kompetensi akademik yang kuat sekaligus kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Kualitas yang sama ini sangat dibutuhkan untuk bertahan maupun bersaing di tengah ketidakpastian.

Apalagi, tema “AfterAll: What Remains Beneath” di TEDxSampoerna University 2026 lahir dari realita bahwa perubahan kini terjadi semakin cepat, mulai dari lompatan teknologi seperti AI yang mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi, pergeseran budaya yang terjadi hampir tanpa jeda, hingga disrupsi karier yang semakin sulit diprediksi. Laporan Ipsos AI Monitor tahun 2024 menunjukkan bahwa 44 persen responden di Indonesia percaya bahwa AI akan mengubah bagaimana manusia bekerja dalam waktu lima tahun ke depan. Kondisi ini juga dirasakan oleh Gen Z, yang kini tidak hanya mempertanyakan pilihan karier mereka, tetapi juga arah dan makna hidup di tengah perubahan yang begitu dinamis. Melalui tema ini, TEDxSampoerna University 2026 kembali mengajak generasi muda untuk melihat kembali apa yang tetap bertahan di balik segala perubahan yakni nilai diri, resiliensi, kreativitas, dan kemanusiaan sebagai “jangkar” dalam menghadapi masa depan.

Mewakili Sampoerna University, Erik Krauss selaku Vice Rector of Student Success turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara TEDxSampoerna University 2026. “Acara ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa, tidak hanya secara akademik tetapi juga sebagai individu yang tangguh dan jelas arah tujuannya. Kami bangga melihat bagaimana kepanitiaan telah menghadirkan ruang yang begitu bermakna dan menginspirasi bagi generasi muda Indonesia. Kami berharap acara ini bisa menjadi salah satu yang paling dinanti setiap tahunnya, sekaligus mendorong perkembangan ide dan semangat berkarya di tengah era disrupsi saat ini,” tutup Erik. (renz)

HUAWEI Mate X7 Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Standar Baru Smartphone Foldable

0
HUAWEI Mate X7
Peluncuran HUAWEI Mate X7, Kamis 5/3/26 di Jakarta

binomedia.id – Jakarta. Perkembangan teknologi smartphone lipat terus menunjukkan kemajuan yang menarik. Kini, Huawei kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui peluncuran HUAWEI Mate X7 di Indonesia. Perangkat flagship ini dirancang untuk memadukan desain ultra tipis, ketangguhan perangkat, serta kemampuan kamera yang mumpuni dalam satu perangkat.

HUAWEI Mate X7 hadir sebagai smartphone foldable yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga durabilitas untuk mendukung mobilitas tinggi para profesional. Dengan desain yang ramping dan ringan, perangkat ini mudah dibawa ke berbagai aktivitas, mulai dari pertemuan bisnis hingga perjalanan kerja.

4df14ee2 c7ef 4bd8 9b55 148d03666c3c 1 , huawei, Binomedia

Ketika dibuka, ketebalan perangkat ini hanya sekitar 4,5 mm, memberikan kesan elegan sekaligus kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama. Desain ini membuat pengalaman bekerja, membaca dokumen, hingga melakukan multitasking terasa lebih praktis dalam satu perangkat.

Untuk menunjang ketahanannya, HUAWEI Mate X7 dibangun dengan konsep Ultra-Reliable Foldable Architecture yang menghadirkan struktur perangkat lebih kuat. Layar luar dilindungi oleh teknologi Crystal Armour Kunlun Glass, sementara struktur internalnya menggunakan desain komposit tiga lapis yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan terhadap benturan.

Mekanisme lipatnya juga didukung oleh engsel presisi yang stabil, sehingga perangkat tetap nyaman digunakan meski sering dibuka dan ditutup. Selain itu, smartphone ini juga dilengkapi sertifikasi IP58 dan IP59, membuatnya lebih tahan terhadap air serta semprotan air bertekanan. Dukungan teknologi wet touch juga memungkinkan layar tetap responsif meski tangan dalam kondisi lembap.

Dari sisi fotografi, HUAWEI Mate X7 membawa pengalaman kamera yang semakin canggih. Perangkat ini dilengkapi sistem True-to-Colour Ultra Chroma Camera yang mampu menghadirkan warna foto lebih natural dan mendekati kondisi aslinya.

Kamera 50MP Telephoto Macro juga memungkinkan pengguna menangkap detail yang tajam bahkan dari jarak jauh. Teknologi 17.5EV Ultra Lighting HDR membantu menghasilkan foto dengan detail yang seimbang, baik pada area terang maupun bayangan, sehingga hasil foto tetap optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Kemampuan kamera ini membuat HUAWEI Mate X7 cocok digunakan untuk mengabadikan berbagai momen, mulai dari perjalanan ke destinasi baru hingga menangkap detail kecil di sekitar kita. Hasil foto pun dapat langsung diedit di perangkat yang sama melalui berbagai fitur berbasis AI, seperti AI Remove dan AI Best Expression, yang membantu menyempurnakan foto dengan lebih praktis.

Untuk mendukung aktivitas pengguna sepanjang hari, HUAWEI Mate X7 juga dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 5600mAh. Baterai ini didukung teknologi pengisian cepat 66W wired dan 50W wireless super charge, sehingga perangkat dapat kembali digunakan dalam waktu singkat.

Performa perangkat juga tetap stabil berkat sistem pendinginan Supercool Ultra-Large VC yang dipadukan dengan teknologi Graphene Heat Dissipation. Kombinasi ini membantu menjaga suhu smartphone tetap optimal meski digunakan untuk multitasking intensif.

Pengalaman penggunaan semakin lengkap dengan layar besar 8 inci yang dilengkapi refresh rate adaptif LTPO 1–120Hz. Teknologi ini menghadirkan tampilan visual yang lebih halus dan responsif, baik saat membaca dokumen, menonton video, maupun berpindah antar aplikasi.

Di Indonesia, HUAWEI Mate X7 hadir dalam tiga pilihan warna yaitu White Brocade, Nebula Red, dan Black dengan harga Rp27.999.000 selama periode peluncuran 5 Maret hingga 4 April 2026. Pada periode ini, konsumen juga berkesempatan mendapatkan berbagai penawaran menarik seperti cashback bank, bonus perangkat wearable, hingga program cicilan 0%.

Dengan kombinasi desain elegan, ketangguhan perangkat, kemampuan kamera profesional, serta performa yang andal, HUAWEI Mate X7 menjadi salah satu langkah terbaru dalam perkembangan smartphone foldable yang semakin relevan dengan kebutuhan gaya hidup modern. (renz)

Enam Episode untuk Cerita yang Lebih Luas, Hanung Bramantyo Rilis Ulang Bumi Manusia dalam Format Baru

0
Jumpa pers Bumi Manusia di kantor Falcon Pictures (Foto. Akula)

Binomedia.id, Jakarta – Adaptasi layar lebar Bumi Manusia yang pertama kali tayang pada Agustus 2019 kini memasuki babak baru. Film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer tersebut kembali dipublikasikan dalam versi extended dan ditayangkan secara berseri.

Jika sebelumnya hadir dalam satu durasi panjang di bioskop, versi terbaru dibagi menjadi enam episode. Penayangan dimulai 5 Maret 2026 melalui platform streaming KlikFilm dengan jadwal rilis dua kali dalam sepekan.

Perubahan format ini tidak sekadar strategi distribusi. Sutradara Hanung Bramantyo menyebut, keputusan tersebut merupakan respons terhadap perkembangan cara menonton masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Hanung, kebiasaan penonton mengalami pergeseran sejak masa pandemi. Akses terhadap beragam serial global membuat penonton lebih terbiasa mengikuti alur cerita yang panjang, detail, dan tidak tergesa.

“Pandemi mengubah banyak hal, termasuk cara orang menikmati film. Sekarang penonton lebih sabar dan terbuka pada cerita yang kompleks,” ujar Hanung saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Dalam versi bioskop, film ini memang sempat mendapat catatan dari sebagian pembaca novel. Mereka menilai fokus cerita lebih menonjolkan relasi Minke dan Annelies, sementara latar sosial-politik Hindia Belanda kurang tergarap maksimal.
Versi extended kali ini berupaya menjawab catatan tersebut. Sejumlah adegan yang sebelumnya terpotong dikembalikan, termasuk bagian yang menyoroti persoalan hukum kolonial, struktur kelas masyarakat, serta dinamika relasi rasial pada awal abad ke-20.

Hanung menegaskan bahwa materi tambahan itu bukan adegan baru yang dibuat belakangan. Seluruhnya merupakan bagian dari proses produksi 2019 yang saat itu tidak dapat masuk ke versi akhir karena batasan durasi tayang di bioskop.

“Banyak footage yang sebenarnya sudah ada sejak awal. Karena durasi layar lebar terbatas, kami harus memilih. Sekarang ada ruang untuk menghadirkan cerita yang lebih utuh,” jelasnya.

IMG 20260304 WA0037 , huawei, Binomedia
Jumpa pers Bumi Manusia di kantor Falcon Pictures (Foto. Akula)

Momentum perilisan ulang ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Pihak platform dan tim produksi menyebut perayaan tersebut menjadi salah satu alasan menghadirkan kembali karya ini dalam format berbeda.

Dengan pembagian enam bagian, ritme cerita dirancang lebih tenang. Pendalaman karakter Minke sebagai pribumi terpelajar serta posisi Annelies dalam struktur hukum kolonial menjadi porsi yang lebih terlihat dibanding versi sebelumnya.
Hanung berharap format serial memberi kesempatan bagi penonton generasi baru untuk mengenal kembali konteks sejarah yang melatarbelakangi kisah tersebut. Ia menilai perubahan medium distribusi dapat membuka ruang apresiasi yang berbeda.

“Sekarang kami punya kesempatan menyampaikan lapisan cerita yang dulu belum sempat tergali maksimal. Semoga penonton bisa melihatnya dari perspektif yang lebih luas,” kata Hanung. (Kul)

Fadli Zon Tegaskan Komitmen Perlindungan Hak Cipta di Kongres Nasional AKSI

0
Fadli Zon hadiri kongres nasional

binomedia.idJakarta. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Kongres Nasional Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) yang digelar sebagai bentuk konsolidasi para pencipta lagu dalam memperjuangkan hak-haknya di industri musik nasional.

Kehadiran Fadli Zon menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap upaya para komposer dalam mempertegas perlindungan hak cipta di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penyelesaian berbagai polemik terkait perlindungan hak antara pencipta lagu, penyanyi, dan pelaku industri musik lainnya melalui mekanisme yang proporsional serta sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita berharap persoalan-persoalan yang ada, terutama terkait perlindungan hak pencipta dan pelaku industri musik lainnya, bisa diselesaikan secara proporsional melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan siap memfasilitasi berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kongres tersebut untuk diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk dalam pembahasan legislasi di tingkat nasional. Menurutnya, tujuan utama pemerintah adalah menciptakan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkeadilan sehingga mampu menghadirkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Yang ingin kita perkuat adalah ekosistem musik yang sehat dan berkeadilan agar musik Indonesia bisa berkelanjutan dan terus berkembang,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah musisi dan komposer ternama seperti Fariz RM, Ahmad Dhani, dan Indra Lesmana yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan posisi pencipta lagu dalam industri musik nasional.

Perwakilan AKSI membacakan maklumat yang memuat tiga poin utama perjuangan para komposer.

Pertama, mendeklarasikan kedaulatan pencipta lagu sebagai pemilik hak privat atas karya-karyanya. Mereka menegaskan bahwa karya cipta tidak boleh diambil alih, direduksi, atau digunakan secara sewenang-wenang oleh pihak mana pun tanpa izin dari penciptanya.

Kedua, mendorong pengamalan mandat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta secara konsisten. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap penggunaan karya wajib mendapatkan izin dari pencipta. Ketentuan ini berlaku tidak hanya bagi pencipta lagu, tetapi juga bagi penulis, perupa, pembuat film, serta pencipta karya seni lainnya.

Ketiga, mendorong pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) khusus pertunjukan musik guna memastikan konser dan pertunjukan musik benar-benar melindungi hak cipta komposer, termasuk dalam aspek perizinan dan pembayaran royalti yang wajar serta transparan.

Para komposer menegaskan bahwa mereka tidak pernah lelah memperjuangkan hak-haknya, terutama dalam praktik pertunjukan musik yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan pencipta lagu.

Kongres Nasional AKSI ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi komposer dalam industri musik nasional, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri dalam menegakkan hak cipta secara adil, proporsional, dan berkelanjutan.(dhil)

Bella Fawzi Bangun Strategi Gerakan Musik untuk Jaga Isu Palestina Tetap Relevan

0
Bella Fawzi saat jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan (Foto. Akula)

Binomedia.id, Jakarta – Pendekatan Bella Fawzi dalam menyuarakan solidaritas untuk Palestina tidak ditempatkan sebagai respons musiman. Dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat menghadiri Iftar Bersama Friends of Palestine (FoP) ke-3 di Jakarta Selatan pada Rabu (4/3/2026), Bella menegaskan bahwa gerakan yang ia bangun bersifat jangka panjang dan terstruktur.

Bella memandang, setelah gencatan senjata diumumkan, tantangan terbesar justru menjaga isu kemanusiaan agar tidak meredup dari perhatian publik. Ia memilih menggunakan basis profesinya sebagai musisi untuk membangun strategi komunikasi yang konsisten melalui karya.

Gerakan tersebut diwujudkan dalam “Tanah Para Nabi Movement”, sebuah inisiatif lintas seniman yang dirintisnya sejak 2024. Menurut Bella, awal pembentukan gerakan ini berangkat dari diskusi sederhana mengenai peran apa yang dapat dilakukan musisi di tengah konflik berkepanjangan.

“Oke, jadi sebenarnya Tanah Para Nabi Movement ini adalah satu gerakan ya, yang isinya tuh adalah campuran musisi, influencer, para seniman yang peduli terhadap isu Palestina. Sebenarnya tuh Tanah Para Nabi Movement itu isinya banyak. Jadi waktu itu kita pada tahun 2024 ya, sama Kak Fia sama Kak Anisa Theresia, jadi kita bertiga tuh kayak rembukan bikin lagu judulnya ‘Tanah Para Nabi’,” ujar Bella.

Lagu tersebut kemudian diproduksi dan didistribusikan melalui berbagai platform digital. Bella menjelaskan bahwa langkah itu diambil agar pesan solidaritas dapat menjangkau generasi muda yang aktif mengakses musik secara daring.

Ia juga memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada satu karya. Sejumlah musisi dengan latar genre berbeda diajak bergabung untuk memperluas spektrum audiens sekaligus memperkuat legitimasi gerakan di industri musik.

IMG 20260304 WA0049 , huawei, Binomedia
Bella Fawzi saat jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan (Foto. Akula)

“Jadi ada Chiki, ada Kak Lala Karmela, ada Rebecca Reijman, ada Dira Sugandi, ada Mas Fadly Padi, terus ada Teh Melly Goeslaw, Eka Deli, Endah Widiastuti, Sandhy Sondoro, Kojek Rap Betawi, sampai Nada Sikkah. Dari berbagai macam genre kita berhasil mengadakan kolaborasi itu,” tuturnya.

Bella menilai keberagaman tersebut penting agar isu Palestina tidak terasosiasi dengan satu kelompok tertentu. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan bersifat universal dan dapat disuarakan oleh siapa pun tanpa melihat latar belakang musikal.

Selain memperluas jejaring musisi, Bella juga menekankan pentingnya kesinambungan produksi karya. Ia menyebut tengah menyiapkan konsep kolaborasi lanjutan agar pesan yang sama tetap hadir dalam format yang relevan.

“Ke depannya kita kepengen bisa bikin kolaborasi yang lebih berdampak dan lebih masif lagi. Karena selama Palestina itu masih dijajah, selama itu juga kita harus terus bersuara. Karena dulu Indonesia juga nggak bisa merdeka kalau nggak didukung oleh Palestina,” katanya.

Bagi Bella, pilihan untuk terus bersuara melalui musik adalah bentuk tanggung jawab profesional. Ia menyadari kontribusinya mungkin berbeda dari jalur diplomasi atau bantuan logistik, namun tetap memiliki fungsi dalam membangun kesadaran publik.

“Kita sebenarnya sih pengen terus menyebarkan awareness ya, dan juga terus menyuarakan melalui karya. Karena kami sebagai musisi, yang kami bisa lakukan adalah ya melalui karya kami bersuara,” ucap Bella.

Sementara itu, Pimpinan Eksekutif Friends of Palestine, Rayyan Abdallah, menilai keterlibatan para musisi dan influencer memberi dampak signifikan pada kampanye advokasi. “First of all, the main important thing is the unity of the influencers and celebrities. Friends of Palestine is focusing on the advocacy and awareness about Palestine through the influencers, celebrities, and musicians,” kata Rayyan, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas profesi dalam menjaga isu kemanusiaan tetap menjadi perhatian publik.(Kul)

Adaptasi “Children of Heaven” Hadir dengan Perspektif Indonesia, Hanung Bramantyo : Ini Soal Martabat Keluarga

0
Para pemain, produser dan sutradara saat jumpa pers di Epicentrum, Kuningan (Foto. Akula)

Binomedia.id, Jakarta – Rumah produksi MD Pictures resmi memperkenalkan proyek adaptasi film Iran, Children of Heaven, ke dalam konteks Indonesia. Film yang pertama kali dirilis pada 1997 itu ditulis dan disutradarai oleh Majid Majidi dan dikenal luas sebagai salah satu karya sinema humanis paling berpengaruh di dunia.

Versi aslinya mencatat sejarah dengan masuk nominasi Best Foreign Language Restricted at the Academy Awards akhir 1990-an, selain memenangkan sejumlah penghargaan festival internasional. Ceritanya juga telah diadaptasi di berbagai negara Asia, menandakan kuatnya daya hidup narasi tentang keluarga dan keterbatasan ekonomi.

Di Indonesia, proyek ini digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo, dengan skenario ditulis Oka Aurora dan Hanan Novianti. Film dijadwalkan tayang pada 27 Mei dan kini berada dalam tahap pascaproduksi.

Berbeda dari sekadar mengulang kisah, versi Indonesia berupaya menempatkan cerita dalam lanskap sosial yang lebih dekat dengan realitas masyarakat lokal. Latar keluarga kelas pekerja disesuaikan dengan dinamika perkotaan Indonesia, termasuk tekanan ekonomi dan akses pendidikan anak.

Kisahnya tetap berangkat dari peristiwa sederhana: hilangnya sepatu sang adik yang membuat kakak-beradik tersebut harus berbagi alas kaki untuk sekolah. Konflik berkembang dari keputusan mereka merahasiakan masalah itu agar tidak menambah beban orang tua.

Produser sekaligus CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengungkapkan proses memperoleh hak adaptasi tidak berlangsung singkat.

“Cerita ini kami sudah kejar tujuh sampai delapan tahun, bahkan hampir sepuluh tahun. Coba terus, belum dapat. Akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Jadi saya bersyukur,” ujar Manoj saat ditemui di Jakarta.

Menurut Manoj, alasan utama ia bersikeras menghadirkan film ini karena kedekatan personal dengan cerita aslinya.

“Salah satu film paling menyentuh yang pernah saya tonton. Sekarang waktunya menghidupkannya kembali untuk generasi baru. Children of Heaven, coming soon,” katanya.

IMG 20260304 WA0061 , huawei, Binomedia
Para pemain, produser dan sutradara saat jumpa pers di Epicentrum, Kuningan (Foto. Akula)

Ia mengakui, mengadaptasi karya dengan reputasi global memiliki risiko tersendiri. Publik kerap membandingkan dengan versi orisinal. Namun ia optimistis pendekatan yang diambil timnya akan menghadirkan pengalaman berbeda.

“Jarang kalau kita adaptasi film yang sudah ada benchmark-nya. Biasanya orang bilang original lebih bagus. Tapi saya bisa bilang, Anda semua tidak akan kecewa,” ujarnya.

Bagi Hanung Bramantyo, proyek ini memiliki dimensi personal sekaligus profesional. Ia mengenal film karya Majid Majidi tersebut sejak masa kuliah di Institut Kesenian Jakarta, ketika dipelajari dalam konteks pengadeganan realis.

“Film ini punya posisi penting banget buat saya sebagai mahasiswa film dulu. Waktu pertama kali saya nonton, itu jadi bahan kuliah saya di Institut Kesenian Jakarta,” kata Hanung.

Kedekatan tersebut justru menghadirkan beban. Ia menyadari film aslinya merupakan nominasi Oscar dengan standar artistik yang tinggi.

“Iya, benar-benar saya antara senang sama juga beban yang sangat besar. Karena ini film nominasi Oscar. Apa yang harus saya lakukan supaya bisa menyamai ruh aslinya?” ujarnya.

Hanung juga menekankan bahwa adaptasi ini tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi kesedihan atau kemiskinan. Fokusnya adalah pada nilai martabat keluarga di tengah keterbatasan.

“Ini bukan eksploitasi kemiskinan. Justru di tengah situasi yang terbatas, kita harus menunjukkan martabat kita sebagai manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan penyutradaraan diarahkan untuk menghadirkan realitas apa adanya tanpa manipulasi dramatik berlebihan.

“Saya tidak punya niat membuat kalian menangis. Saya hanya menunjukkan bahwa hidup itu seperti ini,” kata Hanung.

Dua pemeran utama anak, Jared Ali dan Humayra Jara, terpilih melalui proses audisi terbuka. Keduanya memerankan kakak-adik yang menjadi inti cerita.

Sejumlah adegan fisik, termasuk lomba lari yang menjadi momen penting, dikerjakan dengan pengawasan khusus untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pemain.

Aktor Andri Mashadi yang memerankan sosok ayah mengaku terhubung secara emosional dengan kisah ini sejak pertama kali menonton versi aslinya.

“Hubungan kakak-adik yang begitu tulus, tanpa ego, membuat kesulitan hidup tetap bisa dihadapi bersama sebagai keluarga,” ujarnya.

Sementara Faradina Mufti menilai kekuatan utama film ini terletak pada dinamika dua karakter anak.

“Core-nya atau nyawa dari film ini memang di anak-anak mereka berdua ini. Film ini bisa hidup karena mereka,” katanya.

Penulis skenario Hanan Novianti menegaskan esensi cerita tetap dipertahankan, yakni tentang daya tahan dan solidaritas dalam keluarga kecil yang menghadapi tekanan hidup.

“Kita sudah tahu esensi ceritanya, tentang resiliensi kakak-adik. Bagaimana mereka bertahan dan berdaya di tengah kehidupan yang menekan,” ujarnya.

Melalui adaptasi ini, tim produksi berharap nilai solidaritas dan tanggung jawab keluarga dapat kembali mendapat ruang di layar lebar Indonesia. Dengan latar sosial yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, versi Indonesia “Children of Heaven” diarahkan menjadi refleksi tentang martabat dan ikatan darah dalam realitas yang sederhana. (Kul)

The Beauty of Ramadhan di Mal Ciputra Jakarta, Hadirkan Bazaar Lebaran hingga Spin & Win Berhadiah Logam Mulia

0
mal ciputra jakarta

binomedia.id – Jakarta. Mengisi momen Bulan Suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mal Ciputra Jakarta menghadirkan ‘The Beauty of Ramadhan’ mulai 25 Februari – 22 Maret 2026. Momen spesial ini menghadirkan Bazaar Kebutuhan Lebaran, Dekorasi Ramadhan Instagramable, serta program belanja berhadiah Ramadhan Spin & Win dengan hadiah Logam Mulia untuk menambah pengalaman berbelanja yang seru dan berkesan bagi para pengunjung.

Rasakan keseruan belanja di Mal Ciputra Jakarta selama Ramadhan dengan program Ramadhan Spin & Win! Para pengunjung yang berbelanja minimal Rp 500.000 pada periode 2 – 22 Maret 2026 berkesempatan memutar roda keberuntungan untuk mendapatkan hadiah menarik, mulai dari elektronik, produk rumah tangga, hingga voucher belanja. Tak hanya itu, di akhir periode, tiga orang yang beruntung akan membawa pulang Logam Mulia @1 Gram sebagai kejutan special.

Silaturahmi dan sekaligus Buka Puasa Bersama Media dilaksanakan pada 3 Maret 2026 dengan agenda Sambutan General Manager Mal Ciputra Jakarta, Bpk. Ferry Irianto, Darbuka Performance, permainan alat musik perkusi tradisional Timur Tengah, Fashion Show Ramadhan, bersama Matahari Dept. Store ditutup dengan Buka Puasa Bersama.

mal ciputra jakarta

Suasana Ramadhan semakin hangat dengan dekorasi dan spot foto instagramable yang siap memikat mata, baik di outdoor maupun indoor mal sebagai bagian dari tema The Beauty of Ramadhan.

Sebagai wujud perhatian bagi para pelanggan yang menjalankan ibadah puasa, Mal Ciputra Jakarta menghadirkan Free Takjil yang sudah berlangsung setiap hari sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 nanti di Upper Ground Utara. Takjil ini disediakan untuk menemani momen berbuka, menghadirkan kebahagiaan kecil bagi pengunjung yang ingin menunaikan ibadah puasa dengan nyaman sambil menikmati suasana Ramadhan di Mal Ciputra Jakarta.

“Bulan Ramadhan selalu menghadirkan momen yang istimewa untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi. Di Mal Ciputra Jakarta, kami ingin memberikan pengalaman yang hangat dan berkesan bagi setiap pengunjung, mulai dari pengalaman berbelanja yang menyenangkan, dekorasi yang memikat, spot foto instagramable, hingga program belanja berhadiah Ramadhan Spin & Win yang seru. Semoga setiap langkah dan senyum yang tercipta di sini dapat menjadi bagian dari kebahagiaan Ramadhan yang penuh berkah. Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh pengunjung Mal Ciputra Jakarta dan seluruh umat muslim, semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan dan kebahagiaan, serta selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh sukacita,” ujar Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta. (rik)

IEE Series 2026 Ekspansi ke Balikpapan, Perkuat Akses Industri ke Pusat Energi dan Rekayasa

0
IEE Series 2026 Ekspansi ke Balikpapan, Perkuat Akses Industri ke Pusat Energi dan Rekayasa Balikpapan – Perkembangan industri energi dan (WAHYU)

binomedia.idJakarta. Perkembangan industri energi dan rekayasa teknik yang semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia mendorong Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Series) melakukan langkah ekspansi strategis pada 2026. Untuk pertama kalinya, pameran industri berskala besar ini tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga hadir di Balikpapan, Kalimantan Timur.

IEE Series Balikpapan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak Indonesia Energy & Engineering Series 2026 yang akan digelar pada September mendatang di JIExpo Kemayoran.

Pemilihan Balikpapan dinilai sangat strategis. Kalimantan berkontribusi sekitar 82 persen terhadap total produksi batu bara nasional yang mencapai 688 juta ton pada 2024. Selain itu, wilayah ini juga menjadi tujuan investasi sektor smelter dan pengolahan mineral senilai Rp36,5 triliun.

Keberadaan pelabuhan utama menjadikan Balikpapan sebagai simpul logistik penting untuk distribusi batu bara, material berat, serta operasional kapal tongkang dan kapal tunda yang menopang rantai pasok industri tambang dan energi.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan persetujuan anggaran hingga Rp488 triliun turut mempercepat pertumbuhan infrastruktur dan kebutuhan industri pendukung di kawasan tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai gerbang logistik dan pusat aktivitas industri di Indonesia bagian Timur.

Dalam edisi perdananya di Balikpapan, IEE Series akan menghadirkan tiga pameran unggulan, yakni:

  • Mining Indonesia

  • Construction Indonesia

  • Oil & Gas Indonesia

Ketiganya dikenal sebagai platform industri terkemuka di Asia Tenggara pada sektor masing-masing.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menyampaikan bahwa capaian positif penyelenggaraan 2025 menjadi landasan kuat ekspansi tahun ini. Pada September 2025 lalu, rangkaian IEE Series mencatat lebih dari 74.704 trade visitors, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total area pameran lebih dari 143.000 meter persegi serta melibatkan 10 pameran lintas sektor.

“Di 2026 kami ingin memperbesar cakupan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga hadir langsung di pusat-pusat industri utama Indonesia, salah satunya Balikpapan,” ujar Hanung.

IEE Series Balikpapan 2026 akan menempati area seluas 8.500 meter persegi dengan partisipasi sekitar 60 exhibitor dari sektor pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas. Konsep yang diusung adalah unified industrial marketplace, yakni ruang temu lintas sektor untuk mendorong diskusi teknis, penjajakan peluang bisnis, serta kolaborasi yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.

Sejumlah perusahaan nasional yang rutin berpartisipasi di IEE Series Jakarta juga menyatakan komitmennya hadir di Balikpapan, di antaranya Somagede Indonesia, Berkat Safety, Kurnia Safety Supplies, Ekatama Group, Nagamas Ban, dan Mitra Cipta Hardi.

Marketing Somagede Indonesia, Tyas Puji Sushanti, menilai ekspansi ini selaras dengan arah pertumbuhan bisnis perusahaan. Somagede yang telah berdiri selama 37 tahun bahkan telah membuka cabang di Balikpapan untuk memperkuat kedekatan dengan pengguna di sektor tambang dan migas.

“Balikpapan memiliki karakter industri yang sangat variatif, mulai dari pertambangan hingga minyak dan gas, dengan banyak pemain berskala internasional beroperasi di sana. Kehadiran IEE Series di Balikpapan menjadi kesempatan untuk berdialog lebih dekat dengan pasar yang menjadi fokus pertumbuhan kami,” kata Tyas.

Dengan ekspansi regional ini, IEE Series diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan platform strategis yang mempertemukan kebutuhan proyek dengan penyedia solusi secara langsung. Balikpapan pun diproyeksikan menjadi penghubung awal antara kebutuhan industri di daerah dan platform berskala nasional yang akan mencapai puncaknya pada Indonesia Energy & Engineering Week 2026 di Jakarta.(why)

Kintan Rilis Debut Single “Let’s Dance”, Dari Lomba Karaoke ke Panggung Musik Profesional

0
Kintan Rilis Debut Single “Let’s Dance”, Dari Lomba Karaoke ke Panggung Musik Profesional ( WAHYU)

binomedia.id Jakarta. Berawal dari keisengan mengikuti lomba karaoke antar jurnalis, langkah Kintan justru berlabuh di industri musik profesional. Keberanian mencoba hal baru itu kini membuahkan hasil lewat perilisan single debut bertajuk “Let’s Dance”, sebuah lagu upbeat penuh energi yang siap menghidupkan suasana.

Nama Kintan sebelumnya dikenal sebagai sosok multi-talenta di dunia jurnalistik. Ia aktif sebagai jurnalis, penyiar radio, host, sekaligus MC. Namun kecintaannya pada musik menemukan momentum setelah ia meraih juara dua dalam ajang karaoke antar jurnalis. Dari situlah perkenalannya dengan Fransiscus Eko membuka pintu baru dalam perjalanan karier bermusiknya.

“Awalnya hanya iseng. Setelah lomba, Mas Eko menawarkan aku membawakan lagunya. Dari situ aku mulai serius mencoba,” ujar Kintan.

Menariknya, Kintan yang selama ini identik dengan lagu-lagu ballad justru mendapat tantangan menyanyikan lagu bertempo cepat. “Let’s Dance” hadir dengan nuansa ceria, energik, dan penuh semangat—keluar dari zona nyaman yang biasa ia jelajahi.

Menurut Fransiscus Eko, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat potensi Kintan sebagai performer yang luwes dan enerjik. Lagu ini merupakan karya Yanda Bebeh, yang juga bertindak sebagai produser musik sekaligus penata aransemen.

Proses kreatif “Let’s Dance” terbilang singkat namun intens. Penulisan lagu rampung dalam satu hari, sementara aransemen musik diselesaikan dalam dua hingga tiga hari demi mendapatkan warna yang maksimal. Yanda menghadirkan sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, serta beat elektronik yang kuat. Inspirasi utamanya datang dari fenomena musik K-pop yang tengah mendominasi dan digemari di Indonesia.

Hasilnya adalah lagu dengan karakter catchy, easy listening, dan sarat vibe positif. “Let’s Dance” mengusung pesan sederhana namun kuat: keberanian mengekspresikan kebahagiaan melalui gerak tubuh.

“Lagu ini tentang semangat. Jangan ragu mengekspresikan kebahagiaan lewat gerakan badan. Sekaku apa pun, dance itu bikin happy,” kata Kintan.

Dari sisi produksi, single ini terasa matang dengan energi yang konsisten dari awal hingga akhir. Beat elektronik yang dominan berpadu dengan vokal Kintan yang terdengar segar dan penuh antusiasme. Lagu ini berpotensi menjadi anthem pesta maupun teman pelepas penat setelah rutinitas harian.

Tak hanya berhenti di perilisan digital, Fransiscus Eko mengungkapkan rencana penggarapan video musik agar publik dapat melihat sisi performatif Kintan secara lebih utuh. Single “Let’s Dance” kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform.

Meski debutnya bernuansa dance, Kintan tak menutup kemungkinan kembali ke akar musikalitasnya di jalur ballad. Ia bahkan tengah menyiapkan konsep lagu bertema “melepaskan” yang lebih emosional untuk karya berikutnya.

Dengan semangat belajar dan keberanian keluar dari zona nyaman, Kintan membuktikan bahwa perjalanan musik bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari sebuah lomba karaoke yang awalnya hanya untuk bersenang-senang. Kini, langkahnya resmi menapaki industri musik dengan penuh percaya diri lewat “Let’s Dance.”(why)